Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Lingkaran Galaksi


"Jika ini bukan kemampuan istimewaku yang pertama, lalu apa kemampuan pertamaku?" Ucap Husgar Vize menanyakan kepada Volvo Emie.


"Bagaimana mungkin kamu tidak menyadari kemampuanmu yang pertama, padahal kamu sudah merasakan bahkan sering menggunakannya." Keheranan Volvo Emie dengan sikap ketidak tahuan Husgar Vize.


"Apakah kecerdasan jauh di atas rata-rata adalah kekuatan istimewa Husgar Vize?" Dengan keheranan Pie Jiru mengutarakan pemikirannya.


"Hmm... Apakah hal seperti itu suatu keistimewaan?" Husgar Vize bersikap berfikir atas kata kata Pie Jiru.


"Lingkar Galaksi, atau bahkan mungkin lingkar Semesta." Volvo Emie mengungkap kekuatan istimewa Husgar Vize.


"Lingkar Galaksi suatu keistimewaan yang tidak pernah ada sebelumnya dan hanya ada satu dalam masa jutaan tahun. Sedangkan lingkaran semesta suatu keistimewaan yang tidak pernah terfikirkan oleh semua makhluk, karena hanya akan ada satu dalam masa semesta." Dengan bernafas panjang Volvo Emie menjeda ceritanya.


"Pemilik keistimewaan lingkaran semesta ini, hanya pencipta yang dapat menghentikan keinginannya." Volvo Emie menyelesaikan ceritanya.


"Aku akan menunjukkan sesuatu pada kalian semua." Volvo Emie berucap dan mengajak meraka semua ke ruang produksi senjata.


Pesawat Huna 67X memiliki tempat untuk memproduksi senjata dan mereka semua memasuki tempat tersebut, terlihat mesin mesin yang siap memproduksi senjata jika pesawat Huna 67X mulai kekurangan senjata atau suwaktu waktu di perlukan untuk produksi.


Volvo Emie meminta Husgar Vize untuk memproduksi senjata yang belum pernah ada dan memiliki efisiensi tinggi dan dapat dengan sangat dahsyat merusak.


Dengan alat-alat yang lengkap dan bahan yang cukup pada pesawat Huna 67X, Husgar Vize mulai menciptakan perangkat-perangkat suatu senjata dengan pengetahuan yang sudah dia serap hasil membaca dua perpustakaan.


Perpustakaan Planet Tin-go dan perpustakaan Planet Galgic. Dengan dasar pengetahuan dari dua perpustakaan tersebut, kedua tangan Husgar Vize seolah terus bekerja seperti seorang ahli dalam banyak bidang.


Hari pertama telah di lalui, Hingga saat hari ketiga, senjata telah berhasil di buat oleh Husgar Vize.


Semua terkejut melihat hasil kerja Husgar Vize selama tiga hari. Hingga Kie Jordi menanyakan kegunaan senjata yang terlihat aneh oleh semua pasang mata yang berada di sana.


Sebuah pistol model kuno dengan logam bening pada bagian ganggang pistol sehingga memperlihatkan enam belas peluru berada pada pistol tersebut dan satu remote kecil, tapi yang terlihat sangat tidak meyakinkan di mata semua orang yang menyaksikan pistol buatan Husgar Vize.


Husgar Vize meminta Dongba untuk mengambil tiga hewan besar yang biasa mereka konsumsi untuk di jadikan makanan.


Tanpa waktu lama, Dongba mengambil tiga hewan yang ukurannya paling besar.


"Ini adalah hewan burgo." Ucap Dongba dengan membawa burgo yang masih dalam kandang masing-masing, Hewan setinggi empat meter dan berkaki delapan dengan tanduk yang berada di setiap kakinya yang berguna sebagai senjata alami. Bahkan tidak sedikit hewan pemangsa yang harus kehilangan nyawa ketika berhadapan dengan burgo di alam liar.


"Dia adalah hewan dengan tempramen tinggi Husgar, apakah aku harus melepaskannya?" Dongba menanyakan kepada Husgar Vize karena ragu untuk melepaskan hewan tersebut karena pasti akan menyulitkan. Dongba yang biasa memasak daging burgo, selalu menyembelih burgo dengan cara membiusnya terlebih dahulu.


"Tidak perlu, biarkan dia tetap berada pada kandang," Perintah Husgar Vize pada Dongba.


Husga Vize mengambil pistol yang sudah terisi peluru tersebut dan memberikannya kepada Kie Jordi untuk mencoba. Sebelum menggunakan pistol tersebut, Husgar Vize menjelaskan fungsi dan cara penggunaan pistol kepada Kie Jordi dan fitur unggulannya.


Kie Jordi mencoba fitur unggulan pistol tersebut dan mengarahkan pistol tersebut ke kepala burgo dari jarak lima meter, satu detik kemudian salah satu peluru yang berada di dalam pistol yang awalnya berwarna hitam, kini berganti berwarna biru, setelah satu peluru berwarna biru, Kie Jordi mengarahkan pistol ke dua burgo lainnya dan sama, satu detik setelah mengarahkan peluru lainnya berwarna biru, hingga kini ada tiga peluru berubah warna menjadi biru.


Taaakkk.... Suara kepala Husgar Vize di ketuk oleh Pie Jiru.


"Hanya seperti itu...? Kau buat senjata tiga hari hanya itu kemampuannya, merubah warna peluru!" Pie Jiru berbicara pada Husgar Vize dengan cerewet.


Ketujuh orang lainnya ternganga melihat kejadian di hadapan mereka.


"Seorang Pie berani memukul kepala Husgarnya..." Batin ketujuh orang yang ternganga keheranan.


"Jika kamu berani melakukan hal semacam itu, ku bunuh kau!" Volvo Emie berbicara melalui telepati kepada Kie Jordi.


Kie Jordi semakin kaget karena tiba-tiba Volvo Emie mengancamnya melalui telepati setelah melihat kejadian yang sangat aneh bagi mereka semua.


"Itu baru permulaan," teriak kesal Husgar Vize kepada Pie Jiru sambil mengelus kepalanya.


Tanpa Bicara panjang lebar lagi, padahal sebelumnya Husgar Vize ingin menjelaskan tentang pistol itu sebelum menggunakan yang ke dua. Husgar Vize merebut pistol dari tangan Kie Jordi dan memencet tombol di depan pelatuk lalu mengarahkan ke kepala Pie Jiru yang kini hanya berjarak setengah meter dari ujung pistol.


Dharrr... Suara ledakan Pistol.


Seketika Pie Jiru terkejut dan memegang kepalanya. tapi tidak ada luka atau benturan benda mengenai kepalanya.


Bruuk... burgo pertama roboh dengan luka di kepala.


Lalu Husgar Vize menekan salah satu tombol pada remote kecil.


Dhuuuarrr ledakan lebih keras terdengar dengan bersamaan dengan meledaknya kepala burgo hingga merusak kandang yang mengurung burgo tersebut.


Dharrr... Dharr... dua suara letusan kembali terdengar dari pistol yang di buat Husgar Vize. Yang pada saat itu piatol mengarah pada lantai.


Bruuk... Bruuk... burgo kedua dan burgo ketiga roboh.


Dan lagi, Husgar Vize menekan tombol pada remote kecil. Seketika semua orang di ruangan tersebut bersiap dengan suara ledakan tapi tidak terjadi. malah yang terdengar suara dengkingan kecil.


Beberapa saat kemudian suara dengkingan kecil menghilang dan mereka semua tidak melihat dan merasakan hal aneh. Hanya burgo kedua yang awal terlihat berotot dengan tubuh besar, menandakan memiliki tulang yang kuat dan besar pula, kini terlihat kempis seperti tidak bertulang.


Sedangkan burgo ketiga terlihat lubang di kepala belakang menandakan peluru menembus kepalanya yang sebelum remote di tekan, tidak ada lubang di kepala belakang burgo ketiga.


Kejadian tersebut benar-benar mengagetkan semua yang menyaksikan.


"Sekarang kamu akan berbicara apa lagi setelah melihat kehebatan senjataku?" Husgar Vize berbicara pada Pie Jiru dengan nada kesal.


"Aku kira kamu tadi akan menembakku... lalu kenapa peluru itu tidak mengenai ku, keistimewaan apa yang ada pada senjata itu? Pie Jiru berbicara dengan suara lunak agar enak di dengar.


"Apakah kalian membutuhkan penjelasan...?" Semua orang mengangguk atas pertanyaan Husgar Vize tidak terkecuali Pie Jiru yang juga menganggukkan kepala.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™