
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
......
.....
...
..
.
“Kenapa kau disini!” geram Ken melihat penggagu mood nya di pagi hari.
Sebab Jos ngikuti kemana sang tuan pergi termasuk ke ruang ganti.
“Bolu kukus Mama sudah tampan mau apa?” tanya Aya MA.
Jos menjulurkan tangannya ke arah sang nona, “Oh bolu kukus mau berias ya. Astaga bolu kukus sayang, kau kan pejantan tidak boleh gemulai, bagaimana jika kau tak laku di kalangan betina jika berpenampilan seperti waria.” Aya menunduk lalu mengacak rambut jos yang sudah wangi.
“Sayang apa kau tak memperlihatkan orientasi seksual si bolu kukus selama ini?” tanya Aya dengan nada mengintimidasi seakan suaminya itu lalai menjaga sang anak.
“Ya tidak lah Istri, ia kali aku ngintip si Jos lagi ini main kuda-kudaan atau main pedang-pedangan sama pasangannya.” jawab Ken.
“Ayo cepat kita kita turun melihat orang gundul keinginan mu. Setelah ini kau akan syuting lagi!”
“Benarkah aku boleh Suting lagi?” Aya langsung melompat ke dalam gendongan sang suami.
“Karena kau tadi sudah memberikan ku yang hangat, lembut dan nikamat tiada tara maka akan ku izinkan ratuku ini beraktifitas lagi. Apalagi syuting kalian berpindah di salah satu paviliun teratai di seberang bukitit ini.” ungkap Ken.
“Ia, kah. Mommy mempunyai paviliun model kuno?” tanya Aya kepo.
“Hu'uh, makanya cepet turun, kau boleh apakan para pria gundul itu, lalu sarapan, setelah itu pergi syuting, syutingmu di mulia jam sepuluh siang!” kata Ken memberitahu.
Tangan pria itu meletakkan hairdryer di tempat nya lalu memberikan sebuah kaos over size serta celana robek-robek di tangan sang istri.
Aya mengerutkan keningnya melihat baju pria yang Ken berikan akan tetapi wanita itu tidak komplain langsung memakai nya.
“Duduk!” Ken menyuruh yang istri duduk di depan meja rias.
Seperti tadi Aya duduk dengan patuh, tangannya selalu mengelus bulu rambut Jos.
Ken mengambil rambut lebat itu lalu mengikat nya tinggi setelah itu membentuk nya seperti sanggul, setelah itu ia memakaikan topi kupluk di kepala sang istri.
“Kau ingin aku tampil menjadi pria sayang?” tanya Aya mengambil kuas alis lalu membentuk alis tegas tak lupa memberikan sedikit bedak yang sedikit menggelapkan wajahnya.
Sungguh penampilan Mpok Aya ini nyai terinspirasi dari kawan nyai yang lesbian, dia itu tampil setiap hari seperti pria bahkan orang tak tau jika wanita.
“Hem, entah kenapa aku sang ingin kau tampil seperti ini. Apalagi kau akan bertemu dengan orang luar yang begitu banyak.”
“Ayo tuan Putri ku, kita turun ke bawah!” Ajak Ken yang berpenampilan kantoran.
Aya mengambil dasi yang di tangan suaminya. Lalu dengan cekatan mengalungkan dasi di leher sang suami.
Suami istri itu bergandengan tangan untuk meninggalkan tempat itu akan tetapi akan tetapi si Jos bin bolu kukus menghadang jalan sang majikan. Tangan harimau itu terangkat seperti ingin meminta gendong kepada Aya MA.
“Bolu Kusus ingin gendong mama?” tanya Aya MA.
Ngek ... seperti itu gumaman manja si bintang buas tesebut akan tetapi tangan nya masih berusaha meraih tangan Aya.
“Jos, kau tak boleh meminta gendong sama istri ku, karena ada bayi di dalam perutnya! Kau itu berat dan kau juga bukan kucing!” tekan Ken.
Binatang itu memandang perut Aya lalu berlari di belakang Aya seakan bintang itu berkata, “Ibu bapak marahin aku!”
“Sayang seperti nya aku yang mintak gendong nih!” Aya berusaha merelai tatapan sengit dari pejantan beda jenis itu.
“Wah, Istri ku begitu manja ya, ayo dek biar Pake gendong kalian!” Ken membawa sang istri ke dalam gendongan nya.
.....
.....
[Dapur]
Semua keluarga tengah selesai menyantap makanan di atas meja.
“Aku kira kalian sudah sarapan pagi Ken!” Mommy Qiana.
“Ini sudah siang Ken, kau ini pasti mencoblos dulu di dalam kamar sebelum makan, kau tidak lupa ada bayi di dalam perut istrimu!” suara bariton Deddy Taksa sangat menyeramkan, seperti nya calon kakek itu begitu begitu perhatian terhadap sang cucu.
“Kami kelelahan Deddy sehingga baru bangun!” Ken mendudukkan tubuh istrinya di sebuah kursi.
Tak... Mommy Qiana meletakkan segelas susu hamil Serta sarapan sehat yang sangat menggugah selera ibu hamil.
“Selamat pagi sayang, bagiamana pagimu? apakah kau merasakan mual?” tanya Mommy Qiana sambil mengelus punggung Aya MA.
“Selamat pagi Mommy, hari ini begitu cerah dan Aya tidak merasakan mual .” Aya langsung menegakkan posisi duduknya.
“Ken kau makan di samping Deddy mu, biarkan Aya makan sama Mommy!” perintah Mommy Qiana.
“Tapi, Mom!” Ken tak iklas berpisah dengan sang istri.
“Ken!” tekan Mommy. Aya menggelembungkan pipinya untuk tak tertawa.
Mau tak mau Ken berpindah ke ujung di mana sang Deddy duduk memandang sang istri penuh cinta. Kursi Aya dah Ken saat ini berjarak dua meter.
“Harus makan makanan sedikit berat ya?” tanya Aya ketika melihat makanan yang tersaji di depan mata.
Biarpun dari roti ala sandwich akan tetapi di tengah sandwich tersebut ada daging serta sayur rebus dengan selai kacang dan itu pemandangan begitu rame sehingga sarapan Aya seperti gunung berlapis.
Aya biasanya hanya sarapan roti panggang dengan selai begitu heran dengan apa yang ia makan pagi ini.
“Sayang kamu kan kali hamil, wanita hamil itu harus memakan makanan bergizi lengkap dan tidak ada salad mentah sebab orang hamil di anjurkan menjauhi makanan setengah matang ataupun mentah. Makanlah, itu Mommy yang masak,” nasehat Mommy Qiana. Wanita itu menyupi makan sang menantu dengan garpu, karena wanita itu tau mood makan wanita hamil bisa berubah ubah, Mommy ingin Aya di perhatikan agar merasakan nyaman berada di tengah-tengah mereka.
Sedangkan di tempat Ken.
Ken memasukan sepotong roti kedalam mulutnya tiba-tiba Deddy Taksa memanggil putranya dengan suara rendah, “Ken!”
Pria muda itu menoleh ke arah samping dengan wajah datarnya, mulutnya menelan roti untuk menjawab yang Deddy.
“Hem?” jawab Ken. Pria itu mengambil sepotong sosis memasukkan ke dalam mulut karena si Deddy tak kunjung membuka percakapan.
“Apa kau tadi mencabut singkong mu sebelum dia muntah di sarang istrimu sesuai saran, Deddy, kemarin?” bisik Deddy Taksa.
Uhuuuukkkk.... Pria itu tanpa sadar menelan si sosis tanpa mengunyah. Kenapa seperti itu karena Ken baru ingat pesan seinor nya ini jika sedang bertarung di atas kasur harus harus mencabut singkong nya agar santan si singkong tak mencemari sumur milik sang Istri. Sedangkan si Ken jika sudah merasakan nikmatnya serabi empit ia melupakan segalanya.
Slogan Ken adalah, “PANTANG CABUT SEBELUM MENCIUT!”
Mommy Qiana yang tengah serius mengucapkan sepotong lagi ke mulut aya begitu syok melihat mata putranya melotot dan kedua tangannya berada di lehernya.
Pria itu seperti ingin mencekik leher nya. Aya juga melihat keadaan suaminya begitu panik mendekati sang suami.
“Ken, nyebut Ken, nyebut... Tak baik kau bunuh diri hanya gara gara aku makan di suapi mommy!” Aya menangis sesugukan. Ia berusaha menarik tangan yang mencekik leher sang suami.
“Mom, seperti nya Ken ini kerasukan Jin iprit deh. Lihat matanya melotot, dan mencekik lehernya!” Aya mengguncang tubuh suaminya agar sadar dari kegilaan yang terjadi.
Perlakuan Aya membuat si sosis makin menyangkut. Mommy Qiana menghela nafasnya lalu melepaskan otot tangan lalu.
Buk... Satu pukulan di punggung Ken membuat si sosis melompat ke luar.
Mata Aya melotot melihat potongan sosis jatuh ke lantai.
“Satu pukulan tapak kuda menyelamatkan satu nyawa!” Mommy Qiana memandang Deddy Taksa dengan tatapan intimidasi.
“Kau bisa menjelaskan ini S-A-Y-A-N-G!” tekan Mommy Qiana.
^^^~To be continued.^^^