
Mustofa tercengang melihat kemampuan Husgar Vize. Pertempuran yang mereka lewati selama dua puluhan hari, dapat di selesaikan oleh Husgar Vize hanya dengan satu serangan. Mustofa kini semakin tertarik dengan kemampuan Husgar Vize.
Setelah yakin tidak ada pasukan khusus roh hitam yang tersisa, Mustofa menghampiri Husgar Vize yang kini terlihat lemah. Dengan dibantu Mustofa, Husgar Vize duduk di tumpukan berbagai elemen yang awalnya adalah tubuh dari ribuan pasukan khusus roh hitam yang kini menggumpal seperti meteor. Di tempat mereka berdua duduk, Mustofa bertanya kepada Husgar Vize tentang mengapa dirinya tidak menggunakan kemampuan yang baru saja dia gunakan di awal pertempuran.
"Rahasia!!" Dengan suara santai penuh arti, Husgar Vize menjawab pertanyaan Mustofa.
Hal yang tidak boleh terungkap kepada siapapun. Sebab yang di pergunakan Husgar Vize adalah jurus terlarang. Jurus yang pernah di tunjukkan oleh Udirdagch ketika mendapat serangan dari sosok misterius yang sampai menewaskan Jendral kembar pengendali logam, Jendral Altan dan Jendral Alban. Setelah kejadian hari ini pula, Husgar Vize baru mengerti dengan piringan hitam yang terlihat seperti logam tetapi tidak dapat di kendalikan oleh pengendali logam. Piringan energi roh.
Itu sebabnya tidak ada pengendali logam yang mampu mengendalikan piringan hitam yang terlihat seperti logam. Sebab piringan hitam tersebut adalah energi roh yang hanya dapat di halau oleh energi roh yang lain. Beruntung pengendali logam memiliki Udirdagch yang memiliki jurus terlarang puncak pengendali logam. Tentu di namakan jurus terlarang karena memiliki konsekuensi jika memakainya. Setiap penggunaan jurus terlarang puncak pengendali logam memiliki konsekuensi berkurangnya usia pengguna jurus terlarang tersebut.
Ketika Udirdagch menyampaikan dan memberi tahu cara penggunaan jurus terlarang puncak pengendali logam yang menyatukan butiran butiran logam dalam tubuh seseorang sesuai dengan kriteria tipe bagian tubuhnya. Udirdagch kala itu menyampaikan, menyatukan butiran logam jaringan naga dalam tubuh oleh puncak pengendali logam, dapat mengurangi usianya selama 1 tahun. Semakin banyak makhluk yang di bunuh oleh puncak pengendali logam dengan jurus terlarang puncak pengendali logam, sama saja dengan memendekkan usianya sendiri.
"Seharusnya dengan terbunuhnya 4000an pasukan khusus roh hitam, aku juga akan ikut mati, tapi kenapa aku masih hidup? Padahal rata-rata makhluk Planet Tin-go hanya ada pada kisaran 300an tahun. Apakah yang di katakan Udirdagch tidak benar? Tapi itu tidak mungkin. Rahasia apa sebenarnya dari jurus terlarang puncak pengendalian logam? Apakah usiaku sebenarnya dapat mencapai ribuan tahun?" Husgar Vize berbicara sendiri di dalam hati, hingga Mustofa melihat Husgar Vize sedang melamun karena berbicara sendiri di dalam hati.
"Apa yang sedang kamu fikirkan? Sampai kamu di buat melamun." Mustofa menegor Husgar Vize yang sedang berbicara dalam hati. Mendapat teguran dari Mustofa yang membuyarkan lamunannya, Husgar Vize hanya tersenyum canggung pada Mustofa.
"Kita sudah cukup lama keluar jalur. Jadi kita akan ke mana saat ini? Aku ingin cepat menyelesaikan semua ini dan kembali ke duniaku, Alam Semesta." Husgar Vize berucap kepada Mustofa untuk melanjutkan tujuan awal mereka yang akan mengambil ke 499 inti api tersisa.
"Tidak perlu terburu-buru Husgar, Selambat apapun kita di Dimensi Semesta, Secepat-cepatnya di Alam Semesta. Perlu Telekinesis ingat, 1 tahun di Dimensi Semesta sama dengan 1 detik di Alam Semesta." Mustofa mengingatkan kembali kepada Husgar Vize.
"Aku melupakan itu," tampak di raut wajah Husgar Vize sedang berfikir.
"Ada apa denganmu Telekinesis? Kamu kembali melamun? Apa yang sedang kamu fikirkan?" Mustofa yang melihat Husgar Vize melamun lagi, kembali bertanya dengan lebih banyak pertanyaan penasarannya. Tetapi lagi-lagi Husgar Vize hanya menjawab dengan senyuman. Senyuman yang lebih lebar dari sebelumnya, hingga memperlihatkan gigi depannya.
"Sekarang kita kembali ke topik lagi. Kita akan kemana sekarang." Husgar Vize mengalihkan pembicaraan agar Mustofa tidak menanyakan kembali apa yang sudah dia fikirkan. Mustofa yang sebenarnya mengetahui jika Husgar Vize tidak ingin menjawab pertanyaannya dan mencoba mengalihkan pembicaraan. Mustofa yang tidak ingin memaksa jika memang menurut Husgar Vize, Mustofa tidak perlu mengetahui apa yang sedang di fikirkan.
"Lebih baik kita melewati jalur aman dan tidak perlu terburu-buru. Sebab yang di butuhkan kita saat ini adalah berdiam di sebuah planet untuk beristirahat dan merebahkan tubuh." Mustofa yang sudah merasa kelelahan, sangat mengimpikan untuk dapat merebahkan tubuhnya hingga puas. Husgar Vize mengiyakan apa yang di katakan Mustofa. Sebab, kini dia tidak ingin menimbulkan permasalahan lagi. Sehingga dapat memperlambat perjalanan Husgar Vize untuk mendapatkan keseluruhan inti api.
Husgar Vize meminta Mustofa untuk memimpin perjalanan mereka berdua dan Husgar Vize hanya mengikuti kemana arah Mustofa pergi. Tetapi Husgar Vize tetap meminta untuk tetap berjalan satu jalur dengan arah inti api terdekat dari tempat mereka berada.
Setelah mendengarkan permintaan Husgar Vize, Mustofa melaju terbang menuju arah inti api berada. Dalam perjalanan, Mustofa menceritakan banyak hal tentang Dimensi Semesta. Mulai dari asal mula Dimensi Semesta yang sebenarnya berawal hanya ada satu roh. Semua makhluk Dimensi Semesta, awal adalah roh putih. Ketika Sang Pencipta menciptakan Alam Semesta, sebagian roh di Dimensi Semesta merasa iri. Sebab, di Alam Semesta lebih komplek. Semua di Alam Semesta tampak lebih indah dengan berbagai warna di tiap Galaksi dan Tata Surya-nya.
Bahkan belasan Jendral roh putih yang sangat iri dengan luasnya Alam Semesta, dengan berbagai pendukung yang saling menunjang, benar-benar membuat banyak roh putih iri dan cemburu. Roh-roh yang merasa cemburu, berencana untuk berpindah. Dari Dimensi Semesta menuju Alam Semesta yang waktu itu masih dalam masa penciptaan. Rencana yang jelas diketahui oleh Sang Pencipta, tidak di pedulikan oleh para roh putih yang tetap bersi keras untuk melanggar aturan yang sudah di tetapkan.
Hingga saat para roh putih yang tetap bersi keras untuk tetap menginginkan berada di Alam Semesta di temui oleh sang Pencipta. Beberapa di antara mereka yang sebagian besar adalah para Jendral di jadikan pelindung Semesta yang di tugaskan menjaga dinding-dinding pembatas antar kelompok galaksi agar tidak terjadi ketimpangan. Mereka yang kalian kenal sebagai Segiova dan Gulgara.
Sedangkan yang tidak menjadi Segiova dan Gulgara ataupun Jendral penjaga Segiova dan Gulgara menjadi lebih iri. Sehingga saat beberapa ratus tahun kemudian. Kembali terjadi keinginan para roh yang sebelumnya ingin berpindah ke Alam Semesta berulah. Hingga Sang Pencipta murka dan menjadikan mereka kelompok roh dengan warna yang berbeda. Roh hitam yang sudah tidak mungkin di ampuni lagi dan roh merah yang masih dapat menjadi roh putih lagi.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ