Terjerat Cinta Berondong Kaya

Terjerat Cinta Berondong Kaya
Sebuah Kebenaran Yang Menyakitkan


Meninggalkan Ken yang hilang entah kemana. Disebuah kamar yang menyerupai sebuah sangkar burung. Seorang wanita cantik tangan serta kakinya di rantai tengah tertidur sangat mengenaskan.


Uhhh, lenguh wanita itu.


“Aku dimana?" tanya Wanita itu yang tak lain adalah Aya istri seorang Kendirik..


“Kau sudah sadar rupanya," kata seorang pria yang sangat wanita itu kenali.


“Guru? Ada apa ini guru?" tanya Aya mulai mengingat kejanggalan tersebut.


Flashback...


“Ayo Cepat, Sang,” kata Aya ketika melihat Qing Sang dan gurunya kembali duduk dan melanjutkan kopi.


“Duduk Aya,” perintah Qing.


“Maaf guru, aku tak bisa, suamiku tengah menunggu,” kata Aya kokoh.


Setttt... Sebuah jarum terbang menusuk punggung Aya. Seketika gadis tersebut tumbang.


“Kenapa?” tanya Aya ketika kesadaran wanita itu mulia menurun hingga pingsan tak sadarkan diri.


“Sialan, aku perlu membuatnya teralihkan hingga panik agar ia bisa menjinakkan gadis kecil ini,” gerutu guru Aya. Ya ternyata dalang dari penculikan Aya adalah gurunya sendiri.


“Bawa dia ke lab aku, aku ingin membedah tubuhnya lalu mengirisnya agar semua yang ada dalam tubuh wanita ini dapat ku gunakan dengan sempurna. Setelah ini aku akan menjadi orang terkuat di dunia,” kata si guru sombong..


Hahahaha ... tawa puas si guru menggema di ruangannya,


Bak robot siap di perintah sang tuan, Qing Sang membawa Tubuh Aya.


Flashback off.


“Kenapa guru?" tanya Aya dengan nada dingin penuh rasa kecewa dan sakit hati yang sangat keramat dalam.


Wanita itu melihat tangannya di rantai serta kakinya terpasung seperti orang gila.


“Semakin kau bergerak makan bayi mu akan mendapatkan kejutan listrik yang akan mengalir dari rantai yang membelenggu tubuh lemah mu itu, bayangkan bayimu haram mu itu gosong di dalam sana," kata pria itu tanpa belas kasih.


“Dasar bede.bah! Lepaskan aku, jangan kau sakiti anakku!” kata Aya.


“Aku akan melepaskan mu asal kau menurut dan pasrahkan tubuhmu padaku!” kata Qing.


“Kenapa?” Aya berteriak sekali lagi.


Satu hal yang membuat Aya itu sangat terluka. Yaitu sebuah penghianatan, apalagi penghianatan dari seseorang yang ia sangat percayai.


“Ahhhh takut!” ledek Qing.


“Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini? Aku tak memiliki hutang apapun padamu,” tanya Aya. Tangan wanita itu terkepal, dalam hati ia berasumsi begitu banyak hal. Apakah gurunya tidak terima ia mundur dari organisasi Qing.


“Ayahku sudah mati!" kata Aya MA.


“Aku tau!” kata Qing.


“Aku bukan anak yang ia inginkan, sana kau cari Putri kesayangannya!” Aya.


“Aku sudah mencari putri kesayangannya!” kata pria itu.


“Tapi kau salah alamat!” kata Aira.


Pria itu marik jubahnya, melorotkan celananya. Hingga Aya memalingkan wajahnya agar tak melihat tubuh pria gila di depannya.


“ Lihatlah aku. Karena ayahmu, aku menjadi cacat!” panggil pria itu.


“Tidak sudah aku melihat tubuh busukmu itu!" kata Aya.


“Jika kau tak melihat kesini maka perutmu akan ku ledakan!” kata Qing mengacungkan remote control pemacu listrik.


Mendengar anaknya akan di lenyapkan ia melihat ke arah Qing. Seketika ia syok melihat kaki mantan gurunya yang terbuat dari besi yang selama ini ia sembunyikan dari seluruh orang bahkan dunia.


Tapi itu hanya sesaat sebab rasa empati Aya telah di gondol kucing, “Jika kamu cacat karena ayahku, ayahku sudah mati jadi balas saja di neraka sana, jangan padaku, seperti saran ku tadi cari putri kesayangannya saja!" Kata Aya dingin.


Plakkkk... Pria itu menampar pipi Aya Ma.


“Sayang banget ayahmu yang bodoh itu mati bersama ibumu!” kata Qing.


“Apa yang kau maksud, sepertinya kau salah alamat guru. Ibuku ada di rumah tak kemana-mana! Seperti informan mu ini salah alamat deh,” kata Aya memandang Qing dengan wajah bermusuhan.


“Hahahhahaahhaa...” tawa Qing menggelegar...


“Kamu masih mengira wanita di rumah mu itu ibumu? Heh?" Qing menekan pipi Aya hingga bibir wanita itu seperti bebek.


“Lihat baik-baik aku!” tekan Qing.


“Kau bukanlah anak Sandalita suwaloni dan Ardiles Bata MA. Aya Ma!” kata Qing langsung mendorong kepala Aya kesamping.


Pria itu mengambil sesuatu di atas nakas kamar itu lalu melemparnya ke hadapan Aira.


Sesuatu itu adalah foto dimana ada sepasang suami istri yang wajahnya tak asing di matanya karena mirip banget dengannya. Dari frame foto tersebut, ada seorang wanita hamil di peluk oleh pria berkacamata dengan ciri khas rambutnya yang berwarna perak mengingatkannya pada seseorang. Ia orang itu adalah Qing Kong Kakak pertamanya. Lelaki berambut perak itu menggendong bocah berusia 6 tahun yang wajahnya pas fotocopyan pria itu. Aya melihat foto itu itu seperti ia dan kakak pertamanya berpose menjadi suami istri. Ini seperti lelucon bukan, tapi Aya tau foto itu bukanlah dirinya dan kakak pertamanya melainkan orang lain.


“Jangan menerka-nerka Qing Ay. Qing Kong adalah Kakak mu yang saat ini telah menjadi abu bersama suami bayi mu itu!” kata Qing meletakkan tablet dimana reka ulang mobil Ken jatuh ke jurang penuh dengan kobaran api.


“TIDAKKKKKKK!”


TBC...