
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
“Hubby bawalah gadis itu, baru pertama kali putraku meminta sesuatu kepadaku!” kata Mommy Qiana menggendong putranya menaiki helikopter.
Singkat cerita semingu Ken dirawat akan tetapi bocah itu tak kunjung bangun padahal lukanya sudah mengering hanya kakinya masih tak bisa di gerakkan sebab patah sendi di lututnya.
“Aya, Aya!” gumam Ken pelan.
“Akhirnya kau siluman sayang!” Mommy Qiana mencium tangan putranya.
Kelopak mata Ken perlahan terbuka, yang pertama ia lihat adalah Mommy dan Deddynya.
“Aya!” bibir pria kecil itu hanya menyebutkan nama itu, meski orang tuanya ada di depan mata, pria kecil itu hanya memikirkan Aya dan Aya Seorang.
“Jika tidak terluka, Mommy ingin memukul mu Ken, sudah delapan hari semenjak kamu hilang kami menghawatirkan mu, akan tetapi kau malah menyebut nama orang lain ketika baru bangun.” omel Mommy Qiana.
Tidak ada ketakutan atau trauma ketika melihat keadaan pria kecil yang di perban kepala dan kakinya.
“Mom, nanti saja ketika aku melihat Aya baik baik saja aku akan siap menerima hukuman dari mu, sekarang aku ingin melihatnya dulu mom!” pria kecil itu berusaha menggerakkan tubuhnya agar biasa turun dari atas ranjang.
“Kau tak bisa turun dari sini jika belum menjawab pertanyaan Deddy, Dan lihatlah semua orang tengah mengkhawatirkan mu, Jaguar!” Jika sudah marah Deddy Taksa akan menyebut nama panggilan sesungguhnya putranya itu.
Ken melihat paman bibi, nenek kakek serta kakek nenek buyutnya berjejer ingin menemui dirinya, mendengar Ken sadar semua orang yang menunggu di pintu langusung masuk ke dalam kamar.
Mau tak mau pria kecil itu Kemabli duduk tenang.
“Kau tau kan kesalahan mu dimana?” Mommy Qiana bersuara terlebih dahulu.
“Tau, maafkan Ken yang pergi tanpa berpamitan!" cicit pria kecil itu.
“Lanjutkan!” kata Mommy Qiana.
“Sebenarnya aku pergi hanya ingin berkencan saja!”
“APAAAAHHHHHH......” Teriak semua orang.
“Kalian membuat orang sakit ini hampir budek!” omel Ken dengan wajah cemberut.
“Ken sayang, bolehkah kau jelaskan kencan apa yang kau maksud!” kata Mommy Qiana yang mengalami syok jantung.
Ken menceritakan kronologis kejadian dimana pria kecil itu bertemu Aya MA, dan ia hanya ingin bertemu dan serta bermain dengan gadis itu akan tetapi penculik mengacaukan rencana yang ia susun.
Semua orang mengelus dada mendengar ucapan Ken, mereka mengira pria itu sudah memiliki pacar pada saat usianya yang masih balita.
“Sekarang jelaskan pada Kakek buyut, kenapa kau bisa ikut tertangkap?” tanya Kakek WU.
“Karena Aya sudah pingsan di sana aku ingin memberikan kejutan kepadanya agar bisa berduaan. Ya aku serahkan saja diriku kepada si om penculik dan tak lupa aku kasik emas batangan yang Kakek buyut berikan kepadaku untuk ku simpan sebagai pegangan jika ada kejadian kepepet di kala genting,” jawab Ken jujur.
“APAHHHHH....” lagi-lagi semua orang kaget dengan penuturan pria kecil itu.
“Dua kali kalian teriak, maka ketiganya aku akan memberikan hadiah piring cantik untuk kalian semua!” omel Ken.
“Astaga Taksa, pada saat kamu produksi anak ini dipan (Ranjang) mu menghadap kemana ha? Atau kau salah mengambil gaya sehingga melahirkan produk yang seperti ini!” omel Kakek WU kepada Deddy Taksa.
“Astaga...,” jerit Deddy Taksa.
“Ke barat sepertinya kek, eh salah aku lupa soalnya banyak kasur yang aku coba dan anak ini entah di kasur yang mana keselip di perut istriku, serta aku lupa dengan gayanya!” jawab Deddy Taksa.
Nyetttttt.... Sebuah cubitan maut dari Mommy Qiana di pinggang Deddy Taksa.
“Aw, ampun sayang, Heh bocah, kau membuat Deddy di cubit, sekarang kau jelaskan kenapa bisa Sampek di culik beneran!" Deddy Taksa memberikan pelototan mata terhadap puteranya itu.
“Kakek buyut, Aku lagi sakit Deddy melihat ku seperti itu!” Adu Ken.
Kakek nenek Ken mendekat mengusap sayang kepala cucunya, kemarin mendengar cucunya sakit mereka langsung terbang pulang, maklum kakek nenek Ken itu suka sekali Honeymoon padahal sudah pengantin lapuk.
Buk... Tongkat sakiti kesayangan kakek memukul betis cucunya.
“Jika kau melotot lagi sama cicitku maka tongkat ini melayang di sekujur tubuh mu Taksa.” kata kakek, kakek WU duduk di kasur lalu merengkuh tubuh babak belur cicit yang ia asuh sedari kecil. Sebab Ken lebih dekat dengan kakek WU sedari bayi.
“Jelaskan Ken, kenapa kau bisa di tangkap? Bukanya kau memiliki jam untuk menghubungi ibumu?” kata kakek WU dengan lembut.
“Nah ini kek, awalnya aku ingin memberikan kejutan dengan menjadi sosok superhero bagi Aya, rencana ku yaitu ketika Aya sadar didalam mobil aku akan memencet tombol darurat, karena kendala bau busuk pembungkus kepala yang penculik sarungkan di kepalaku membuat aku pingsan seketika. Dan ketika aku sadar aku aku sudah ada di sebuah gubuk tempat kami di sekap.” jelas Ken.
“Trus kenapa kau tak melukai jarimu sedikit agar kami menemukan sinyal mu!” sela Mommy Qiana.
Semua orang syok tak ada satupun membuka suara.
“DION!!!” panggil Mommy Qiana dan Deddy Taksa serempak.
“Iiia, Kenapa kalian memanggil ku?” Ayah susu Ken itu awalnya gagap langsung menyesuaikan jantungnya.
“Kau susui macem mana putra kami Dion hingga Ken dewasa sebelum waktunya!” ucapan Mommy Qiana seakan menghunus jantung Ayah Dion.
“Kata Papi Abraham jika pasangan kita sampai melupakan kita maka hanya butuh pelukan ketika tidur bersama!” kata Ken gamblang.
“Aman-aman.” gumam Ayah Dion sambil mengelus dadanya.
“Aman-aman, ayo kita harus mengecek keberadaan gadis itu!” ajak istri ayah Dion.
“Kakak aku pamit dulu, karena sudah waktunya gadis itu aku berikan obat!” pamit Bunda Divya.
“Hem!” jawab Mommy Qiana.
“Kak, aku mau tengok anak-anak sepertinya mereka pulang. Pesanku berikan hukuman untuk biang kerok!" Rana lewat langsung menginjak kaki kakaknya dengan ujung sepatutnya yang runcing.
“Aaawwww... Rana!” jerit Abraham.
“Rasain itu kak, sayang aku tak bisa beladiri jika bisa aku mau memukulimu hingga puas,”
“Abraham...!!!!” jerit Mami Yumna kencang setelah diam akan kebisuan.
Pasangan suami istri serta para ipar memandang Abraham dengan tatapan predator yang menakutkan.
“Yumna kau mau kemana?” tanya Papi Abraham dengan peluh mengalir sebesar biji jagung.
“Aku ingin mencari racun formula untuk membasmi suami tomket yang meresahkan.” wajah Bunda Yumna sudah memerah, kemarahan wanita itu sudah mencapai tingkat dewa
Astaga, gini amet punya bini ahli racun. Dikit-dikit suami punya salah mau di racun. Deket banget sama malaikat maut. gerutu Deddy Abraham dalam hati.
“Kalian melihat ku, aku hanya melakukan edukasi dini, agar putra-putra kita menghargai wanita, dah urusan ranjang mungkin dia mendengar ku ketika merayu Yumna!” bela Abraham.
Ibu Zia tidak ada di tempat itu karena itu istri komandan tentara Colvis itu sedang menyiksa tahanan yang telah melukai keponakannya tersayang.
“Mulai besok akan di bangun Vila di bawah bukit, agar para keluarga bisa mandiri dan tak ada kecolongan seperti ini, dan kakak mendapatkan SP 1 dari ku!” kata Mommy Qiana.
“Kakak ipar kau tau apa yang kau,” ucapan qiana langsung di potong dengan tindakan nenek yang spontan.
“Ayooo Abraham, kau ikut nenek!” nenek QI menjewer telinga cucunya lalu meninggalkan tempat itu.
....
“Sayang, Sayang ...,” panggil Aya MA sebab suaminya itu diam berhenti bercerita setelah menceritakan bahwa nafasnya terlah berhenti.
“Heheh... Sory, aku hanya mengingat masa lalu yang sedikit lucu. Pria itu menertawakan dirinya dalam hati jika mengingat interogasi yang di lakukan oleh seluruh keluarganya hingga berakhir dengan penjelasan detai dari dirinya tentang siapa sosok Aya untuk Ken dan janji pernikahan konyol mereka juga.
Tentang Ken membunuh dua penculik itu tak pria itu ceritakan kepada sang istri anggap lah itu rahasia antara Keluarga WU emak Online sama para om dan Tante Reader ya.
“Kau selamat sayang jika tidak masak yang duduk di pangkuan ku yang setiap malam ku ajak mantap mantap ini demit?” tanya Ken.
“bagaimana bisa?" padahal luka tembak itu tepat mengenai jantung ku, begitulah hasil dari ronsen dan segala macam saudaranya itu.
“Percayalah Mommy ku bisa melakukan apapun sekaligus menyelamatkan orang di ambang kematian!” kata Ken dengan memandang wajah cantik istirnya.
Air mata Aya seketika tumpah, ibu mertuanya amat berjasa dalam hidupnya, ia tak menyangka hanya sebuah permen membuat nya terikat dengan pria yang memberikan Dunia indah untuknya.
“Hey, kenapa kau tak pernah datang dalam hidupku sehabis kejadian itu. Taukah kamu jika selama ini aku mencarimu. Aku mengira kau di tangkap oleh para Penculik itu. Taukah kau selama aku ada di dalam organisasi Qing aku mencari keberadaan mu, sebab ketika aku terbangun aku hanya melihat ibuku saja, tidak ada anak kecil di samping ku,” terang Aya MA.
Ken menarik nafas untuk menjelaskan kepada istrinya apa yang terjadi.
“Sebenarnya aku di hukum dan harus menjalankan misi agar aku bisa di berada di sampingmu.” terang Ken.
^^^~To be continued.^^^
Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,
Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣
Promosi lagi ya kak, yuk mampir di karya ini....
Blurb : Terjerat cinta duda hot
Kirana Prameswari adalah seorang mahasiswa akhir, dia membutuhkan biaya untuk mengerjakan skripsinya yang selalu di tolak oleh dosen pembimbingnya. Seorang teman memberinya sebuah pekerjaan sebagai guru les privat dari anak seorang konglomerat.
Kirana pikir anak yang akan di les privat olehnya adalah usia sekolah dasar, tapi ternyata anak tiga tahun. Dan lebih kagetnya lagi ayah dari anak yang di les privatnya itu seorang duda tampan dan seksi.
Bagaimana Kirana menghadapi ayah dan anak itu? Apakah dia akan terjerat pesona sang duda?
Yuk kita kepoin ceritanya..