
π€**yang berada di dalam kurung menandakan kejadian dalam cerita Komandan Jordi**π€
("Tidak ada pilihan lain, diam di sini kita juga akan mati atau jika kita hidup pun akan menjadi budak selamanya." Setelah berbicara demikian Komandan Jordi diam dan nampak berpikir keras.)
(Setelah nampak berfikir, Komandan Jordi lalu menyampaikan rencananya dan memberi koordinat tempat rahasia, tempat di mana ada puluhan pesawat luar angkasa di simpan. "Baiklah, sekarang berpencar dan sampaikan kepada seluruh orang orang Planet Songsi yang di tahan.")
("Siap Komandan..." Dua prajurit tersisa dari kelompok dua dan satu prajurit dari kelompok tiga, langsung bergerak menjalankan rencana Komandan Jordi tanpa ada keraguan sedikitpun walau rencana pertama Komandan Jordi telah gagal.)
(Begitu pula dengan Komandan Jordi, dia juga bergerak untuk memberi penjelasan rencana kepada seluruh tahanan, ketika satu tahanan telah paham, dia juga akan menjelaskan kepada lainnya agar lebih cepat menyebarkan rencana Komandan Jordi.)
(Dengan jumlah belasan ribu tahanan, membutuhkan beberapa jam untuk bisa memberi penjelasan rencana Komandan Jordi. Saat rencana Komandan Jordi telah tersampaikan, mereka saling memberi kode jika telah paham dengan rencana Komandan Jordi dan satu persatu memulai aksinya.)
("KAMI LAPAR... KAMI LAPAR...")
("YA...!! KAMI LAPAR... KAMI LAPAR...")
("KAMI INGIN MAKANAN..." Teriak beberapa orang kepada Prajurit yang mengitari tahanan dengan menodongkan senjata mereka kepada tahanan yang membentuk kerumunan rapat di sebuah tanah lapang.)
(Teriakan-teriakan semakin banyak, dan lebih dari setengah tahanan telah meneriakkan sedang merasakan lapar.)
("HEI... KAU MENGINJAK KAKIKU...")
(Plak... Plak... Tamparan seorang tahanan kepada tahanan lainnya, lalu di balas dengan pukulan hingga terdorong terjatuh dan mengenai tahanan lain.)
("Aaaaa..." Teriakan seorang lainnya yang tertimpa orang yang jatuh karena terpukul.)
("B*DOH... KENAPA KAU MEMUKULNYA DAN MENJATUHKANNYA PADAKU?" Keributan kecil terjadi di beberapa titik.)
(Keributan kecil tersebut menjadi hiburan bagi prajurit Planet Matahari.)
("Ha... Ha... Ha... Ha... Ha... Pukul... Terus pukul." Teriakan-teriakan dari prajurit Planet Matahari yang merasa terhibur karena terjadi perkelahian dari beberapa kelompok tahanan.)
(Hingga perkelahian semakin meluas dan perhatian Prajurit yang berjaga akhirnya tertuju kepada kelompok kelompok yang berkelahi.)
(Karena perkelahian semakin meluas, Komandan dari Prajurit Planet Matahari yang berjaga akhirnya memerintahkan prajuritnya untuk melerai kelompok kelompok yang sedang berkelahi. Hingga ratusan prajurit Planet Matahari masuk ke dalam kerumunan tahanan untuk melerai, termasuk Komandan pasukan yang memerintah juga masuk ke kerumunan untuk melerai.)
(Saat ratusan Prajurit masuk ke kerumunan, mereka langsung di keroyok ramai ramai dan langsung di jatuhkan dan di injak injak. Sehingga prajurit yang berada di luar kerumunan tidak menyadari jika ratusan prajurit telah jatuh dan di hajar oleh tahanan hingga tewas.)
(Beberapa tembakan ke udara yang memang sengaja di lepaskan oleh tahanan dan Prajurit Planet Songsi yang telah mendapatkan senjata untuk mengecoh bahwa Prajurit di dalam kerumunan masih bisa mengendalikan situasi, dan saat senjata prajurit Planet Matahari di rampas, mereka langsung di bunuh dengan senjata mereka sendiri dan langsung menembus perisai tulang mereka karena cairan seperti suntikan di ujung peluru.)
(Kekacauan semakin meluas hingga hampir semua tahanan wanita, pria dan remaja berkelahi. Di dalam kekacauan, ratusan tahanan yang telah bersenjata merangsek ke barisan pinggir tahanan dan mulai menembak sisa prajurit Planet Matahari yang berjaga di sekitar tahanan.)
(Ribuan tahanan terus menyerang meski banyak menjatuhkan korban, dengan jumlah yang tidak seimbang, pasukan Planet Matahari di paksa mundur sampai mendekati pesawat mereka.)
(Mengetahui adanya kekacauan di luar, tiga pesawat langsung menghidupkan pesawatnya untuk bersiap terbang. Tapi sebelum tiga pesawat tersebut siap untuk terbang, ribuan tahanan memasuki pesawat yang cukup besar tersebut untuk terus menyerang dan membunuh Prajurit Planet Matahari.)
(Saat para tahanan memiliki senjata yg dapat menembus perisai tulang, mereka lebih mudah membunuh prajurit planet Matahari yang berada di dalam pesawat.)
(Komandan Jordi yang juga terus masuk ke dalam pesawat, mencari ruang kendali yang di dampingi beberapa Prajurit. Sedangkan tahanan lain terus menyisir tiap ruangan dan membunuh semua Prajurit Planet Matahari di tiga pesawat tersebut.)
(Hingga akhirnya Komandan Jordi sampai di depan pintu ruang kendali dan membuka pintu yang terkunci dengan paksa, saat pintu terbuka.)
("Ha... Ha... Ha... Ha... Kalian sampai juga..." Suara seorang sosok yang berada di ruang kendali pesawat pertama.)
(Kalian yang masuk akan mati...!!! Ucap sosok yang berada di dalam ruangan kendali.)
(Tanpa takut dengan ancaman dan tanpa berfikir panjang, beberapa prajurit Planet Aongsi yang mendampingi Komandan Jordi, langsung memasuki ruang kendali.)
(Dar... Dar... Drrrraaar... Bhuak... Brraaakk.. Buk... Bhak... Suara tembakan lalu di ikuti dengan suara pukulan dan terlemparnya Prajurit Planet Songsi keluar ruangan dengan kondisi tidak bernyawa. "A-apa... Apa sebenarnya di dalam.")
(Beberapa Prajurit yang masuk berhasil menembak semua pilot di dalam ruangan tapi tiba-tiba mereka mendapatkan pukulan pukulan yang dengan mudah menewaskan beberapa prajurit Planet sSongsi dengan terlempar keluar.)
("Berikutnya yang ingin mati masuk...!!" Ucap sosok yang berada di dalam ruangan kendali.)
.........
("Siapa yang berada di dalam itu, sangat kuat dan mengerikan." Batin Komandan Jordi dan beberapa Prajurit yang juga membatin hampir sama dengan Komandan Jordi.)
("Jika kalian tidak ada yang masuk, aku yang akan keluar," ucapa sosok yang berada di dalam ruangan benar benar membuat nyali prajurit Planet sSongsi menciut karena telah melihat kekuatan sosok yang berada di dalam dan menewaskan beberapa prajurit planet songsi dengan mudah.)
(Ketika bayangan sosok orang terlihat akan keluar, secara tidak mereka sadari, kaki mereka melangkah mundur, begitu juga dengan Komandan Jordi, tanpa dia sadari kaki Komandan Jordi melangkah mundur karena kehati hatian dan gemetar ngeri.)
("Ha... Ha... Ha... Ha... Ha... Ha..." Suara tawa yang menakutkan terdengar di telinga semua prajurit Planet Songsi dan Komandan Jordi")
(Saat sosok itu mulai keluar, keterkejutan semua yang berada di luar semakin menjadi jadi...)
("Apa... Ba-bagai mana mungkin..." Dengan tidak percaya, semua prajurit Planet Songsi dan Komandan Jordi merasa sangat tidak yakin jika prajurit yang sebelumnya memasuki ruang kendali dan membunuh semua pilot dapat terbunuh dan terlempar oleh sosok yang baru saja keluar dari ruang kendali.)
π€**yang berada di dalam kurung menandakan kejadian dalam cerita Komandan Jordi**π€
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ