Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Pertempuran Pertama Di Dimensi Semesta


"Hei nak...! Sedang apa kau di sini...! Ini adalah tempat kekuasaan kami." Dengan menunjukkan wajah seram kelompok makhluk tersebut bertanya kepada Husgar Vize, sedangkan Husgar Vize yang telah mendapat penjelasan dan peringatan dari Mustofa sebelumnya dengan cepat merubah posisi santainya menjadi posisi siaga.


Husgar Vize yang belum mengetahui standar kekuatan tiap makhluk di Dimensi Semesta, membuatnya lebih berhati-hati. Husgar Vize tidak menjawab pertanyaan makhluk tersebut meski Husgar Vize mengetahui apa yang mereka ucapkan berkat pil penerjemah. Melihat Husgar Vize yang tidak menjawab pertanyaan mereka dan sedang dalam posisi siaga, membuat kelimpok tersebut tertawa.


Mereka tertawa karena merasa konyol, karena menurut kelompok tersebut, diamnya Husgar Vize di sebabkan tidak bisa mengerti bahasa mereka yang menandakan Husgar Vize berasal dari Planet atau bahkan Galaksi dengan teknologi rendah.


"Dia benar-benar bukan berasal dari Dimensi Semesta. Meski dia menutupi diri dengan baju perang, tetapi terlihat kulit halusnya yang menandakan dia bukan berasal dari Dimensi Semesta. Mungkin dagingnya lembut dan nikmat. Aku ingin memakannya." Salah satu dari kelompok tersebut berbicara. Mendengar kawannya berbicara demikian, tanpa ragu lagi teman di sekitarnya melesat menyerang Husgar Vize.


Pertarungan terjadi, Husgar Vize memberikan serangan api sebelum beberapa makhluk tersebut sampai untuk menyerang Husgar Vize. Serangan api Husgar Vize seolah menjadi lelucon bagi mereka, hal itu terlihat dari cara mereka menghadapi serangan api Husgar Vize. Bukannya menghindar atau menangkis dengan tangan atau benda apapun sebagai perisai. tetapi mereka malah seolah sengaja menerima serangan tersebut dengan memberikan bagian kepala untuk memecah serangan api yang terlihat seperti tembakan.


buk buk tag buk dag dag bug tag, suara pukulan beradu dengan pukulan bahkan sesekali Husgar Vize terkena pukulan langsung. Husgar Vize yang di keroyok oleh beberapa makhluk dari kelompok penguasa wilayah tersebut benar-benar kewalahan. kecepatan serangan mereka memang masih kalah cepat dengan kecepatan serangan Husgar Vize, tetapi dengan banyaknya jumlah makhluk tersebut dan semakin lama semakin bertambah, membuat Husgar Vize tidak dapat menahan setiap serangan.


Setiap kali Husgar Vize dapat merobohkan satu makhluk tersebut, makhluk lainnya telah datang untuk mengganti mengeroyok Husgar Vize. Pertempuran langsung tersebut tetap di nikmati oleh Husgar Vize meski telah mendapat banyak pukulan. Melihat jumlah makhluk dalam kelompok tersebut yang kini mencapai ratusan, memaksa Husgar Vize untuk lebih serius dan menjaga jarak.


"Jika kalian tahan dengan api, apa kalian juga tahan dengan benda tajam?" Husgar Vize berbicara kepada mereka semua. Dengan menggerakkan tangannya, logam-logam yang di pakai di seluruh tubuh makhluk-makhluk dari kelompok tersebut terlepas dari tubuh mereka dan melayang mengitari Husgar Vize. Logam-logam yang kini di kendalikan Husgar Vize, berubah bentuk menjadi berbagai senjata dengan ujung-ujungnya yg sangat tajam.


Jika kalian ingin bermain-main, aku akan dengan senang hati mengikuti permainannya. Ratusan logam tajam terus mengitari Husgar Vize. Dengan keadaan tersebut, makhluk-makhluk penguasa wilayah tersebut mulai berfikir, siapa sebenarnya makhluk asing yang mereka hadapi.


Melihat pasukannya yang mulai nampak ragu untuk menyerang, pemimpin kelompok tersebut memberikan perintah untuk menyerang, karena ini adalah wilayah mereka dan tetap harus di pertahankan. Sifat yang tidak menyukai wilayahnya di tempati makhluk lain meski hanya melintas, membuat mereka tidak berfikir lagi untuk menyerang ketika mendapat komando untuk menyerang. Jumlah mereka yang kini terus bertambah, juga membuat mereka semakin berani.


Sudah tidak terhitung lagi berapa makhluk yang kehilangan nyawa dengan berbagai bentuk luka dan potongan tubuh. Semakin banyak golongan mereka terbunuh, seakan menjadikan tambahan semangat untuk yang lainnya. Banyaknya makhluk penguasa wilayah tersebut yang mati, bukannya mengurangi jumlah mereka. Jumlah yang terus bertambah dengan makhluk kelompok penguasa wilayah tersebut yang terus berdatangan ke pusat pertempuran, membuat Husgar Vize harus tanpa henti membunuh mereka semua yang kini semakin brutal.


Jluw jluw jluw jluw. Tembakan laser menuju Husgar Vize. Saat tembakan tersebut mendekat, Husgar Vize baru menyadari jika ada peluru laser mengarah padanya. Dengan spontan logam-logam yang mengitari Husgar Vize, bergerak merapat guna menghalau tembakan tembakan laser. Mengetahui kelompok di belakangnya telah menghujani Husgar Vize dengan tembakan laser, kelomlok yang sebelumnya mulai bergerak mundur untuk melindungi kelompok penembak laser dari serangan balasan yang mungkin di lakukan Husgar Vize.


"Makhluk Dimensi waktu sudah memiliki teknologi laser!! Teknologi yang sangat maju." Husgar Vize membatin yang terus menghalau tembakan-tembakan laser yang terus mengarah padanya.


Mustofa yang terus menggunakan kecepatan maksimalnya mengejar Husgar Vize, kini sudah dapat melihat Husgar Vize di kejauhan yang sedang bertahan dari serangan tembakan laser. Terlihat juga kerumunan ratusan bahkan kini mulai bertambah hingga ribuan makhluk berada tidak jauh dari Husgar Vize dan terus menembaki Husgar Vize dengan peluru laser. Dalam penglihatan Mustofa yang dari kejauhan, juga melihat ribuan makhluk-makhluk penguasa wilayah tersebut terus berdatangan, ribuan makhluk dari arah belakang kerumunan makhluk yang terus menembaki Husgar Vize.


Tidak ingin terjadi apa-apa kepada Husgar Vize yang kini masih terus bertahan dengan logam-logam yang semakin rapat menutupi Husgar Vize dari arah datangnya tembakan, Mustofa mulai mengedarkan panas mengarah ke kelompok tersebut. Semakin dekat Mustofa, semakin panas daerah tersebut.


Beberapa saat kemudian, Mustofa telah berada di samping Husgar Vize. Makhluk-makhluk yang tidak menggunakan baju perisai di tubuhnya lagi, tidak dapat menahan panas yang di keluarkan oleh Mustofa, mereka semua mati terbakar menjadi abu. Sedangkan peluru laser dengan cepat lenyap saat semakin dekat mengarah ke Husgar Vize dan Mustofa.


"Roh penjaga inti api melindungi makhluk asing itu!! Dia juga dapat menahan panas edar dari roh penjaga inti api. Siapa dia sebenarnya!!" Salah satu makhluk tersebut berbicara kepada yang lain. Tetapi, pertanyaan tersebut tidak ada yang bisa menahan.


Telekinesis, Kita harus pergi dari sini. Jika kita tetap berhadapan dengan mereka semakin lama, aku khawatir kita tidak lagi dapat menahan dan memiliki kesempatan untuk pergi. Sebab semakin lama, yang keluar menghadapi kita, akan semakin kuat dan brutal. Jumlah mereka yang sangat banyak, juga akan menguras tenaga kita. Mereka akan terus datang bagaikan Hujan tanpa henti.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™