
"Bukankan makhluk ini berada di fase Dimensi Semesta kasta menengah? salah satu makhluk roh merah. Mengapa dia berada di fase Dimensi Semesta kasta terendah? Tempat ini juga jauh dari perbatasan Semesta. Apa yang sudah aku lewatkan selama jutaan tahun ini?" Mustofa membatin ketika melihat prajurit yang keluar dari pesawat adalah dari golongan kasta menengah, roh merah.
"Aku tidak salah melihat bukan?" Dengan mengusap-usap kedua matanya dengan kedua tangan.
"Apa aku sudah berada di fase Dimensi Semesta kasta menengah?" Mustofa melanjutkan kata-katanya setelah mengusap kedua matanya.
Prajurit tersebut yang mengenali Mustofa adalah roh penjaga inti api dari baju yang Mustofa kenalan. Sebab baju logam batu meteor hanya di gunakan roh penjaga inti api. logam batu meteor adalah salah satu logam terkuat yang masuk dalam urutan logam terkuat no 8.
"Kami berada di sini karena di tugaskan oleh Jendral tertinggi roh putih untuk membantu menjaga lubang Dimensi yang terletak di Planet Sogus. Roh putih sangat kewalahan untuk menjaga lubang Dimensi yang terus bertambah. Sedangkan roh merah yang masih memihak kepada roh putih di minta membantu menjaga lubang Dimensi agar tidak di duduki oleh roh hitam ataupun roh merah yang tergoda oleh nafsu kekuasaan." prajurit roh merah memberi penjelasan kepada Mustofa dan Husgar Vize yang berada di samping Mustofa.
"Sekarang bisakah anda roh putih penjaga inti api menjelaskan kepada kami, mengapa Anda berada di sini dan siapa makhluk asing yang bersama anda." Prajurit tersebut mengulangi pertanyaannya kembali.
****
"Jendral." Dengan berlutut komandan tertinggi kasta roh hitam penguasa wilayah tersebut memberi hormat kepada Jendralnya. Jendral roh hitam yang bertanggung jawab untuk mengamankan wilayah kekuasaan yang memiliki lubang Dimensi tersebut menoleh kepada komandan tertinggi pasukan yang berlutut kepadanya.
"Ada apa komandan, apakah ada hal penting yang tidak bisa kau tangani?" Jendral tersebut berkata dengan acuh dan menjawab dengan tetap melakukan kesibukannya.
"Baru saja ada makhluk asing yang masuk ke wilayah kita. Saat kita sudah hampir membunuhnya, sosok roh penjaga inti api menyelamatkannya lalu kabur bersama keluar wilayah kita." Komandan tersebut terus melapor meski Jendralnya acuh kepada apa yang dia bicarakan.
"Aku yakin, makhluk asing tersebut adalah seorang calon Telekinesis, atau bahkan seorang Telekinesis." Komandan tersebut menyelesaikan laporannya, tetapi saat komandan tersebut berbicara seolah sosok yang di temui adalah Telekinesis, bukannya calon Telekinesis. Komandan tertinggi penguasa wilayah yang sedang melapor dengan berlutut, ditendang mengarah ke atas dengan sangat keras di bagian dagu, hingga kepalanya terlepas dari tubuhnya yang tidak bisa mengikuti kecepatan kepalanya yang terkena tendangan.
"Komandan bodoh!! Kau, bersihkan mayat sial ini dari hadapanku," menunjuk Prajurit yang sedang berjaga di tempat tersebut.
"Siapa di antara kalian yang dapat membawanya kemari dalam keadaan hidup atau mati!!" Jendral tersebut berbicara dengan memandang para Komandan yang sejak awal mendampinginya.
"Hamba Jendral," Komandan Kurpi berlutut dengan segala kesiapannya.
Melihat salah satu komandan mudanya menyanggupi, Jendral tersebut memerintahkan 3 komandan lainnya yang di antaranya Komandan senior untuk ikut bersama di bawah kepemimpinan Komandan Kupri. Mendapat perintah dari pemimpinnya, ke 3 Komandan berlutut menyanggupi meski salah satu Komandan senior merasa tidak senang karena harus d bawah perintah Komandan Kupri.
Setelah mendapat perintah tersebut, ke 4 Komandan yang di pimpin Komandan Kupri pamit undur diri untuk menjalankan tugasnya. Setelah keluar dari tempat tersebut, Komandan Kupri memerintah ke 3 Komandan lainnya untuk menyiapkan pasukan khusus yang berada di bawah perintah masing-masing Komandan. Setiap Komandan memiliki 1000 pasukan khusus yang loyal dan hanya akan patuh pada komandannya, sampai mati atau komandannya yang mati.
Setelah berhasil meyakinkan pasukan khusus yang sebenarnya tidak berada pada komandonya, ke 4 Komandan dan 5000 pasukan khusus roh hitam pergi untuk mengejar Husgar Vize dan juga Mustofa.
****
"Perkenalkan saya adalah Mustofa roh penjaga inti api 358. Kami hanya ingin singgah setelah melakukan perjalanan panjang, kami sudah 4 tahun melakukan perjalanan tanpa henti. Sedangkan dia..." Mustofa menjeda kata-katanya sambil menoleh kepada Husgar Vize,
"Dia adalah calon Telekinesis." Mustofa melanjutkan kata-katanya setelah mendapat persetujuan dari Husgar Vize dengan menganngukkan kepala saat Mustofa menoleh kepada Husgar Vize.
"Sebaiknya kita cepat memasuki langit Planet Sogus. Di sini sangat tidak aman." Setelah mengetahui makhluk yang di bawa oleh roh putih adalah seorang Telekinesis, prajurit tersebut mempersilahkan Mustofa dan Husgar Vize untuk cepat-cepat memasuki langit Planet Sogus. Bukan hanya itu, prajurit tersebut juga memberi sinyal bahwa akan ada makhluk penting akan memasuki Planet Sogus, sehingga semua pasukan dalam posisi siaga penuh.
Benar saja, belum sampai Mustofa dan Husgar Vize mendarat di daratan Planet Sogus, alarm pendeteksi berbunyi. Alarm yang menandakan ada roh hitam yang sedang mendekat. Saat pertama alarm berbunyi, menandakan musuh sudah berada di jarak 2 hari cahaya.
**Markas utama kendali Planet Sogus**
"Hitung kecepatan terbangnya." Komandan Kantu penanggung jawab ruang kontrol markas utama Planet Sogus memberi perintah kepada prajuritnya.
"Kecepatan 10 tahun cahaya Komandan, akan sampai di atmosfer Planet Sogus dalam 14 menit 47 detik. Tidak ada yang menggunakan pesawat, perkiraan jumlah mencapai 5000 pasukan." Prajurit tersebut memberikan laporan dari membaca layar kontrol satelit kepada Komandannya secara terperinci.
Setelah mendengar laporan tersebut, wajah Komandan Kantu berubah seperti kucing kehilangan nyali dan bergegas keluar ruang kontrol satelit markas utama. Setelah melewati pintu ruang kontrol markas utama, Komandan Kantu berjalan setengah lari menuju ke ruang Jendral Rojab. Jendral Rojab adalah salah satu jendral dari kasta menengah, roh merah.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Jendral Rojab, Komandan Kantu mengatur nafas supaya nafasnya kembali stabil. Setelah nafasnya di rasa sudah stabil, Komandan Kantu mengetuk pintu ruangan Jendral Rojab hingga beberapa kali. Setelah mengetuk pintu beberapa kali dan tidak mendapat jawaban, Komandan Kantu memneranikan diri untuk membuka pintu Jendral Rojab, tetapi Jendral Rojab tidak ada di ruangan.
"Komandan, apakah anda mencari Jendral?" Seorang prajurit yang seharusnya berjaga di depan pintu ruangan Jendral Rojab baru saja kembali dari mengantar Jendral Rojab keluar.
Melihat Prajurit penjaga ruangan Jendral Rojab, Komandan Kantu baru menyadari, sejak awal tidak ada penjaga di ruangan Jendral Rojab. Hal itu menandakan Prajurit penjaga sedang mengantarkan Jendral keluar.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ