
Hay para Reader
Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗
Selamat datang di TCBK.
Happy reading🥰
.....
...
..
.
Keringan sebesar biji jagung menetes di kening di direktur Koko CI, bagiamana tidak ia mendapatkan anggukan dari dua orang yang berbahaya.
“Tidak apa-apa Aya, Tuan muda WU dan Tuan Muda YU mari ikut kami ke ruangan anda, kami telah menyiapkan ruangan khusus untuk kalian,” kata Direktur Koko CI.
“Aku tidak butuh ruang khusus karena aku ingin duduk dengan Aya,” kata Ken.
“Aku hanya juga ingin kuris di sebelah Aya,” kata Qing Kong.
Aya meninggalkan dua pria itu karena sudah merasa malu dengan sifat kekanakan mereka.
Wanita itu kembali ke kursi mereka yang bundar. Dimana Marganie dan Nastari sudah duduk berbincang-bincang dengan Mary.
“Ay apa mereka dua pria yang memberikan mu kotak, mana satu lagi?” tanya Nastari dengan cara berbisik.
“Hus, jangan berisik, kau harus menjelaskan padaku, sejak kapan kau anu sama si Sean?" bisik Aya.
Aya melihat hingga detik ini si Sean dengan si Seng saling berjabat tangan, tanpa ada di antara mereka ingin melepaskan jabatannya satu sama lain.
“Si Sean itu murid ku ay, dan ia sebagai murid harus melindungi wali kelasnya,” kata Nastari memberikan alasan.
“Sedikit tak masuk akal!” kata Aya.
Greettt.... kursi di samping Aya di tarik oleh Ken. Pria itu duduk di kursi sebelah Aya.
“Halo nona bisakah anda memberikan kuris ini untuk ku?" pinta Qing Kong.
Nastari bangun, Qing Seng mendekati Nastari dan Sean dengan sigap menarik tangan Nastari dan membawa wanita itu ke sisi dimana ada dua kursi kosong.
Nastari syok dengan perlakuan Sean, tapi kakinya dengan patuh mengikuti pria itu, dan duduk di sisi lain dimana Mary duduk dan Sean duduk di antara sang tuan muda dan Nastari.
“Maaf tuan anda mau berdiri di tempat itu?” tanya Qing Seng kepada Gin CU yang baru terlihat keberadaan pun baru sadar jika sedari tadi ia menjadi perhatian semua orang dan kekasihnya sudah menebalkan amarah di mukanya.
“Maaf saya begitu syok. Saya datang ingin menyapa anda tuan YU, bukanya kita memiliki janji temu bertemu setelah ini,” kata Gin CU memberikan alasan.
“Oh, ia saya lupa tuan Muda CU , bisakah pertemuan itu kita undur dulu ke besok?” pinta Qing Kong.
“Baiklah, nanti saya infokan kepada asisten saya, saya permisi dulu,” pamit Gin CU.
“Mulailah acaranya, anggaplah aku tidak ada,” kata Ken.
Akhirnya acara menegangkan itu berakhir. Terganti musik-musik merdu dan keseruan permainan rekan-rekan Aya yang begitu seru, berbeda dengan meja Aya, meja itu begitu kaku dan sedikit tegang karena dua pria itu berlomba-lomba mendekati Aya.
“Aya, lihat ini, ada Kue moci,” kata Qing Kong.
Qing Kong saat ini berusia 30 tahun dan semenjak lima tahun lalu Qing Kong mulai sayap bisinis nya di negara I cuma 6ang mengurus cabang ini adalah anak buahnya.
“Lihat ini sayang, Bolu coklat,” Ken menyodorkan bolu coklat.
“Aya tidak suka coklat!” kata Qing Kong.
“Sekarang dia suka coklat, selera bisa berubah bro, kau pasti masa lalu Aya. Aku memberikan mu saran, jika sudah mantan jangan berharap lagi tuan, apalagi si mantan sudah memiliki pasangan, lihatlah betapa Aya lahap memakan kue yang ku berikan.” kaya Ken.
Untung Aya mode ngidam coklat, akhir-akhir ini hanya ingin memakan kue coklat.
Sedangkan kepala si Mary semakin berdenyut ketika berada di tengah-tengah orang gila ini.
Aku siapa? Aku dimana? Suami ku jemput aku. Jerit Mary dalam hati.
Ada tiga gelas di depan pria itu, dia memilih dengan teliti setelah memastikan yang terbaik langusung mengambil dan meletakkan di depan Aya yang tengah menakan kue dengan lahap.
Qing Seng memandang Nastari begitu minat, dan ada seorang pria yang tak suka dengan pandangan pria itu yaitu Sean.
Dengan nakal nya tangan Sean meraba paha Nastari di bawah taplak meja yang menjuntai.
“Jangan nakal S-e-a-n!” tekan Nastari dengan suara rendah.
“Tidak apa-apa Tari, aku merindukan mu,” kata Sean.
“Panggil aku ibu Tari, kau jangan melupakan status ku ibu gurumu Sean!” bisik wanita itu.
“Ia kemarin, sekarang tidak, karena aku sudah lulus dan aku mulai saat ini akan membuat mu jatuh ke pelukan ku, aku akan Memiliki mu Tari. I Love you!” bisik Sean.
“Jangan ngelunjak, aku sudah memiliki calon suami yang berapa hari lagi akan mempersunting ku!” kata gadis itu.
“Jika dia layak untuk mu aku akan mengiklankan nya. Berhubung janur kuning belum melengkung aku harus berusaha agar kau berpaling, aku ingin mencoba status pembinor yang terhormat sayang!” Sean meraba paha mulus Nastari.
“Ay, aku ke kamar mandi dulu,” dengan wajah merah Nastari meninggalkan meja itu.
“Tuan muda, saya pamit ada pekerjaan penting di luar,” pamit Sean.
“Semangat, jadilah pemburu sejati Sean.” Ken.
“Terimaksih,” ucap Sean.
....
Nastari begitu sebal dengan tingkah ajaib anak didiknya itu sebab kemarin setelah ujian UN Sean menemuinya dan mengajaknya menjadi kekasih.
“Dia itu suka sekali mempermainkan orang dewasa! omel Nastari.
Gadis itu berjalan mencari letak dimana ada toilet berada.
Akan tetapi gadis itu melihat orang yang tak asing di matanya.
“Bukannya itu Bai Ling lung?” tanya Nastari pada dirinya.
Gadis itu tidak terlalu yakin sebab terlihat mesra dengan seorang pria. Begitu aneh di pandang, karena penasaran gadis itu mengikuti jejak dua pria tampan itu.
“Bukannya dia itu lagi ke Ausy ya, aku kejutkan ah, tunangan ku yang paling tampan aku sangat merindukan mu!” gumam Nastari.
Sedari tadi gadis itu melangkah mengikuti kemana arah dua pria itu, jika di lihat mereka seperti sahabat saling berpelukan ketika berjalan.
“Kamar hotel?” gumam Nastari ketika melihat tunangannya yang akan ia nikahi dalam hitungan hari tengah memasuki kamar hotel bersama pria itu.
“Kenapa berhenti?" suara bariton milik Sean mengagetkan gadis itu.
“Kau itu mengagetkan ku,” omel Nastari.
“Ah, sayang... Tutup dulu pintunya, nanti ada yang melihat betapa panas pergulatan kita,” rintih seorang pria di dalam kamar yang di masuki oleh calon suami Nastari itu.
Gadis itu merasakan sesuatu yang tak beres, ia siap mendorong pintu, akan tetapi di peluk oleh oleh Sean.
“Kau akan menikah sebentar lagi dengan gadis kecil itu, sebaiknya kau melupakan ku saja!” kata pria gemulai.
“Sayang aku menikahi gadis itu hanya untuk menutupi identitas ku hanya homoseksual dan ini cara orang tuaku menutupi jadi diriku yang hanya tertarik kepada pria saja sedari kecil!”
Duarrr..... Perasaan seorang gadis runtuh luruh tak berbentuk.
...~To be continued....
...Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,...
...Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣...
Rekomendasi Author: