
Pie Emie serta yang lain tidak mengetahui kejadian yang menimpa Jendral Mozi, Tetapi mereka semua memang berharap jika Jendral Mozi terbunuh oleh ledakan ribuan nuklir.
"Apakah Jendral Mozi terbunuh...? Selama aku berperang mengikuti Jendral Mozi, aku belum pernah melihat Jendral Mozi terluka oleh rudal nuklir. Semoga dengan ribuan nuklir tadi, Jendral Mozi benar-benar kalah dan terbunuh." Jordi membatin dalam hatinya.
"Sebaiknya kita meninggalkan tempat ini, tempat ini penuh dengan radiasi yang sangat besar. Jika kita terkena radiasi ini, bisa kulit sampai DNA kita juga akan terbakar." Pie Emie berbicara kepada yang lainnya karena merasa khawatir dengan radiasi bekas nuklir yang baru saja meledak. Sebab jika hanya kubah besi seperti yang mereka ciptakan saat ini, sangat mudah tertembus gelombang radiasi yang sangat berbahaya.
Mendengar ucapan Pie Emie, Jendral Dzhambul dengan segera memerintahkan agar semua mengendalikan kubah tersebut untuk menjauhi lokasi ledakan. Dengan banyaknya orang di dalam kubah, maka kubah tersebut tidak dapat bergerak dengan cepat.
"Kita tidak bisa bergerak dengan cepat. Jika seperti ini, kita akan terkena efek dari radiasi nuklir. Kita juga tidak mungkin mengubah kubah ini menjadi kubah yang lebih kecil dan membagi semuanya. Karena dalam pemisahan, pasti akan ada kebocoran radiasi yang akan masuk ke sini. Kita juga tidak dapat menggunakan logam yang berada di luar kubah, karena logam-logam di luar sudah tercemar radiasi." Jendral Dzhambul berbicara dengan nada khawatir.
Sedangkan Pie Emie tidak dapt menteleportasi orang sebanyak ini karen tenaganya sudah habis terkuras, begitu juga dengan Jordi yang sudah menggunakan segenap kemampuannya untuk menteleportasi bola raksasa sebelumnya.
Dhuagh... dalam ketegangan, tiba-tiba dari luar terdengar suara benturan antara kubah dengan benda yang tidak di kenal. Beberapa saat Setelah suara benturan, terasa kubah yang menutupi mereka bergerak entah kemana.
**Di sisi yang lain**
"Cepat ikat ke badan pesawat dan tarik, siapkan penetral radiasi." Jendral Ganzorig mengarahkan para Komandan yang tadinya akan ikut dalam peperangan.
"Semoga mereka baik-baik saja." Jendral Ganzorig melanjutkan kata-katanya dengan membatin.
Saat kubah besi yang mengurung pasukan pengendali logam sudah mulai dekat, dua pesawat Planet Mesinet'i mendekat dan menyemprotkan cairan penetral radiasi. Setelah di semprot oleh cairan penetral radiasi, kubah yang di dalamnya terdapat pasukan pengendali logam beserta Pie Emie dan Jordi di bawa masuk ke atmosfer Planet Mesinet'i.
Ketika sudah berada di langit Planet Mesinet'i, Jendral Ganzorig berusaha membelah Kubah besi tersebut menggunakan pengendali logamnya. Membuka kubah besar seperti menarik di kedua sisinya agar terbelah menjadi dua bagian. Tetapi beberapa kali Jendral Ganzorig menggerakkan tangannya untuk mengendalikan kubah besi, kubah tersebut tidak mau terbuka sama sekali seolah ada yang menahannya.
Mengendalikan logam di depan para bawahannya tetapi tidak dapat bergerak sedikitpun, benar-benar membuat Jendral Ganzorig malu. Meski semua Komandan di sana ingin tertawa melihatnya, namun tidak ada satupun yang berani tertawa karena takut menyinggung Jendral tertinggi Planet Mesinet'i, Jendral Ganzorig.
"Ada apa Jendral? Sepertinya Jendral kesulitan untuk mengendalikan logam yang terbuat dari Planet luar...?" Jendral Alban membranikan diri untuk bertanya. Tetapi Jendral Ganzorig puta-pura tidak mendengar dan terus berusaha sampai menggunakan energi yang besar untuk membuka kubah tersebut.
**Di sisi yang lain beberapa menit sebelumnya**
"Sepertinya kita di bawa ke pusat ledakan, aku yakin sekali dengan arah ini. Arah menuju pusat ledakan. Memang setauku, Jendral Mozi kebal dengan rudal nuklir dan radiasinya." Lalu Jordi bercerita sedikit semasa dirinya menyamar menjadi prajurit Planet Galgic hingga di angkat menjadi salah satu Komandan Planet Galgic. Jadi dia tau betul jika Jendral Mozi kebal radiasi.
"Ini namanya senjata makan tuan." Salah seorang Prajurit berkomentar hingga terjadi percakapan liat di dalam kubah. Hingga saat terdengar lagi suara yang aneh dari dalam kubah dan tidak lama suara itu menghilang.
Mereka semua cemas dengan keadaan yang mereka hadapi saat ini. Kita sudah berusaha keras, tetapi jika kubah ini sampai terbuka, matilah kita semua terkena radiasi. Beberapa saat kemudian, Mereka semua yang sejak awal mengendalikan Kubah, mereka merasakan ada sesuatu yang menarik kubah dari kedua sisi dan memaksa untuk membuka kubah.
Dengan susah payah ribuan pengendali logam menahan kubah agar tidak terbuka. Sedangkan Pie Emie dan Jordi berusaha memulihkan diri secepat mungkin agar dapat menteleportasi kubah tersebut ke langit Planet Mesinet'i.
**Di luar kubah**
"Kurang ajar, logam apa ini sampai begitu berat untuk membukanya. Tidak mungkin aku tidak dapat mengendalikan logam yang dapat hancur ketika terkena rudal biasa dan bukan rudal nuklir saat masih menjadi pesawat." Jendral Ganzorig terlihat mulai emosi. Hal itu semakin membuat para Komandan terdiam meski terlihat aneh dan lucu bagi mereka.
"Apakah memang begitu sulit mengendalikan logam dari luar Planet Mesinet'i...?" Salah satu Komandan berbisik kepada Komandan yang lain.
Merasa dengan jarak jauh Jendral Ganzorig tidak dapat membuka, saat ini Jendral Ganzorig mendekat ke kubah dan memegang kubah untuk mengendalikan kubah secara langsung dengan menyentuh logamnya. Saat Jendral Ganzorig menyentuh logam kubah tersebut.
"B*DOH, B*JINGAN, K*PARAT, T*LOL!!!BAGAIMANA AKU DAPAT MEMBUKA JIKA KALIAN MENAHANNYA!!" Jendral Ganzorig yang sudah mengetahui penyebab sulitnya kubah tersebut terbuka, karena dapat merasakan ribuan pengendali logam menahannya dari dalam.
Jendral Ganzorig yang sudah sangat emosi menendang dan memukul kubah tersebut dengan kaki dan tangannya.
"B*JINGAN!!! KALIAN BUKA SENDIRI KUBAH INI... RIBUAN PRAJURIT MENAHANNYA AGAR TIDAK TERBUKA, K*PARAT." Jendral Ganzorig berbicara dengan berlalu pergi meninggalkan kubah tersebut.
Sekarang tidak ada lagi yang dapat menahan tawa, di awali oleh Jendral Altan yang tertawa sangat kencang, hingga di ikuti ke dua ribu Komandan yang berada di sana.
**Di dalam kubah**
"Terus tahan..." Jendral Dzhambul memimpin pasukannya untuk menahan kubah.
"APA!!!" Hampir bersama mereka semua berkata dengan kaget. Setelah itu, terdengar suara kubah di pukul beberapa kali.
"Apa yang akan aku katakan pada Jendral Ganzorig." Dengan menganga karena masih terkejut dengan apa yang baru saja dia rasakan Jendral Dzhambul berbicara lirih.
"Ada apa Jendral?" Pie Emie yang tidak mengetahui perihal apa yang mereka semua rasakan hingga mereka semua terkejut dan bertanya.
"Yang dari tadi berusaha membuka kubah adalah Jendral Ganzorig..." Jendal Dzhambul menjelaskan dengan nada suara lemas. Sedangkan Pie Emie dan Jordi, merubah raut wajahnya menjadi masam karena tidak menyangka akan terjadi hal semacam itu.
"Kedua belah pihak pengendali logam saling tarik menarik, yang satu kelompok menahan agar tidak terbuka, yang satu lagi berusaha untuk membuka. benar-benar tindakan konyol." Pie Emie membatin dalam hatinya.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ