
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Sebuah senjata terbang seperti tombak kecil menancap di leher si penembak, sedangkan Aya melenturkan tubuhnya untuk menghindari peluru yang melesat kearahnya.
“Sory kakak, pertama, di misi selanjutnya aku akan memberikan lem di semua alat make-up ku agar tak mudah luntur dan tak menggalakan misi kita!” Aya menundukkan kepalanya.
Wanita itu tak gentar sedikitpun pun padahal ia habis membunuh seorang manusia dengan hitungan detik.
Dorrr..
Satu buah pembalasan dari anak buah Mrs Barbara di tujukan ke arah Aya, akan tetapi gadis kecil itu menghalau peluru menggunakan samurai di pinggangnya.
Peluru tersebut menabrak pedang tebal milik Aya berbelok menyerempet pipi Mrs. Barbara, karena posisi Aya berada di posisi kiri Mrs Barbara.
“Aw...,” Jerit wanita itu kesakitan. Wanita tersebut merasakan bau anyir dan basah di pipinya, peluru hanya melukai pipi wanita itu.
“Sittt.... Ay kau ingin membunuh ku juga?” omel Qing Kong. Pria itu hampir mati dua kali karena pedang dan peluru yang hampir mengenai tubuhnya dan beruntung sekali pria itu memiliki kepekaan terbaik dalam bahaya di antara yang lainnya.
“Sory Kakak pertama, aku khilaf!”
Wajah Mrs Barbara semakin pucat, karena mereka membunuh satu anak buahnya hanya dengan satu kali serangan. Dan ia begitu merasakan betapa sakitnya pipinya di serempet oleh sebutir peluru.
Dor... Suara tembakan di belakang tubuh Mrs. Barbara membuat wanita itu langsung berteriak .
“Ahhhhhh....," wanita itu memejamkan matanya, kakinya gemetar, karena ketakutan wanita itu sampai mengompol.
Ketiak ia tak merasakan apapun wanita itu membuka matanya, “Kau ketakutan Mrs.. padahal orang yang aku tembak tewas tanpa ku berikan waktu untuk menjerit ketakutan atau pun mengeluh sedikit pun karena telah tewas.” Qing Sang meniup senapannya yang berasap.
Gadis kecil itu telah menembak orang yang menyerang Aya tadi.
“Kau mengambil bangsa ku adik kelima!” gerutu Aya.
“Aku ingin tampil juga kakak ke empat, bukan hanya kamu saja yang ingin menjadi artis di novel ini, aku pun sama.”
“Kalian begitu bersenang-senang, rupanya!” kata Qing Seng.
Ke empat orang itu mengelilingi sang kakak pertama, dengan tangan mereka memegang dua senjata sekaligus, sehingga tak ada celah bagi mereka anak buah Mrs untuk mengambil sang bos. Jalan satu-satunya yatu harus menyingkirkan ke empat orang tersebut.
sedangkan karena Qing Kong tak mengeluarkan senjata sebab tugasnya untuk mengintimidasi bos dari sang musuh agar setres dan ketakutan.
“Tolong ampuni aku, biarkan aku pulang aku tak akan mengungkit masalah malam ini. Dan kalian semua sudah mendengar perintah ku, turunkan senjata kalian sekarang!” Mrs. Barbara memohon sekaligus memerintah anak buah nya.
“Melepaskan mu itu muda Mrs. Kau hubungi anak buah mu di negara mu, kabarin mereka bawah Mr. Goseng mengkhianati kalian! Dan aku bersumpah akan membebarkan mu selama-lamanya!” Ujar Qing Kong.
“Ba...Baiklah!” wanita itu merogoh ponsel di dalam tasnya.
“Kau jangan macam-macam Mrs!” ancam Qing Gang menekan sedikit pedangnya sehingga bau anyir dari pipi wanita itu bercucuran dari pipi wanita itu.
“Halo, kami sudah sampai, dengarkan baik-baik!" wajah Mrs barbara bercucuran di leher wanita itu.
“Ia, bos! Anda sudah sampai?” tanya orang di seberang.
“Ia, dengar aku baik-baik Mr. Goceng berkhianat! Ahhhh....,” kepala wanita itu terpenggal karena samurai Qing Gang langsung menebas kepala Wanita itu.
Maksudku membebaskan mu selama-lamanya adalah untuk kematian Mrs Barbara. Batin Qing Kong tersenyum iblis.
“Bos... Bos... Anda mendengar ku?” panggil orang di seberang sana.
Kaki Qing Kong langsung menginjak benda pipih itu.
Wajah 18 orang itu pucat pasi melihat kepala sang bos telah berpisah dengan tubuhnya.
“Bos!” teriak semua orang.
Tililit.... Tililit.... Bunyi ponsel anak buah buah Mrs Barbara. Semua mengangkat ponsel di tangan mereka.
Tak.. Semua ponsel itu tak lagi berbunyi.
“Maaf aku telah memutus jaringan ponsel kalian semua!” ujar Aya dengan ekspresi bersalah.
“Ayo, kita balas atas kematian bos kita!” kata salah satu Bodyguard itu.
“Cepat sikat mereka, setelah itu kumpulan mayatnya aku ingin membedah dan melukis di atas tubuh itu! Dari tadi tangan ku sudah gatal ingin membedah” kata Qing Sang.
“Dasar psikopat sejati!” gerutu Qing Seng.
Pria itu membuka kaca mata nya, seketika aura dari pria itu berubah, tadi ia begitu tenang sekarang aura melenyapkan dalam diri pria itu menyeruak hingga membuat bulu kuduk merinding.
Dor.... Satu tembakan melesat mengenai kepala musuh, Sedangkan Qing Kong dan Qing Seng mengamuk, melumuri senjata mereka dengan darah. Dan tak lupa mereka mengadu kekuatan satu sama lain.
“Kakak ke empat ... Kita gak papa kan, jika kiat seperti ini?" tanya Qing Seng.
Qing Sang sibuk mengumpulkan mayat lalu ia duduki, di tangannya, Sebuah pisau bedah telah menari melukis laba-laba serta goresan abstrak di wajah musuhnya.
Sedangkan Aya membuka sebuah permen lollipop mengambil posisi duduk di atas batu. gadis itu tengah bersantai ria merasakan manisnya permen di mulutnya. Ia seperti seorang Scurity pengawas sebuah ujian.
“Kita cukup menjadi juri, karena musuh secuil ini tak membuat mereka berkeringat! Ngapain coba capek, kita kan wanita,” kata Aya.
Devinisi Aya disini adalah kawan lucnut, yang lain berantem dia malah seperti seorang penonton layar tancap.
“Dasar adik ke empat edan!” umpat Qing Gang.
“Ayo kakak kedua lebih semangat lagi!” teriak Aya .
“Kakak ke satu awas di belakang mu!”
“Wihhhh, Kakak ke tiga keren!”
Plok ... Plok ... Plok ... Gadis itu bertepuk tangan setelah semua tumbang.
HOS... HOS... HOS ... Nafas tiga orang itu naik turun.
Mayat berserakan, bau anyir menyeruak di Indra penciuman mereka.
“Ada yang luka kak?” tanya Qing Sang.
Gadis itu merupakan Dokter pribadi mereka.
“Cih, kau membuat begitu banyak maha karya Sang!” omel Qing Seng.
“Aku sudah mengumpulkan organ yang akan membuat kita untung besar. Meski gak ikut bertarung aku mengahsilkan, yang tak melakukan apapun adalah kakak ke empat!” Qing Sang tak terima.
“Aku sibuk mengawasi pihak Mr. Gongseng, sehingga pihak sana merasakan penghianatan juga dari Mrs. Barbara. Ketika mereka telah berkelahi satu sama lain kita akan datang menolong Mr. Gongseng lalu mengambil alih organisasi mafianya dan menaklukkan semua yang ada disana agar menjadi warga kita! Saat ini kita menyelam sambil minum air kawan. Kita dapet berlian dan mendapatkan organ manusi untuk kita jual lalu uang kita masih utuh dan tambahannya kita tak usah susah payah menaklukkan satu kelompok mafia itu.”
“Kau memang cerdas adik ke empat!” Ayo kita pulang, apa kita pergi ke Kasino untuk berjudi dulu!" ajak Qing Gang.
“Yuk!” Qing Kong menarik Aya dalam pelukannya setelah itu mereka meninggalkan tempat itu.
Begitulah dimulai berdirinya organisasi Qing, lima orang itu selalu beraksi dengan hebat hingga memiliki kedudukan tertinggi di benua Eropa. Aya waktu siang menyelesaikan kuliahnya dan malam ia menjadi seorang ratu mafia.
Flashback off.
“Adik Ken empat, jika kau mampu menumbangkan aku makan malam ini kami akan melepaskan mu!” perkataan Qing Seng menyadarkan Aya dari lamunan nya.
Glekk... Aya menelan air liur, sebab yang paling ia hindari selama di organisasi yaitu berkelahi dengan Qing Seng dengan keadaan pria itu membuka kacamatanya.
^^^~To be continued.^^^
REKOMENDASI AUTHOR:
BLUB:
Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang sikapnya begitu dingin namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
Akankah mereka saling mencintai?
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?