Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Planet Mesimet'i 2


***


Planet Mesimet'i sebelumnya adalah planet yang sangat indah dan penuh kedamaian. Planet yang selalu menolak menjadi Sekutu manapun dari Planet-Planet yang ingin saling menguasai di Galaksi Tungsten.


Hingga suatu saat Udirdagch di saat itu yang sebagai pemimpin tunggal di Planet Mesimet'i mengutus ratusan ribuan generasi utuk keluar dari planet Mesimet'i untuk menjalankan misi yang bertujuan menjaga keberlangsungan pengendali logam karena kondisi semakin memanas yang terjadi di Galaksi Tungsten.


Kecanggihan Galaksi Tungsten yang jauh di atas Galaksi lainnya dalam radius ratusan ribu tahun cahaya di sekitarnya benar benar dapat menghancurkan Galaksi Tungsten jika terjadi perang merebutkan Planet mana yang akan menjadi pimpinan Galaksi Tungsten.


Misi itu di anggap sukses saat itu, karena dua ratus tahun kemudian, perang antar planet di Galaksi Tungsten benar benar pecah. Perang yang berlangsung hingga ratusan tahun dan juga berdampak pada Planet Mesimet'i yang tidak mendukung pada pihak manapun.


Perang dengan berbagai rudal rudal nuklir canggih, benar benar menghancurkan Galaksi Tungsten. Hingga menuntut Planet Mesimet'i untuk menciptakan perisai di seluruh planet.


Meski dampak langsung dari Perang besar dapat di hindari oleh penghuni Planet Mesimet'i karena bantuan perisai yang mereka buat, dan perang telah usai tanpa ada pemenang. Tapi dampak tidak langsung seperti bencana bertubi tubi, seperti angin kencang, hujan di sertai petir ekstrim, letusan gunung, di hujani meteor yang terus silih berganti.


Bencana alam tersebut benar-benar memakan korban sangat banyak. apa lagi saat bintang Galaksi Tungsten redup karena serangan penghancuran suatu kelompok sampai Galaksi Tungsten kehilangan rotasinya yang membuat Galaksi Tungsten bergerak tidak beraturan dan selalu berpindah pindah tanpa alur gerak yang pasti.


Saat Planet Mesimet'i belum benar benar pulih dan masih terus di hantam berbagai bencana alam, Udirdagch mendapat kabar bahwa semua generasi murni dan keturunan telah di buru oleh Mulva dan planet serta Galaksi yang mendukung Mulva.


seratus tahun kemudian Udirdagch mendapat pesan dari Planet Suanri bahwa beberapa detik lagi, mereka akan mendapat serangan laser pemusnah Planet. Planet Suanri adalah Planet maju yang sebagian besar terdapat pengendali logam.


Setelah Kehancuran Planet Suanri dan pengendali logam yang terus di buru, akhirnya Udirdagch mengumpulkan para Jendral dan pengendali logam tingkat tinggi untuk menenggelamkan pulau-pulau di Planet Mesimet'i dan membuat bunker seluas Planet Mesimet'i.


Semua itu dilakukan agar Planet Mesimet'i telah musnah dan tidak ada satupun pengendali logam yang hidup dan tersisa.


***


Terlihat bangunan sangat besar dan tinggi seperti sebuah penyangga langit utama yang tidak menghilangkan kesan kemegahan sebagai tempat tinggal seorang pemimpin tunggal.


"Kita hampir sampai..." Jendral Dzhambul membatin dalam hatinya, menandakan rasa tidak sabar.


Planet Mesimet'i yang semua pulaunya di tenggelamkan atau lebih tepatnya lautnya di angkat ke atas oleh logam. Seluruh permukaan daratan Planet Mesimet'i di lapisi logam sampai ke dasar lautnya. Setelah seluruh permukaan daratan tertutup logam, dengan kekuatan seluruh penghuni Planet yang telah di sebar ke seluruh Planet Mesimet'i, secara bersama-sama merka mengangkat logam terus ke atas.


Pengangkatan laut yang bertujuan agar Planet Mesimet'i terlihat telah musnah, berlangsung cukup lama. Tiga bulan waktu yang di butuhkan sampai laut menutup semua daratan, termasuk gunung tertinggi di Planet Mesimet'i. Jutaan tiang penyangga di buat untuk menyangga logam di atas daratan dan tiang tiang itu di huni oleh keluarga-keluarga pengendali logam Planet Mesimet'i. Termasuk Kediaman Udirdagch sebagai tiang Penyangga utama.


Setiap ada keluarga baru di Planet Mesimet'i, mereka akan di bangunkan kediaman berupa tiang penyangga langit untuk lebih mengokohkan logam pengangkat laut.


Pesawat berbentuk bola raksasa yang di naiki oleh Jendral Dzhambul akhirnya sampai dan mendarat di depan kediaman Udirdagch. Jendral Dzhambul dan semua Komandan turun dari pesawat lalu menuju kediaman Udirdagch.


"Apakah Udirdagch a..." Belum selesai Jendral Dzhambul dengan kata katanya, penjaga tersebut menjawab dengan tergesa gesa dan seolah-olah tau maksud Jendral Dzhambul.


"Bahkan anda telah di tunggu di dalam oleh Udirdagch," ucap penjaga tersebut dengan langsung mempersilahkan Jendral Dzhambul masuk kedalam.


Jendral Dzhambul yang merasa ada sesuatu yang ingin di sampaikan oleh Udirdagch karena penjaga mengatakan jika dirinya sedang di tunggu, berjalan dengan cepat menuju tempat Udirdagch berada.


"Salam sehat selalu Udirdagch." Jendral Dzhambul memberikan salam setelah berhadapan dengan Pria tua yang terlihat ringkih di depannya.


"Duduklah," ucap Udirdagch mempersilahkan Jendral Dzhambul dan para Komandan.


"Aku tidak mengetahui secara pasti, tapi aku baru saja merasakan pertarungan seorang pengendali logam lain." Udirdagch langsung berbicara sesaat setelah Jendral Dzhambul dan para Komandan duduk.


"Pertarungan...?" ucap Jendral Dzhambul dan juga para Komandan yang juga bergumam.


"Saya kemari memang karena ada pengendali logam menaiki pesawat menuju Planet Mesimet'i, tapi tidak dengan pertarungan antar pengendali logam di planet Mesimet'i." Jendral Dzhambul menyampaikan dengan menunjukkan raut wajah khawatir.


"Kita kesana sekarang." Udirdagch berbicara dan langsung melesat terbang ke arah tempat Huna 67X mendarat.


Melihat Udirdagch melesat pergi meninggalkan kediamannya dengan tergesa-gesa dan menuju ke arah Huna 67X, Jendral Dzhambul dan para Komandan langsung menyusul.


"Cepat Hidupkan mesin dan susul Udirdagch dan lainnya," ucap salah seorang Komandan yang sebelumnya mengikuti Jendral Dzhambul. Komandan tersebut tidak mengikuti Udirdagch dan Jendral Dzhambul serta para Komandan yang melesat terbang agar dapat memberikan perintah kepada kru pesawat untuk menyusul.


Pesawat berbentuk bola raksasa terbang menyusul ke arah Huna 67X dan dapat mengejar satu persatu Komandan yang terbang ke arah Huna 67X hingga semua Komandan masuk ke dalam pesawat berbentuk bola raksasa dalam perjalanan.


"Cepat Kapten." Seorang Komandan meminta kapten pesawat untuk cepat mengejar Jendral Dzhambul dan Udirdagch yang masih belum terkejar.


"Tidak mungkin kita mengejar Udirdagch Komandan, karena kecepatan pesawat ini sama dengan kecepatan Udirdagch dan mungkin hanya Jendral Dzhambul yang terkejar itupun jika Jendral Dzhambul tidak sampai terlebih dahulu karena pesawat ini hanya sedikit lebih cepat dari Jendral Dzhambul." Kapten pesawat menjelaskan pada para Komandan yang berada di dalam pesawat berbentuk bola raksasa.


Udirdagch yang terus melesat terbang, terlihat menunjukkan wajah cemas. Sedangkan Jendral Dzhambul yang mencoba untuk mengejar Udirdagch sampai batas kecepatan yang di miliki merasa bersalah karena tidak langsung membawa pesawat Huna 67X langsung mendarat ke depan kediaman Udirdagch yang akhirnya sekarang membuat Udirdagch cemas.


Udirdagch sudah dapat melihat lokasi pesawat Huna 67X yang terlihat kacau di tempat tersebut.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™