Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Pertarungan


Hay para Reader


Di manapun kalian berada semoga sehat selalu🤗


Selamat datang di TCBK.


Happy reading🥰


.....


...


..


Aya membeku, wanita itu memandang wajah Qing Seng dengan seksama. Aya tau seberapa terpukulnya sang kakak ketiga ketika kehilangan kakak ke dua.


Hilang nya Qing Seng amatlah misterius sehingga semua orang beranggapan bahwa pria itu telah mati di Medan perang dan mayatnya di makan hewan buas.


Berbeda dengan kelima Murid Qing, dalam hati mereka percaya bahwa Qing Seng tak akan mudah terkalahkan, karena Qing Seng tertanggung di Medan perang di antara semua nya, hanya sifat nya yang pecicilan dan suka akan kebebasan membuatnya tidak cocok menjadi seorang pemimpin perusahaan.


The Qing yakin bawa Qing Gang sengaja dan tak meninggalkan organisasi mereka. Begitu saja..


Karena kesal kakak ke tiga dan pertamanya menganggap Qing Gang penghianat. Meninggalkan mereka tanpa pesan atau selamat tinggal.


“Haruskah kita beradu kekuatan kakak ke 3, kau tau bukan sudah lima tahun diriku ini menjadi warga biasa, jauh dari pertarungan sama senjata,” ujar Aya memastikan.


Qing Seng memberikan buket bunga yang menutupi tubuhnya ke anak buahnya sedangkan Aya membuka jaket dan dasternya bersamaan lalu meletakkan di seberang tempat.


“Wow...,” semua orang yang melihat apa yang Aya lakukan.


“Jaga itu mata, meski penampilan nya berubah tapi jiwanya tetap sama, mau mata kalian di colok sama kakak ke empat!” Qing Sang memeringati.


Gerakan Aya membuat semua orang melongo, bahkan para pria sempat berfikir kotor. Tapi mereka serempak mengalihkan pandangannya karena sayang nyawa.


“Rupanya, kau telah bersiap-siap bertarung adik ke Empat,” cibir Qing Seng dengan nada sedikit meledek.


“Aku hanya seorang gadis yang harus sedia payung sebelum hujan kakak ke tiga!” Aya saat ini menggunakan celana pendek serta sebuah kaos oblong.


“Mari kita mulai!” Qing Seng maju ke depan.


Setidaknya pria ini tidak melepaskan kaca matanya. Batin Aya.


Qing Seng dan Aya saling berhadapan, mereka saling berputar lalu sebuah kuda-kuda seperti orang bertinju mereka ragakan.


“Tunggu Kakak ketika, kita mau bertarung dengan gaya apa ini?” tanah Aya. Wanita itu masih sempat menanyakan gaya padahal situasi genting.


Qing Sang hanya menepuk jidat. “Kakak ke empat dari dulu tak pernah berubah cicitnya.


“Sifat Gendeng mu tak pernah berubah adik ke tiga!” Qing Seng meluncurkan tangannya yang kokoh ke arah Aya.


Akan tetapi tinju itu hanya mengenai angin sebab Aya reflek melenturkan tubuhnya ke belakang dengan gerakan melengkung ke belakang.


“Reflek mu masih memukau adik ke empat!” puji Qing Seng.


“Terimakasih kakak ke tiga, aku anggap ini sebagai pujian!” ujar Aya bangga.


Qing Seng menyerang Aya dengan membabi buta, sedangkan Aya hanya menghindar seperti belut yang susah di tangkap di empang.


Street .... Bukk.... Bukk... Suara tangisan dan serangan membabi buta.


“Lawan adik ke empat!” geram Qing Seng, sebab pertarungan sudah berjalan 10 menit akan tetapi tak satupun dari mereka tergores sedikit pun. hanya adu kaki dan tangan dan Aya selalu menghindari serangan.


Ini sungguh membosankan bagi Qing Seng. Dan pertarungan ini membuat gairah bertarung nya perlahan lenyap.


.....


....


Sedangkan kondisi di bawah, tempat Ken berada, pria itu tengah memotong sebuah pohon singkong ketika melihat adegan romantis. Di depan matanya.


Bulu kuduk semua orang berdiri ketika merasakan aura mengeram kan persis seperti kuburan lama dari tubuh suami Aya itu.


“Kak, apa kita dekatin saja mereka! Kau tak lihat pria itu membawa sebuket bunga untuk kakak ipar.


Astaga tuan muda Sean tidak melihat kondisi tuan Muda. Bisa bisa kompor tuan Muda meleduk! Batin anak buah Ken.


“Kita tetap diam!” putus Ken.


“Sungguh aku ingin menggali kuburan di tempat ini.” geram Ken


Ken mengira bahwa pria yang membawa bunga adalah mantan istrinya yang entah ke berapa. Ken saja yang jenius tak bisa mengingat siapa siapa mantan istrinya itu.


Karena tidak ada adegan Benjol berlari kedalam pelukan Sarungkan seperti adegan bolywood yang berjudul Cekut Cekut A tahe. Ken berusaha sabar. Ketika melihat wanita yang memeluk istrinya Ken bernafas lega.


Pria itu membayangkan jika malah Aya yang berlari memeluk pria itu karena di berikan sebuah kejutan hujan bunga yang begitu romantis.


“Mereka norak!” sanggah Ken.


“Ia, kau kan tidak romantis, mana tau hal seperti ini!” kata Sena tanpa sadar.


Sungguh devinisi Asisten lucnut. Tapi yang Sean bilang benar juga. Aku romantisnya hanya ketika mau ritual peranjangan. Bagaimana jika istriku terpesona terhadap pria itu lalu ikut masuk ke dalam helikopter, meninggalkan negara ini. Bisa-bisa jadi duda terlantar aku. Batin Ken mulai memikirkan hal yang aneh-aneh.


Sial, andai saja aku sembunyi di atas sana aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dan mendengarkan isi hati orang-orang itu. Ken lanjut membatin.


Nafas Ken berhenti sesaat ketika melihat sang istri membuka bajunya. Sungguh Ken mengira yang tidak-tidak.


“Syukurlah tubuh istriku menggunakan baju di dalam!” Ken mengelus dadanya.


Lalu matanya mengawasi pergerakan dari si pria yang mendekati sang istri. Wajah Ken mengeras, “Awas kamu sayang, siap siap aku hukum!” Ken menggerakkan rantingnya.


Selajutnya hal yang tak Ken sangka terjadi. Semua orang yang ada di bawah menyaksikan Aya mulai bertarung dengan pria itu dengan sengit.


Ayo kakak ipar! Tonjok pria itu! Sean menyemangati kakak iparnya meski hanya dalam hati.


“Jika saat ini kita bukan dalam mode tukang intip, aku sudah bersorak menggunakan toa untuk kakak ipar ku yang paling keren.” cicit Sean dalam kegelapan.


“Istriku memang keren, tak usah memuji-muji istriku. Aku takut kau jatuh cinta sama istri orang lagi Sean!” kata Ken membuat mulut Sean langsung bungkam.


Glek... Sean menelan air liurnya.


....


....


[Satu jam kemudian]


Kembali ke atap di mana pertarungan Aya dengan Qing Seng .


“Ayo tunjukkan kehebatan mu adik ke empat!” geram Qing Seng karena mereka bertarung hampir satu jam.


Dengan posisi Aya yang menghindar sedangkan Qing Seng sebagai penyerang. Keringat bercucuran meski saat ini mereka berada di luar ruangan dan di selimuti dinginnya malam.


Ke tiga anak buah Qing hanya berdiri seperti patung, hanya Qing Sang saja yang menjerit layaknya pemandu sorak.


Hiatt... Hiatt.... Grepp... Qing Seng menangkap lengan kiri Aya. Sebaliknya Aya membalas menarik lengan kanan Qing Seng.


Saat ini pasangan kakak adik seperguruan itu saling mengunci tangan masing-masing.


Posisi mereka seperti berdangsa di sebuah pesta, bedanya kaki mereka saling jegal untuk menumbangkan satu sama lain.


Gedebuk... Kedua orang hebat itu jatuh ke atas lantai.


“Waduh!!!” teriak semua orang.


Dua tubuh itu jatuh dalam keadaan saling mengunci satu sama lain.


Hos... Hos... Hos... Nafas keduanya begitu putus-putus sebab mereka merasakan lelah akibat pertarungan mereka.


“Aku capek Kakak ke dua!” ungkap Aya.


“Sama Ay, kau makin hebat!” puji Qing Seng.


“Aku mau pulang aja dah!” Aya bangun terlebih dahulu.


“Ayo!” Aya mengulurkan tangan ke arah Qing Seng.


Cettoot.. Bunyi salah satu sendi patah dari salah satu petarung itu...


“Adawww!!!”


^^^~To be continued.^^^


Terimakasih atas dukungan like dan komentar nya, yuk olahraga jarinya biar emak makin semangat liat komen makin banyak setiap eps nya,


Vote, kopi dan bunganya lemparin dong buat Aya ma dan bang Ken ku yang keren 😘😂🤣


Rekomendasi Author:



BAGAIMANA RASANYA TERJEBAK MENJADI ORANG KETIGA DI DALAM RUMAH TANGGA ORANG LAIN?


Sharron Alexandria, 25 tahun, terjebak dalam belenggu cinta pria beristri hanya karena kesalahan satu malam. Dia adalah Darrell Wesley, 35 tahun. Demi mendapatkan seorang anak, dia rela menjalani hubungan dengan seseorang yang ditemuinya di dalam aplikasi kencan buta.


Seiring perjalanan waktu, Darrell tidak berniat membuat Sharron, wanita simpanannya itu untuk hamil. Dia terlalu mencintainya sehingga membuat Darrell melepaskan tujuan utamanya.


Sementara Callie Mavis, 28 tahun, istrinya itu sudah didesak oleh keluarganya untuk segera mendapatkan anak. Dia berusaha menanyakan perihal rencana suaminya itu untuk mendapatkan rahim pengganti. Nyatanya malah Darrell mengatakan belum mendapatkannya.


Mungkinkah Darrell dan Sharron bisa bersatu? Apakah istri Darrell mau melepaskan begitu saja ketika tahu suaminya mencintai wanita idaman lain? Bagaimana perjuangan Sharron menyembunyikan diri sebagai wanita simpanan? Mampukah mereka menjalani kehidupan yang tidak biasa ini?