Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Demit Kawin


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Waktu semakin larut, Jam menunjukkan angka 01.30, akhirnya lukisan mereka sempurna. Senyum puas di bibir Pasutri itu terlukis indah bak bulan sabit yang memukau mata, serta berbinar kebahagiaan di mata mereka ketika melihat maha karya amatiran yang telah mereka ciptakan.


Malam ini tidak ada aura seorang CEO yang arogan serta wanita dewasa yang jiwanya tertahan agar belenggu kepedihan. Saat ini mereka seakan pasangan kencan anak ABG yang penuh akan kebebasan.


HOS... HOS ... HOS .. Nafas keduanya kelelahan sebab mereka juga melukis lantai dengan lukisan mereka. Tanpa memikirkan keadaan lantai yang kotor pasangan itu merebahkan tubuhnya di lantai yang sudah tercoret-coret, mereka menulis sesuka hati sesuai mood mereka bahkan tapa Aya sadari ia menulis nama Jeck Daniel burung kesayangannya di ujung tulisannya.


“Suami, tolong foto aku!” Aya MA berdiri lalu mengambil pose cantik dan memukau, maklum wanita itu bekas model, bahkan wajahnya yang kotor dengan cipratan Cat tak mengurangi kecantikan seorang Aya MA.


Cekrek ... Cekrek... Beberapa pose sudah di ambil menggunakan ponsel pria itu.


“Jika ada orang ketiga aku ingin meminta orang itu mengambil foto-foto kita,” ujar Aya, karena apabila mereka hanya Selfi latar tempat mereka tak terlihat.


“Tenang aku ada ide!” ujar Ken, mengotak Atik jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


Tak lama kemudian seekor robot Lebah keluar dari dalam gelang itu, Aya melihatnya terpana dalam sesaat.


“Potret!” ucap Ken pada benda terbang ciptaan Mommy nya itu.


“mari kita foto,” ajak Ken menarik tangan Isti nya sehingga pose seperti sepasang kekasih tengah bertengkar karen si pria menarik tangan si wanita hingga tubuh wanita nya terpental menubruk dada si pria.


Cekrek.... Bunyi kamera di mata si Lebah.


Ken mengambil ponselnya menunjukkan pada istrinya, karena hasil gambarnya langsung terkirim di ponsel Ken.


“Ow... My Good!” puji aya karena gambar mereka sangat bagus.


Cup... Ken mencium bibir istri nya, perlakuan Ken tiba-tiba membuat Aya spontan aja mendongakkan kepalanya ke atas sehingga ia bisa melihat wajah tampan suaminya. Cup.... Satu ciuman Ken sematkan di kening sang Istri... Cekrek ... Sebuah gambar lagi di ambil oleh si lebah sehingga terciptalah pemandangan indah dan penuh akan Cinta dengan latar belakang yang keren.


Aya melihat hasil gambar itu pipinya bersemu merah.


“Ayo, kita membuat gambar yang banyak Lalu kita buat satu ruangan dimana ruangan itu ada ribuan kenangan kita,” bisik Ken. Setelah itu berpuluh gambar tertangkap kamera si Lebah.


Tiutttt.... Tiuttttt.


Suara sirene mobil polisi tak jauh dari tempat itu memecahkan keadaan romantisme di tempat itu.


“Suami, ayo lari?” ajak Aya duduk.


“Kenapa harus lari, Istri?” tanya Ken bingung.


“Kau mau di tangkap polisi? Mari kita bersenang-senang, karena sebenarnya hal paling menyenangkan adalah di kejar polisi Ken!” ujar Aya, bersorak kegirangan.


“Roger empat, di blok empat ada sepasang anak Punk tengah mencorat-coret dinding, Laporan di sampaikan!” Toa si pak polisi berbunyi nyaring dari dalam mobil, di dalam mobil itu hanya ada satu orang polisi, tak lama kemudian si pak Pol keluar dari mobil, ia memarkirkan mobilnya tempat di samping motor pasangan itu.


“Ay, ngapain kita lari, mari kita gebukin saja pak polisi yang mengganggu romantisme, kita!” ajak Ken.


“Hey, kita tidak bisa melukai aparat negara! Kau mau namamu di muat di koran besok, Ayo ikut, aku...,” Aya menarik tangan suaminya.


Pasangan suami-istri berpegang tangan berlari meninggalkan tempat tersebut..


“Hey, berhenti!” panggil polisi mengejar pasangan itu, mobil tak bisa memasuki tempat dimana Pasutri itu berlari.


Duar.... sebuah tembakan udara untuk menakaut- nakuti pasangan itu, karena dua orang itu memilih berlari dari pada menyerahkan diri si pak polisi memilih turun dari mobil.


“Hanya anak berandalan, aku kejar sebentar pasti ketangkep, kalian mau bermain-main dengan pelari terhebat 50 tahun ya lalu ya!” ujar pak polisi melakukan kuda-kudaan tak lupa ia membawa toa agar buruannya takut.


....


....


Dinding yang mereka coret-coret adalah sebuah gedung terbengkalai bekas pengepul getah yang tak lama ini di tinggalkan, maka dari itu banyak sekali tong kosong yang masih tertata rapi bekas tempat menampung getah-getah yang belum di ambil oleh pemilik gedung.


Ken mengambil sebuah tong lalu ia gelinding kan ke arah Pak polisi di susul beberapa tong dari tangan Aya, agar si tong saling mendorong satu sama lain se kompak pasangan Gendeng itu.


Karena tidak ada persiapan apapun dari si Pak Polisi sehingga mau tidak mau kaki polisi itu menginjak Tong yang berguling-guling semakin menjauh (efek samping nya untuk pak polisi itu seperti tengah mengikuti tantangan di Ninja warrior.)


“Lompat...,” Aya memberikan aba-aba, dan Ken merespon dengan anggukan kepala.


Tubuh pasangan suami istri itu melompati di atas tatanan Tong dengan sempurna seperti lompat tinggi, setelah bisa terlepas dari para tong pak polisi kehilangan jejak keduanya.


“Sial, larisnya macem tikus got! HOS,,, HOS, capek!” gumam pak polisi, ia mengambil toa yang terjatuh.


Melihat para kawan nya datang si pak pol gagah kembali, “Jangan berlari, kalian kami kepung!”


Suara toa yang di pegang polisi itu terdengar jelas di telinga sepasang suami istri itu.


Aksi kejar-kejaran semakin memanas karena saat ini bukan cuma seorang polisi melainkan ada tiga motor polisi siap membekuk kedua orang yang sengaja membuat keributan dan melakukan kenakalan di gedung terbengkalai.


Tiut... Tiut.... Tiwiwit... Motor polisi semakin bertambah untuk mengejar mereka yang berlari hanya mengandalkan kaki mereka.


“Kalian saat ini di kepung, mohon menyerahkan diri kalian.” lagi-lagi bunyi toa dari spiker Pak Pol itu terdengar.


Suami istri itu saling tersenyum entah apa yang Aya MA katakan dalam hati tiba-tiba pasangan suami istri itu menumpahkan beberapa gentong getah yang baru mereka buka tutupnya, sehingga getah itu memenuhi lantai yang sedikit licin dan berlumut...


Ken melompat pagar yang terbuat dari Dinding. Tangan kirinya memegang atas pagar sedangkan tangan sebelahnya ia ulurkan kepada sang istri.


Tak lama kemudian pasangan suami isi itu sudah sampai di puncak tembok, mereka duduk di atas pagar dinding menyaksikan para polisi yang terjebak dengan lengketnya getah cair.


Hahahahaha .... Hahahahaha ... Pasangan tak ada akhlak itu tertawa melihat aktraksi pak polisi yang motornya lengket hingga susah bergerak, mereka seakan monoton film stand up komedi.


....


....


“Yuk, Mencari ronde kedua!” ajak Aya MA.


“Suami motornya!” kata Aya MA lirih, sebab si motor pasti di sita pak pol.


“Sudah jangan di pikirkan, nantik motornya urusan si Sean jika kau tak ingin motor itu lagi kita bisa beli yang baru, motor hanya seharga 10M kau tak usah galau. Kau belum lupa kan sayang berapa kayanya suamimu ini?” Hibur Ken dengan segala kesombongan nya yang hakiki.


“Ia, Ia, suami ku super kaya, mari kita pergi.”


Gedebuk... Pasangan suami istri itu melompat terjun.


....


....


Malam semakin larut, udara dingin tak membuat pasangan itu kedinginan karena tadi mereka mengikat jaket di pinggang masing-masing.


Keduanya berjalan kaki di kesunyian malam dengan berpegangan tangan, tidak ada satupun mobil melewati kawasan itu, sehingga kesunyian kian mencekam.


“Sayang, kita ada di tempat sepi!” ujar Ken yang tengah melihat ke adaan.


“Suami, bantu aku mencari batu!” perintah Aya.


“Apakah ada anj•ing liar di sekitar sini?” tanya Ken bingung.


“Ayo carilah, Aku akan mengajaknya mengintip Demit Kawin,” ujar Aya MA.


“Demit Kawin?” kata Ken bingung, sejak kapan hantu kawin bisa di intip manusia.


“Kau akan tau apa gunanya batu untuk kita nanti. Ini seru loh!” perintah Aya MA.


Suami istri itu menunduk mencari batu.


“Saya ini!” Ken membawa batu besar seberat sepuluh kilogram ke hadapan Aya.


“Astaga, jika kau menggunakan itu mungkin malam itu terakhir kali mereka kawin!” omel Aya.


“Oh, kita hanya mencari batu kecil untuk mengusik para demit kawin, makanya kau menyuruhku mencari batu.” ujar Aya MA lupa tidak mengatakan berat si batu.


“Oh batu kecil ya, Ok ... Ok...,”


Gedebuk.... Ken melempar batu itu sembarangan.


“Ahhhhhh...,” jerit seseorang di semak-semak.


“Sayang, sepertinya disini juga demitnya bersarang” ujar Ken.


“Sialan, dia bukan demit Ken, ayo kita cepat pergi meninggalkan tempat ini, jika tidak mampus kita.” ajak Aya menarik tubuh suaminya yang masih kebingungan.


mumpung yang berteriak belum melihat mereka, Aya buru-buru menari tubuh suaminya bersembunyi di antara semak-semak belukar.


“Aya!” Buru-buru Aya membungkam mulut suaminya agar tak bersuara.


“Diam, ok? Lihat ke arah jam tiga, kau akan tau jawabannya.”


Tak lama kemudian seorang pria botak hanya menggunakan kolor bunga-bunga terlihat oleh mereka.


Melihat tidak ada kendaraan yang melintas serta orang yang berjalan di tempat itu si kelapa botak ketar-ketir.


“Apa yang menimpuk ku tadi adalah dewa hutan, sialan tidak aman kawin di tempat ini lagi, mana pasangan ku pingsan akibat kejatuhan batu besar.” gumam orang itu lalu berlari terbirit-birit meninggalkan tempat itu.


Mulut Ken langsung menganga. Ia kaget dengan kenyataan bahwa sekitar jalan pohon Pinus itu markas orang kawin sembarangan.


“Uhhh... Uhhhh ... Sayang, lebih cepat!” rintihan seorang wanita tak jauh dari tempat mereka.


Sepasang suami istri itu saling memandang, matanya mengedarkan pandangannya. Tiba-tiba mata pasangan suami istri itu semakin membulat sebab pasangan kawin lainnya tepat di belakang mereka, hanya tersekat pohon Pinus saja.


Pasangan itu bisa melihat jelas gaya Beruang kejepit kolor, hingga gaya kuda kawin dengan monyet sambil bergelantungan.


Bahkan mereka melihat jelas guncangan dua kantong air si wanita yang sudah kendur lima Mili meronta-ronta ingin terjun dasar tanah serta seorang pria yang sudah berumur terlihat perut pria itu seperti bola.


“Uhhh, uhhhh, Tancep om dalemin, gak sia sia tisu magic nya tadi,” rintih si wanita ternyata masih muda mungkin masih sekolah.


“Ok honey, sebentar lagi Sampai....,” ucap si pria.


Glek... Ken yang memiliki iman seumprit menelan kering air liur nya ketika ia mendengar suara lucnut di sebelahnya.


Suami istri itu saling memandang.


“Sayang, kita ada di tempat sepi?” tanya Ken.


Mah loh, apa ya yang akan terjadi setelah ini.


Apakah dedek Ken ikut maen di semak semak belukar?


Apakah dedek Ken menarik Tante. ke hotel?


Apa dedek Ken menahan nya sebab SIM A nya masih di tilang.


^^^~To be continued^^^