
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
....
“Bagaimana keadaan kakek?” tanya seorang pria paruh baya dengan ketampanan yang masih memikat para gadis belia.
“Tidak apa-apa hanya faktor usia saja Taksa, kau tau bukan usia kakek sudah 100 tahun! Kau harus menjaga pola makan Kakek lagi sebab kakek tidak boleh banyak mengonsumsi Kacang,” ujar Dion kepada sahabatnya itu.
“Baiklah, Aku akan mengabari Ayah dan Mama bahwa keadaan Kakek tidak apa apa!” ujar Taksa, karena ayahnya lagi mengantarkan ibunya ke pulang kampung.
“Waktu sungguh cepat berlalu! Dulu rumah kita ini ramai sekarang hanya kita orang tua saja yang ada dirumah!” ujar dokter Dion.
”Kau benar, kita yang tua hanya menikmati masa tua saja. Ken sudah mampu mengantikankan ku, Leon sebentar lagi akan menamatkan pendidikannya begitupun dengan Leora kami.”
“Kau benar, si kembar ku malah mengenyam pendidikan di Hawaii di rumah kakek neneknya, Ayo kita temui istri-istri kita yang tengah menunggu di depan sana.” ujar Doker Dion.
Tililit ... Tililit ... Bunyi ponsel Dion berdering.
“Halo, Ia Ken?” tanya Dokter Dion.
“Yah, ayah kan Dokter. Kalog mau buat adek bayi kira kira si Jeck di masukkan kemana?” tanya pria itu diseberang sana.
Mendengar Putra angkatnya menanyakan hal menyeleweng Dokter Dion langsung terbatuk.
“Yah, Ayah, jangan mati dulu yah! Jelaskan kepada ku.”
Ucapan putra yang ia susui selama 3 tahun itu, membuat mulut Dokter Dion menganga.
“Dasar bocah nakal, ayahmu ini masih muda! Kau sudah sumpahin aku mati,” omel Dokter Dion.
“Ya maaf, yah, ini urgent yah, menyangkut masa depan putra mu!” ujar Ken di sebrang sana.
“Ken Ayah mu ini dokter bedah bukan dokter Kela•min, Kau menikah sudah 3 bulan belum pernah lepas perjaka?” tanya Dokter Dion.
“Belum Yah, baru mau masukin sudah bingung mencari lubang, Cepet yah Jeck sudah kebelet nih.”
“Kau kalah sama Deddy mu Ken, dulu dia nikah hari itu kawi nya hari itu juga. Tapi sayang besoknya aku dikagetkan dengan kabar ibumu yang datang bulan mendadak.” tanpa sadar pria itu membongkar aib orang kedua orang tua Ken.
Wajah Qiana memerah mendengar sahabat suaminya membeberkan rahasia mereka dengan rapat malah di buka oleh dokter Julid itu.
Tadi ia penasaran dengan keadaan Kakek WU malah dengan dokter Dion membeberkan kejadian memalukan yang tak bisa ia lupakan hingga mati.
“Wah kau harus menceritakan kepada ku Tetang malam pertama Deddy, Yah, tetapi saat ini bener bener gawat yah, tolonglah putra mu ini.”
“Baikalah, bilang kepada Mommy di belakang mu, jika besok baru aku kembali yah.”
Lalu panggilan itu terputus.
Sedangkan Dokter Dion yang mendengar kata Ibu Ken berada di belakangnya, ia memutar tubuhnya ke belakang.
Ternyata bukan hanya Taksa yang berdiri di situ ternyata Qiana serta istrinya Divya tengah memandangnya bengis seakan mau menelan pria itu bulat-bulat.
“Eh sayang, sejak kapan kau berdiri disana?” tanya pria itu.
“Divya kau siap mejadi janda?” tanya Qiana ibu Ken.
“Siap Nona! Jangan lupa Carikan saya suami baru.” ujar Divya.
Mulut Dokter Dion Langung bungkam. Sialan sepertinya aku salah.Batin Dokter Dion.
“Kau ini mulut ember, Dion. Sayang ayo kita kekamar, Jery juga rindu terowongan Kasablanka.” Taksa merangkul tubuh istrinya dengan manja.
“Kau tidur di luar, Honey,” ujar Divya meninggalkan Dokter Dion yang mematung.
“Eh sayang, sayang jangan gitu dong, sudah seminggu Romeo puasa. Kenapa harus puasa lagi.” pria itu mengejar istrinya.
...----------------...
Di Kamar Sang Ratu.
Taksa membawa tubuh seksi istrinya ke atas ranjang, “Sayang, kau tidak memberikan komentar terhadap menantu kita.”
“Aku menyukainya.” jawab wanita itu seadanya.
“Dia adalah anak Haram grup MA sayang, dan hidupnya sungguh mengenaskan selama 3 tahun ini.”
“Kau hanya tau sampulnya bukan dalamnya. Aku tak sabar bertemu dengannya. Sepertinya sebentar lagi kita akan memiliki cucu.” ujar wanita itu.
“Ia sayang, ini terlalu cepat untuk ku, Anak itu sungguh nakal, menikahi wanita seperti kucing saja. Tak ada ijin orang tua main nikahin anak gadis orang,” omel Taksa.
“Sudah, itu karma mu hubby, dulu kau menikahi ku juga langsung nikah tidak ada acara lamaran antar keluarga. Wajah putra kita duplikat kamu sayang, hanya sifatnya adalah kombinasi dari kita,” ujar Qiana.
“Aku iri kepada Dion, putra kita itu dekat sekali dengan Ayah angkatnya.” uangkap Taksa mengutarakan kekesalannya.
“Mau bagaimana lagi sayang, Ken dekat dengan Dion karena pria itu lah yang menyusi putra kita, kita semakin kurang memberikan kasih sayang kepada putra sulung kita karena Leon amat manja terhadap ku sedangankan Leoara menempel bak perangko terhadap mu. Putra kita itu banyak mengalah.” Qiana.
“Kau benar, Honey, siapapun menantu kita kelak kita menerima mereka. Toh keluarga kita sudah kaya dan tak tertandingi.” Pria itu membuka bajunya, dan di sambut baik oleh sang istri.
ANGELINA AYA MA, BUKTIKANLAH KEPADAKU, BAHWA KAU LAYAK UNTUK MENJADI MENANTUKU. Batin Qiana.
^^^~To be continued.^^^
Makin penasaran nih emak siapa sebenarnya Aya ya🤔🤔🤔🤔.
Mohon dukungan like, komentar nya kak, 🤗 Hadiahnya sumbangkan seiklasnya😂😂😂