Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kediaman Udirdagch


Jendral Dzhambul yang melihat sosok Udirdagch beserta empat Jendral yang di ikuti juga oleh Husgar Vize dan lainnya pergi meninggalkan tempat tersebut, mengarahkan semua komandan dan prajuritnya untuk kembali ke tugas masing masing.


Jendral Dzhambul yang memang memiliki tugas untuk menjaga di langit Planet Mesimet'i mulai beranjak dari tempatnya untuk menuju pesawatnya.


"Jendral, bagaimana dengan kami...? teriak Komandan Batbayar.


" Apakah masih kurang jelas penjelasan dari Udirdagch!!" Jendral Dzhambul berhenti dengan sedikit menoleh dan menjawab ketus pertanyaan Komandan Batbayar.


Setelah menjawab pertanyaan Komandan Batbayar, Jendral Dzhambul menaiki pesawatnya dan langsung memerintahkan kru pesawat untuk pergi dari tempat itu untuk kembali pada posnya.


Saat pesawat mulai naik ke atas secara vertikal, Komandan Chingis yang secara otomatis menggantikan tugas Komandan Batbayar, mulai menjalankan tugasnya dengan mengendalikan logam langit-langit untuk membentuk lorong ke atas menembus lautan Planet Mesimet'i hingga menuju permukaan.


Pesawat berbentuk bola raksasa tersebut memasuki lorong yang telah di buat sampai menuju permukaan laut Planet Mesimet'i. Setelah pesawat keluar dari lorong dan berada di atas lautan Planet Mesimet'i, lorong yang sebelumnya di lewati menghilang begitu saja kembali ke bentuk semula. Saat ini yang terlihat dari langit Planet Mesimet'i hanya hamparan lautan tanpa ada satu pulaupun.


Pesawat berbentuk bola tersebut terbang ke angkasa sekitar Planet Mesimet'i yang di penuhi dengan jutaan rudal yang sedang off. Tapi dapat di aktifkan kapanpun seperti saat menyerang pesawat Huna 67X.


**Di tempat lain**


Husgar vize dan lainnya yang masih terus terbang atas pengendalian logam Udirdagch, hanya melihat hamparan tanah kosong dan hanya sedikit tanaman yang terlihat. Tanaman yang terlihat hanya di area sekitar tiang penyangga yang merupakan rumah atau kediaman makhluk Planet Mesimet'i.


Jarak tanah dan langit-langit penyangga lautan hanya berjarak 10 Km untuk daratan datarnya dan 2 Km dari gunung tertinggi Planet Mesimet'i. Sedangkan yang sebelumnya merupakan palung yang dalam tetap di sisakan tanpa mengangkat airnya untuk keberlangsungan ekosistem Planet Mesimet'i.


"Ini adalah bangunan terbesar yang pernah aku lihat sepanjang penjelajahanku dan hidupku. Berarti bangunan ini seluas Planet Mesimet'i." Volvo Emie membatin dalam hatinya.


Terlihat tiang-tiang penyangga dengan jarak relatif sama antara tiang yang satu dengan tiang yang lain. Hingga dari kejauhan, terlihat satu tiang penyangga yang sangat besar dengan ratusan tiang penyangga berukuran sama dengan yang lain berada di sekitar tiang penyangga yang sangat besar tersebut.


"sepertinya tujuan kita pada tiang penyangga yang sangat besar tersebut." Volvo Emie berbicara melalui telepati kepada Kie Jordi.


"Aku rasa demikian Volvo." jawab Kie Jordi singkat.


Akhirnya mereka semua benar-benar mendarat di depan bangunan tiang yang terlihat sangat besar dan megah.


"Silahkan masuk." Udirdagch mempersilahkan semua untuk memasuki kediamannya.


Di dalam rumah Udirdagch telah berdiri kelompok pelayan yang siap melayani semua tamu.


"Husgar Vize, silahkan anda membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah itu kita akan menyantap makanan bersama. Anda dan saudara sekalian akan di antar oleh pelayanan ke kamar masing masing." Udirdagch mempersilahkan Husgar Vize dan lainnya untuk menuju kamar masing-masing.


"Silahkan tuan ikuti kami." seorang pealayan berucap pada rombongan Husgar Vize.


Setelah beberapa waktu, Husgar Vize telah selesai membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi. Husgar Vize sangat terkejut saat melihat baju ganti yang di sediakan oleh pelayan yang tadi mengantar.


Terlihat di atas tempat tidur baju ganti yang di sediakan sangat kecil seperti ukuran seorang anak kecil. Tanpa mencobapun sudah sangat terlihat baju ganti tersebut tidak akan muat.


"Apakah pelayan tadi tidak dapat memperkirakan tinggi badanku!! Dengan sedikit kesal Husgar Vize menggrutu.


Dengan rasa kesal, Hugar Vize mau merobohkan tubuhnya ke atas tempat tidur, sehingga Husgar Vize harus memindahkan baju ganti kecil yang di berikan pelayan. Saat tangan meraih baju tersebut, tiba tiba benang serabut halus baju tersebut yang terbuat dari logam, menjalar ke tubuh Husgar Vize lewat tangannya dan langsung membentuk pakaian sesuai ukuran Husgar Vize dan langsung terpasang sendiri.


"Woow... Baju ini dapat menyesuaikan dengan tubuhku dan otomatis terpakai pada tubuhku sendiri..." Husgar Vize terkesan dengan teknologi baju tersebut.


Sedangkan Volvo Emie dan lainnya kecuali Husgar Vize, mendapat pakaian yang tadi mereka pakai, tapi baju itu sudah bersih kembali dan harum. Karena saat Volvo Emie dan lainnya melepas pakaiannya dan pakaian kotor di serahkan ke pelayan. Baju tersebut langsung di cuci dan langsung kering.


Setelah Husgar Vize dan lainnya selesai mengenakan pakaian, mereka keluar dan telah di sambut oleh seorang pelayan yang sudah menunggu di depan pintu kamar untuk mengantar ke ruang makan..


Di awali oleh Kapten Joseph sampai di ruang makan yang telah di tunggu oleh Udirdagch dan empat jendralnya. Melihat kapten Joseph telah datang, Udirdagch langsung mempersilahkan duduk. Belum sempat Kapten Joseph duduk, secara bergantian semua kru sampai, lalu Pie Jiru, Volvo Emie dan Kie Jordi.


Sedangkan Husgar Vize belum juga datang, saat Udirdagch menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil, beberapa saat kemudian Husgar Vize sampai di ruang makan.


"Mari silahkan Husgar," ucap Udirdagch dengan menunjukkan kursi kosong di sebelah Jendral Ganzorig.


Setelah Husgar Vize duduk, Udirdagch mempersilahkan semua untuk menikmati hidangan yang tersedia. Hingga beberapa saat kemudian, semua telah selesai makan.


"Husgar, sejauh apa anda memahami tentang Telekinesis?" Udirdagch memulai pembicaraan di meja makan tersebut yang masih terlihat pelayan membersihkan piring dan sisa makanan dari meja tersebut.


"Sebenarnya aku sendiri belum percaya jika aku akan menjadi seorang Telekinesis." Husgar Vize mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan.


"Apa yang membuatmu tidak yakin Husgar?" Tanya Udirdagch yang kini mulai menatap Husgar Vize dengan tatapan lebih serius. Begitu juga dengan yang lain di ruangan tersebut.


"Karena semua ini terlalu cepat, baru saja aku mengalami peperangan pertamaku satu tahun yang lalu dengan kekalahan dalam empat bulan peperangan bahkan kehancuran Planet yang aku tinggali sejak aku lahir. Menjelajahi ke tempat yang sangat jauh yang tiba tiba orang lain memberi tahuku bahwa aku adalah calon Telekinesis karena keistimewaan yang aku miliki..." Husgar Vize menjeda ceritanya dengan menarik nafas panjang.


"Aku bahkan tidak melakukan apapun menurutku, tidak latihan apapun, tapi sekarang aku menjadi calon Telekinesis..." Husgar Vize menghentikan ceritanya.


"sebenarnya hal ini bukan tiba tiba, tapi ini adalah takdirmu semenjak kamu di lahirkan. Seorang Telekinesis akan lebih cepat mempelajari dari pada siapapun meski cara meempelajarinya akan lebih terasa menyakitkan dari pada yang lain." Udirdagch berpendapat.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™