
Mustafa menciptakan kilatan api hingga seperti sebuah kilatan cahaya petir. bersamaan dengan hilangnya kilatan api, Husgar Vize di bawa pergi oleh Mustofa menjauh dari tempat tersebut.
"Roh penjaga inti api sialan, dia membawa pergi buruan kita. Dengan keadaan pasukan ini, hanya akan menjadi permainan roh penjaga tersebut." salah satu makhluk penguasa wilayah tersebut berbicara dengan memukulkan tangannya ke tangan yang lain.
"Ada apa di sini!! Mengapa baru saja ada kilatan api roh penjaga inti api!!" Salah satu komandan tertinggi makhluk penguasa wilayah tersebut tiba-tiba datang ke lokasi yang baru saja terjadi pertempuran. mencium bau abu mayat kelompoknya, komandan tertinggi tersebut dengan emosi meneriakkan roh penjaga inti api.
"Tidak ada yang bisa melakukan hal ini selain roh penjaga inti api. Apa mereka akan memulai perang dengan makhluk-makhluk lain? Pasti mereka mempunyai alasan hingga harus meninggalkan inti api yang mereka jaga." Komandan tertinggi tersebut berbicara sendiri, tetapi suaranya dapat di dengar oleh siapapun yang berada di sana.
"Roh penjaga inti api melindungi makhluk asing tuan." Salah satu pasukannya memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan komandan tertingginya.
"Telekinesis, ternyata sudah sampai di tahap ini. Hal ini tidak boleh di biarkan, atau kita akan terkurung lagi di Dimensi Semesta ini. Aku sudah terlanjur senang dapat bermain di Alam Semesta." Komandan tertinggi kelompok tersebut berucap.
"Aku akan melaporkan ini ke dewan tingkat tinggi." Setelah berkata demikian, Komandan tersebut pergi dari lokasi tersebut menuju Planet pusat kelompok tersebut untuk menemui dewan tingkat tinggi.
****
Mustofa yang terus membawa Husgar Vize merasa khawatir dengan dampak yang akan di timbulkan oleh pertarungan yang telah menewaskan banyak makhluk dari kelompok tersebut.
"Husgar, di Dimensi Semesta sangat berbeda dengan Alam Semesta." Setelah cukup jauh dan Mustofa sudah merasa berada di tempat aman. Mustofa berhenti dan mulai berbicara kepada Husgar Vize.
"Tadi kamu sudah mengatakan itu. Di Dimensi Semesta sangatlah berbahaya. Aku sudah sedikit merasakan." Dengan santai karena belum mengetahui aturan di Dimensi Semesta.
Mustofa menggelengkan kepalanya menanggapi jawaban Husgar Vize. Mustofa mengatakan tentang fase Dimensi Semesta Sebelumnya kepada Husgar Vize dan kini Dimensi Semesta yang telah kacau akibat ulah Segiova dan Gulgara, membuat semua kasta dapat berpindah fase Dimensi Semesta sesuka hati. Kasta terendah juga bisa memasuki fase Dimensi Semesta yang di kuasai kasta tertinggi.
Jika di Alam Semesta, 3 fase seperti berjajar lurus. Untuk bisa ke fase Semesta Pemusnahan jika dari fase Semesta Penciptaan, maka harus melewati fase Semesta pengembangan terlebih dahulu baru dapat ke fase Semesta pemusnahan. Itu pun harus melewati jarak yang sangat jauh di setiap fase. Lain halnya dengan Dimensi Semesta, 3 fase seperti sebuah lingkaran. Tiap fase memiliki titik temu di tengah lingkarannya dan memiliki pembatas di sisi sisi yang berbeda satu sama lain yang tidak sejauh fase di Alam Semesta.
Tetapi kini lubang dimensi yang semakin banyak dan tidak terkunci oleh inti api, membuat roh hitam dan sebagian roh merah menjadi brutal untuk melewati lubang-lubang tersebut untuk memasuki Alam Semesta. Kelompok-kelompok roh hitam dan sebagian kelompok roh merah membuat wilayah mereka sendiri untuk mengamankan dan menjaga lubang dimensi yang berhasil mereka kuasai.
Saat ini, kelompok yang memiliki lubang dimensi, selalu mengamankan wilayah sekitar lubang dimensi dan akan membunuh siapapun yang melewati batas wilayah mereka. Makhluk Dimensi Semesta yang secara alami memiliki fisik lebih kuat dari pada makhluk Alam Semesta, membuat mereka ingin menguasai Alam Semesta. Dalam 1000 tahun Dimensi Semesta lubang dimensi akan terbuka, hal itu sama dengan 16,5 menit waktu Alam Semesta. Kekacauan ini sudah berlangsung hampir belasan juta tahun Dimensi Semesta yang lalu.
"Telekinesis, Dimensi Semesta bukan hanya sedikit berbahaya. Tetapi sangat berbahaya bagi dirimu yang di anggap makhluk asing. Terlebih lagi jika makhluk-makhluk Dimensi Semesta mengetahui jika anda adalah calon Telekinesis yang sudah menguasai puncak pengendalian logam. aku hampir bisa memastikan jika anda akan menjadi incaran dari makhluk-makhluk Dimensi Semesta."
"Di Dimensi Semesta juga sangat banyak makhluk-makhluk kuat. bahkan ada makhluk yang setara dengan Jendral dari Segiova ataupun Gulgara. Ingat lah tujuanmu melewati Dimensi Semesta hanya agar dapat memotong waktu untuk mengumpulkan inti api. Jadi lebih baik dan sebisa mungkin menghindari pertempuran." Mustofa yang merasa memiliki tanggung jawab untuk melindungi Telekinesis merasa keberatan jika Husgar Vize lebih meladeni sebuah pertempuran.
"Aku tidak mencari pertempuran di sini. Tetapi jika memang harus melakukan pertempuran, aku tidak akan menolaknya. Jika kamu merasa diriku membebanimu, kamu boleh meninggalkanku. Aku akan melakukan perjalanan sendiri." Husgar Vize yang tidak ingin terlalu di manjakan, merasa keberatan dengan cara Mustofa meski sebenarnya untuk kebaikan Husgar Vize.
Mustofa menghembuskan nafas panjang mendengar perkataan Husgar Vize yang keberatan dengan caranya yang terlalu protek terhadap orang yang di anggap Mustofa dapat mengembalikan keadaan Semesta dengan seharusnya.
"Aku rasa aku memang terlalu egois. Ini adalah hidupnya, aku hanya perlu mendampinginya serta melindunginya tanpa harus mengekang alur dan jalan hidupnya. Takdir yang akan menentukan nasibnya." Mustofa membatin dalam hatinya.
"Arah inti api terdekat ke sini. ayo ikuti aku Telekinesis." Mustofa mencairkan suasana dan mengajak Husgar Vize ke arah inti api terdekat.
Tanpa menunggu waktu lama lagi, Husgar Vize mengikuti Mustofa yang sudah menunggunya untuk ikut bergerak terbang ke arahnya. Perjalanan mereka berdua kini kembali di lanjutkan bersama.
Perjalanan panjang dan membosankan terus mereka lalui hingga mereka melihat sebuah planet dan berniat untuk singgah dan sekedar untuk beristirahat serta mengisi perut. Saat Hushar Vize dan Mustofa mendekati Planet tersebut, mereka telah di sambut oleh sebuah pesawat sesaat sebelum mereka memasuki ruang udara langit Planet tersebut.
"Ada kepentingan apa, hingga sosok roh putih penjaga inti api berniat untuk singgah di Planet Ini? Serta siapa makhluk yang bersama anda?" Salah satu prajurit keluar dari pesawat dan bertanya ke pada Mustofa yang berdiri di sebelah Husgar Vize.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ