Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kencan Ala Anak Jalanan


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


“Ken kita Mau kemana?” tanya Aya di dalam mobil.


“Karena kau yang mengajak ku berkencan maka kemana pun yang kau inginkan aku ikut saja!” ujar Ken mengacak acak rambut panjang istrinya.


“Ok, Ok, Tapi kau jangan menyesal ya jika aku mengajakmu kencan ala anak jalanan!” ujar Aya MA mengelus rahang suaminya.


“Aku akan ikut kemana pun kau membawaku, sayang!” jawab Ken meyakinkan istrinya.


“Baiklah. Baiklah, pertama aku menyulap penampilan mu dulu setelah itu kita akan berkencan dengan penuh kebebasan?” tawar Aya MA.


“Jangan bilang kau ingin merubah ku menjadi wanita sayang, itu tak akan pernah terjadi.” ujar Ken melindungi tubuhnya.


“Tidak akan aku lakukan karena aku ingin melihat wujud tampan suamiku, berhubung malam ini adalah malam milik kita berdua, kita harus berpenampilan yang berbeda.” ujar Aya menunjuk dadanya dan dada sang suami.


“Ok, aku adalah milikmu malam ini dan setiap malamnya!” ujar Ken memberikan beberapa kecupan di kening sang istri.


“Pertama-tama mari kita ke Mal dulu kita butuh baju serta makan untuk mengisi tenaga untuk memulai kencan kita.” ujar Aya MA.


....


Mall...


Saat ini Sepasang suami istri itu tengah berada di play store tempat dimana pakaian pria dan wanita. Pasangan itu menggunakan masker memasuki tempat perbelanjaan itu, karena memakai masker adalah hal biasa di tempat umum maka mereka terhindar dari sorotan publik.


Tak lama kemudian pasangan suami-istri itu telah menenteng tas belanjaannya. Ken hanya pasrah dengan pilihan sang Istri sebab ia hanya menjadi ekor dalam hal belanja itu.


“Sayang, aku lapar!” rengek Aya.


“Mari kita mencari restoran elit di terdekat!” ajak Ken.


“Oh, Now, aku mau makan KPC suami!” pinta Aya MA.


“Makanan itu racun istri, tidak sehat, murahan lagi!” ujar Ken tak setuju istirnya makan di tempat menjual makanan yang terlalu fulgar seperti Dada Ayam, Paha atas bawah ayam bukannya semua yang emak online sebutkan itu barang sensitif 🤭.


“Aku janji hanya memakan satu potong saja suami? Ini kan kencan kedua kita karena yang pertama adalah di shanghai.” bujuk Aya MA.


“Baiklah, baikalah. Tapi tak boleh makan dada dan paha ayam, makan sayapnya saja.” ujar Ken.


“Baiklah ... Baiklah ... Suami ku yang terbaik, emmmuaccchhhh...,” Aya menurunkan maskernya lalu memberikan ciuman di pipi Ken secepat kilat.


Wajah Ken memerah, hanya dengan makanan murahan istrinya memberikan ciuman di depan umum sungguh wanita polos dan ia sangat mencintai wanita ini.


....


....


“Astaga kenapa wajahku seperti bencong ketangkep satpol PP gini Aya?” protes Ken. Pira itu kaget karena istrinya mendadani wajahnya seperti boyband yang menggunakan pakaian make up seperti wanita.


“Omo ... Omo ... Suamiku tampan persis Lemon HO, cepat pakai baju ini mari kita berpetualang malam ini,” ujar Aya menyerahkan paper bag kepada suaminya lalu ia keluar dari dalam mobil, ia menuggu suaminya mengganti pakaian seperti bodyguard.


Ngeeeengggg..... Ngeenggggg.... Bunyi Motor Aya MA terparkir di sebelah Aya MA berdiri.


“Kau lama sekali sampai di lokasi, adik ipar!” kata Aya MA untuk Sean.


“Minumlah air ini!” Aya menyodorkan sebotol air mineral, Sean langsung menerimanya.


Ceklek... Pintu mobil terbuka dan keluar lah Ken dengan penampilan Opa opa Versi Roma irama...


Byukkkkk.... Uhuk... Uhuk... air yang Ken minum langsung tersembur hingga keluar dari hidung asisten pribadi pria itu.


Untung tak menyembur wajahnya. Batin Sean mengelus dadanya.


“Jika minum itu bernafas, tersedak kan, kamu ikutlah supir kita pulang, jangan lupa besok sekolah, kau ini adalah murid teladan yang tak memperdulikan naek tidaknya kelas mu Sean!” ujar Ken menasehati Sean.


“Ayo kita pergi sayang!” Ken menarik tubuh istirnya dan pasangan itu meninggalkan parkiran khusus Mall milik pria itu.


....


Ketika kendaraan roda dua itu keluar dari area Mal bumi sudah gelap menandakan hari sudah tergantikan malam, cahaya Lampu di seluruh pertokoan menerangi jalanan, kendaraan berwarna Wiri saling bersisian, begitulah suasana kota yang penuh hiruk piruk seakan tidak ada rasa letih dalam beraktifitas.


Bintang di angkasa bertaburan, bulan sabit menjadi penerang cakrawala menyinari gelapnya malam mengiringi sepasang suami istri yang tengah berpelukan di atas motor.


Angin menerpa wajah dan menembus tebalnya jaket tak mengurangi suasana romantisme di atas motor itu. Kehangatan pelukan sang wanita di belakang dan kenyalnya gunung Himalaya menempel di punggung Ken membuat pria itu mulai menyukai apa yang istrinya sukai yaitu menaiki kuda besi itu.


Aku tak menyangka jika bermotor membawa suasana romantisme tersendiri! Jika menggunakan mobil kita tak bisa saling menempel seperti ini. Batin Ken gembira.


Setelah satu jam berkendara sesuai arahan Aya mereka saat ini berada di jalan yang mulai sepi jauh dari kawasan penduduk.


“Sayang stop di gedung terbengkalai itu!” ujar Aya menunjuk bekas gedung yang banyak coretan di dinding.


Cekiiitttt.... Rem cakram motor itu berbunyi serta ban belakang motor mengangkat ke udara.


“Sayang, kau mengajakku ngapain ke tempat ini, jangan main macem macem ya!” ujar Ken yang pikiran nya terjerumus ke adegan nganu di tempat terbengkalai.


“Hus, kau ini bocah tercemari, ayo aku akan tunjukkan sesuatu yang sangat mengasyikkan.”


Aya Menarik Ken, tangannya membawa sebuah tas karton yang berisikan beberapa bahan yang akan menemani kencan serunya.


“Lihat apa yang aku lakukan.” Aya mengeluarkan satu gepok Korang lalu tangannya dengan lihai menulis Huruf I lalu menggunting nya di tengah tengah agar ada bolongan berbentuk huruf I di tengah koran. Setelah I Aya membuat L, lalu bentuk hati, lalu V, E dan terakhir U.


“Bantu aku menempelkannya di dinding itu,” tunjuk aya pada sebuah dinding yang masih kosong.


Koltak... Koltak... Bunyi sebuah cat semprot di kocok oleh Aya sebelum di buka tutupnya.


Sroootttt... Aya menyemprot nya di huruf I, Ken yang penasaran juga mengambil warna lain di dalam kantong itu dan suami istri itu mulai mewarnai hingga mereka bersatu.


Setelah Tulisan I L❤️VE U itu di warnai pasangan itu melepaskan Korang dari dinding, Ken terpana karena tulisan itu indah dan bergeradasi...


Melihat hasil yang memukau pasangan itu tambah semangat menulis sesuatu hingga terciptalah AYKEN singkatan Aya dan Ken.


Pasangan itu semakin asik seakan memoles dinding adalah profesi yang sangat mereka sukai, dedek Ken dan Tante Aya mencorat-coret dinding sehingga terciptalah maha karya. Tak peduli cat mengotori wajah, tangan asal hati mereka senang, terakhir mereka berfoto ria mengabadikan kenangan mereka hingga lupa akan waktu.


Tiutttt.... Tiuttttt Suara sirene mobil polisi tak jauh dari tempat itu.


“Suami, ayo lari?” ajak Aya.


“Kenapa harus lari, Istri?” tanya Ken bingung.


“Kau mau di tangkap polisi, sebenarnya hal paling menyenangkan adalah di kejar polisi Ken!” ujar ah bersorak kegirangan.


“Rojer satu, Rojer dua, masuk .. Masuk, di blok empat ada sepasang anak Punk tengah mencorat-coret dinding, ayo kita kepung!” toa si pak polisi berbunyi nyaring.


“Ay, ngapain kita lari, mari kita gebukin aja pak polisi nya!” ajak Ken.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣