Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kemunculan Volvo Emie


"Apakah kau sudah siap Pie...!! Aku harap kekuatanmu sebesar mulutmu..." Kie Jordi memberi peringatan kepada Pie Jiru.


"Lalat lalat, kalian dapat berkumpul sekarang." Kie jordi berbicara dengan menyebut lalat kepada ke lima kru pesawat Huna 67X.


Kie Jordi mengangkat kedua tangannya ke depan dan menggerakkan sepuluh lingkaran hitam yang berada di kaki setiap kru pesawat Huna 67X untuk saling berdekatan hingga kesepuluh lingkaran hitam itu berhimpitan, begitu juga dengan kelima kru Huna 67X yang sekarang tubuh dan kaki mereka saling berhimpitan.


satu lingkaran hitam tiba tiba keluar dan mengunci kesepuluh kaki yang telah berhimpitan sebelumnya. Sekarang kaki ke lima kru pesawat hanya terkunci oleh sebuah lingkaran itu


"Dia bukan hanya dapat mengeluarkan lingkaran hitam, tapi juga dapan menggerakkannya." Pie Jiru berbicara dalam hatinya dengan sangat terkejut.


Setelah kelima kru pesawat tersebut di kunci dalam satu lingkaran oleh Kie Jordi, lima lingkaran keluar di hadapan Pie Jiru.


"Apa kamu suka bermain? Suka ataupun tidak...!! Mari kita bermain..." Kie Jordi bertanya kepada Pie Jiru tetapi juga di jawab sendiri.


Melihat Lima lingkaran keluar di depannya, Pie Jiru langsung bersiap. Pukulan pukulan mendadak keluar dari lima lingkaran tersebut.


Meski pukulan dari Kie Jordi terus menerus keluar dari lingkaran lingkaran menyerang Pie Jiru, dengan kecepatan yang dimiliki Pie Jiru, semua pukulan dapat di hindari.


"Ternyata kamu memang cepat, bagai mana jika aku tambah...?" Kie Jordi berbicara dan menambah lingkarang yang sebelumnya lima menjadi sepuluh lingkaran.


"Jika aku menyerang masuk ke lingkaran ini, apa yang akan terjadi...? Aku harus mencoba." Pie Jiru membatin dan langsung mencoba menyerang balik lewat lingkaran hitam.


Pie Jiru mencoba memukul dari salah satu lingkaran...


"Dhuar..." ledakan terjadi ketika pukulan Pie Jiru menyentuh lingkaran yang di keluarkan Kie Jordi.


"Arrrggghhh" rintih kesakitan Pie Jiru, karena saat pukulan Pie Jiru menyentuh lingkaran hitam, petir langsung menyambar tangan Pie Jiru.


"Ha... Ha... Ha... Ha... Jangan harap kau dapat menyerang balik melewati lingkaran hitam yang aku buat."


Tangan Pie Jiru yang memukul lingkaran hitam langsung mendapat luka bakar seperti garis retak retak, menandakan bekas terkena petir.


Belum hilang Pie Jiru merasakan sakit di tangannya. Lingkaran yang sudah menjadi sepuluh, melancarkan serangan serangan yang semakin sulit di tebak akan keluar dari lingkaran yang mana, tetapi tetap saja Pie Jiru dapat menghindari pukulan tersebut.


"Masih bisa menghindar ya, bagaimana jika ku tambah dan semakin dekat." Kie Jordi menambah lingkaran yang awalnya sepuluh, menjadi enam belas dan semakin dekat dengan Pie Jiru yang sekarang hanya berjarak satu jengkal."


"Aku harus keluar dari tekanan ini." Pie Jiru membatin, karena sekarang serangan semakin intens.


Meski Pie Jiru berusaha menghindar dan keluar dari tekanan lingkaran lingkaran yang di keluarkan Kie Jordi dengan kecepatan maksimal yang di miliki, tetap saja lingkaran lingkaran tersebut dapat mengikuti Pie Jiru.


"Sial, lingkaran ini bisa mengikuti kecepatan ku." batin Pie Jiru


"Mana sesumbar mulutmu tadi...? Ha... Ha... Ha... Ha... ternyata hanya mulut besar." Kie Jordi berbicara dengan sombong.


"Aku sudah bosan bermain denganmu." setelah berbicara demikian, Kie Jordi semakin mendekatkan ke enam belas lingkaran tersebut hingga hanya sejauh satu ruas jari dan sekarang tidak hanya berada di depan Pie Jiru, tapi ke enam belas lingkaran mengepung Pie Jiru dari segala arah.


"Matilah kau..." Kie Jordi berbicara dengan dingin dan penuh arti, dan mengambil pisau yang terdapat di pinggangnya.


"Kau haru mati secara perlahan." bersamaan dengan kata kata yang di lontarkannya, Kie Jordi langsung menusuk dengan membabi buta tanpa bisa di hindari oleh Pie Jiru.


Tusukan yang tidak terlalu dalam di sengaja oleh Kie Jordi agar Pie Jiru merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Aaaaaaaaaaaggggghhhhhh" jeritan yang sangat kencang di keluarkan Kie Jordi yang secara otomatis menghentikan serangan membabi buta kepada sekujur tubuh Pie Jiru.


Seketika Pie Jiru duduk dengan lunglai ketika Kie Jordi berteriak merasakan tekanan dari rompi dan helm anti peluru yang selalu di gunakan setiap pasukan. Seakan akan mel*mat tubuhnya.


Pie Jiru merasakan sakit pada dua puluhan luka tusukan di sekujur tubuhnya yang terus mengeluarkan darah segar. Meski bukan luka yang dalam, tapi dengan banyaknya luka, membuat Pie Jiru lemas.


"Bruuukk..." Husgar Vize terjatuh pingsan setelah tenaganya terkuras karena efek dari mengeluarkan kekuatan khusus yang dapat mengendalikan logam. tenaga Husgar Vize terkuras karena bukan hanya sekedar mengendalikan logam, tapi logam yang sebenarnya dapat langsung meremukkan siapa saja jika tanpa perisai tulang.


"Sial, baju sialan..." Kie Jordi langsung melepas rompi yang hampir saja membunuhnya jika Husgar Vize dapat sedikit lebih lama bertahan.


"serangan yang sangat kuat dan menakutkan, apakah ini yang di maksud Volvo Emie...?" batin Kie Jordi dengan teka teki yang di berikan Volvo Emie.


Melihat sekitar yang di rasa memungkinkan karena Pie Jiru sudah terlihat lemas, Hushar Vize pingsan dan lima kru terkurung lingkaran hitam. Kie Jordi melakukan gerakan dengan penuh konsentrasi dan mengeluarkan sebuah lingkaran hitam cukup besar.


"Aku harus bisa, aku tidak boleh kehabisan tenaga sebelum ini selesai." Kie Jordi berbicara sendiri dengan bergumam.


Lingkaran hitam yang sekarang telah berukuran tiga meter sudah tidak semakin besar, tapi sekarang mengeluarkan suara dengung yang semakin keras.


Jlaes... Suara bersamaan dengan kilatan cahaya dan menghentikan suara dengungan sebelumnya dan kini memperlihatkan lingkaran hitam sebesar tiga meter dengan terkadan keluar kilatan kilatan petir dari dalam lingkaran.


"Akhirnya selesai." tubuh Kie Jordi yang sekarang tanpa dilapisi baju rompi anti peluru, terlihat baju tipis yang dia gunakan basah karena keringat.


Terlihat jelas raut wajah kelelahan pada tubuh Kie Jordi yang kini juga tidak di lapisi perisai tulang. Melihat Kie Jordi sekarang tidak lagi di lapisi perisai tulang, Pie Jiru berusaha bangkit dengan luka di sekujur tubuh.


"Pluok..." suara pukulan yang di berikan kepada Kie Jordi yang sudah tidak berprisai.


"Bruoak..." tubuh Kie Jordi terpental dan membentur meja dan barang barang di atasnya dan dinding pesawat dengan keras.


Dengan tenaga yang sangat terkuras, Kie Jordi tidak mengeluarkan perisai tulang lagi meski tulangnya mendapatkan benturan, itu terjadi karena pemilik tubuh telah kehabisan tenaga.


Pie Jiru yang menyerang dengan segenap sisa kekuatan dan penuh rasa sakit di tubuhnya, merasa sangat senang dan puas karena dapat melukai Kie Jordi yang sejak awal bahkan tidak merasakan efek apapun dari pukulannya karena adanya perisai tulang.


Melihat Kie Jordi merintih kesakitan karena pukulannya, Pie Jiru mendekat kepada Kie Jordi dan mencengkram leher dan mengangkat tubuh kecil Kie Jordi jika di banding tubuh enam meter Pie Jiru.


"Aku sudah mengatakan, aku akan mengalahkanmu..." Pie Jiru berbicara dengan dingin dan sedikit melempar tubuh Kie Jordi yang sangat lemas karena efek terkurasnya tenaga dan remuk di seluruh tubuh karena efek dari pikulan Pie Jiru.


Pie Jiru yang sebelumnya memiliki niat akan memukul tubuh tak berdaya Kie Jordi seperti akan servis bola voli.


"Buuk..." tubuh Pie Jiru terpental sesaat setelah melempar tubuh Kie Jordi yang akan dia pukul.


"Bruoak..." tubuh Pie Jiru terpental dan menimpa sebuah kursi.


"A-apa yang terjadi?" batin Pie Jiru yang telah terkena serangan pukulan seperti tangan yang sangat besar.


"Siapa kamu...? dari mana kamu datang...?" ucap Pie Jiru.


"He... He... He... He... apa kamu menanyakan nama ku...?" suara yang sangat menggemaskan dan tatapan dengan mata yang lebar nan indah.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™