
Cara mundur yang di lakukan oleh Husgar Vize bertujuan untuk mengelabui lawan jika mereka secara perlahan melakukan pergerakan mundur yang bertujuan untuk mempercepat bantuan datang ketika ada serangan. Cara tersebut juga bertujuan agar musuh tidak langsung datang menyerang ketika mengetahui mereka melakukan pergerakan mundur.
****
Sisa pasukan dari roh hitam dan roh merah yang sebelumnya pergi untuk mundur merasa kecewa karena mereka tidak berhasil memancing pasukan penjaga Galaksi Api Gal untuk mengejar dan mengikuti mereka. Sebab roh hitam telah mempersiapkan jebakan yang di peuntukkan kepada pasukan penjaga Galaksi Api Gal yang mengikuti dan mengejar mereka.
Terlihat dalam barisan terdepan pasukan roh hitam terdapat makhluk yang sangat mencolok dan memiliki ciri khas tersendiri dari pada yang lain. makhluk-makhluk tersebut adalah roh penjaga inti api yang telah terpengaruh dan tertipu daya oleh Segiova dan Gulgara.
Ratusan ribu pasukan telah siap menyerbu Galaksi Api Kembar, terutama Galaksi Api Gal yang sudah menyisakan satu pertahanan lagi untuk benar-benar bisa masuk ke Galaksi Api Gal dan melakukan ambisinya untuk memiliki celah dimensi lebih banyak. Galaksi Api Gal yang memiliki bintang dengan inti api terbanyak, juga memiliki celah dimensi yang banyak pula.
Untuk melancarkan serangan yang besar, roh hitam berambisi untuk memiliki celah dimensi sebanyak mungkin. Sebab, celah di setiap celah dimensi hanya bisa mengirim 1 roh atau makhluk tiap 1000 tahun Dimensi Semesta. Dengan menguasai Galaksi Api Kembar yang memiliki ratusan celah dimensi, itu artinya dapat mengirim ratusan roh tiap 1000 tahun.
Jendral yang memimpin penyerangan ke Galaksi api kembar memberi perintah untuk menyerang. Bersamaan dengan perintah tersebut, ratusan ribu pasukan roh hitam dan roh merah bergerak dengan meneriakkan teriakan penyemangat untuk satu sama lain dan bergerak menuju pertahanan terakhir Galaksi Api Gal sebelum dapat menduduki atau menyerang Planet terluar dari Galaksi Api Gal.
Husgar Vize yang merasakan pergerakan dari ratusan ribu pasukan musuh, mulai mengeluarkan aura roh yang di miliki. Aura roh yang sangat mendominasi, bahkan membuat bulu kuduk semua roh yang bersama Husgar Vize berdiri. Bahkan Mustofa yang hampir selalu bersama dengan Husgar Vize juga terkejut dan ikut merinding.
"Aura roh apa ini...? Apakah ini Aura roh seorang Telekinesis...? Dia baru berada di satu puncak kekuatan istimewanya, sedangkan kekuatan apinya masih jauh dari puncak pengendali api. Meski sudah bisa di katakan memiliki kekuatan pengendali api tingkat tinggi. Tapi... Tapi... Aura ini sungguh menakutkan. Aku sampai sempat kehilangan nyali untuk mengeluarkan Aura rohku. Aura roh yang sangat berbeda." Mustofa bergumam dan berbicara pada dirinya sendiri.
Merasakan Husgar Vize dengan Aura roh yang sangat mendominasi, membuat semua pasukan roh penjaga Galaksi Api Gal paham jika ini sudah waktunya untuk bersiap kembali berperang. Pandangan Husgar Vize yang jauh menatap kedepan dengan tajam. Membuat tidak ada yang berani untuk bertanya kepada Husgar Vize dan langsung menempati posisi formasi yang sudah di katakan oleh Husgar Vize sebelumnya.
Husgar Vize dan Mustofa, serta 10 pasukan penjaga Galaksi Api Gal terkuat berdiri di barisan depan menunggu kedatangan pasukan roh hitam dan roh merah yang akan datang menyerang. Sedangkan Puluhan ribu pasukan lainnya juga berbaris di belakang Husgar Vize, Mustofa dan 10 roh pasukan penjaga Galaksi Api Gal terkuat. Puluhan ribu pasukan berbaris membentuk seperti ujung tombak yang berlapis-lapis dari yang terkuat hingga terlemah berada di baris paling belakang dengan membentuk beberapa kelompok barisan.
Tidak ada yang tau jumlah pasukan musuh yang akan datang kecuali Husgar Vize. Sehingga, semua pasukan dalam kewaspadaan tinggi dengan rasa penasaran yang sangat teramat besar. Tetapi mental mereka telah di doktrin dengan penyemangat yang di berikan oleh Husgar Vize. Terlebih lagi, ketika mereka semua merinding merasakan aura roh yang di pancarkan oleh Husgar Vize.
Saat pasukan roh hitam dan roh merah mulai terlihat dan semakin lama semakin banyak. Pasukan musuh yang terlihat kini sudah 3 kali lebih banyak dari pasukan Husgar Vize dan masih terus bertambah. Pasukan Penjaga Galaksi Api Gal sudah mulai ada yang merinding dengan kaki bergetar. Husgar Vize sebagai pemimpin pasukan, tidak ingin mental pasukannya menurun atau bahkan hilang.
"Semua tenang, tidak ada yang boleh mundur. Satu dari kalian mundur, sama halnya kalian mengorbankan ratusan barisan kalian untuk mati." Ucapan Husgar Vize sementara ini cukup menahan pasukan yang awalnya ingin lari meninggalkan barisan.
Hingga saat pasukan musuh yang terlihat telah mencapai 10 kali dari pasukan Husgar Vize dan masih terus bertambah. Benar-benar membuat mental banyak pasukan mulai jatuh hingga mereka tidak dapat menahan beban tubuh mereka sendiri karena kaki dan lutut mereka seolah lemas. Setiap komandan kelompok barisan menyemangati dan saling memberi rasa percaya diri antara satu sam lain agar mereka bisa lebih siap dan semangat.
Dengan Jarak yang sudah semakin dekat, lari dan keluar dari barisan, seolah sama saja dengan bunuh diri. Sebab akan lebih mudah menjadi sasaran pengejaran dan lebih mudah di lumpuhkan. Tanpa memiliki pilihan lain selain melawan dengan sekuat tenaga, mereka mulai mengangkat senjata dan mengedarkan aura roh masing-masing. Aura roh yang di pancarkan oleh pasukan yang masih memiliki sedikit keberanian, menjadi pelecut penyemangat bagi pasukan yang sebelumnya lesu.
Satu persatu pasukan yang sebelumnya berlutut karena lemas ketakutan. kini mulai bangkit dan mengangkat senjatanya dengan terpaksa.
Husgar Vize melihat pasukan penjaga Galaksi Api Gal yang tidak memiliki pilihan selain berperang yang hanya memiliki mental rapuh, tersenyum bangga dan senang. Sedangkan Mustofa yang kini selalu memperhatikan Husgar Vize dengan keheranan. Semakin di buat heran dengan senyum Husgar Vize yang menurut Mustofa adalah hal tidak masuk akal. Teresenyum dengan senyuman bangga di saat pasukan mengalami penurunan mental secara drastis.
Setelah Husgar Vize tersenyum dengan melihat barisan pasukan penjaga Galaksi Api Gal yang tetap utuh, Husgar Vize melesat maju ke arah datangnya pasukan roh hitam dan roh merah. Melihat Husgar Vize yang melesat maju sendiri, Jendral roh merah yang sebelumnya menjadi komandan pasukan penjaga Galaksi Api Gal, akan melesat mengikuti Husgar Vize. Tetapi hal tersebut di hentikan oleh Mustofa. "Tidak ada perintah untuk mengikutinya, sebaiknya kita tetap berada di sini. Aku yakin, Telekinesis memiliki rencana yang tidak di sampaikan kepada kita."
Husgar Vize yang melesat maju sendiri. membuat pasukan musuh sempat bingung dan merasa aneh. Tetapi mereka tidak terlalu memikirkan keanehan tersebut. Mereka semakin di buat bersemangat dengan ingin menjadi pembunuh yang pertama dalam pertempuran tersebut.
"Sesuai dengan perkiraanku." Husgar Vize membatin dalam hatinya.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ