
Senyuman terpancar dari mulut Mustofa dan Jinayta yang melihat perubahan dari Husgar Vize. Perubahan yang tidak cukup signifikan memang, tetapi dengan masuknya inti api ke dua dalam diri Husgar Vize, telah membuka jalur-jalur meridian di tubuh Husgar Vize yang dapat memudahkan Husgar Vize untuk mendapatkan kekuatan istimewa yang lainnya.
Berada di Alam Semesta selama 4 hari dan meninggalkan Dimensi Semesta, berarti telah keluar dari Dimensi Semesta selama 87.000an tahun Dimensi Semesta. Waktu yang sangat lama di Dimensi Semesta, yang mengartikan telah banyak perubahan terjadi di Dimensi Semesta.
"Kita harus cepat kembali ke Dimensi Semesta, aku khawatir akan ada perubahan yang tidak menguntungkan bagi kita." Mustofa berbicara dengan membuka celah dimensi.
Mereka bertiga memasuki celah dimensi dan berteleportasi menuju Dimensi Semesta. Delapan puluh tujuh ribu tahun yang berarti di setiap lubang Dimensi Semesta sudah mengirim 87 roh untuk mempersiapkan perang dan penyerbuan terhadap Planet-planet di Alam Semesta.
Saat Mustofa, Jinayta dan Husgar Vize telah sampai di Dimensi Semesta, hal mengejutkan yang mereka lihat. Galaksi Api kembar sedang di serang oleh gabungan roh hitam dan roh merah. Pertahanan telah banyak tertembus, bahkan hanya menyisakan titik penjagaan ke 9. Titik penjagaan yang di pimpin oleh salah satu Jendral dari roh merah. Pertempuran terjadi ratusan ribu kilometer di depan titik penjagaan terakhir, ledakan terjadi di mana-mana, terlihat gerombolan - gerombolan pasukan dari arah Galaksi api kembar terus keluar bagaikan kelompok lebah keluar dari sarangnya.
"Telekinesis, sebaiknya kita bergegas menuju ke inti api berikutnya." Mustofa khawatir kekacauan pertempuran dapat merusak rencana mereka untuk mendapatkan inti api lebih cepat dan lebih mudah.
"Tidak-tidak, aku tidak setuju. Kita harus membantu mereka. Jika kita tidak membantu, aku tidak yakin mereka dapat menahannya." Husgar Vize yang dapat merasakan perbedaan jumlah yang sangat signifikan terjadi pada pertempuran tersebut. Bahkan Husgar Vize dapat merasakan pasukan yang berada jauh di belakang lebih besar lagi dan hanya berdiam menunggu.
"Jumlah mereka ratusan kali lebih besar dari pada pasukan yang sedang bertempur saat ini. Pasukan yang lebih besar berada jauh di belakang seakan menunggu tenaga pasukan penjaga Galaksi terkuras lalu akan menyerbu menyerang." Husgar Vize yang dapat merasakan logam, menyampaikan apa yang dia rasakan kepada Mustofa dan Jinayta.
"Galaksi api kembar terlalu meremehkan lawan mereka yang sudah mengatur strategi untuk menjatuhkan dan menguasai Galaksi api kembar. Tanpa menggunakan teknologi nuklir, radar di Dimensi Semesta tidak dapat menjangkau jauh di belakang pasukan yang sedang bertempur. Jika kita membiarkannya, bisa jari Galaksi api kembar akan jatuh. Jika Galaksi api kembar jatuh, maka hanya akan menunggu waktu saja bagi mereka untuk dapat melumpuhkan penjaga inti api dan mendapatkan inti api yang di jaga." Husgar Vize memberikan penjelasan kepada Mustofa dan Jinayta yang merupakan penjaga inti api.
"Jinayta, kamu adalah salah satu penghuni Galaksi api kembar. Kamu pergilah ke pusat komando Galaksi, dan sampaikan apa yang aku ucapkan tadi. Sebisa mungkin bawa pasukan lebih banyak dan lebih kuat. Aku dan Mustofa akan membantu pasukan penjaga Galaksi api kembar." Husgar Vize yang sudah memiliki jiwa kepemimpinan yang mendominasi, memerintahkan Jinayta yang merupakan penjaga inti api. Hal yang sangat jarang terjadi, mengingat penjaga inti api adalah makhluk roh yang sangat kuat.
Mustofa sampai terheran melihat Jinayta yang begitu patuh kepada Husgar Vize yang belum lama dia kenal. Sebab energi roh yang di pancarkan oleh Husgar Vize, hanya di tujukan kepada Jinayta dan tidak di pancarkan secara menyebar. Oleh sebab itu, Mustofa tidak dapat merasakan apa yang sudah di rasakan Jinayta, sehingga Mustofa cukup terheran dengan apa yang dia lihat.
Setelah Jinayta pergi dari pandangan mereka berdua. Husgar Vize mulai bergerak menuju arah pertempuran. Melihat hal itu, Mustofa dengan terpaksa mengikuti Husgar Vize meski tidak sesuai dengan apa yang Mustofa fikirkan. Setelah Husgar Vize merasakan Mustofa sudah mengikutinya, Husgar Vize melesat ke arah pertempuran dengan kecepatan penuh. Membutuhkan waktu 4 hari untuk sampai pada pusat pertempuran yang berada di luar titik penjagaan ke 9 yang di pimpin oleh Jendral roh merah.
Beberapa kali Husgar Vize dan Mustofa melewati kelompok-kelompok pasukan yang juga menuju ke arah pusat pertempuran. Saat Husgar Vize melewati kelompok-kelompok pasukan tersebut. Husgar Vize hanya menggelengkan kepala, karena terlihat kelompok pasukan yang menuju pusat pertempuran hanya kelompok-kelompok kecil dengan jumlah ratusan di masing-masing kelompok. Terlebih dalam kelompok tersebut, Husgar Vize tidak merasakan energi roh yang sangat kuat terpamcar dari kelompok-kelompok tersebut.
"Benar-benar terlalu meremehkan lawan." Husgar Vize berbicara kepada Mustofa dengan wajah kecut. Mendapatkan kata-kata dari Husgar Vize yang demikian, Mustofa merasa heran dengan penglihatan Husgar Vize dan cara menilai kekuatan lawan. Sebab, Mustofa sendiri tidak dapat merasakan kekuatan apa yang saat ini menjadi lawannya.
Meski sebenarnya Mustofa adalah sosok yang masih jauh lebih kuat dari Husgar Vize jika di lihat dari pengendalian Api. Sosok Mustofa adalah makhluk elite pengendali api dan merupakan salah satu yang terkuat dari semua roh penjaga inti api. Oleh karena kekuatan besar tersebut, Mustofa di percaya untuk menjadi guru dan pelatih Jinayta yang memiliki kekuatan penghancur inti api.
Ratusan milyar tahun yang lalu, saat Jinayta kecil di lahirkan. Tanpa di sengaja dan tanpa di ketahui oleh orang tua Jinayta, Kekuatan alami Jinayta telah menghancurkan ke 500 inti api yang tersegel di pusat Galaksi. Tempat di mana saat ini menjadi pusat salah satu Galaksi api Gal. Saat itu adalah hal paling mengerikan di Dimensi Semesta, ke 500 inti api yang di kumpulkan dalam satu area, telah menjadi pusat Galaksi yang menjadi pusat dari semua Galaksi di Dimensi Semesta.
Jinayta kecil, melihat inti api yang merupakan cahaya kecil seukuran kuku ibu jari roh dewasa, menganggap itu adalah sebuah mainan. Saat Jinayta mendekat ke arah segel inti api, kekuatan alami Jinayta tanpa di sadari keluar dan terpancar ke arah 500 inti api yang tersegel. Dengan kekuatan alami Jinayta, segel yang telah menyegel ke 500 inti api semenjak awal terciptanya Dimensi Semesta hancur dan melepaskan ke 500 inti api.
Panas edar dari inti api yang sebelumnya tersegel, kini juga ikut melepaskan panasnya bersamaan dengan hancurnya segel yang menyegel inti api. Panas yang sangat luar biasa dengan sekejap mengubah jutaan planet menjadi bara api dan membunuh makhluk roh penghuni Planet-planet yang terbakar. Bahkan menjadikannya sebuah bintang hingga kini.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ