Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Kabar buruk


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


.


Sinar warna merah ke emasan menghiasi cakrawala. Penampakan indah itu menandakan bahwa datangnya senja sebagai pembawa pesan terhadap umat manusia bahwa malam akan segera tiba.


Angin bersepoi-sepoi mengguncang daster yang tengah aya kenakan. Wanita itu berdiri di balkon kamar tengah menghirup udara segar dari pepohonan yang rindang.


Aya merentangkan kedua tangannya untuk merasakan udara yang jauh dari polusi.


Aku tau ada sesuatu yang ganjil terjadi....


Apapun itu. Semua masih menjadi misteri bagiku.


Tertembak di jantung membuat ku tak dapat berharap selamat akan tetapi kejadian aneh menimpa ku...


Aku seperti pemilik ajian kekebalan tubuh di jaman modern ini. Jika kalian mengira aku tidak syok jawabannya salah aku begitu syok kenapa aku tidak mati.


Jangan-jangan karena sering bercanda mengatakan bahwa aku pemegang kartu VIP malaikat maut maka si malaikat maut benar-benar memberikan ku hak istimewa....


Aku masih ingat seberapa tulang lengan ini membuat sebuah tongkat besi menjadi bengkok...


Aku Bingung.... Ada apa dengan diriku??


Siapa yang ingin memberikan jawaban atas kebingungan ini??


Kejadian tadi membuat ku sadar apa itu ketakutan akan MATI...


*Dulu mati bagi ku ya mati, jika sudah waktunya mati aku pun sudah siap. Tapi sekarang aku takut mati, karena aku menganga kan hidup lama dengannya.


Tuhan .....


Aku ingin terus hidup aku tak ingin berpisah dengan suamiku karena alasan ku hidup adalah dirinya*.


............


Ceting, otak Aya seperti sakral lampu di hidupkan.


“Tunggu-tunggu dulu suamiku adalah pria hebat memiliki kelebihan apa karena ada bayi ini di perut ku makanya aku menjadi kuat tak mudah di lenyapkan.” gumam Aya pada dirinya.


Wanita itu berasumsi sendiri. Sebab sebelum ini ia bisa mengalami terluka parah hanya kejadian ini yang mengganjal.


Tiba-tiba Sepasang tangan melingkar indah di pinggang Aya. Wanita itu tau pemilik tangan kokoh itu adalah sang Suami karena aroma maskulin yang khas menghadirkan rasa nyaman dan menyenangkan.


“Kau habis merokok?” tanya Aya.


“Hem, sebatang saja!” jawab Ken.


“Suami,” panggil Aya.


“Biarkan seperti ini dulu!” bisik Ken rendah, pria itu menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya.


“Suami ada apa?” Aya adalah wanita peka, suaminya saat ini rapuh meski tidak ada air mata yang menetes dari pelupuk matanya.


“Aku mohon setelah ini kau harus stay di sisi ku. Dan menerima segala keputusan yang ku ambil. Semua ini aku lakukan untuk melindungi mu dan membuatmu tetap disisi ku!”


“Apakah kau ingin mengurungku seperti kakek?” Aya membalikkan posisinya. Ia sekarang menghadap ke arah suaminya.


“Tidak sayang aku tak akan memenjarakan mu, Akan terapi aku akan lebih posesif kepadamu!” ujar Ken mencium kening Aya berkali-kali.


“Bolehkah papa, menyapa bayi berudu?”pinta Ken.


“Berudu?” tanya Aya MA.


“Hu'uh, berudu...,” Ken turun menekuk lututnya hingga saat ini ia berdiri menggunakan lutut...


Ken memeluk pinggang istrinya lalu memberikan ciuman sayang di perut sang istri.


Maafkan aku sayang...


Maafkan Papa anak ku sayang ....


Setelah ini engkau boleh membenci Papa....


Maafkan Papa anak ku. Jika aku memilih dirimu kita akan kehilangan nya, papa adalah ayah egois yang memilih cinta dari pada buah hatinya. Papa mencintaimu, Entah dirimu adalah seorang pangeran atau pun tuan putri, engkau tetap cinta papa....


hanya itu yang Ken gumam kan dalam hati ... Tangan pria itu mengelus perut sang istri dimana anaknya masih menjadi bayi berudu di dalam sana.


“Aku tak tau apa yang terjadi kepadamu suamiku. Jika kau merasa bersalah atas kejadian tadi aku mohon lupakan lah aku tak pernah menyalahkan mu.”


“Malu dong masak sudah tua nangis di lihat si dedek nih,”


“Biarin... Aku tidak nangis kok,” dedek Ken semakin mengubur kepalanya.


Apakah setelah ini kau akan membiarkan ku memeluk mu seperti ini? batin Ken teriris.


Ken memejamkan mata memikirkan apa yang tadi ia bahas dengan sang bunda.


Flashback On.


Saat ini Ken tengah duduk dengan serius di rungan kerja sang ibu.


“Dari yang aku lihat ekspresi mu kau sudah tau tentang Aya!” kata Mommy Qiana to the poin.


“Kenapa Mommy menutupi nya dari ku?”


“Apakah aku mau mengatakan semua itu kepada anak berusia 5 tahun. Dulu kami mengira kau hanyalah terjangkit cinta monyet tau nya cinta permanen.”


“Kami memang mau mengangkat Aya menjadi putri kami jika seandainya kau menemukan cinta yang lain. Karena para paman dan bibi mu menjadi orang baik semua dari bimbingan ayah Aya,” terang Mommy Qiana.


“Darimana kau tahu tentang hormon ini!


“Kakek MA.”


Mommy Qiana hanya mengangguk.


“Jelaskan kepada ku tentang keadaan Aya saat ini!”


Mommy Qiana hanya menghela nafasnya seketika.


“Karena kehamilan ini, hormon di tubuh Aya aktif 100%. Maka dari itu tubuhnya mengalami kekebalan yang tak akan pernah di miliki manusia.”


“Bukannya Hormon itu matang ketika usia Aya 26 tahun Mom?” tanya Ken.


Saat ini hati Ken terasa lega, bahagia mendapatkan kabar itu sebab istrinya tak akan ada yang mampu melukai sang istri.


“Benar, ini yang menjadi masalah nya ken.”


“Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik...," lanjut Mommy Qiana.


“Maksud Mommy?”


“Karena hormon tersebut aktif bersamaan dengan kehamilan ini maka kita tidak tau sejauh mana tubuh Aya mampu bertahan yang aku takutkan tubuh itu mengalami Over Loud yang mana tubuh itu akan meledek karena tak mampu menerima perubahan dua hormon sekaligus...,”


“Maksud Mommy Aya ku akan meninggal?” tubuh Ken bergetar dari rambut hingga ke kaki.


Baru tadi dia merasakan optimis menadapat kan sebuah semangat dari sang Deddy. Saat ini ia seakan terhempas ke dasar jurang.


“Itu hanyalah kemungkinan Ken. Tergantung sebagaimana kuat nya istrimu menahan semuanya, Karena ketika kandungan itu telah memasuki trimester ketiga maka tubuh itu bisa kita lihat seberapa kuatnya Aya menerima perubahan dalam tubuhnya,”


“Jika Aya mampu menahan semua itu maka anak mu akan mewarisi hormon dari sang ibu,” terang Mommy Qiana.


“Jawab dengan jujur mom. Apakah wanita seperti Aya tidak boleh mengandung?”


“Sebenarnya boleh banget hanya saja sebelum usianya melewati 25 tahun dan usianya melewati 26 tahun karena hormon itu akan menyesuaikan diri hingga menyatu alami dalam tubuh ketika usia di atas.”


“Intinya, Jika Aya tidak hamil di usia rentan tersebut maka ia akan hidup dengan santai dengan hormon itu berkembang sempurna hingga usia tubuh genap 26 tahun.” terang Mommy Qiana.


Gedebuk..... Begitulah hati Ken saat ini.


Mata Mommy Qiana pun basah. Jika ingin menyelamatkan menantunya maka ia harus membunuh cucunya.


Ken berdiri dengan gontai dari kursi lalu meninggalkan sang Mommy tanpa sepatah kata tambahan.


Ceklek.... Ken membuka pintu ternyata ada Sean di depan pintu untuk menghadap Mommy Qiana.


“Setelah ini kau minta Sample racun yang mampu menggugurkan bayi di ruangan Mama Yumna.” Setelah itu Ken pergi untuk mencari keberadaan belahan jiwanya.


Flashback off.


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣