Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kekuatan Pie Jiru


Tangan kelima Prajurit yang bertugas untuk melakukan cambuk telah di angkat, menandakan siap untuk melakukan cambuk, tinggal menunggu perintah saja.


Dalam ketegangan Prajurit yang akan menerima hukuman...


"Batalkan hukum cambuk..." Perintah tiba tiba Jendral Mozi di tanggapi berbagai ekspresi... Ada yang senang, bingung, bahkan tidak percaya jika baru saja Jendral Mozi membatalkan hukuman cambuk.


Hal ini benar benar menyenangkan bagi telinga para Prajurit yang sebelumnya akan di cambuk...


"Apakah itu benar Jendral?" ucap Komandan Jordi dan hanya di jawab anggukan oleh Jendral Mozi.


Anggukan Jendral Mozi membuat Komandan Jordi sangat gembira.


"Terimakasih Jendral... Terimakasih Jendral..." Komandan Jordi berbicara dengan bersujud yang langsung di ikuti semua Prajurit.


"Karena permintaan Husgar Vize dan Pie Jiru... Hukum cambuk kalian di batalkan dan di ganti dengan hukuman saling tampar seratus kali..." Jendral Mozi mengatakan dengan suara tegas.


"Sedangkan Kalian berdua..." Menunjuk Prajurit Salwi dan Prajurit Robert.


"Selain saling tampar seratus kali, kalian tidak ada libur selama lima tahun, karena seharusnya kalian mendapatkan hukuman cambuk sampai mati," ucap Jendral Mozi dengan dingin.


"Komandan Jordi..."


"Siap Jendral..."


"Aku ingin keteranganmu dulu... Baru aku bisa menentukan hukuman untukmu..."


"Siap Jendral..." Lalu Jendral Mozi berpaling dan memandang para prajurit lagi.


"Kalian semua...!! Laksanakan hukuman kalian dengan benar, jika ada yang mengecoh ku... kalian akan mendapat hukuman lebih berat."


"Siap Jendral..."


Semua Prajurit mulai menjalankan hukumannya, suara tamparan terdengar sangat keras.


"Husgar, Pie, Komandan mari ikuti saya." Setelah berbicara, Jendral Mozi langsung berlalu menuju ruangan pertemuan sebelumnya dan di ikuti husgar Vize, Pie Jiru dan Komandan Jordi.


"Silahkan kalian semua duduk." Setelah mempersilahkan, Jendral Mozi duduk d kursi paling tertinggi.


"Husgar, kamu benar benar memiliki Jiwa pemimpin... Aku memang sengaja memberikan hukuman berlebihan sebelumnya kepada para prajurit, agar aku tau tindakan apa yang akan kamu lakukan..." Jendral Mozi memberi penjelasan kepada Husgar Vize.


.....


Husgar Vize hanya diam menanggapi pernyataan Jendral Mozi dengan senyum kecut.


"Hahahahahahaha..." Jendral Mozi tertawa lantang melihat ekspresi Husgar Vize.


"Husgar, jangan sakit hati dengan caraku, karena itu semua untuk menentukan pelatihanmu selanjutnya... Aku harus tau dengan gambaranku... Seperti apa sifat dasarmu dan semua itu adalah hal utama untuk melatihmu...


"Hiii... " Husgar Vize tersenyum malu dan di ikuti tawaan kecil dari Pie Jiru dan Komandan Jordi.


"Komandan Jordi..."Jendral Mozi memanggil Komandan Jordi dengan suara tegas yang dengan singkat mengubah ekspresi Jendral Mozi yang sebelumnya ramah menjadi sangat garang.


Komandan Jordi yang melihat perubahan ekspresi dari Jendral Mozi, langsung terdiam yang sebelumnya tertawa kecil.


"Si-siap jen-Jendral..." Karena ketakutan, Komandan Jordi sampai terbata untuk berbicara.


"Kamu sebagai Komandan sangat bodoh... Bagaimana mungkin kamu tidak dapat mengenali Pie Jiru...?" Jendral Mozi memarahi Komandan Jordi dengan wajah sangat garang sampai Komandan Jordi terdiam tidak berani menjawab.


"Menurutmu!! Hukuman apa paling tepat untuk Komandan bodoh sepertimu...!


" Sa.. sa-saya menerima hukuman apapun dari Jendral..."


"Baiklah jika begitu, yang pasti hukumanmu lebih berat dari prajuritmu." Perbincangan antara Jendral Mozi dan Komandan Jordi.


Komandan Jordi yang mendengar itu, badannya bergetar karena ketakutan.


"Kamu akan mendapat tamparan dari semua Komandan Planet Galgic..."


....


"Enam ratus Komandan..." Batin Komandan Jordi dengan mengingat beberapa Komandan yang dengan wujud besar dan sangat kuat dalam hal fisik.


"Komandan..." Panggilan Jendral Mozi mengejutkan Komandan Jordi yang sedang melamun.


"Si-siap Jendral..." Komandan Jordi menjawab dengan terbata.


"Sebelum kamu melaksanakan hukumanmu, aku ingin menanyakan suatu hal..."


"Siap Jendral, kenapa kekuatan lubang hitammu bisa kalah cepat dengan kekuatan istimewa Pie Jiru...?" Jendral Mozi menanyakan dengan keheranan.


"Sa..saya juga tidak mengerti Jendral, pada saat serangan terakhir, saat saya melihat gerakan Pie Jiru, saya tidak dapat menggerakkan Pistol saya, seakan pistol saya macet. Tapi setelah tadi saya sadar dari pingsan saya, saya memeriksa kembali pistol saya, tapi tidak ada kerusakan apapun." Komandan Jordi menjelaskan dengan rasa penasaran dalam hatinya.


"Hhhhhee... Berarti perkiraanku benar..." Jendral Mozi tersenyum penuh arti"


"Husgar...? Kamu tadi melakukan sesuatu...?" Jendral Mozi bertanya dengan ramah.


"Entahlah Jendral... Aku tidak yakin." jawab Husgar Vize yang nampak berfikir.


"Apa yang ada dalam fikiranmu tadi...?" Tanya Jendral Mozi penasaran.


"Aku hanya berfikir agar senjata Komandan Jordi macet dan tidak dapat di gunakan..." Ucap Husgar Vize.


"Sial, ternyata bocah ini yang membuatku tadi kalah... Kekuatan apa yang di miliki Husgar ini...?" Komandan Jordi membatin.


"Tapi untung saja aku kalah, jika tadi aku tidak di hentikan oleh caranya... Mungkin aku telah membunuh Pie Jiru dan pastinya jika itu terjadi..." Komandan Jordi membatin ngeri dan menghembuskan nafas panjang dengan mengelus dadanya.


"Bukan hanya aku yang mendapat hukuman mati, tapi juga keluargaku." Komandan Jordi melanjutkan kata katanya dalam pikirannya.


Pie Jiru yang melihat raut wajah komandan Jordi yang mengisyaratkan rasa bersukurnya. Pie Jiru mengetahui maksud dari raut wajah komandan Jordi dan menghubungkan kejadian pertarungan tadi.


Sssst... Suara angin melesat. Dengan gerakan cepat Pie Jiru secara mendadak mengambil pistol Komandan Jordi.


"Senjata kecil mainan seperti ini...?" Dengan mengarahkan pistol Komandan Jordi ke kepalanya sendiri.


cluw... dhar... Suara letusan dari senjata Komandan Jordi yang hampir bersamaan dengan suara ledakan yang di timbulkan oleh peluru laser yang berbenturan dengan kepala Pie Jiru.


Suara letusan dan ledakan, sontak membuat Jendral Mozi, Komandan Jordi dan Husgar Vize terkejut bukan main. Tapi saat asap yang berada di sekitar kepala Pie Jiru menghilang.


"Mainan seperti ini tidak akan bisa melukai mantan Jendral Planet Tin-go." Dengan mulut ternganga, Jendral Mozi, Komandan Jordi dan Husgar Vize sangat terkejut karena Pie Jiru tetap baik baik saja meski di tembak dengan pistol Komandan Jordi dari jarak dekat.


"Meski pistolmu tidak macet, dengan tubuh asliku ini, maka mainan seperti ini tidak akan bisa melukaiku... Jadi jangan berfikir tadi aku memenangkan pertarungan karena bantuan Husgar..." Pie Jiru berbicara dengan melemparkan pistol Komandan Jordi untuk mengembalikan pistol tersebut.


"Cepat dan kuat..." Komandan Jordi membatin dengan mulut ternganga...


"Hahahahahaha... Aku sungguh senang melihat ini..." Tawa Jendral Mozi memecah ketegangan yang baru terlihat.


"Wah... Berarti pelindungku sekarang benar benar kuat..." Timpal Husgar Vize.


"Mulai kapan Jendral planet Tin-go memiliki kepala begitu keras...?" Tanya Husgar Vize.


Tidak ada... Hanya aku," ucap Pie Jiru.


Sebetulnya ini adalah kecelakaan, aku adalah kelinci percobaan peneliti planet Tin-go..." lanjut Pie Jiru.


"Kecelakaan...?" Husgar Vize bertanya dengan penasaran.


"Ya... Waktu itu peneliti akan menyuntikkan zat kimia yang telah di rekayasa dengan zat karbon kepada hewan untuk percobaan dan di saksikan semua Jendral planet Tin-go..."


"Tapi saat baru sebagian cairan suntikan itu masuk ke tubuh hewan yang di buat percobaan, hewan tersebut berontak dengan ganas sehingga tali pengikat nya putus, dan aku mencoba membantu menghentikan hewan tersebut sebelum semakin menggila."


"Tapi saat aku baru saja melangkahkan kaki dari tempatku, peneliti yang memegang suntikan zat kimia itu di tendang oleh hewan yang sedang mengamuk dan terpental ke arahku dengan suntikan tetap di tangannya dan tanpa sengaja menyuntikkan padaku..."


"Dan terjadilah seperti ini... Tapi aku sempat tidak sadarkan diri tiga bulan lamanya (waktu planet Tin-go)... Kulitku di penuhi berbagai macam logam seperti armor yang di tanamkan di kulitku... Jika hanya senjata kecil, tidak akan menembus kulitku.." Pie Jiru bercerita panjang lebar.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™