Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Dua Bodyguard?


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Saat ini di aula luas di bawah Vila Mommy Qiana di penuhi orang gundul dengan beragam wajah. Akan tetapi ada sesuatu yang sama dari raut wajah semua preman gundul itu yaitu sebuah ketakutan besar.


Awalnya mereka mengira akan di bawa ke penjara, karena hotel prodeo itu sudah tak asing bagi semua preman, bisa di kata hotel prodeo adalah rumah ke duanya. Bahkan mereka tak memilik ketakutan ketika di angkut mobil polisi.


Akan tetapi ketika mobil yang mengangkutnya berputar haluan menuju ke tempat yang paling di takuti oleh preman, penjahat manapun. Semua mulai berontak ingin kabur dari tempat itu. Sebab rumah mafia ini lebih menakutkan dari kematian bagi mereka penjahat.


Semua preman langsung menciut, kakinya gemetar seperti ada gempa susulan dari anak gunung Krakatau ketika sudah berkumpul di dalam ruangan bawah tanah.


“Kenapa semua preman berkepala botak di kumpulkan? Apa di antara kita menyinggung keluaga WU sehingga kita di kumpulkan di tempat ini?” Gumam seorang dari mereka.


Karena mereka tak berani komplain sedari mereka memasuki ruangan yang di jaga oleh para Mafia berbadan tegap dengan persenjataan lengkap di tangannya.


Baru kemarin aku berencana mau pensiun jadi preman sekarang malah mau Ko'id. Batin si A.


Dek Abang tak pulang lagi dek, dunia begitu kejam sehingga Abang menjadi bang Toyib selamanya. Batin si B.


Kreaaakkkk.... Bunyi pintu di buka dari luar dan masuklah dua pria tampan ke dalam ruangan itu tak lupa satu pria tampan lagi menyusul di belakangnya.


“Wow, Daebak Sayang, ruangan ini penuh lampu!” Aya begitu takjub melihat semua preman gundul itu sebab semua preman yang memasuki tempat itu tadi di sterilkan sehingga kinclong dan licin.


Sedangkan Ken memancarkan aura sangat menyeramkan melihat orang-orang yang mendapatkan perhatian oleh sang istri.


Melihat kasih sayang dari sepasang suami istri di depannya, seketika kaki mereka lemas seperti jeli. Semua orang salah faham dengan kedekatan pasangan itu.


Semua orang mengenali sosok pria muda itu, yaitu tuan muda WU sedangkan satunya mereka tidak mengenali. Di belakang ada Sean si asisten berdarah dingin.


“Sayang ketika aku melihatnya, entah mengapa aku ingin kau dan Sean mengelus kepala mereka, aku tinggal dulu. Aku akan bersiap-siap untuk pergi kerja, Jangan lupa nanti kalian kirim Video acara elus mengelus kepala ini kepadaku.” Aya tanpa rasa bersalah mencium bibir Suaminya lalu meninggalkan tempat itu.


Yess ... Mending aku yang mengelus kepala para pria ini, dari pada tangan Istriku yang cantik. Batin Ken bersorak.


Mood Ken begitu membaik.


Lah ... Kenapa aku maneng, aku maneng... Batin Dedek Sean menangis.


Karena dalam keadaan mood yang baik Ken hanya terdiam saja. Demi wibawanya sebagai tuan muda WU padahal di dalam hatinya sudah berjoget ria.


“Setelah ini, aku ingin kalian semua menumbuhkan rambut kalian tanpa terkecuali. Itupun jika kalian ingin hidup.


Pria yang memang botak karena rambutnya rontok langsung pingsan di tempat.


“Ayo, kita mulai Sean!" perintah Ken.


Dan begitulah acara elus mengelus kepala yang Aya idam-idamkan.


.....


.....


Aya bersenandung menuruni tangga. Mood wanita hamil hari ini begitu bagus, sehingga senyum lebar tak pernah lepas tersungging di bibir wanita itu.


“Hay sayang, kau mau pergi syuting Sekarang?” tanya Mommy Qiana di ruang tamu.


Wanita cantik itu tengah sibuk memegang majalah fashion kekinian pemberian sang suami tadi pagi.


“Ia, Momy sayang, Aya berangkat dulu ya!” pamit Aya.


“Mom, apakah ini tidak berlebihan?” tanya Aya.


“Tidak sayang, semua ini kulakukan untuk cucuku tersayang!” ujar Mommy Qiana mengelus perut sang menantu.


“Prety, Brety!” panggil Mommy Qiana.


Dua wanita berbadan kekar mendekati Pasangan menantu dan mertua itu.


“Ia nyonya!” jawab dua wanita itu dengan suara bariton nya.


Aya begitu kaget mendengar suara bass berasal dari dua wanita cantik tersebut, “Mom maaf mereka itu pria apa wanita atau Waria?” tanya Aya polos.


“Mereka pria jadi-jadian sayang, akan tetapi kekuatannya tak perlu di ragukan lagi!” ujar Mommy Qiana melihat pria Cantik berambut panjang menggunakan baju scurity eh salah salah, bodyguard berdiri tegap di depan Aya.


Body nya yang kekar di tambah pepaya gantung membusung di dada mereka membuat dua pria itu menjelma menjadi wanita atletis yang penuh pesona. Jangan lupa wajah dua pria itu amat cantik persis orang Korengan di negeri ginseng. Jadi jangan salahkan Aya dong jika penasaran dengan gendre Ke dua bodyguard nya.


Aya menganggukkan kepalanya berulang kali.


Dunia sungguh kejam. Aya MA membatin.


“Maaf sebelumnya, apa saya harus panggil kalian Tante atau Paman?” tanya Aya.


“Panggil Mis, saja Nona!” jawab keduanya.


“Oh, Ok... Ok ... Ok, Pak Mis” Aya menjawab dengan menganggukkan kepalanya lagi berulang-ulang.


“Baiklah Mom, Aya pamit dulu, ayo Mis Prett dan Mis Breett,” ajak Aya.


Macem bunyi kentut aja... Preeet Breeett. Batin Aya ingin tertawa.


....


....


[Lokasi syuting]


Suasana di lokasi syuting begitu ramai, keindahan paviliun milik mommy Qiana jauh lebih indah dari tempat sebelumnya.


Para pemain berdecak kagum melihat tempat syutingnya yang baru. Karena tempat Suting kemarin tertimpa longsor, mau tak mau mereka harus berpindah lokasi. Beruntung mereka mendapatkan dukungan dari WU internasional maka fasilitas tempat ini mereka dapatkan sebagai pengganti lokasi syuting mereka meski harus berpindah ke tempat yang jauh dari rumah para artis.


Pemandangan sebuah danau indah menyita mata setiap orang yang baru menginjakan kakinya di tempat itu.


Semua orang begitu bahagia Apalagi di tempat itu terdapat Mes untuk para aktris yang memiliki fasilitas hotel bintang lima.


“Wah Daebak.... Tempatnya begitu keren ...,” puji Iria MA.


“Kita sungguh sungguh beruntung bukan, berkat film ini bisa menikmati fasilitas yang dimiliki WU internasional.” kata si B.


Aya yang telah sampai di lokasi syuting, juga memandang kagum tempat itu, ia membiarkan kedua bodyguardnya mengantarkan semua barang-barang yang ia bawa ke mes.


“Hay, Aya, kami semua begitu khawatir dengan keadaan mu!” kata rekan-rekan Aya Ketika melihat gadis itu melenggang masuk ke kawasan syuting. Semua orang mendekati Aya.


Satu persatu menanyakan kabar gadis itu.


“Terimakasih teman-teman, aku baik-baik saja!” kata Aya MA menundukkan kepalanya, mengucapkan terimakasih atas perhatian teman nya.


“Aya! Kau tak apa-apa kan adik?” panggil Iria MA datang langsung memeluk tubuh Aya dengan akting kakak sayang adik.


Semua orang yang merasa jika ke dua sodara itu butuh waktu berdua. Sehingga satu persatu berpindah dari tempat tersebut.


“Gak usah drama deh, sudah tidak ada orang!” kata Aya dengan nada dingin hingga menusuk tulang belulang wanita itu.


“Apa yang kau maksud?” tanya Iria merasakan ketakutan hingga menusuk tulang belulang di sekujur tubuhnya. Apa lagi pelukan Aya begitu erat seperti lintah.


Ada perseteruan ini gaes🤣🤣🤣.


^^^~To be continued^^^