Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Kesepakatan Demi Telekinesis


"Tunggu-tunggu, tadi Pie Emie berbicara akan membawa Husgar Vize dari fase semesta penciptaan menuju fase semesta pengembangan. Bagaimana cara Pie Emie akan membawanya...? Jika memang bisa ke fase Semesta pengembangan, kenapa kita tidak langsung ke sana saja dan melatih Husgar Vize yang berada di fase Semesta pengembangan. Satu lagi, kenapa nama mereka sama?" Jendral Altan berucap kepada yang lain dan di iyakan oleh yang lain dengan isyarat menganggukkan kepala.


Jendral Altan yang ketagihan untuk mendengarkan Pie Emie bercerita sendari tadi selalu mencari cara untuk bertanya, sehingga Pie Emie harus bercerita kembali.


"Memang ada 1 cara untuk menuju fase semesta penciptaan dengan mudah dan aman yaitu menyelinap saat prodak kloning Segiova dan Gulgara di panggil. Lalu kita menyelinap ikut dengan mereka, tapi masa itu akan datang 975 tahun lagi. Karena baru 25 tahun yang lalu itu terjadi dan aku ke fase semesta penciptaan menyelinap mengikuti mereka dengan kemampuan teleportasi ku." Pie Emie menjelaskan dengan santai.


"Lalu caramu akan kembali ke fase semesta pengembangan dengan cara apa...?" Kie Jordi yang mulai bingung atas sikap Pie Emie yang terlihat santai. Padahal jalan satu-satunya baru akan datang 975 tahun lagi dan tidak mungkin dengan usia makhluk Planet Tin-go seperti Husgar Vize untuk mencapai usia 975 tahun.


Pie Emie menghembuskan nafasnya dalam-dalam dan terpaksa harus bercerita kembali. Pie Emie bercerita panjang lebar menjelaskan cara lain agar dapat kembali ke fase Semesta pengembangan tanpa menunggu 975 tahun lagi yang jelas-jelas hal itu adalah hal yang tidak mungkin.


"Semua itu baru rencana, dan kemungkinan berhasil adalah 40%." Pie Emie menyelesaikan ceritanya masih dengan sikap yang menunjukkan sikap santai.


"Hanya sekedar rencana dan kemungkinan berhasil 40% kamu masih bisa santai...?" Meski terkejut, Kie Jordi hanya bisa menggelengkan kepala menanggapi hal tersebut.


"Lalu dengan nama mereka...?" Jendral Altan menanyakan lagi tentang pertanyaannya yang masih belum terjawab.


"Entahlah, itu hanya kebetulan saja," ucap Pie Emie dengan memberikan kode kepada Udirdagch.


Udirdagch yang tidak mengerti dengan maksud kode yang di berikan Pie Emie dan mengetahui jika Pie Emie sedang berbohong, Udirdagch langsung menegur Pie Emie dengan mengangkat kursi Pie Emie tinggi lalu menurunkannya.


Pie Emie menekuk wajahnya karena Udirdagch tidak mengerti dengan kode yang Pie Emie berikan. Sehingga semua mengetahui jika Pie Emie sedang berbohong. Setelah semua mengetahui jika Pie Emie berbohong, semua mata tertuju pada Pie Emie.


"Apa semua melihatku!! Aku tidak mau cerita lagi!! Aku capek!!" Dengan suara lucu dan menggemaskan Pie Emie menggembungkan pipinya dan memalingkan wajahnya.


**Di tempat terpisah**


Jendral Mozi telah berada di pangkalan pesawat Planet Galgic, memerintahkan seorang komandan untuk menyiapkannya sebuah pesawat untuk terbang menuju Planet Vugada.


Beberapa saat kemudian, Pesawat khusus Jendral Mozi telah siap membawa Jendral Mozi ke Planet Vugada. Setelah semua siap, pesawat tersebut terbang menuju ke Planet Vugada. Sedangkan Dua Jendral yang mengikuti Jendral Mozi sebelumnya telah mengetahui jika Jendral Mozi akan ke Planet Vugada. Sehingga telah menunggu di jalur yang akan di lewati Jendral Mozi.


Hingga pada saat Jendral Mozi melewati pesawat yang di tumpangi kedua Jendral yang mengikuti Jendral Mozi. Tetapi pesawat Jendral Mozi tidak dapat mendeteksi keberadaan pesawat yang di tumpangi kedua Jendral tersebut. Sehingga pesawat yang di tumpangi kedua Jendral dengan bebas mengikuti arah gerak Pesawat Jendral Mozi.


"Bukankah itu memang salah satu tugas yang di berikan padamu oleh Husgarmu...?" Jendral Ganzorig berpendapat setelah melihat Pie Emie cemberut.


"Apakah hanya karena kamu malas? Kamu memutuskan tidak mengabdi lagi kepada Husgarmu?" Jendral Ganzorig memberikan pertanyaan lagi kepada Pie Emie.


Meski merasa ucapan Jendral Ganzorig benar, Pie Emie yang sudah terlanjur malas tetap berkilah. "Bukan aku tidak mau dengan salah satu tugas yang di berikan padaku. Tapi, karena hal inti telah aku sampaikan sepenuhnya. Untuk hal lain-lain akan aku jelaskan lagi ketika sudah waktunya Husgar Vize mengetahui tentang ini semua. Pada saat itu, aku akan menjawab semuanya."


Dengan penyataan Pie Emie seperti itu yang tetap berucap dengan wajah cemberutnya yang membuat orang gemas melihatnya, mereka pun mengiyakan dengan menjawab ataupun sekedar dengan anggukan yang menandakan setuju.


Setelah melihat semua telah setuju, Pie Emie kembali tersenyum dengan wajah lucunya dengan berkata untuk mengingatkan kembali. "Ingat ya? Hal ini jangan sampai Huagar Vize tau terlebih dahulu. Sebelum aku yang menjelaskan padanya."


Dengan malas, semua menjawab pernyataan Pie Emie. Setelah itu mereka membuat kesepakatan untuk melakukan hal ini bersama dan saling mendukung satu sama lain hingga Husgar Vize yang berada di fase Semesta pengembangan, benar-benar berhasil menjadi Telekinesis. Setelah memberikan jawaban dan kesepakatan, Jendral Alban dan Jendral Altan menggerakkan tangannya bersama. Bersamaan dengan itu, logam yang menutup mereka semua untuk menjadi sebuah ruangan, kembali masuk ke dalam Tanah.


"Langkah kita selanjutnya mencari Husgar Vize dan Pie Jiru." Dengan santai dan tidak memperdulikan yang lain Pie Emie berucap dan melangkahkan kakinya menjauh ke arah terbenamnya cahaya bintang. Melangkah dengan sedikit loncatan seperti anak kecil.


"Kau mau mencari Husgar Vize...?" Udirdagch bertanya kepada Pie Emie.


"Ya, tentu saja. Jika kalian tidak cepat, aku akan meninggalkan kalian." Pie Emie semakin mempercepat loncatan langkahnya setelah menjawab Udirdagch yang saat ini mulai jauh meninggalkan Udirdagch dan lainnya yang masih berdiam di tempat.


"Jika kau melewati jalur itu, maka kau harus mengitari Planet Mesimet'i baru kau dapat berada di daerah Hushar Vize berada. Itupun jika kamu dapat menemukannya. Karena Husgar Vize hanya berjarak enam meter dari sini ke arah terbitnya cahaya bintang, bahkan aku masih bisa merasakan detak jantungnya." Udirdagch berbicara dengan sedikit mengeraskan suaranya agar Pie Emie dapat mendengar, karena Pie Emie sudah semakin menjauh.


Setelah Udirdagch mengatakan hal itu, Udirdagch mengajak yang lain untuk mengikutinya ke arah terbitnya cahaya bintang. Tetapi tidak langsung membuat Kie Jordi beranjak mengikuti Udirdagch karena merasa bingung akan mengikuti ke arah mana. Jika ke arah Pie Emie, sudah jelas arah yang salah. Jika langsung mengikuti Udirdagch, pasti Pie Emie akan marah padanya. Dengan terpaksa Kie Jordi berdiam melihat situasi selanjutnya dan menunggu kepastian langkah Pie Emie.


Sedangkan Pie Emie yang mendengar teriakan Udirdagch, langsung diam kaku seperti sebuah kayu kering yang tetap berdiri. Dengan wajah kakunya, Pie Emie menoleh ke belakang dan melihat Udirdagch dan lainnya telah berjalan ke arah yang berlawanan dengan Pie Emie.


Pie Emie berdiam sejenak dengan mulut ternganga karena Udirdagch dan lainnya meninggalkannya kecuali Kie Jordi yang hanya berdiam diri.


Setelah Udirdagch semakin menjauh. "Keterlaluan, kalian tega meninggalkan wanita semanis diriku di sini sendirian." Pie Emie berteriak kepada Udirdagch dan lainnya, tetapi mereka sudah tidak dapat mendengar dengan jelas. Hanya Kie Jordi yang masih bisa mendengarnya.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™