Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Planet Porta 2


"Kalian semua kembalilah ke pemimpin kalian, Sedangkan kalian berdua yang telah dapat mengerti apa yang kami katakan." Husgar Vize berbicara dengan menunjuk kedua pilot yang telah meminum pil penerjemah.


Sampaikan pada pemimpin kalian, kami membawa teknologi untuk kemajuan Planet ini. Kami juga membawa kedamaian." Husgar berbicara kepada kedua Pilot tersebut. Dengan menggerakkan tangannya, pintu yang sebelumnya di paksa untuk terbuka, di tutup seperti semula lagi oleh Husgar Vize.


Setelah pintu pesawat di tutup kembali, ke empat pesawat di angkat ke atas secara vertikal. Para pilot di minta untuk menghidupkan mesin pesawat, setelah mesin pesawat menyala, Pengendalian logam di lepaskan sehingga mereka terbang kembali dan dengan segera kembali ke pangkalan pesawat mereka.


Sesampainya di pangkalan, ke empat pesawat dan delapan pilot di isolasi ke ruangan khusus. Mereka takut kedelapan pilot membawa virus yang belum mereka kenali. Kedelapan pilot di jadwalkan akan bertemu dengan 11 pimpinan Planet pada malam hari.


"Aku akan mengumumkan suatu hal yang belum sempat aku umumkan sebelumnya di Planet Mesimet'i." Udirdagch berbicara dengan lantang sehingga dapat di dengar seluruh penduduk kota Mesimet'i.


Husgar Vize sudah hampir mencapai puncak pengendali logam, Husgar Vize juga sudah berhasil dengan perubahan bentuk tulang. Meski Husgar Vize belum sampai di puncak pengendalian logam, kemampuan Husgar Vize seorang calon Telekinesis telah setara dengan kemampuanku, bahkan menurutku telah melampaui kemampuanku. Oleh karena itu, mulai sekarang Husgar Vize adalah pemimpin seluruh pengendali logam." Udirdagch dengan semangat mengumumkan hal yang sudah di capai Husgar Vize.


"Selamat kepada Husgar Vize... Kami Pengendali logam bersumpah setia kepada Husgar Vize sampai ajal menjemput." Seluruh Pengendali logam mengucapkan janji setia dengan bersama-sama serta berlutut di hadapan Husgar Vize. Mereka yang awalnya terbang lebih tinggi dari keberadaan Husgar Vize dan Udirdagch, kini merendahkan terbangnya hingga sejajar ataupun lebih rendah dari keberadaan Husgar Vize dan berlutut dalam kondisi melayang.


Husgar Vize yang terkejut melihat itu semua dan merasa tidak nyaman dengan hormat yang berlebihan seperti ini.


"Aku tidak ingin mendapatkan Penghormatan seperti ini. Terlebih lagi dari seorang Udirdagch, yang telah menjadi guruku. Aku merasa tidak nyaman. Kalian cepatlah berdiri." Husgar Vize meminta semuanya untuk segera berdiri. Tetapi tidak ada satupun yang berdiri, bahkan tidak ada yang mengangkat kepalanya.


"Jika kamu tidak menerima hormat mereka, pasti mereka tidak akan mau berdiri." Pie Emie berbisik kepada Husgar Vize dengan menteleportasi suaranya ke sebelah telinga Husgar Vize.


"Terima Hormat mereka, lalu mintalah untuk mereka berdiri. Maka mereka baru akan mau berdiri kembali." Pie Emie yang juga ikut memberi hormat dan berlutut, kembali berbisik kepada Husgar vize.


"Hormat kalian aku terima, sekarang aku mohon berdirilah." Setelah Husgar Vize menerima hormat mereka dan dengan permintaan Husgar Vize agar mereka berdiri, maka mereka mulai berdiri kembali.


Setelah mereka semua berdiri, Udirdagch meminta mereka semua untuk beraktivitas kembali seperti semula. Sekarang di tempat tersebut yang terlihat seperti panggung kota yang sebenarnya adalah pangkalan udara. Husgar Vize, Udirdagch dan lainnya melihat Kota yang telah berhasil mereka pindahkan dengan utuh.


"Kota ini sangat megah, kota yang di bangun ketika aku melatih Husgar Vize." Udirdagch berbicara dengan memandang kota dari tempatnya berdiri bersama Husgar Vize dan lainnya.



****


"Haruskah kita menuruti permintaan mereka?" ucap salah satu penasehat pemimpin kelompok kedelapan pilot.


"Sebaiknya kita menunggu keputusan bersama, ini bukan hanya masalah negara kita. Ini permasalahan semua makhluk di Planet Porta." Pemimpin tersebut menjawab pertanyaan salah satu penasehatnya.


****


Malampun tiba, ke sebelas pemimpin negara telah berkumpul. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mendengarkan keterangan pilot yang sebelumnya tertangkap dan melihat rekaman kamera yang berada di pesawat dan di helm pilot.


Ke sebelas pemimpin negara sudah berada di ruang rapat, karena semua khawatir jika pilot terinfeksi virus yang belum mereka kenali, mereka melakukan pembicaraan dengan pilot melalui sambungan vidio. Saat sudah berada di sambungan Vidio, pilot tersebut menceritakan semuanya tentang kecanggihan kota, kekuatan makhluk yang berada di sana benar-benar di luar nalar.


Teknologi yang sangat canggih, memiliki pil yang dapat menerjemahkan segala bahasa, Pilot tersebut juga menceritakan, jika dirinya sudah meminum pil tersebut. Pilot tersebut juga bercerita jika saat ini, dia bisa mengerti apa yang di ucapkan oleh semua pemimpin negara. padahal sebelumnya-sebelumnya hanya mengerti 2 bahasa dari 7 bahasa.


Dalam rapat 8 pemimpin setuju dengan permintaan makhluk asing untuk bertemu, sedangkan 3 pemimpin lainnya tidak ingin terburu-buru bertemu, tapi perlu penyelidikan terlebih dahulu. Setelah mengalami pembicaraan yang alot, mereka sepakat untuk mengirim banyak pasukan saat mengawal pilot yang akan menjemput makhluk asing tersebut. tetapi di larang menyerang, mereka ingin tahu, jika memang membawa damai, pasukan tersebut tidak akan di serang. Berbeda jika mereka mendapat serangan, dengan pasukan yang banyak, mereka berniat untuk melenyapkan kota tersebut.


****


Tibalah waktunya sang pilot yang sebelumnya tertangkap untuk membimbing Husgar Vize dan lainnya untuk bertemu para pemimpin Planet. Ribuan pesawat terbang di belakang satu pesawat yang Husgar kenali, sebab 1 pesawat yg Husgar Vize kenali, memiliki bekas pengendalian logam.


"Kenapa mereka banyak sekali? Apa maksud mereka?" Pie Jiru berbicara sendiri tetapi juga di dengar orang yang berada di sekitarnya.


"Husgar apa yang akan kita perbuat?" Udirdagch menanyakan kepada Husgar Vize yang kini telah memiliki kedudukan lebih tinggi darinya.


"Kau bertanya kepadaku?" Dengan menunjuk dirinya sendiri, Husgar Vize kaget karena seorang Udirdagch bertanya kepadanya.


"Tentu saja, semua keputusan berada di tanganmu ketika ada dirimu di sini. Kamu harus mulai membiasakan diri dengan hal itu, Bukan hanya kuat, tetapi jadilah pemimpin bijak. Telekinesis adalah pemimpin semesta, jadi mulailah menerima takdirmu dan belajar menjadi pemimpin bijak dari sekarang." Udirdagch memberi nasehat kepada Husgar Vize.


"Baiklah, tapi aku sekarang akan bertanya kepada guruku. Bagaimana pendapat Udirdagch tentang hal ini sekarang?" ucap Husgar Vize kepada Udirdagch.


Mendengar perkataan tersebut, Udirdagch mengangkat satu alisnya. lalu berkata dengan suara pelan. "Tidak akan selesai jika seperti ini."


"APAKAH KAMU TIDAK MENDENGARKANKU, SELAMA ADA DIRIMU. KAMU YANG MENGAMBIL KEPUTUSAN!! YANG LAIN TIDAK BOLEH MENGAMBIL KEPUTUSAN TANPA KAMU YANG MEMINTA DAN MEMBERI WEWENANG." Udirdagch marah kepada Husgar Vize.


"Tanpa aku yang meminta dan memberi wewenang? Bukankah tadi aku sudah meminta dan juga memberi wewenang." Husgar Vize menjawab dengan santai.


Lalu mereka berdua tetap melakukan pertempuran mulut dan saling melempar kepemimpinan.


"Di Semesta ini banyak yang berebut kekuasaan, tapi mereka berdua sama-sama melemparkan kekuasaan." Pie Emie berbicara dalam hatinya saat melihat Udirdagch dan Husgar Vize.


"Apa mereka sering melakukan pertempuran mulut seperti ini saat pelatihan di dalam goa?" Jendral Dzhambul berbicara kepada Jendral Ganzorig dan di jawab dengan mengangkat bahu oleh Jendral Ganzorig, menandakan tidak tahu.


Taaak... Suara getokan cukup keras di kepala tiba-tiba terdengar dan mengejutkan semua yang berada di sana.


"Dia memang harus mendapatkan pukulan di kepala untuk menyadarkannya." Pie Jiru berbicara bersamaan dengan terdengarnya rintihan kesakitan yang di keluarkan Husgar Vize.


Kakak..." Pie Jiru dengan sigap menutup mulut Husgar Vize untuk menghentikan bicaranya. Lalu Husgar Vize menggenggam tangan Pie Jiru dan menyingkirkan dari mulutnya.


"Pie Jiru, apa yang kamu lakukan? kepalaku sakit." Husgar Vize mengeluh.


"Itu untuk menyadarkanmu. Mau tidak mau, kamu sekarang menjadi pemimpin di sini dan akan menjadi pemimpin semesta. Sekarang apa perintahmu dengan kedatangan mereka? Apa aku harus menghancurkan mereka semua?" Pie Jiru berbicara dengan suara kasar kepada Husgar Vize.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™