Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kehancuran Dimensi Semesta


"Terimakasih.. Aku akan menggunakannya dengan bijak." Setelah berucap demikian, Husgar Vize mengembalikan bentuk logam pemberian Metallon ke bentuk semula dan menyimpannya.


Setelah menyimpan logam tersebut, Husgar Vize bertanya kepada Metallon mengenai mengapa sebelumnya Husgar Vize sampai terpental saat roh Suci mendekatinya. Hal yang sangat aneh menurut Husgar Vize.


"Hal itu di karenakan engkau belum menguasai kelima elemen secara penuh. kami Roh Suci adalah perwakilan dari Kelima Elemen yang kau miliki. Kami adalah akhir dari setiap elemen pengendalianmu." Mendapati jawaban tersebut, Husgar Vize menjadi paham dengan maksud yang di ucapkan oleh Metallon.


Selama Husgar Vize belum mencapai pengendalian puncak di setiap Elemen, maka roh Suci dengan elemen yang belum di kuasai Husgar Vize tidak boleh mendekat kepada Husgar Vize. Sebab hal itu dapat membahayakan Husgar Vize.


Setelah mengerti, kini Husgar Vize melihat keberadaan ratusan roh penjaga inti api. Hal yang harus di dapatkan Husgar Vize untuk menjadi pengendali puncak elemen api.


"Aku membutuhkan inti api yang kalian miliki. Apakah aku boleh memilikinya..?" Husgar Vize bertanya kepada ratusan roh penjaga inti api.


"Dengan senang hati Telekinesis." Hampir bersamaan, ratusan roh penjaga inti api menjawab pertanyaan Husgar Vize.


Setelah menjawab pertanyaan Husgar Vize, ratusan penjaga inti api melepaskan inti api yang mereka jaga untuk menuju ke arah Husgar Vize. Secara perlahan ratusan inti api melayang mendekat ke arah Husgar Vize. Satu persatu inti api di serap oleh Husgar Vize.


Teriakan kesakitan terdengar setiap inti api memasuki tubuh Husgar Vize. Tubuh Husgar Vize kini terasa terbakar dan membara. Belum pernah Husgar Vize merasakan panas yang sedemikian menyakitkan.


Rasa sakit panas terbakar, di rasakan di tiap saraf di tubuh Husgar Vize. Secara perlahan namun pasti, titik-titik meridian di tubuh Husgar Vize membara bagai sebuah bintang di luasnya semesta.


"Aaaaaaa...... Haaaaaaaaaaa......" Jeritan kesakitan dari husgar Vize terdengar semua roh yang berada di area tersebut.


Setelah jeritan Husgar Vize terhenti, terlihat keringat di sekujur tubuh Husgar Vize menguap. Hal yang menandakan jika suhu tubuh Husgar Vize memanas.


Blaaaaassss.... Kilatan cahaya merah keluar dari tubuh Husgar Vize. Setelah cahaya merah menyilaukan semua orang menghilang, kini mereka menyaksikan tubuh Husgar Vize memiliki tato berwarna merah membara.


Beberapa detik kemudian, tato berwarna merah di sekujur tubuh Husgar Vize menghilang meresap kedalam tubuh Husgar Vize.


"Kekuatan ini..? Sangat jauh berbeda. Apakah aku sudah berada di puncak pengendali api..?" Husgar Vize membatin sambil memperhatikan tubuhnya.


Di saat Husgar Vize masih merasakan perbedaan kekuatan yang di miliki, roh suci Vierta sudah berada di hadapan Husgar Vize.


"Perkenalkan nama saya adalah Vierta. Saya adalah toh jelmaan dari seluruh api semesta. Husgar Vize, terimalah ini." Roh Suci Vierta memperkenalkan dirinya dan memberikan sesuatu kepada Husgar Vize.


"Ini adalah api neraka. Api terpanas di seluruh Semesta. Api ini tidak akan pernah padam walau seluruh semesta telah runtuh." Roh Suci Vierta menjelaskan kepada Husgar Vize saat memberikan sebuah api yang kini melayang-layang di atas telapak Husgar Vize.


Kini perhatian para roh putih dan roh penjaga inti api tertuju pada Galaksi Api kembar yang prrgerakannya sangat nampak. Dalam jarak puluhan tahun cahaya, tidak seharusnya pergerakan Galaksi api Kembar bisa terlihat dengan jelas. Tetapi kini kedua Galaksi terlihat bergerak dengan sangat jelas.


Hal itu menandakan jika di planet-planet yang berada di Galaksi api kembar sedang mengalami guncangan dan bencana alam hebat. Setelah beberapa saat, terlihat ledakan-ledakan yang menandakan ada Planet yang saling bertabrakan. Bahkan kini ledakan tersebut semakin banyak hingga terlihat sebuah ledakan besar yang terjadi karena tabrakan antar tata surya.


"Husgar Vize, Sebaiknya kita cepat pergi meninggalkan Dimensi Semesta dan menuju ke Alam Semesta. Tidak ada yang bisa di perbuat oleh kita atas semua ini. Ini adalah Takdir yang sudah di tentukan. Dimensi Semesta akan Runtuh, sudah banyak planet yang saling bertabrakan, tata surya juga sudah ada yang bertabrakan. Jika ada Galaksi yang saling bertabrakan, maka akan di susul dengan tabrakan antar Galaksi yang lain. Saat itu terjadi, maka Dimensi Semesta akan runtuh." Roh Suci Metallon menjelaskan kepada Husgar Vize.


Meski merasa berat, Akhirnya Husgar Vize setuju untuk pergi meninggalkan Dimensi Semesta menuju Alam Semesta. Husgar Vize pergi dengan membawa hampir seratus Ribu roh putih dan roh merah yang masih setia bersamanya. Agar mereka tidak terpisah, mereka pergi dengan melewati satu celah Dimensi.


Kekacauan benar-benar terjadi di Dimensi Semesta, para makhluk yang berada di Planet-planet di Dimensi Semesta berusaha untuk dapat keluar dari Planet mereka masing-masing dengan menggunakan transportasi dari teknologi yang mereka miliki masing-masing.


Bluuusss... Husgar Vize kini berada di Alam Semesta bersama dengan seratus ribu pasukan toh putih dan sebagian kecil roh merah.


"Pasukan ini terlalu banyak.. Apa yang harus aku lakukan." Di saat Husgar Vize sedang berfikir, sebuah celah dimensi terbuka dan mengeluarkan sebuah pesawat yang teramat sangat besar. Terlihat Pesawat tersebut mengalami kerusakan cukup parah hampir di semua bagian. Bahkan terlihat jika Mesin pesawat juga mengalami kerusakan.


Kini pandangan semua roh yang bersama Husgar Vize, tertuju pada pesawat yang baru saja keluar dari celah Dimensi. Semua Roh putih, Roh merah dan Roh penjaga inti api terlihat bersiaga dengan kedatangan pesawat yang baru keluar dari celah Dimensi.


"Apakah pesawat itu juga dari Dimensi Semesta..?" Husgar Vize bertanya kepada Mustofa saat melihat semua makhluk roh yang bersamanya menjadi siaga.


"Benar Telekinesis, itu pesawat yang identik dengan pesawat di Dimensi Semesta. Pesawat itu adalah pesawat dari golongan makhluk roh hitam." Mustofa menjawab pertanyaan Husgar Vize dan memberitahukan jika pesawat tersebut adalah pesawat milik makhluk roh hitam.


Baru saja Mustofa berhenti dari bicaranya, pintu-pintu pesawat terlihat akan terbuka. Sehingga membuat semua yang ada di sana bersiap. Dengan ukuran pesawat sebesar itu, dapat menampung prajurit sebanyak tiga ratus ribu dengan lima ribu kru pesawat.


Saat pintu-pintu tersebut terbuka, terlihat makhluk roh hitam keluar dari pesawat dengan mengangkat kedua tangan mereka dan keluar pesawat dengan tertib. Hal yang menandakan jika semua makhluk roh hitam yang berada di dalam pesawat menyerah tanpa syarat.


"Telekinesis, mereka semua menyerah.. Apa yang harus kita lakukan..?" Mustofa bertanya kepada Husgar Vize.


"Bagi yang menyerah. Beri mereka kesempatan Hidup. Karena mereka hampir bisa di katakan abadi, mereka aku kurung selama 999 milyar tahun. Bagi yang tidak mau, maka binasakan mereka." Ucapan Husgar Vize yang di dengar semuanya, benar-benar mengejutkan. Bahkan roh Suci juga sangat terkejut dengan hukuman kurungan yang di berikan Husgar Vize.


"Kurung mereka di ruangan-ruangan pesawat. Sampai aku membuatkan kurungan penjara yang pas bagi mereka." Husgar Vize kembali berbicara untuk mengarahkan mereka semua.


Tidak semua makhluk roh hitam bersedia di kurung selama 999 milyar tahun. Mereka yang tidak bersedia, berusaha untuk kabur. Tetapi hal itu adalah tindakan sia-sia. Sebab, dengan segera Husgar Vize melenyapkannya atau mereka di musnahkan oleh roh penjaga inti api.


Terbunuhnya roh hitam yang berusaha kabur, membuat hilangnya nyali dari roh hitam yang lain.