Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Organisasi Qing 2


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Flashback 10 tahun yang lalu.


Di negara R terjadi sebuah perang untuk perebutan wilayah kekuasaan antara negara itu dan negara tetangga.


Kekacauan begitu parah, bom dimana-mana, mayat tergeletak seperti ikan pindang di pinggir pantai. Tak ada satupun manusia yang berani menyentuh mayat tersebut. Seakan mayat itu seonggok sampah yang di biarkan berserakan.


Suara tembak dari kapal perang di udara membuat semua orang ketakutan. Sedangkan di daratan tengah kacau balau karena saling bentrok.


Didalam kerumunan itu seorang gadis berusia lima belas tahun berdiri di luar ruangan tanpa takut sedikit pun.


Seakan gadis itu tak merasakan gentar ketika suara tembakan saling membalas memekik di telinganya.


“Astaga karena ngambek sama kakak aku berniat menghabiskan uang kakak di luar negeri, dimana coba aku mau menghabiskan uang kakek, semua toko tutup, semua orang ketakutan, yang ada aku menghantarkan nyawaku ke sini. Serem banget!” gumam Aya kecil.


Dasar empok Aya saja yang memilih negara bentrok untuk di jadikan tempat wisata. Coba ke Korengan atau Malassiha atau Aus trasia, pasti saat ini ia berfoya-foya menghabiskan uang sang kakek.


Ya ini malah ke tempat perang. Jangan salah kan siapapun jika Mpok Aya ko'id dimari ya all😂.


Dorrr.... Dullll ... Duarrr.... Suara tembakan beruntun itu menyadarkan si gadis kecil.


Wajah Aya pucat, kakinya berat, seakan magnet mengunci kakinya. Wanita itu hanya diam mematung di tengah-tengah medan perang.


Ia baru sadar jika sedari tadi, ia tengah berdiri di tengah-tengah peperangan.


Sialan, gara-gara ngelamun akhir nya aku disini. Pasti yang lihat aku seperti ini pasti mengira aku gadis keren. Batin Aya menggerutu


“Sialan ini kaki, kenapa susah sekali di angkat!” gerutu aya, jiwa gadis itu ketakutan.


“Tapi aku tak boleh terlihat takut, biar semua orang tak langsung menembak ku. Aduh mama... Jemput Aya ma, aku begitu apes hari ini, karena pergi tanpa ijin dari mu!” Aya ingin menangis akan tetapi air matanya seakan surut dan tak mampu keluar setetes pun.


Tanpa Aya tahu bawa di sebuah rumah susun ada yang mempertahankan nya sedari tadi.


“Gadis kecil yang menarik bro!” kata Qing Gang menepuk lengan sahabat nya yang seperti es balok dan memiliki kekurangan yaitu tak pernah peka apa lagi berurusan dengan kaum hawa.


“Hem!" jawab Qing Kong. Qing kong dan Qing Gang merupakan murid pertama Qing dan sifat mereka seperti langit dan bumi karena satu dingin satu hangat. Meski berbeda karakter mereka saling melindungi satu sama lain.


Qing Kong melompat ke bawah mendekati gadis kecil 5 tahun lebih muda darinya. Diikuti oleh Qing Gang.


Kaki mereka mendekati gadis rapuh yang sok tegar, pancaran dari mata si gadis menyiratkan bahwa ada kekuatan teguh untuk keselamatan nya dari kekacauan ini.


Duarrr... Sebuah bom tepat mendarat di mana saat ini Aya berdiri.


“Aahhhh....” Jerit Aya, setelah itu ia tak sadarkan diri.


....


....


Disebuah gubuk yang dindingnya terbuat dari rotan serta tempat tidur nya hanya beralaskan tikar, seorang gadis 15 tahun belum sadarkan diri dari pingsannya.


“Guru ini sudah tiga hari, gadis kecil ini tidak sadar!” kata Qing Gang dan hanya di dukung dengan anggukan kepala oleh Qing Kong.


“Uhhh...,” lenguh gadis kecil itu.


Perlahan mata indah gadis kecil pun terbuka. Si gadis beberapa kali mengedipkan matanya untuk menormalkan Indra penglihatan nya.


Ketika sudah tak buram lagi ia membuka lagi matanya, dan yang pertama kali ia lihat adalah dua pria tampan.


“Diantara keduanya, yang mana penjaga pintu neraka dan pintu surga?” gumam Aya pelan.


“Eh aku gak jadi mati?” cicit Aya kecil.


“Kau masih hidup, apa kau ingin bunuh diri 3 hari lalu?” tanya seorang pria tampan berusia 20 tahun yang memiliki mimik wajah yang datar, Kalog wajahnya yang datar kagak ada apa-apa di wajah pria itu.


“Enak saja bilang aku mau mati, aku ini lagi berlibur ke sini, tadi eh maksudnya anda saya tak sadarkan diri 3 hari lamanya?" Aya begitu panik.


Tiga pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya bersamaan.


“Hay gadis kecil, siapa nama mu?' tanya pria satunya.


“Nama ku Aya!” jawab Aya memandang tiga orang itu tak memiliki ketakutan sedikit pun.


Seorang pria berkaca mata datang membawa air yang di tempatkan di sebuah bambu.


“Minumlah!” perintah Pria itu.


Aya mengambil gelas itu lalu meneguk semua air di dalamnya, sebab ia begitu kehausan akibat tak sadarkan diri.


“Perkenalkan adik kecil, aku adalah Qing Gang dan yang memiliki ekspresi datar itu adalah Qing Kong dan yang berkacamata empat itu adalah Qing Seng! Kau berada di perguruan Qing, dan ini guru kami Qing!” ujar Qing Gang.


“Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa ku, kiranya apa yang harus ku lakukan untuk membalas kebaikan kalian?" tanya Aya kecil.


“Guru paman Qing Jin terbunuh!” lapor Qing Seng.


“Apah!” jawab guru Qing.


Semua orang langsung keluar dari kamar itu termasuk Aya, terlihat sebuah jenazah pria paruh baya tergeletak di depan pondok.


“Siapa yang melakukan ini?” tanya Qing.


“Jasad ini sudah tergeletak di persawahan sebelah, dan tidak ada yang melihat kejadian atas kematian paman!” kata Qing Seng.


“Ada yang melihat tas yang aku bawa?” tanya Aya, dalam suasana tegang gadis itu masih sempat menanyakan tasnya.


“Ada di sebelah tempat mu tak sadarkan diri!” kata Qing Gang.


Aya berlari mengambil ranselnya. Dan mengambil sebuah komputer tipis canggih yang Qiana hadiahkan Ketika ia baru sadar dari komanya dulu.


Aya membawa benda pipih itu keluar, di luar semua orang melihat jenazah itu sedemikian rupa.


Qing Kong penasaran dengan apa yang di lakukan gadis kecil itu, ketika ia mendekati Aya ia melihat tangan kecil itu menari indah di atas keyboard.


Bib... bunyi komputer itu.


“Paman ini di bunuh sekitar 4 jam lalu!” ungkap Aya memperlihatkan sebuah Video kearah Qing Kong, guru dan semua yang ada di sana.


“Darimana kau mendapatkan rekaman ini gadis kecil?" tanya guru.


“Mudah aku hanya mengintip CCTV dunia!” kata Aya lugas.


Semua orang menganga. Tak semua orang bisa meretas dan di lihat dari segi usia Aya merupakan gadis belia.


Semua orang memperhatikan secara detail sebab selanjutnya Aya mampu menguak misteri kematian dan siapa pembunuh nya dan apa motifnya, sehingga semua orang berdecak kagum terhadap gadis kecil ini.


Ternyata gadis lemah ini memiliki otak yang begitu ajaib, seketika Qing memiliki impian gila untuk membangun sebuah organisasi besar untuk memuluskan obsesinya selama ini. Apalagi ia sudah memiliki tiga pria kuat yang siap menjadi robot untuk.mengabdi kepada-nya.


“Jadi murid ku selamanya!” kata Qing.


Nah loh Aya disuruh mengabdi selamanya...


Masih menikmati jalan cerita karya ini gak nih🤗🤗🤗...


Sun jauh dari nyai.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


REKOMENDASI AUTHOR: