Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kerugian Pasukan Diamond


"Ini jebakan, mundur..." teriak salah satu Komandan dari Planet Matahari yang juga terdengar oleh orang orang yang berada di ruang kendali ke empat pesawat Diamond karena menggunakan alat komunikasi


Belum sempat mereka semua menyadari maksud dari teriakan itu.


Duuuuaaaaaaaahhhhhrrrrr....


Dentuman ledakan sangat keras menyebar hingga puluhan ribu kilo meter.


Ledakan dari ratusan rudal di ruang nuklir pesawat Zoxi yang telah di siapkan sedemikian rupa, penggabungan dari rudal dan kedua inti nuklir tersisa di pesawat Zoxi yang di sulap menjadi hulu ledak karena berada di sebelah ratusan rudal langsung.


Kedua pesawat diamond planet Matahari yang tanpa perisai pertahanan karena telah mengikatkan diri ke pesawat zoxi, ikut hancur berkeping-keping keping.


Sedangkan dua pesawat pengejar lainnya terpental jauh dan mengalami kerusakan sangat parah.


Bahkan pesawat Diamond yang mendampingi pesawat Diamond Jendral Boby dengan seorang Komandan yang menjadi pimpinannya, mengalami kerusakan sangat fatal, karena perisai pelindung Diamond hancur.


Selain lubang yang sangat besar seperti membelah pesawat Diamond dan menghisap apapun yang ada di dalam untuk keluar ke luar angkasa, pintu pintu sekat otomatis juga rusak, sehingga tidak dapat memisahkan ruangan yang lubang dengan ruangan aman.


Sehingga apapun yang berada di dalam pesawat Diamond tersedot ke luar angkasa, meski banyak ruang ruang yang memang terdapat pintu dan tertutup dari awal, sekarang tidak bisa terbuka dan mengunci yang berada di dalam.


"Komandan, apakah anda baik baik saja...?"


"Hanya beberapa luka, tapi aku masih bisa mengendalikan tubuhku." ucap Komandan tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi...?"


Berusaha Mengingat dengan memegang kepalanya yang sakit dan mengeluarkan darah lalu melihat ke arah luar angkasa yang terlihat hanya puing puing kehancuran tiga pesawat sebelumnya dan ribuan prajurit yang terombang ambing di luar angkasa.


"Apakah Jendral Boby baik baik saja...?" tanya seorang Komandan.


"Saluran komunikasi kita terputus Komandan."


"argh... Bagaimana bisa begini..." dengan raut wajah marah dan kesedihan terpancar jelas.


Orang orang planet Matahari yang tersedot keluar angkasa yang sebelumnya mengalami benturan benturan keras banyak yang tidak mati, itu karena tulang mereka yang istimewa dan langsung mengurung mereka dengan perisai cahaya kecuali yang berada di tempat ruangan yang berlubang karena langsung terdampak oleh ledakan yang teramat dahsyat.


Tetapi dengan keberadaan mereka yang ada di luar angkasa, perisai itu bagaikan kurungan kematian mereka, udara yang terbatas di dalam perisai dan tidak dapat menuju pesawat kembali karena terombang ambing di angkasa yang hampa tanpa udara, mereka hanya akan menunggu udara di dalam perisai habis dan akan mati dengan tersiksa kehabisan udara.


Satu persatu prajurit itu tewas dengan tersiksa karena kehabisan udara, pemandangan yang sangat mengerikan bagi orang orang yang masih berada di dalam pesawat, kematian yang berada di depan mata bagi mereka yang belum kehabisan udara membuat mereka frustasi, bahkan mereka yang masih hidup di dalam perisai dan tidak ingin kematian yang tersiksa, mereka mengeluarkan pistol atau pisau yang masih melekat di seragam mereka dan mengakhiri kematian mereka dengan lebih cepat.


Pemandangan yang tidak pernah terfikirkan oleh mereka yang masih berada di dalam pesawat Diamond Planet Matahari.


"Apa yang harus kita lakukan Komandan...?" ucap seorang Prajurit memecah lamunan semua orang di dalam ruang kendali utama pesawat tersebut.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, dengan mesin mati dan hampir semua sistem juga mati." ucap Komandan itu dengan suara dan raut wajah lesu.


"Kita benar benar masuk perangkap pasukan terakhir PlanetTin-Go." suara lirih yang penuh kesedihan terdengar oleh prajurit di ruangan tersebut dan benar benar menjatuhkan mental prajurit di ruangan tersebut.


"Hhaaarrrrkkk..." bruk...


Komandan tersebut telah menggorok lehernya sendiri dengan sebilah pisau yang berada di pinggangnya lalu terjatuh dengan bersimbah darah yang bercahaya karena darahnya terkena udara langsung yang keluar dari luka di lehernya lalu cahaya itu menghilang menandakan pemlik tubuh benar benar telah mati atau partikel partikel dalam darah yang mati.


Kejadian itu sungguh mengejutkan semua prajurit, tetapi tindakan itu benar benar menghancurkan mental prajurit.


Keadaan yang sungguh sungguh mencekam dan menakutkan dengan fikiran kacau balau pada semua prajurit.


Karena mental yang telah hancur, beberapa prajurit mengikuti cara Komandan mereka, lebih baik mati dengan cepat, dari pada mati tersiksa.


**Di tempat terpisah**


Kondisi pesawat Diamond yang di gunakan Jendral Boby benar benar berantakan karena guncangan yang sangat dahsyat yang ditimbulkan akibat ledakan rudal dan inti nuklir Zoxi, dimana lambung pesawat bagian bawah berlubang cukup besar karena sebelumnya pesawat yang di tumpangi Jendral Boby berada di atas Zoxi.


Beruntung sistem di pesawat Diamond tersebut jauh lebih istimewa karena memang pesawat tersebut hanya khusus oleh para Jendral sehingga tidak mengalami kerusakan karena perisai yang pecah di bagian bawah tidak menimbulkan dampak langsung kepada bodi yang tidak terlindungi oleh perisai dan hanya berupa lubang cukup besar.


Dengan cepat perisai tersebut menutup kembali sehingga tidak menimbulkan kerusakan seperti pesawat pengejar yang di pimpin oleh seorang komandan.


"Sayang, apakah kamu baik baik saja...?" menanyakan kepada Komandan Hita penuh kasih sayang dan khawatir serta membantunya berdiri.


"Aku baik baik saja, hanya saja lengan kananku serta kepala sedikit lebam..."


"Benar benar K*R*NG*J*R pasukan terahir planet Tin-Go...!!" dengan emosi karena orang yang di cintai mengalami luka lebam dan kemungkinan cakram perisai sinmi hilang terlempar jauh entah kemana atau bahkan ikut hancur.


"Komandan Karava...!" memanggil seorang Komandan masih dengan emosi”


"Si-siap jendral..."


Komandan Karava mencoba berdiri dan menahan sakit karena kakinya terbentur besi dengan raut wajah takut kepada Jendral Boby.


"Cepat pimpin pasukan untuk menyisir mencari cakram berkode Sinmi..." dengan wajah tidak bersahabat Jendral Boby memerintah.


"Siap jendral..." langsung berlalu meninggalkan ruang kendali utama.”


"Whuss... Whuss..." suara pesawat pesawat kecil keluar dari pesawat Diamond.


Ribuan pesawat kecil melesat menuju pusat ledakan dan daerah terdampak yang menandakan adanya puing puing pesawat yang telah hancur, mereka semua mencari keberadaan cakram berkode sinmi, tiba tiba seorang prajurit memanggil Komandan Karava.


"Komandan, ini..."


Dengan kecepatan penuh Komandan Karava menuju lokasi prajurit yang memanggilnya.


"Apaa...!!" dengan wajah terkejut Komandan Karava memandang ribuan prajurit Planet Matahari yang sudah tewas dengan wajah membiru, menandakan mereka tewas karena kehabisan nafas.”


"Apa yang terjadi di sini, kenapa mereka tidak di selamatkan sebelum kehabisan nafas."


Tiba tiba prajurit lain memanggilnya juga.


"Komandan Karava, ini salah satu pesawat diamond..."


Komandan Karava langsung menuju lokasi prajurit memanggil dengan menanggalkan lamunannya karena ribuan mayat melayang layang di luar angkasa, setelah sampai di tempat prajurit tersebut.


Komandan Karava lagi lagi di buat kaget dan ternganga, karena terkejut dengan apa yang dia lihat, sebuah pesawat yang cukup besar dan dia kenali.


"I-itu pesawat Diamond..." Ba-bagaimana bisa perisai pesawat Diamond bisa hancur...


Komandan Karava benar benar kaget karena pesawat Diamond yang dia tumpangi tidak rusak dan sehancur pesawat itu dan perisai yang memang sebelumnya berlubang tapi menutup kembali dengan cepat.


"Apa yang harus kita lakukan Komandan...?" pertanyaan prajurit memecah lamunan Komandan Karava yang sedang dengan mulut ternganga karena keterkejutan yang luar biasa, tidak percaya dan merasa mustahil, karena pesawat Diamond adalah pesawat nomor dua terkuat setelah kapal induk planet Matahari.


Menurut sepengetahuannya tanpa di ketahui perbedaan pesawat Diamond yang di pimpin oleh seorang Jendral, seorang Komandan dan diamond yang di gunakan prajurit biasa memiliki kualitas berbeda, dengan kata lain pesawat Diamond yang di pimpin seorang komandan adalah pesawat nomor tiga terkuat.


"Dengan pengalaman perang ratusan kali yang selalu di menangkan, baru pertama kali aku melihat pesawat diamond yang tetap menggunakan perisai rusak parah bahkan bisa di katakan hancur seperti ini." ucap Komandan Karava dengan keheranan.


Menjadikan para prajurit yang sebelumnya tidak memahami kekuatan sebenarnya dari pesawat Diamond juga ikut ternganga dan bersyukur karena tidak berada di dalam pesawat tersebut.


"Kerahkan dua ratus pesawat kecil untuk memeriksa kedalam pesawat pengejar dan periksa secara seksama, yang lain tetap mencari cakram berkode sinmi." melepas lamunannya sendiri dengan memerintah prajurit melakukan tugasnya.


Tiga puluh dua jam berlalu, tetapi pencarian tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan, hanya dua ratus pesawat yang sebelumnya di tugaskan menyusuri pesawat Diamond menemukan belasan prajurit yang masih selamat dan hampir kehabisan nafas karena sirkulasi udara di ruangan benar benar tidak ada.


"Sudah tiga puluh dua jam mencari dan menyisir sampai empat ribu kilometer dari pusat ledakan tapi tidak ada tanda tanda keberadaan cakram berkode sinmi." Komandan Karava berbicara dalam hatinya.”


Dengan menekan tombol berwarna kuning di depan kemudi yang menandakan harus berkumpulnya pasukan yang Komandan Karava pimpin.


Setelah semua pasukan berkumpul di tempat Komandan Karava berada.


"Apakah ada yang menemukan tanda tanda keberadaan cakram berkode sinmi...?"


"Saya tidak menemukannya Komandan."


Ribuan prajurit menjawab dengan waktu hampir bersama.


"Baiklah, kita kembali ke pesawat utama..." menyebut pesawat Diamond yang di pimpin oleh Jendral Boby, dengan wajah pucat dan takut karena masih teringat jelas raut wajah Jendral Boby yang penuh kemarahan


"jreess..." pintu ruang kendali utama pesawat Diamond terbuka dan Komandan Karava memasuki ruangan.”


"di mana Jendral Boby..." tanya Komandan Karava yang tidak melihat keberadaan Jendral Boby kepada salah seorang prajurit.


🙏🙏 mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favorit😍💕 🙏🙏