Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Jurus Terlarang Pengendali Logam


Ledakan-ledakan rudal meledak sebelum sampai pada sasaran. Hal itu di karenakan, para pengendali logam telah menekan logam rudal. Sehingga rudal-rudal tersebut meledak sendiri sebelum sampai pada ribuan pengendali logam, dan penjaga inti api. Ratusan ribu pesawat terus bergerak mendekati barisan pengendali logam.


Ribuan pengendali logam belum melakukan apapun. Mereka hanya bersiap menyambut serangan yang akan mereka terima. Para pengendali logam menunggu hingga mereka masuk dalam jangkauan pengendalian. Pesawat terdepan sudah dekat dengan barisan pengendali logam. Dem.. Dem.. Duuuar.. Pesawat yang berada di barisan tengah seolah kehilangan kendali dan menabrak pesawat lainnya yang berada di samping terdekatnya. 


Dem.. Dem.. Dem.. Duaaar.. Duuaaar.. Semakin banyak ledakan ketika ratusan ribu pesawat semakin mendekat ke arah barisan pengendali logam. Sedangkan para penjaga inti api, menjaga serangan dari tembakan laser. Tembakan laser yang pada intinya adalah Api. Hal yang membuat serangan laser dari pasukan berbagai galaksi seolah tidak berarti.


"Buat pesawat terdepan hancur dengan ribuan keping.." Jendral Ganzorig menjawab lantang dari belakang dan bergerak menuju barisan terdepan. 


Sebuah pesawat hancur berkeping-keping ke segala arah. Serpihan kepingan besi pesawat yang hancur, di tabrak oleh pesawat di sekitarnya hingga membuat kerusakan bahkan kehancuran bagi pesawat-pesawat yang menabraknya. 


Kini ratusan ribu pesawat terdepan, melintas dan menerjang dengan cara menembak serpihan-serpihan logam dari kehancuran pesawat sebelumnya. Tetapi tetap saja, ratusan bahkan ribuan pesawat hancur dan saling bertabrakan karena hal itu. 


"Berpencar.." Sebuah pesawat yang di tumpangi oleh seorang jendral dari sebuah galaksi, memberikan aba-aba dan mencontohkan cara menghindar hingga kini radius antar pesawat menjadi sangat lebar. 


Hal tersebut menyulitkan pengendali logam untuk menjalankan strategi pertama menjadi kurang efektif. 


** Di tempat terpisah **


"Ingatlah.. Kini kau seorang Telekinesis. Kau memiliki tugas untuk memulihkan seluruh semesta." Metalon berbicara kepada Husgar Vize. 


"Kau memiliki tugas untuk kembali menyeimbangkan seluruh semesta." Vierta menyambung berbicara setelah metalon berbicara. 


"Kalahkan semua Segiova dan Gulgara. Karena hanya itu caranya. Atau.." Nerlis roh Suci pengendali Air menyambung berbicara. 


"Atau keseimbangan semesta akan semakin rusak." Puiyim roh Suci pengendali angin menyambung kata-kata Nersis. 


"Jadilah penyeimbang semesta seperti yang telah di tetapkan oleh sang Pencipta." Azeg roh Suci pengendali petir melanjutkan. 


"Itu adalah pesan terakhir kami. Bersiaplah.." Kelima roh Suci berucap secara bersamaan. 


"Apa maksud kalian pesan terakhir?"


"Ini adalah takdir kami." Setelah berbicara, kelima roh Suci menjadi bercahaya dengan elemen masing-masing. 


"Kami dapat menjadi salah senjata apapun sesuai dengan apa yang kau pikirkan dan kau butuhkan." Kelima roh Suci mengucapkan kalimat terakhir lalu kelima roh Suci menjadi kelima cahaya dengan warna berbeda. 


Kelima cahaya tersebut mendekat ke arah Husgar Vize lalu menempel ke tubuh Husgar Vize. 


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… … … …" Husgar Vize berteriak kesakitan saat kelima cahaya tersebut menyentuh tubuh Husgar Vize. Sedangkan Hoogtepunt puncak pengendali air, Worgalag puncak pengendali angin dan Prosticus puncak pengendali petir hanya berdiam menyaksikan apa yang sedang terjadi kepada Husgar Vize. 


Claaaaaapphh… kilatan cahaya yang menyilaukan keluar dari tubuh Husgar Vize. Meski kilatan tersebut hanya sekejap, tetapi dapat membuat Hoogtepunt, Worgalag, Prosticus buta untuk beberapa detik. 


Saat mereka bertiga sudah dapat melihat kembali, terlihat Husgar Vize mengenakan baju zirah yang mengkilap dengan warna yang dapat berubah ketika di liihat dari sudut pandang yang berbeda dengan cahaya yang berbeda. Baju zirah tersebut lebih terlihat seperti sebuah warna ilusi.


"Ya.. Dengan kekuatan menakutkan." Hoogtepunt berbicara seolah melanjutkan kata-kata Worgalag. 


"Kini kelima roh Suci telah menjadi bagian dari Telekinesis. Takdir semesta akan segera terjadi. Siap ataupun tidak, inilah yang harus kita saksikan." Hoogtepunt berbicara lalu di iyakan oleh yang lain dengan ekspresi wajah masing-masing. 


****


Kini, hanya tersisa seratusan pengendali logam yang bertahan dan dua ratusan penjaga inti api. Mereka berjuang untuk tetap dapat menahan ratusan ribu pesawat dari berbagai tata surya dan berbagai galaksi. Meski kini angkasa planet Porta terlihat seperti kuburan pesawat, tetapi hal itu tidak membuat gentar ratusan ribu pesawat lainnya untuk tetap menyerang dan maju menerobos supaya dapat masuk ke atmosfer planet Porta. 


"Maafkan aku Udirdacgh.." Jendral Ganzorig berucap sambil menatap ke arah Planet Porta. Terlihat bola-bola api menembus atmosfer planet Porta. Hal itu di karenakan pesawat-pesawat musuk telah menerobos atmosfer planet Porta. 


"Jurus terlarang Pengendali logam…" Jendral Ganzorig berteriak kepada sisa pasukannya. 


Meski mereka semua terkejut, tetapi mereka memberikan isyarat jika mereka semua setuju untuk menggunakan jurus terlarang pengendali logam. Jurus terlarang pengendali logam, akan sangat menakutkan jika di gunakan oleh puncak pengendali logam. 


Jurus terlarang pengendali logam juga aman di gunakan oleh puncak pengendali logam meski memiliki batas penggunaan. Tetapi berbeda dengan pengendali logam yang bukan puncak pengendali logam. Ketika mereka menggunakan jurus terlarang pengendali logam, maka mereka seakan mengaktifkan bom logam pada tubuh mereka. 


Hal itu bukan hanya mengaktifkan bom logam pada diri sendiri, tetapi juga dapat mengaktifkan bom logam pada tubuh pengendali logam lainnya yang masuk dalam radius pengendalian pengendali logam. Sehingga penggunaan jurus terlarang pengendali logam bukan seakan membunuh diri sendiri, tetapi juga membunuh pengendali logam yang ada di sekitarnya ketika batas waktu ketahanan tubuh telah tercapai. 


"Jurus terlarang pengendali logam." Jendral Ganzorig berucap dengan tubuh terlihat mulai bergetar. 


Terlihat, dada jendral Ganzorig memerah seperti logam yang di panaskan. Setelah tubuh jendral Ganzorig terlihat memerah. Kini, satu persatu tubuh pengendali logam yang lain juga memerah. 


** Permukaan Planet Porta **


"Mereka mulai menerobos.. Tembak.." Intruksi dari seorang komandan tempur pertahanan Planet memerintah kepada pasukannya. Dengan seketika, satu-persatu dari ribuan senjata pertahanan udara Planet Porta meletus setelah mengunci pesawat yang telah menerobos masuk ke atmosfer planet Porta. 


"Jendral Ganzorig.." Udirdagch berguman saat merasakan jika Jendral Ganzorig telah menggunakan jurus terlarang. 


Merasakan hal tersebut, dengan cepat Udirdagch menghentakkan kakinya hingga terjadi gelombang kecil di sekitarnya hingga mengangkat kerikil kecil hingga sehingga pundak Udirdagch. 


"Hyyyaaaaa… …" Udirdagch berteriak dengan merentangkan tangannya dan mengeluarkan sebuah energi yang terlihat seperti gelombang kejut sebuah bom. 


Hal itu di lakukan Udirdagch untuk menghalau dampak jurus pengendali logam supaya tidak mengaktifkan bom logam pada pengendali logam yang masih berada di permukaan planet Porta. 


Tetapi hal tersebut tidak dapat menghalau total. Sebab, kini terlihat ratusan pengendali logam dengan dada yang terlihat berwarna merah, terbang menuju angkasa planet Porta untuk bergabung dengan jendral Ganzorig.


Mereka memang harus melakukan hal tersebut. sebab, jika batas waktu yang dimiliki telah habis, maka tubuh mereka akan hancur dengan ledakan sangat dahsyat. 


Terlihat wajah kesedihat dalam raut wajah udirdagch yang terus melihat langit dengan lekat.