Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Planet Sogus 2


Tanpa menjawab pertanyaan Prajurit tersebut, Komandan Kantu dengan terburu-buru menanyakan keberadaan Jendral Rojab. Pertanyaan tersebut sudah seperti sebuah jawaban bagi Prajurit yang sedang berjaga di depan pintu Jendral Rojab. Mendapatkan pertanyaan dari Komandan Kantu yang jelas terlihat terburu-buru, Prajurit tersebut menyampaikan keberadaan Jendral Rojab dengan cepat.


Setelah mendapat jawaban tersebut, Komandan Kantu bergegas menuju keberadaan Jendral Rojab yang sedang bersiap menyambut roh putih penjaga inti apai dan makhluk yang bersama roh putih penjaga inti api. Kini Komandan Kantu tidak lagi berjalan ataupun berlari. Meski ada aturan tidak ada yang boleh terbang di dalam markas utama, tetapi dengan keadaan yang darurat dengan waktu yang terus berjalan. Komandan Kantu terbang di dalam markas agar bisa cepat bertemu dengan Jenderal Rojab.


Dengan kemampuan terbang seorang Komandan, dengan sekejab Komandan Kantu sudah berada di luar markas dan dengan cepat menuju ke tempat keberadaan Jendral Rojab.


Beberapa saat kemudian Komandan Kantu telah sampai di hadapan Jendral Rojab yang telah bersama dengan Mustofa dan Husgar Vize. Dengan segera Komandan Kantu melaporkan dengan rinci keadaan yang sebenarnya tentang pasukan roh hitam yang sedang menuju ke Planet Sogus. Mendengar laporan dari Komandan Kantu, Jendral Rojab menoleh kepada Mustofa dan Husgar Vize penuh dengan slidik.


"Komandan, segera hidupkan alarm siaga perang." Dengan pandangan tetap kepada Mustofa dan Husgar Vize, Jendral roh merah memerintah Komandan Kantu.


"Siapa kalian sebenarnya, hingga Prajurit di angkasa Planet Sogus memberi sinyal datangnya tamu penting dan kalian juga sedang di kejar oleh pasukan khusus roh hitam dengan jumlah sebanyak itu." Jendral Rojab yang merupakan Jendral roh merah bertanya dengan tatapan tajam. Meski dia tau salah satu sosok yang ada di hadapannya adalah roh putih penjaga inti api.


"Memang wajar jika yang datang adalah roh putih penjaga inti api, sehingga Prajurit di angkasa memberi sinyal adanya tamu penting. Tetapi menjadi tidak wajar jika roh putih penjaga inti api sedang di kejar oleh pasukan khusus roh hitam dengan jumlah yang banyak." Jendral Rojab melanjutkan bicaranya setelah bertanya.


"Perkenalkan saya adalah Mustofa roh penjaga inti api 358. Kami hanya ingin singgah setelah melakukan perjalanan panjang, kami sudah 4 tahun melakukan perjalanan tanpa henti. Sedangkan dia adalah calon Telekinesis." Mustofa memperkenalkan dirinya dan Husgar Vize kepada Jendral Rojab.


"Calon Telekinesis!! Apakah kau bisa membuktikannya!!" Jendral Rojab yang terkejut atas perkataan Mustofa meminta bukti jika Husgar Vize adalah seorang Telekinesis.


"KAU...!!" Merasa tersinggung, Mustofa spontan berteriak dan mengedarkan bara api di seluruh tubuhnya. Tetapi belum sampai seluruh tubuh Mustofa di selimuti oleh bara api, Husgar Vize menahan pundak Mustofa yang bersamaan akan melesat ke arah Jendral Rojab saat bersamaan dengan mengedarnya bara api di seluruh tubuh Mustofa. Dengan di tahannya pundak Mustofa oleh Husgar Vize, bara api Mustofa yang akan menjalar ke seluruh tubuhnya dengan sekejap menghilang. Sehingga aura panas yang sempat akan meluas, dengan sekejab menghilang.


Melihat hal tersebut, Jendral Rojab sangat terkejut. Sebab hanya dengan menahan pundak roh penjaga inti api, Husgar Vize sudah dapat melenyapkan bara api yang sudah siap mengedar ke seluruh tubuh Mustofa. Bukan hanya Jendral Rojab yang terkejut akan hal tersebut, bahkan Mustofa sendiri sangat terkejut saat merasakan dingin di pundaknya dan dengan sekejap menghilangkan bara api yang sudah siap mengedar ke seluruh tubuh.


"Apa yang harus aku buktikan kepadamu agar kamu percaya jika aku adalah calon Telekinesis...? Husgar Vize berbicara sesaat setelah menahan Mustofa. Kini rambut dan mata Husgar Vize menjadi biru kembali, menandakan telah mencapai puncak pengendalian logam.


"Tidak... Tidak perlu... Kamu tidak perlu membuktikan lebih jauh lagi." Jendral Rojab yang merupakan salah satu makhluk terkuat dari 100 roh merah terkuat, tanpa sadar berbicara dengan kaki yang mundur satu langkah. Hal itu menandakan Jendral Rojab sangatlah terkejut dan merinding dengan kemampuan Husgar Vize. Meski dengan kemampuan saat ini, Husgar Vize bukanlah tandingan Jendral Rojab.


Tetapi dengan kemampuan terpendam Husgar Vize, urusan mengalahkan Jendral Rojab bukanlah hal sulit. Sama seperti Mustofa yang dengan tidak sadar pula, Husgar Vize dapat memadamkan bara api yang sudah siap mengedar ke seluruh tubuh Mustofa.


Setelah Jendral Rojab percaya bahwa Husgar Vize adalah calon Telekinesis, Jendral Rojab mempersilahkan Husgar Vize untuk mengikutinya menuju markas utama Planet Sogus. Mereka bertiga, bersama-sama menuju markas utama Planet Sogus.


"Sial, mereka menuju Planet Sogus." Komandan Kupri yang memimpin 5000 pasukan Khusus dan 3 komandan lainnya untuk mengejar Mustofa dan Husgar Vize, berhenti setelah merasakan jejak Mustofa dan Husgar Vize yang menuju ke Planet Sogus, Planet yang ratusan ribu Kilometer berada di depannya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Salah satu Komandan bertanya kepada Komandan Kupri.


"Mundur dan kembali sudah tidak mungkin, kita sudah mengejarnya selama 4 tahun ini. Menyerang, kita mungkin akan kalah. Sebab jumlah mereka sangatlah banyak di Planet tersebut." Komandan Kupri berbicara dalam hati. Keraguan kini melanda fikiran Komandan Kupri.


"Apa lagi yang kau fikirkan, kamu Komandan muda yang hanya bermodal nekat untuk menerima tawaran Jendral. Setelah di hadapkan situasi seperti ini, otakmu sudah tidak dapat berfikir?" Komandan senior yang dari awal tidak menyukai jika harus di pimpin oleh Komandan Kupri mulai bersuara dengan berbicara merendahkan Komandan Kupri.


Mendapat ejekan tersebut, Komandan Kupri hanya tersenyum tipis mengisyaratkan suatu rencana.


"Kau hanyalah seorang Komandan yang tidak bisa berkembang dan tidak pernah membuktikan kehebatanmu." Komandan senior yang dari awal tidak suka dengan komandan Kupri, menghinanya di depan semua Prajurit.


Jangan pernah merendahkanku, aku yang di tunjuk oleh Jendral untuk menjadi pemimpin kalian, maka patuhlah pada setiap keputusanku." Komandan Kupri berbicara kepada Komandan Senior yang menentangnya dan kepada seluruh pasukan yang terdengar seperti menahan emosi.


"Termasuk Kau juga harus patuh kepadaku!!" Dengan menunjuk muka Komandan senior tersebut, Komandan Kupri berbicara dengan suara keras.


"Sekarang Kita mundur, kita belum mengetahui kekuatan Planet Sogus. Yang pasti, Planet Sogus memiliki lubang dimensi yang di jaga oleh roh merah yang masih setia kepada roh putih dan aturan sang Pencipta." Komandan Kupri melanjutkan bicaranya.


Mendengar keputusan yang di rasa sangat jauh dengan apa yang dia fikirkan, Komandan Senior tersebut menentang keputusan Komandan Kupri.


"Ha ha ha ha ha... Dasar pengecut. Hanya dengan kelompok kecil roh merah kau sudah akan mundur?" Dengan tertawa lantang Komandan Senior tersebut kembali menghina Komandan Kupri.


"Jendral memang benar-benar salah memilih orang. Ha ha ha ha ha...." Dengan tertawa keras, Komandan senior tersebut memojokkan Komandan Kupri.


"Jika kamu ingin lihat kemampuanku dan pasukanku. Aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana cara menyerang dengan pasukan Khusus. Kamu jangan pernah menyamakan pasukan Khusus ku. 1 pasukan Khusus ku sama dengan 10 pasukan khusus kalian, apalagi hanya dengan makhluk yang sedang menjaga Planet Sogus. Roh merah yang terbelah dan sebagian besar memilih untuk tidak lagi patuh kepada roh putih, kini sangat lemah. Aku dan 1000 pasukan ku sudah cukup membawa makhluk tersebut ke hadapan Jendral tanpa perlu mendapat bantuan kalian.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™