
"Itu berbeda Vize, dulu aku adalah Jendral yang kamu belum mengetahui jika aku adalah saudaramu, jadi kelemahan dan kewajiban berbicara hanya dalam hal penting saja itu adalah sesuatu yang harus aku jaga di semua bawahanku agar aku dapat menjaga kewibawaanku sebagai Jendral." Jiru berbicara dengan serius.
"Tapi berbeda sekarang, aku bukan lagi Jendral dan kamu telah mengetahui aku adalah saudaramu, jadi aku tidak terikat dengan aturan aturan yang mengikat." Jiru menjelaskan dengan senyum ramah.
Dan inilah aku yang sesungguhnya, tapi bukan dengan bodoh, aku tidak bodoh tau, tidak mungkin aku jadi Jendral jika aku bodoh meski kuat." dengan nada protes kepada Vize"
**Di sisi lain**
Delapan prajurit tersisa dari pasukan patroli ke enam tetap pada posisinya tanpa berani mengangkat kepala, menunggu nasib mereka.
Setelah selesai berkomunikasi dengan Jendral Mozi, sosok cahaya berbentuk wanita tersebut sekarang mengalihkan pandangannya pada Vize dan Jiru.
"Kalian berdua..." Segiova atau sosok cahaya wanita tersebut memanggil Vize dan Jiru.
Vize dan Jiru langsung menghentikan pembicaraan mereka berdua dan memfokuskan pandangan mereka pada sosok Segiova yang tidak jauh dari mereka.
"Kalian berdua jangan terlalu khawatir dan jangan terlalu takut dengan apa yang kalian lihat, meski kalian berasal dari galaksi dan planet lemah, tapi kalian tidak lemah seperti yang kalian ketahui sekarang."
"Lalui perjalanan kalian, lalui proses kalian tanpa keraguan, kalian akan melihatnya kelak." dengan suara serak dan mendominasi Segiova berbicara pada Vize dan Jiru.
Dari kejauhan terdengar suara gelombang yang memecah keheningan luar angkasa, menandakan ada benda dengan kecepatan luar biasa mendekat.
Tidak lama dari terdengarnya suara tersebut, datang Jendral Mozi di tempat itu dengan mengendarai sebuah mesin berbentuk seluncur.
"Hormat hamba pada Segiova." Jendral Mozi langsung memberikan hormatnya ketika sampai di hadapan Segiova.
"Berdirilah Mozi dan kalian.
Segiova mempersilahkan Jendral Mozi untuk berdiri dan kedelapan prajurit yang dari awal bersujud tanpa berani bergerak.
"Terimakasih Segiova." Jendral Mozi dengan keraguan memandang segiova yang terlihat berbeda dari seharusnya.
"Ada apa mozi...? Apakah kau meragukan ku...?dengan sekejap setelah Segiova berbicara, tiba tiba Segiova berubah bentuk menjadi sosok sangat besar mengenakan baju perang emas dan memiliki sayap emas yang lebar sayapnya dapat memeluk salah satu bulan Planet Galgic.
Tranformasi yang di lakukan Segiova, benar benar mengejutkan Planet Galgic, bahkan sosok transformasi Segiova dapat di lihat dari daratan Planet Galgic"
Begitu pula dengan Vize dan Jiru yang sangat terkejut karena baru pertama kali melihat sosok segiova.
Dengan bentuk tubuh yang sangat besar, Segiova menggenggam tubuh Jendral Mozi yang telah basah di sekujur tubuh bermandikan dengan keringat karena ketakutan.
"Apakah kamu masih meragukanku." dengan menatap tubuh Jendral Mozi yang berada di tangannya.
"Hamba tidak pernah meragukan..." sosok tranformasi Segiova benar benar mengundang perhatian seluruh makhluk yang berada di Planet Galgic.
Begitu pula dengan Gulgara yang tiba tiba berada di lokasi tersebut.
**Di tempat terpisah di bulan Tulga**
"Apa...!! Galaksi Birkus ada dua pelindung semesta, bagaimana mungkin ada sosok Segiova di Galaksi Birkus..." pasukan yang terus berperang dengan pasukan Planet Galgic sangat terkejut dengan kemunculan Segiova di angkasa Planet Galgic.
"Mundur, kita tidak mungkin menghadapi Segiova dan Gulgara beserta pasukannya dengan kekuatan ini." seorang Jendral dari pasukan gelap memerintahkan untuk mundur dan langsung menaiki pesawat luar angkasa nya dan pergi dari bulan Tulga.
Kepergian pasukan gelap dari bulan Tulga membuat pasukan Planet gGalgic bersorak gembira.
Perang yang sudah berlangsung selama sembilan puluh tahun tiba tiba berhenti dengan mundurnya pasukan gelap yang menyerang karena kemunculan Segiova.
**Di tempat Segiova dan Gulgara**
Gulgara yang tiba tiba datang dengan wujud asli menghentikan cahaya Segiova yang sudah terlanjur mengeluarkan amarahnya.
Tapi Segiova tetap melanjutkan aksinya dengan tetap menggenggam Jendral Mozi yang kini bertranformasi menjadi menjadi sosok hitam seperti kabut bermata emas dan menjadikan tubuhnya puluhan kali lebih besar dari wujud aslinya agar dapat menahan genggaman Segiova yang semakin erat.
Karena Segiova tidak mendengarkannya karena telah terlanjur murka, Gulgara langsung bertranformasi seperti Segiova dan memegang tangan Segiova dengan maksud menahan amarah Segiova kepada Jendral Mozi.
"Hentikan saudaraku, jangan semakin melemahkan kita." dengan kemunculan transformasi Gulgara, Segiova lalu menghentikan tindakannya dan menghentikan tranformasinya.
"Gulgara, kenapa kau memaksakan bertransformasi, itu akan menambah lukamu."
"Tidak ada cara lain untuk menghentikan amarahmu saudaraku. Gulgara berkata dengan pandangan sedih menatap Segiova"
"Apa yang terjadi padamu saudaraku...? Gulgara melanjutkan kata katanya tetap dengan pandangan kesedihan.
Gulgara dan Jendral Mozi yang mengetahui arti dari sosok cahaya emas Segiova yang keluar dari cakram sinmi, bukanlah Segiova yang asli dan hal itu hanya di ketahui oleh para Segiova, Gulgara dan para Jendral pasukan Segiova dan Gulhara.
"Siapa yang telah membunuhmu...? Gulgara bertanya kepada Segiova dengan tatapan kesedihan.
" Galaksi Furigas telah jatuh dan musnah." Segiova memberi jawaban kepada Gulgara dengan nada penyesalan dan tatapan kosong kedepan, menandakan pandangan yang mencoba mengingat kembali kejadian kejadian mengerikan.
Lalu tangan Segiova bergerak dengan menggambar pola pola yang tiba tiba cakram sinmi berubah menjadi kubah dan mengurung Segiova, Gulgara, Jendral Mozi, Jiru dan Vize serta menciptakan kursi kursi di dalamnya.
"Kalian duduklah, aku akan menjelaskannya karena memang ini waktu yang paling sesuai karena aku dapat bercerita langsung padamu Gulgara dan aku tidak memiliki banyak waktu." ucap Segiova.
"Kalian yang berada di luar, lindungi kubah ini." Jendral Mozi memberi perintah pada Hendis dan pasukan yang bersama Hendis.
"Siap Jendral..." jawab Hendis yang berada di luar kubah cakram sinmi"
**Di sisi lain**
Vize dan Jiru yang belum selesai dengan keterkejutannya karena telah melihat sosok transformasi Gulgara, sekarang di kejutkan dengan perubahan cakram sinmi yang berubah menjadi kubah yang mengurung mereka sesuai yang di inginkan oleh Segiova.
"Kakak, diamlah, jangan bertanya terus, karena aku juga tidak tau, kita ikuti dan perhatikan saja."
"Aa... Emmm..." Vize mendahului dan menghentikan tindakan Jiru yang telah membuka mulutnya dan bersiap bertanya kepada Vize.
"Bagaimana dia tau kalau aku mau bertanya padanya." Jiru membatin dengan menatap Vize yang sedang tersenyum kecil merasa senang karena dapat menghentikan cerewetnya Jiru.
**Di sisi lain**
Setelah mereka semua duduk, lalu segiova juga ikut duduk bersama mereka.
"Sebelum aku bercerita tentang Galaksi Furigas, aku akan memperkenalkan diri dulu kepada anakku dan saudaranya."
"Vize, Jiru, perkenalkan aku adalah Segiova Pexsi ibu Vize."
"Deggh..."
Kata kata itu benar benar mengagetkan Jiru yang tidak mengenali ibu Vize, padahal Jiru pernah bertemu ibu Vize belasan tahun silam, bahkan tidak mengetahui jika ibu Vize adalah Segiova.
Terlebih lagi Vize yang nampak sangat terkejut dengan kata kata Segiova adalah ibu Vize, dengan wajah yang tiba tiba memerah dan mata berkaca kaca.
Apa bukti kamu adalah ibuku, apa yang dapat membuatku percaya padamu jika kamu benar benar ibuku...? Vize berkata kepada Segiova dengan suara menahan tangisan.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ