Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Mengumpulkan Inti Api


Dengan wajah pucat prajurit tersebut mundur sampai beberapa langkah ketika merasakan panas edar yang di keluarkan dari tubuh Husgar Vize lebih panas dari panas edar yang dapat prajurit tersebut pancarkan.


Tidak ingin salah paham tersebut menjadi meruncing, Komandan pasukan yang merupakan salah satu dari Jendral roh merah mendekat ke arah Husgar Vize dan Mustofa. Komandan pasukan tersebut meminta maaf dan segera membuka segel pengamanan yang melapisi Galaksi Api Kembar. Dengan menggunakan segel khusus, Komandan pasukan patroli ke sembilan membuka segel transparan yang mengkaburkan pandangan Galaksi Api Kembar agar nampak seperti Galaksi biasa lainnya.


Setelah segel terbuka, terlihat Tiga Galaksi saling berdekatan dan dua Galaksi berwarna merah dengan pola yang hampir sama terlihat begitu indah.



"Menakjubkan..." Kata-kata yang terucap dari mulut Husgar Vize ketika melihat dua Galaksi yang berwarna merah bagaikan di selimuti oleh api, berada di kejauhan di depannya.


"Belum pernah aku melihat Galaksi di penuhi Tata Surya dengan dominasi warna merah seperti ini." Husgar Vize terkagum dengan pemandangan yang sedang dia lihat.


"Telekinesis, mari kita bergegas ke salah satu Tata Surya yang berada di Galaksi Api Kembar." Mustofa berbicara kepada Husgar Vize yang nampak diam mematung melihat keindahan Galaksi Api Kembar. Mendapati ajakan Mustofa, Husgar Vize hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Mustofa melesat ke arah Galaksi Api Gal, salah satu dari Galaksi Api kembar. Meski terlihat dekat, namun untuk menuju ke Tata Surya terluar Galaksi Api Gal membutuhkan waktu 5 hari dengan kecepatan 10 tahun cahaya. Di dalam perjalanan menuju Galaksi Api Gal, Mustofa menceritakan tentang Galaksi Api Gal kepada Husgar Vize, bahwa di Galaksi Api Gal terdapat Milyaran Tata Surya. Tetapi hanya 140 Tata Surya yang memiliki Inti Api dan di Galaksi Api Gal terdapat 180 Inti Api. Sebab di Galaksi Api Gal, terdapat Tata Surya yang memiliki 2 Bintang sampai 4 Bintang.


Sehingga, dalam 1 Tata Surya ada yang memiliki 2 inti api. Selain itu Mustofa juga menceritakan, bahwa sebagian besar inti api terdapat pada Galaksi Api Kembar yang jumlahnya hampir 300 inti api. Oleh sebab itu, Mustofa memilih untuk membawa Husgar Vize menuju ke Galaksi Api Kembar terlebih dahulu supaya Husgar Vize menjadi lebih kuat lagi. Sebab 200an inti api lainnya tersebar di seluruh Dimensi Semesta dan pastinya akan memiliki banyak tantangan serta musuh.


Apa lagi saat ini 3 kasta telah terjadi perang yang sudah berlangsung ratusan ribu tahun. Tidak menutup kemungkinan bahwa di Semesta kasta roh putih terdapat kelompok dari roh merah atau bahkan mungkin roh hitam. Oleh sebab itu, Mustofa ingin Husgar Vize bisa menjadi lebih kuat lebih cepat dengan membawa ke Galaksi Api Kembar meski memiliki jarak yang jauh dan sebelumnya sudah melewati beberapa Galaksi dan Tata Surya yang memiliki inti api.


**5 hari kemudian**


Setelah perjalanan yang membosankan, akhirnya Mustofa dan Husgar Vize memasuki barisan Tata Surya terluar dari Galaksi Api Gal.


Memang di saat dalam perjalanan yang panjang dan membosankan menurut Mustofa. Tetapi dalam perjalanan panjang itu, Husgar Vize nampak sangat bersemangat seolah melihat suatu harta yang sangat berharga. Hingga akhirnya mereka berdua sampai pada Tata Surya Jinayta.


"Telekimesis, aku akan menceritakan sedikit tentang penjaga inti api di Bintang Tata Surya Jinayta. Sebaiknya nanti saat kamu bertemu dengan penjaga inti api Bisga, kamu langsung menunjukkan tanda Telekinesis. Sebab jika dia merasakan dia tidak mampu untuk melawan, maka Bisga biasanya akan langsung menghancurkan inti api. Sebab Bisga memiliki keistimewaan yang dapat berpindah bersamaan dengan berpindahnya inti api yang dia jaga saat di hancurkan. Hal itu dia lakukan karena dari semua penjaga inti api, dialah yang terlemah. Tetapi dia pula satu-satunya penjaga inti api yang dapat menghancurkan inti api." Mustofa memberi Husgar Vize informasi sebelum Husgar Vize menemui Jinayta.


Mustofa tidak dapat mendampingi Husgar Vize saat akan bertemu Jinayta. Sebab akan dapat menakuti Jinayta dan akan berakhir dengan penghancuran inti api. Hal itu di karenakan roh Jinayta sebagai penjaga inti api terlemah dan selain penakut Jinayta merupakan roh yang mudah panik. Jika Jinayta melihat Mustofa bersama orang lain untuk menemui Jinayta, tanpa adanya panggilan pertemuan yang di sampaikan pengirim pesan. Maka akan ada kemungkinan besar Jinayta akan ketakutan dengan pemikiran liarnya sendiri saat melihat penjaga inti api lain menghampiri dirinya tanpa menjaga inti api yang di jaga. Disaat itulah Jinayta akan menghancurkan inti api tanpa kita sempat berbicara.


"Jika demikian, dapat di katakan jika Jinayta ini tidak di buat terkejut. Hmmmhh... Baiklah, serahkan padaku." Setelah berkata demikian, Husgar Vize dengan cepat melesat ke arah inti api yang sudah di tunjuk Mustofa. Husgar Vize salah persepi dengan apa yang di jelaskan Mustofa. Sebab Husgar Vize menganggap Jinayta adalah roh penjaga yang lemah solah seperti anak kecil.


Husgar Vize yang sudah bisa di katakan memiliki kemampuan pengendalian api tingkat tinggi, tetap merasakan panas edar dari sebuah bintang saat akan menembus atmosfernya. Karena panas sebuah bintang ketika di atmosfer bintang tersebut dapat berkali lipat panasnya di bandingkan dengan permukaan bintang itu sendiri. Terlebih lagi dengan sebuah bintang yang memiliki inti api.


Saat Husgar Vize sudah berada di jarak yang di anggap dekat dengan inti api oleh penjaga inti apinya yaitu Jinayta, tanpa ragu Jinayta memberikan serangan terhadap Husgar Vize. Jinayta yang merupakan penjaga inti api penakut, tanpa ragu melancarkan serangan dengan kekuatan maksimalnya. Serangan dengan kekuatan maksimal Jinayta, tetap saja lebih panas dari pada kemampuan yang di miliki Husgar Vize.


Serangan yang tiba-tiba dan di luar ekplentasi yang di fikirkan Husgar Vize, membuat Husgar Vize mendapat serangan yang telak dan membuat Husgar Vize cidera.


"Serangan apa ini? inikah yang di sebut Mustofa dengan roh penjaga inti api terlemah? serangannya sangat kuat!!" Husgar Vize membatin dengan merasakan sakit di tubuhnya. Hal yang menurut Husgar Vize tidak sama dengan hal yang di ceritakan oleh Mustofa.


"Si... siapa ka... kamu...?" Dengan terbata dan terlihat jelas suara ketakutan keluar dari Jinayta.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™