
“Aku membencimu Qing. Tidak sudi aku memberikan tubuhku meski hanya seteguk saja!" Kata Aya Ma.
“Mulutmu begitu lemas, apakah aku pelihara saja kamu, biar kau berkembang biak untuk menciptakan pundi-pundi uang untukku. Sepertinya menggugurkan kandungan mu dan mengantikan benihku di dalam sana begitu bagus!" Kata Qing memandang AyaMa penuh minat.
“Tidak Sudi aku, kamu melakukan hal kecil pada tubuhku maka aku akan bunuh diri. Dan kau tak akan mendapatkan apapun dari ku kecuali rugi karena semua organ tubuh ku akan rusak jika aku membunuh diriku,” kata Aya Ma.
“Sialan, perempuan tidak tau diri,”
Plakkkk... Sebuah tamparan di pipi Aya MA terdengar memekikkan telinga.
“Aw... Kenapa sakit?" Bingung Qing, siapa yang menampar siapa yang ke sakitan. Bahkan wajah wanita itu tak tergores sedikitpun seakan si Qing ini memukul kulit badak.
Qing begitu bingung, padahal ketika tubuh Aya MA merasakan sebuah rasa terancam hormon-hormon dalam diri gadis itu mencuat semakin kuat dan kuat.
‘Bantu bunda kalian untuk bertahan. Kita harus membalaskan dendam atas kematian ayah dan paman kalian,’ bisik Aya MA penuh akan dendam yang membara. Ia merasakan anak-anak nya mulai bergetar.
‘Bagus.’ batin Aya MA.
“Paksa dia makan, dan lakukan seperti perintah!" Kata Qing kepada Qing Sang.
“Baik Guru!" Kata gadis itu. Gadis itu diam tak seperti biasanya, bahkan ia tak memiliki tatapan ramah sedikitpun kepada gadis itu.
Aya MA menatap punggung gurunya yang keluar dari kamar sangkar miliknya. Ia juga menatap sahabatnya dengan tatapan penuh kecewa.
“Makan!” kata Qing Sang pada Aya MA.
“Pergi!" Kata Aya MA.
“Cepat makan,” Qing Sang meletakkan nampan makanan yang di atas pangkuan wanita itu.
Parangg... Makanan berhamburan ke lantas,“Tidak Mau!”
“Kau mulai macam-macam denganku?" Teriak Qing Sang.
Qing Sang mendekati Aya MA, lalu menekan pipi wanita itu sedikit kuat, “Dengarkan aku, aku menyimpan sebuah surat di nampan makanan selanjutnya, kau ambil dan baca ketika lampu ini padam," bisik gadis itu.
Mata Aya MA membola. Kenapa? Itu yang ada di otak Aya MA tapi ia tidak tau dimana musuh dan di mana kawan hatinya tengah kecewa dan terluka.
Brukkk... Aya MA mendorong Qing Seng hingga gadis itu terpental dengan punggung menabrak dinding.
“Bang.sat!" umpat Qing Sang. Ia tengah menyeka mulutnya yang berdarah kepalanya begitu sakit hingga telinganya berdengung.
Teeeettt... Qing Sang memencet tombol panggilan seketika penjaga di luar sana membuka pintu.
“Baik,” rupanya begitu banyak penjaga mengelilingi sangkar penyekapan Aya MA. Karena kaca di luar sangkar tak bisa melihat apapun yang ada di luar.
Beberapa saat kemudian.
“Makan jika tidak makan maka akan ku belah perutmu untuk mengeluarkan bayi mu itu, waktumu hanya berapa menit jika tidak,” Qing Sang menekan tangannya di pipi Aya MA.
“Satu menit, CCTV di sini akan mati, seluruh lampu akan mati, kau bacalah surat dari suamimu. Jangan sia-siakan waktu. Mari kita bersama membasmi dia,” bisik Qing Sang. “Tampar aku, agar mereka tidak curiga,” lanjut Qing Sang.
Plaaaakkkk....
“Dasar gadis tak tau balas budi!” umpat Aya MA.
★★
“Apakah kalian memastikan Qing Kong sudah menjadi abu?" Tanya Qing.
“Sudah Guru!” kata Qing Seng dan Qing Sang.
“Bagus. Aku tidak sia-sia bangkit berpuluh-puluh tahun. Akhirnya aku akan menjadi penguasa dunia. Sebentar lagi aku akan menggeser keluarga WU hingga tunduk di bawah kakiku!” kata pria itu.
“Apalagi saat ini Aya Ma berada di tangan ku, dunia masa depan akan cepat di tanganku!” gumam pria itu.
Qing bangun lalu melangkah keluar memasuki kamarnya, di dalam kamar ia menekan tombol di samping almarinya.
Brakkk... Almari itu terbelah, sebuah ruangan yang berisikan lift yang terhubung entah kemana.
Pria itu melangkah masuk ke dalam lift tak lama kemudian lift itu membaca tubuh pria itu pergi jauh, mungkin ruangan ini berada di bawah tanah yang rahasia.
Ting... Pintu lift terbuka ...
“Apakah sudah selesai?” tanya Qing kepada orang-orang yang bekerja di dalam sebuah lab. Didalam ruangan itu ada sebuah komputer raksasa yang di bangun oleh puluhan orang yang entah kenapa memiliki tatapan kosong.
“Sudah tuan! Hanya saja ini tidak akan bisa hidup tanpa hormon dari si pencipta," kata orang itu.
“Tidak apa-apa aku hanya perlu dia bisa di gunakan, karena aku sudah memiliki hormon tersebut!” ujar Qing pada anak buahnya.
‘Setelah komputer itu hidup maka aku akan mengambil otak kalian satu persatu untuk jadikan eksperimen.’ batin Qing.
TBC ...