Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Semua Terbongkar.


Cekrek... Cekrek... Cekrek... blitz kamera di sebuah ballroom hotel WU internasional begitu ramai.


Para wartawan berbondong-bondong untuk hadir karena topik hangat yang baru-baru ini mencuat hingga menyebar di seluruh negeri. Apa lagi kalau tetang identitas Aya MA yang terbongkar di Kalayak umum. Nama Sandalita Swaloni yang digadang-gadangi seorang pelakor itu tengah duduk di podium, ia tengah diapit oleh Sanco dan pengacara keluarga MA, barisan pertama para bodyguard yang duduk menghadap para wartawan.


Persenjataan yang lengkap serta lambang keluar WU di setiap baju bodyguard tak ada satupun orang yang berani menyerang.


“Selamat siang teman-teman media,” sapa nyonya Sandalita.


“Siang nyonya!” sapa semua orang, wajah mereka semua terlihat mencibir dan meremehkan wanita di depan itu. Meski tidak terlihat jelas mereka mencemooh si pelakor di depannya itu.


“Sebelumnya Saya mau meminta maaf kepada ayah mertuaku hingga membawa topik tentang keluarga ke media, akan tetapi disini nama baik putri saya yang di pertanyakan publik! Maka dari itu aku sebagai ibu tidak terima putrinya di caci atau di injak oleh orang lain. Kalian semua ibu pasti selalu menjadi pembela meski kenyataan anak itu hadir dari kesalahan ke dua orang tuannya. Saya mau bertanya pada hadirin sekalian apakah pantas seorang manusia mencaci dan menghina sesama manusia dengan perkataan yang keji?” tanya nyonya Sandalita Swaloni.


Sedari tadi kaki Sanco gemetar, ia kahwatir kepada sang ibu, yang entah kenapa hari ini ibunya berbeda.


Semua orang diam di ruangan itu, tiada yang berani menjawab, “Permisi Nyonya," seorang bergincu merah mengangkat tangannya.


“Saya mewakili semua orang mau meminta maaf atas hinaan pedas terhadap nona Aya MA, meskipun ia anak haram anda dengan almarhum tuan Ardiles Bata MA, tapi ia tidak salah sebab yang salah kalian penghianat. Yang membuat publik kecewa terhadap keluarga MA yaitu kalian membodohi publik dan menyembunyikan scandal! Anda sebagai wanita simpanan hidup bahagia di keluarga kaya setelah kematian keluarga suami anda. Sungguh bagus ya hidup pelakor di jaman sekarang!" sindir orang itu.


“Cukup!" teriak Sanco.


“Sanco!" Nyonya Sandalita Swaloni mengelus bahu putranya, “Tenang, biarkan ibu yang meluruskan semua ini, hingga selesai!" kata nyonya Sandalita Swaloni tenang.


“Baik, saya akan menjawab semua pertanyaan teman-teman, pertama-tama saya mau mengucapkan maaf kepada anak-anakku sebelum memulai ini. Saya hari ini Sandalita Swaloni, wanita miskin, yang kalian cap pelakor, tak tau malu, pembantu tuan MA, meminta Izin waktunya," nyonya Sandalita membuka tasnya lalu mengambil sebuah map.


“Aku Sandalita Swaloni, Menikahi almarhum Ardiles Bata MA, di tahun 1980 bulan Agustus tanggal 18. pernikahan kami berusia 43 tahun. Kami di jodohkan oleh tuan MA dan Ardi menerima saya dengan senang hati. Pernikahan itu hanya di ketahui oleh keluarga saja dan pernikahan ini sah secara hukum dan negara.”


Surat pernikahan itu di foto dan di cek di depan media agar terlihat keasliannya. “Jika Nyonya Sandalita menikah sudah 43 tahun, usia nona Aya MA baru 30 tahun, bukan anak haram dong!" alibi orang-orang.


“Usia nona Iria Ma 38 tahun dan mereka di lahirkan oleh ibu berbeda,” pendapat publik gempar.


“Berarti Nona Iria MA dan Tuan Muda Sanco lah anak dari istri kedua,” kata orang-orang, semua kenal dengan sosok ibu dua anak itu, sebab istri kedua Ardi itu seorang mantan artis ternama.


Sanco tidak bisa membendung air matanya, ternyata ialah anak haram sebenarnya di keluarga itu,


“Sanco bukanlah anak Haram!" teriak nyonya Sandalita.


“Apa ini bu?" tanya Sanco.


“Itu kenyataan biarkan ibu bercerita!" kata nyonya Sandalita.


“Hadirin lihatlah bukti-bukti di layar lebar, agar aku tidak di tuduh membual.”


“Setelah pernikahan lima tahun, kami tak kurun di karuniai anak, tapi mas Ardi sangat mencintai saya, suatu ketika ayah MA sakit jantung dimana ia di haruskan tinggal di perkampungan yang asri agar cepat pulih. bertepatan dengan itu juga ibu saya sakit keras di kampung. Maka dengan banyak pertimbangan saya dan suami hingga memutuskan saya membawa pulang ayah mertua ke kampung saya, disana saya merawat ayah MA serta ibu saya sendiri. Suami yang tak bisa meninggalkan kantor memilih tinggal di kota I sendirian. Ia akan pulang ke saya ketika hari libur, bertahun-tahun kami seperti itu, hingga saya di karuniai Aya MA.” (Anak Sandalita yang asli meninggal Adanya Aya MA hanya kakek dan Sandalita yang tau, sebab waktu itu Ardi sangat sibuk bekerja bahkan kelahiran anaknya ia tidak datang)


“Ardi sering membawa saya ke kota I tapi hanya liburan, ia tidak mengizinkan saya tinggal di kota ini dengan alasan kasian ibu saya yang mencintai kampung dan beliau terjangkit penyakit struk."


“Suatu hari ketika usia Aya MA yang ke 11 tahun dan saya tengah mengandung anak kedua kami, kami ke kota untuk memberikan kejutan untuk Ayah anak-anak, siapa sangka kami terkejut, suami saya menggandeng anak perempuan lebih tua dari Aya MA dan seorang wanita hamil.”


“Kami berantem hingga saya dan istri kedua suami saya mengalami kecelakaan, hingga mau tak mau melahirkan di hari yang sama, anak yang di kandung madu saya meninggal dan anak saya hidup, suami mengambilnya dan mengusir saya dan Aya MA, bayi itu adalah Sanco, hidup saya hancur, Ayah MA kritis mengetahui fakta itu, dengan teganya suami dan keluarga keduanya memamerkan anak saya di hadapan media bahwa ia adalah putra mereka. Maka dari itu Aya MA putriku. Ibu melarangmu menjadi seorang artis, hidup kita di hancurkan oleh seorang artis. Tuhan begitu baik kepada saya, setelah konferensi pers itu mereka kecelakaan hingga menewaskan suami istri itu dan meninggalkan Iria MA seorang diri.”


“Ibu!” Sanco memeluk ibunya, “Selama belasan tahun saya tak bisa mengakui anak saya karena sudah di akui orang lain. Hidup saya semakin hancur ketika mengasuh anak dari hasil perselingkuhan suami saya, yang mana anak tersebut selalu menuduh saya inilah orang ketiga dan putri saya adalah anak haram.”


Semua orang menangis, semua bukti di didepan mata, jika bukan demi kakek MA dia tidak akan seperti ini, “Ibu aku juga ingin di peluk!” seorang gadis muncul, gadis itu adalah Aya MA.


Tiga orang itu saling berpelukan, kebenaran mencuat, media semakin gempar ketika kehadiran Ken disana, kira-kira ada kabar apa ini? Selama ini grup MA dan WU tak berkesinambungan.


Dalam sekejap nama Sandalita menjadi ibu impian di negara I, Iria MA di luar sana menangis dan mendapatkan hujatan. Apalagi ada yang mengunggah bukti bahwa Iria MA yang membuka aib keluarga mereka, benar apa kata kakek MA, ia akan hancur setelah ini.


“Tuan muda Ken, untuk apakan anda datang untuk mendukung keluarga MA?" tanya wartawan.


“Bukan hanya datang mendukung tapi aku datang sebagai menantu, oh ia seminggu lagi kami akan Mengadakan resepsi pernikahan aku dan Aya MA, tunggulah undangan dari kami.” kata Ken.


Ruangan heboh, mereka mendapatkan kabar yang fenomenal.


TBC...


sambil nunggu karya ini up yuk mampir di karya kak Santi Suki, kawan emak terimakasih...