Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Duduk Bersama


Jangan harap aku mematuhi perintahmu." bersamaan dengan penentangannya atas ucapan Volvo, Husgar Vize kembali mengendalikan besi di sekitar.


"Dengan amarah yang terlihat jelas di raut wajah Husgar Vize, meja yang terbuat dari besi remuk dan menggumpal menjadi bola besi, bola besi berukuran bola basket di bagi menjadi empat dan menjadikan empat bola besi seukuran bola tenis.


Ke empat bola tersebut langsung bergerak liar seperti tanpa arah. Kie Jordi terus memandangi ke empat bola besi yang terus bergerak liar kesana kemari.


Tiga bola besi menyerang Kie Jordi dari berbagai arah, sedang kan satu bola menuju Volvo Emie. Empat bola tersebut menyerang dengan bersama.


Melihat hal itu, Kie Jordi dengan sigap mengeluarkan lingkaran hitam untuk menghalau. Tapi sayang, satu bola besi yang menuju Kie Jordi tidak sempat dia halau menggunakan lingkaran hitam. Satu bola besi yang sudah dekat dengan kepalanya dan tidak dapat di halau lagi, Kie Jordi hanya mengayunkan kepalanya untuk menghindar.


Bola tersebut yang meleset untuk mengenai kepala Kie Jordi ternyata menuju Volvo Emie dengan bertambah sangat cepat karena serangan tersebut sebenarnya memang di tujukan kepada Volvo Emie.


Kie Jordi yang menyadari bola besi itu menurunkan kecepatan sesaat di menghindar lalu menambah kecepatan lagi untuk mengenai Volvo Emie, Kie Jordi sudah tidak dapat berbuat apa apa lagi.


Bola besi kini hanya berjarak lima puluh ceniti meter dari Volvo Emie. Mengetahui Kie Jordi sudah tidak bisa menghalau serangan Husgar Vize yang deras menuju padanya, Volvo Emie terlihat santai dan memejamkan mata.


Sepersekian detik selanjutnya, bola besi yang akan mengenai Volvo Emie lenyap dan hanya meninggalkan jejak lendir seperti menetes dari sisa tempat terakhir kali bola besi berada.


"A... Apa itu...?" Husgar Vize sangat terkejut saat melihat sosok yang sangat lucu dan imut, baru saja berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan.


Walau perubahan itu sangat singkat, tapi sangat terlihat jelas di mata Husgar Vize. Wajah yang lucu dan menggemaskan, mengeluarkan lidahnya dengan mulut menganga sangat lebar sampai wajahnya tidak terlihat dengan hanya memperlihatkan mulut dan lidah serta menembakkan cairan kepada bola besi dan melelehkan bola besi seketika.


"Kekuatan istimewa apa yang dia miliki?" Husgar Vize berbicara dalam hatinya penuh keheranan.


"Aku bukan musuhmu, kamu adalah Husgar yang di ramalkan. Hentikan pertarungan ini, dengan kemampuanmu sekarang, kamu bukan tandinganku..." Volvo Emie menjelaskan kepada Husgar Vize dengan sangat ramah, dengan raut wajah dan suara yang menggemaskan.


"Apa maksudmu bukan musuh?" Husgar Vize membalas bertanya kepada Volvo Emie.


"Jika kamu sudah dapat di ajak bicara dan sudah bisa tenang, kita berbicara dengan duduk dan minum." Volvo Emie berbicara kepada Husgar Vize dan berlalu meninggalkan tempat itu dan menuju ruang kendali, yang di mana di sana ada semua kru pesawat Huna 67X serta terdapat Kursi dan Meja.


Husgar Vize memandang Volvo Emie yang berjalan meninggalkan tempat itu dengan santai.


"Wajah yang benar benar dapat mengecoh siapapun. Terlihat lemah, tapi kekuatannya sangat menakutkan. Sikap tenang bagai air jernih yang dalam, sungguh mengagumkan." Husgar Vize berbicara dalam hati saat melihat Volvo Emie meninggalkan tempat itu, yang ternyata diam diam kagum dengan kekuatan istimewa dan ketenangan Volvo Emie.


Pie Jiru menatap pada Kie Jordi. "Bagai mana aku pergi meninggalkan tempat ini jika hal aneh ini tetap d kakiku."


Kie Jordi tidak menjawab pernyataan Pie Jiru dan hanya berlalu pergi mengikuti Volvo Emie.


"Hey, kau..." Pie Jiru menegur dengan suara sedikit meninggi dan tanpa dia sadari lingkaran hitam di kakinya sudah tidak ada, sehingga tanpa di sadari Pie Jiru menegur Kie Jordi dengan melangkahkan kaki.


Husgar Vize tetap mematung di tempatnya karena sedang berfikir apa yang di maksud Volvo dengan Husgar yang di ramalkan.


Tanpa ingin berfikir terlalu keras, hal yang belum dia ketahui, Husgar Vize menyusul berjalan menuju ruang kendali.


Volvo Emie dan Kie Jordi yang telah sampai terlebih dahulu, langsung duduk santai di kursi yang berada di ruang kendali. beberapa detik kemudian di susul oleh Pie Jiru.


Kemunculan Pie Jiru di ruangan tersebut, benar benar buat semua kru terkejut. Mereka tidak mengetahui jika Pie Jiru telah keluar sebelumnya. Tidak lama kemudian, Husgar Vize juga memasuki ruangan yang semakin buat kru pesawat semakin terkejut.


"Tidak mungkin mereka tiba tiba baik baik saja, tidak terdengar suara pertarungan sedikitpun." Kapten Joseph bergumaam di dalam hati.


"Apa yang kalian pandangi, apakah kalian tidak yakin dengan yang kalian lihat." Kie Jordi memecah lamunan semua Kru.


"Ti-tidak Kie..." suara terbata keluar dari mulut kapten Joseph yang mewakili semua kru. Suara terbata Kapten Joseph di nilai sebagai ketakutan oleh Husgar Vize yang berarti ada penindasan sebelumnya terjadi.


Volvo Emie, Kie Jordi dan Pie Jiru telah duduk, tapi tidak dengan Husgar Vize yang tetap memilih pada posisi berdiri.


"Kenapa kamu tidak duduk...?" suara menggemaskan Volvo Emie yang terdengar manja bertanya pada Husgar Vize.


"Bagaimana kita bisa berbicara jika kamu berdiri, aku tidak mau berbicara dengan kepala terus melihat ke atas. Apa kamu tidak menyadari, dengan tinggi badanmu yang seperti itu akan menyiksa lawan bicaramu."


Husgar Vize baru menyadari jika tinggi badannya akan menjadi permasalahan untuk pembicaraan. Husgar Vize yang mengerti maksud dari Volvo Emie, tanpa terlalu banyak bicara lagi, Husgar Vize duduk dan menatap Volvo Emie dengan penuh arti.


"Jangan menatapku seperti itu, aku tidak suka. Jika aku tidak suka, maka aku biasanya akan membunuh orang tersebut dengan melelehkan tubuhnya." Volvo Emie protes dengan tatapan tajam Husgar Vize tapi Husgar Vize tidak mempedulikannya.


"Aku hanya membutuhkan yang kamu janjikan, sebuah penjelasan atas pernyataanmu tadi." Husgar Vize menanggapi pernyataan Volvo Emie.


"Kamu benar benar tanpa basa basi Husgar, sebaiknya kita bersantai dulu dengan minum dan makanan. Apakah kalian tidak lapar setelah empat Hari pingsan?" ucap Volvo Emie.


"Empat Hari." batin Husgar Vize dan Pie Jiru.


"Dongba, apa kamu tidak bisa lebih cepat sedikit. Aku tidak ingin amarah Husgar Vize dan Pie Jiru keluar hanya karena makanan mu terlalu lama di hidangkan." Kie Jordi berbicara sedikit teriak agar Dongba mendengar perkataannya yang berada di ruangan lain untuk memasak."


"Apakah Kami benar benar pingsan selama empat hari, kenapa kalian tetap membiarkan kami hidup sebelumnya, dalam kondisi pingsan kalian dapat dengan mudah membunuh kami." Husgar Vize yang sudah tidak sabar untuk mendapat penjelasan terus mencoba mendapat jawaban dengan cepat.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™