Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Serangan Bertubi-tubi


Dengan meluncurnya dua Rudal pertahanan Huna 67X. Serangan dari Planet terluar Galaksi Tungsten semakin terlihat banyak dan terlihat dalam radar Huna 67X titik titik yang mendekat semakin banyak dan bergerak mendekati Huna 67X.


"Miura, cari sumber rudal dan aktifkan mode tempur. "


"Siap Kapten."


Dengan semakin banyaknya rudal menuju Huna 67X, sangat beresiko jika semakin jauh dengan Planet. Kapten Joseph mengarahkan pesawat Huna 67X semakin mendekat ke Planet dan mendarat di tempat yang jauh dari pusat tembakan. Dengan cara mengitari Planet yang bertujuan menghindari rudal yang menuju pada Huna 67X.


Dengan aktifnya mode tempur, lapisan armor Huna 67X akan bertambah kuat dan memunculkan berbagai layar transparan pada kaca depan pesawat Huna 67X. Selain itu, agar sang pilot atau pengendali kemudi dapat menghindar atau mengontrol pesawat lebih mudah, pandangan di depan di perlihatkan pandangan lebih jauh dan memperlihatkan rudal rudal yang mendekat dengan kecepatan cahaya seperti terlihat melambat.


Sebenarnya rudal yang meluncur terhadap Huna 67X tidak benar benar melambat, tapi jalur luncur telah terbaca oleh sistem pesawat Huna 67X beberapa detik ke depan, sehingga terlihat lambat di layar kaca yang di tampilkan dan hal itu terjadi setiap ada rudal atau serangan yang mendekat.


"Kapten, sumber rudal tidak dapat terdeteksi. Tidak ada sumber peluncur rudal" Miura melaporkan.


"Bagaimana mungkin...!! Jika ada rudal meluncur, pasti ada peluncur rudalnya... Terus cari..." Kapten joseph memerintah prajurit Miura.


Miura terus berusaha mencari sumber peluncuran roket yang semakin banyak mengarah ke Huna 67X. Sedangkan Prajurit Reis terus menembakkan rudal pertahanan setiap ada rudal masuk deteksi radar.


Hingga Huna 67X selalu berhasil meledakkan rudal yang mengarah pada Huna 67X. pertempuran selama 7 hari terus berlangsung tetapi Huna 67X dengan mudah melumpuhkan serangan.


Hingga jarak Huna 67X untuk mendarat tinggal 2.160.000.000 KM atau 6 jam lagi dengan kecepatan maksimal Huna 67X yang mencapai 20 tahun cahaya.


rudal pertahanan Huna 67X selalu meledakkan rudal yang telah masuk dalam radius 90.000.000 KM. Hingga di jarak tertentu saat rudal pertahanan Huna 67X akan membentur rudal yang meluncur mengarah ke Huna 67X, tiba-tiba rudal pertahanan Huna 67X tidak mengenai sasaran dan meluncur mengarah ke Huna 67X dan hal itu tidak hanya terjadi pada 1 rudal pertahanan, bahkan hampir semua rudal pertahanan...


Dengan kecepatan rudal pertahanan Huna 67X yang lebih cepat dengan rudal musuh, hingga rudal Huna 67X melewati beberapa rudal untuk mendekat dan menghantam Huna 67X.


"Reis, apa yang kamu lakukan!! Kenapa rudal pertahanan meluncur kembali kepada Huna 67X!! Kapten hati-hati..." Miura mempertanyakan kepada prajurit Reis dan mengingatkan Kapten Joseph.


Dengan adanya mode tempur, semua rudal yang mengarah ke Huna 67X terlihat lambat dan dapat di hindari oleh Kapten Joseph dengan susah payah karena sekarang rudal yang mengarah lebih banyak dengan adanya rudal pertahanan Huna 67X yang seperti menyerang balik.


Dengan banyaknya rudal yang mengarah ke Huna 67X ada beberapa kali Kapten Joseph tidak dapat menghindar meski rudal sudah terlihat lambat. Ketika pada tampilan kaca terlihat Huna 67X terlihat terkena rudal tapi dampak tidak langsung terjadi karena pada tampilan kaca pesawat Huna 67X itu menampilkan perkiraan jalur rudal beberapa detik ke depan, sehingga dampak yang di rasakan baru beberapa detik kemudian.


"Bersiap, akan terjadi benturan ledakan!!" Teriak Kapten Joseph kepada semua penghuni kapal. Beberapa detik kemudian ledakan terjadi ketika sebuah rudal benar-benar menghantam Huna 67X.


Huna 67X yang sudah mengaktifkan mode tempur, dengan otomatis juga mengaktifkan armor tambahan, sehingga ledakan benturan rudal masih bisa di tahan oleh Huna 67X.


"Reis, tekan tombol peledakan terhadap rudal pertahanan yang mengarah ke Huna 67X." Perintah Kapten Joseph kepada Prajurit Reis yang berada di bagian senjata.


"Sudah saya lakukan dari tadi Kapten, tapi tidak ada respon peledakan diri dari rudal pertahanan yang mengarah kepada kita." Prajurit Reis sangat bingung atas kejadian tersebut, begitu juga dengan semua yang berada di pesawat Huna 67X juga terkejut dengan laporan Prajurit Reis.


Husgar Vize yang sejak awal duduk dengan tenang, kini dia membuka sabuknya dan berdiri untuk menuju ke depan kaca depan Huna 67X.


Tangan Husgar Vize di angkat ke depan untuk menghentikan rudal rudal yang menuju pada Huna 67X. Rudal rudal yang mengarah kepada Huna 67X seketika berhenti dan meledak dengan kendali Husgar Vize yang dapat mengendalikan logam.


Husgar Vize terus menerus menghentikan rudal dan meledakkannya, Hingga Husgar menyadari suatu hal.


"Rudal ini tidak seperti rudal biasa, tapi gerakannya bukan hanya di kendalikan dari tenaga peluncur roketnya saja," batin Husgar Vize yang terkadang saat akan meledakkan rudal seperti terhalang sesuatu.


**Di dasar lautan Planet yang di tuju Huna 67X**


"Pengendali logam lainnya?" Ucap seseorang berbicara dalam hatinya.


"Jendral, ada kekuatan lain yang mengendalikan rudal yang kita tujukan ke pesawat itu." ucap seorang prajurit.


"Ya, aku juga merasakannya." ucap Jendral tersebut.


**Di dalam Huna 67X**


Husgar Vize terlihat kelelahan karena terus mengendalikan logam-logam rudal untuk dapat di ledakkan sebelum mengenai Huna 67X.


Huna 67X yang telah menghentikan tembakan rudal pertahanan sejak ledakan pertama tadi akhirnya mengurangi intensitas rudal. tapi dengan jarak yang semakin dekat, serangan rudal yang lebih sedikit tetap menyudutkan Kapten Joseph yang mengendalikan Huna 67X.


Perpaduan menghindar Huna 67X yang di kendalikan Kapten Joseph dan pengendalian logam Hushar Vize untuk meledakkan rudal-rudal yang mengarah pada Huna 67X begitu efektif.


Hingga sekarang jarak Huna 67X dengan permukaan planet terisa 360.000.000 atau 1 Jam lagi dengan kecepatan 20 kecepatan cahaya milik Huna 67X.


"Kapten, Planet itu tertutup awan di semua permukaannya," ucap Prajurit Miura melaporkan kepada Kapten Joseph.


"Cari yang tidak tertutup awan, karena sangat berbahaya jika kita memasuki planet yang tertutup awan dengan serangan intens seperti ini." Kapten Joseph berbicara dengan terus mengendalikan Huna 67X yang terus menghindari rudal-rudal yang sudah di kurangi oleh Husgar Vize yang terus di ledakkan.


Volvo Emie yang melihat Husgar Vize semakin lemas, lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mengarah kepada Husgar Vize.


"Bertahanlah Husgar," dengan suara lembut dan menggemaskan Volvo Emie berbicara pada Husgar Vize dengan meneteskan air mata lalu memeluk Husgar Vize.


Volvo Emie berbicara dengan tulus karena mereka saat ini adalah saudara. Husgar Vize yang mendapat perhatian dari saudara barunya merasa mendapatkan semangat baru dan tenaga baru untuk terus meningkatkan diri dan terus menghalau rudal-rudal yang menuju Huna 67X.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™