
Halo para pecinta TCBK, apa kabar? Semoga sehat selalu ya, maaf sudah Hiatus lama, sebab kesehatan nyai baru membaik🙏🙏🙏
Terimakasih atas doanya, seperti janji nyai cerita ini nyai akan lanjut meski perlahan 🙏...
Di tunggu ya kakak 🙏🙏
Salam manis dari Nyai 💋
★★★
Tess... Tess... Tess... Hujan dari angsa telah jatuh di atas kepermukaan lautan api yang membara. Semua pelaku di bawah sana melihat ke langit yang cerah.
Sebuah Jet tempur menurunkan hujan buatan. Tidak ada suara dan tidak ada angin atas kehadiran pesawat raksasa itu, hanya berapa menit api telah padam.
“Cepat pergi dari sini," instruksi si musuh.
“Yang menyakiti putraku tak akan bisa kabur dengan mudah dari tempat ini!” Teriak mommy Qiana dari angkasa, wanita itu turun ke arena tempur yang seperti neraka akibat si jago merah berkobar-kobar serta asap hitam mengepul di angkasa membuat suasana di bawah sana kacau.
Sedangkan di daratan, sebuah mobil Tank siap menembakkan amunisinya ke pihak lawan. Dalam Tank itu ada ratusan petarung milik Organisasi Qing yang baru sampai di lokasi dimana sang bos mengalami musibah.
Semua musuh begitu ketakutan ketika Helikopter yang terbang di atas awan di tangkap menggunakan jaring seperti jaring ubur-ubur milik Spongebob. Mereka merasakan rasa takut itu semakin berkali kali lipat ketika melihat anak buah dari organisasi Qing juga menghimpit mereka.
★★★
Hujan buatan itu membasahi lautan api. Karena api samangat besar perlu beberapa jam semuanya lenyap.
“Lepaskan aku Taksa!” tekan Mommy Qiana.
“Setelah padam baru kita turun mom,” Deddy Taksa merengkuh tubuh sang istri.
Satu jam kemudian sepasang suami istri turun dari helikopter dengan wajahnya yang datar serta aura kemarahan sampai di ubun-ubun.
Sepertinya musuh telah merencanakan hal matang untuk mereka. Sehingga membuat sang ratu harus kehilangan yang cukup besar hari ini.
Wanita itu menurunkan kaca matanya.
“Keeeeennnnnnnnnn!!!!!!!” Jerit Mommy Qiana di pinggiran tebing, suaranya menggema. Matanya hanya melihat api dan kegelapan, tak peduli asap hitam mengapung ke udara tak peduli tubuhnya basah karena cipratan air dari pesawat tempur dari langit. Yang jelas Mommy Qiana hanya menginginkan putranya.
Wanita itu menangis meraung keras di samping tebing, “ Aku akan melompat," kata Mommy Qiana.
“Stop, sayang... Di bawah curam, aku tak mengizinkannya," kata Deddy Taksa memeluk tubuh Mommy Qiana.
“Lepaskan Taksa, jika kau menahan ku maka aku akan melenyapkan mu," Teriak Mommy Qiana seperti kesehatan. Wanita itu memberontak lalu membanting tubuh suaminya.
“Rafael...," panggil Mommy Qiana ketika melihat iparnya itu keluar dari jurang.
“Maaf kakak ipar, di bawah sana seperti kumpulan rongsokan sebab dari hasil penelitian kami ada puluhan ranjau darat di tanam di bawah sana, otomatis jika ada benda jatuh serta kobaran api maka semuanya tak akan tertolong," kata Rafael yang tak sanggup lagi membendung air matanya.
“Ken, Ken," Teriak seorang pemuda yang tergopoh-gopoh mendekati tebing. Pria itu adalah Sean bersama Qing Seng yang kebetulan bertugas bersama.
“Qing Kong," teriak Qing Seng dengan raut wajah sedih dan terluka.
Akankah Dua pria yang mencintai Aya MA sudah tiada? Apakah kisah ini sad ending??😂
Kira-kira kemana Aya Ma pergi?
TBC...
Jika ingin lanjut cerita ini aku lanjut, Terimakasih all, salam sayang dari nyai...💋