Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Jendral Mozi VS Pie Emie


"Kenapa dengan kalian!! Kenapa membuatku semakin jauh, seharusnya aku kalian teleportasi di dekat b*jingan keparat itu!! Dia telah membunuh banyak prajurit dan Komandan ku!!" Dengan menatap Jordi yang melakukan teleportansinya, Jendral Dzhambul dengan sangat marah berkata kepada Jordi dan Pie Emie.


Jordi yang mendapat tatapan sangat tajam dari Jendral Dzhambul, hanya menunjuk Pie Emie dengan kaku. Berharap Jendral Dzhambul mengerti dengan maksud Jordi menunjuk Pie Emie yang berada di sebelahnya bahwa Pie Emie lah yang telah memerintahkan Jordi untuk menteleportasi Jendral Dzhambul yang sedang melesat ke arah Jendral Mozi untuk menyerang.


Melihat jari telunjuk Jordi yang menunjuk Pie Emie, pandangan tajam Jendral Dzhambul kini tertuju pada Pie Emie. Pandangan yang lebih tajam dengan amarah di tunjukkan oleh Jendral Dzhambul kepada Pie Emie.


"Apa kau melihatku dengan tatapan seperti itu!! Aku tidak suka dengan tatapan seperti itu!! Jika kau musuhku, ku pastikan kamu akan mati setelah menatapku dengan tatapan seperti itu. Jika aku membiarkanmu tetap menyerang, maka kau akan mati sebelum mendekatinya." Pie Emie berbalik memarahi Jendral Dzhambul.


"Omong kosong...!!" Jendral Dzhambul membentak Pie Emie dengan suara sangat kencang, bahkan suaranya dapat memukul mundur beberapa Pie yang berusaha menyerang saat mereka sedang berbicara.


Tanpa menjawab, Pie Emie menyerang Jendral Dzhambul dengan cairan yang keluar dari tubuh Pie Emie. Cairan tersebut menjalar ke baju perang Jendral Dzhambul. Mendapat serangan dari Pie Emie yang tidak dapat di hindari Jendral Dzhambul, dengan segera Jendral Dzhambul melompat mundur dan menjaga jarak dengan Pie Emie.


"Kurang ajar...!! Kau pikir kau akan tetap menjadi sekutuku jika kau menyerangku." Jendral Dzhambul mengumpat dan bersiap untuk balik menyerang Pie Emie. Tetapi belum sampai satu langkah Jendral Dzhambul melangkah, baju perang Jendral Dzhambul mulai meleleh terkena cairan dari Pie Emie.


"Apa yang kau lakukan...!!" Jendral Dzhambul terheran melihat baju perangnya mulai meleleh di bagian yang terkena cairan dari Pie Emie.


"Cairan kekuatanku saja tidak dapat di tahan oleh baju perangmu, apa lagi inti api yang panasnya hampir sama dengan sebuah bintang." Pie Emie memberikan alasannya.


Mendengar perkataan Pie Emie, Jendral Dzhambul langsung terdiam dan menyadari kebodohannya yang hampir membuatnya terbunuh tanpa perlawanan.


"Lalu bagaimana cara kita mengalahkannya jika logamku saja tidak dapat mendekatinya." Jendral Dzhambul berbicara kepada Pie Emie dan Jordi.


Mereka bertiga menoleh ke arah Jendral Dzhambul yang terlihat sedang di serang oleh ratusan pengendali logam dengan berbagai formasi serangan, tetapi tidak ada satu seranganpun yang dapat mendekati tubuh transformasi Jendral Mozi.


"Serahkan padaku, kau urus yang lain saja. Jordi, kau ikuti Jendral Dzhambul." Pie Emie berbicara kepada Jendral Dzhambul dan Jordi. Tetapi terlihat dari raut wajah Jordi yang merasa keberatan.


"Tidak apa-apa jika kau tetap mau mengikutiku, setidaknya jika kamu mati tanpa bekas. Aku tidak perlu lagi repot-repot memakamkanmu." Pie Emie berbicara lagi setelah melihat raut wajah Jordi yang terlihat keberatan dengan perintah dari Pie Emie untuk mengikuti Jendral Dzhambul.


Mendengar kata-kata Pie Emie, Jordi menunjukkan senyum masam. Tanpa aba-aba lagi, Jordi berpaling ke arah Jendral Dzhambul berada.


"Sepertinya ada lawan yang pas untuk kalian." Pie Emie berbicara dengan menunjuk kelompok Husgar dan Pie yang melakukan serangan kombinasi bahkan dapat menumbangkan serangan formasi dari pasukan pengendali logam.


"Mundur...!! Dia adalah urusanku." Pie Emie muncul di belakang gerombolan pasukan pengendali logam di mana belasan di antaranya adalah seorang Komandan.


"Siapa kau...? Berani sekali memerintah ka..." Belum selesai katanya di lanjutkan, seorang Komandan yang mengetahui Pie Emie dari awal bersama Jendral Dzhambul dengan segera menyumpal mulut seorang prajurit yang berbicara kasar kepada Pie Emie.


"Apakah anda yakin akan menghadapinya sendiri nona...?" Komandan yang menyumpal mulut seorang prajurit, bertanya dengan sopan kepada Pie Emie karena khawatir akan menyinggungnya.


"Ya, sebaiknya kalian menjauh dari sini dan peringatkan yang lain. Aku tidak dapat mengatakan lagi saat aku bertempur." Setelah memberikan pesan kepada salah satu Komandan pasukan pengendali logam, Pie Emie berteleportasi di dekat Jendral Mozi.


"Hei asap..." Pie Emie memanggil Jendral Mozi dengan nama yang jelek untuk memancing emosi Jendral Mozi dan memang juga karena inti api Jendral Mozi di selimuti asap abu-abu tua yang tebal.


"Ha... Ha... Ha... Ha... Ternyata ada juga pengendali logam yang dapat bertahan d dekatku." Jendral Mozi berkata dengan menoleh ke arah di mana sumber suara yang memanggilnya.


Setelah Jendral Mozi menoleh ke arah sumber suara yang tadi memanggilnya, dia tidak menemukan apapun dan siapapun di sana. Jendral Mozi kebingungan, karena merasa yakin sumber suara sebelumnya berasal dari arah belakangnya.


"Tubuh transformasi yang begitu besar dan berasap sungguh membuatmu terlihat bodoh. Meski kekuatanmu semakin besar, ternyata otakmu tidak ikut membesar. Hal itu terlihat dari kebodohanmu makhluk jelek." Pie Emie terus berusaha memprovokasi Jendral Mozi.


"Oh... Ada makhluk kecil yang berbicara... Jangan karena kamu dapat bertahan sedekat ini, kamu merasa mampu untuk mengalahkanku." Jendral Mozi yang sudah dapat mengetahui keberadaan Pie Emie memperingatkan akan peluang bertarungnya. Meski sebenarnya Jendral Mozi sangat terkejut dengan keberadaan Pie Emie yang tiba-tiba berada di depannya saat ini. Bahkan sangat dekat dan tidak mendapat efek apapun dari inti api yang menjadi sumber kekuatannya.


Pie Emie hanya menanggapi ocehan Jendral Mozi dengan senyuman santai. Setelah memberikan tanggapan dengan hanya tersenyum kecil, Pie Emie memberikan serangan pertamanya dengan mencoba memukul mata Jendral Mozi.


Jendral Mozi yang tidak melihat pergerakan Pie Emie, sungguh terkejut karena tiba-tiba tubuh kecil Pie Emie berada di depan wajahnya. Meski tubuh Pie Emie hanya sebesar sejengkal tangan transformasi Jendral Mozi serta kekuatan teleportasinya, Jendral Mozi benar-benar tidak dapat melihat pergerakan Pie Emie.


Jendral Mozi yang mengetahui matanya akan di pukul, dengan cepat mata Jendral Mozi mengeluarkan api yang menargetkan tangan dan tubuh Pie Emie yang akan memukul matanya. Setelah api yang keluar dari mata Jendral Mozi menerjang ke arah Pie Emie berada sebelumnya, serta terlihat mengenai di pandangan Jendral Mozi, Jendral Mozi langsung tertawa lepas karena menganggap Pie Emie telah musnah yang di karenakan serangan dari mata Jendral Mozi.


"Apa yang kamu tertawakan!" ucap Pie Emie yang sudah berpindah di samping kepala Jendral Mozi.


"Jangan bilang kamu berfikir telah berhasil membunuhku. Hanya khayalan orang lemah yang dapat berkhayal hal b*doh itu." Pie Emie melanjutkan kata-kata nya.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™