Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Permukaan Planet


Pie Jiru meraih pistol buatan Husgar Vize, dan mengunci bola besar di depan Huna 67X. Setelah target terkunci, Pie Jiru tanpa berfikir panjang lagi langsung menembakkan pistol tersebut, karena pistol mikro memiliki teknologi supersed yang otomatis akan bersebok jika yang akan tertabrak bukanlah sasaran yang terkunci.


Tembakan yang di lepaskan Pie Jiru di dalam Huna 67X membuat peluru berputar dan bergerak tidak beraturan karena tidak dapat keluar dari pesawat Huna 67X untuk mengenai target yang terkunci.


"Pie apa yang kamu lakukan? Bagaimana peluru itu bisa keluar jika kau menembaknya dari dalam Huna 67X?" Kie Jordi menyalahkan Pie Jiru yang menembakkan pistol mikro dari dalam Huna 67X sedangkan sasaran berada di luar Huna 67X.


Pie Jiru yang menyadari kesalahannya merasa kikuk dan tidak menemukan alasan untuk membela diri. setelah beberapa detik, mata Pie Jiru berkilat seolah menemukan alasan untuk membela diri.


"Seharusnya kamu langsung tanggap dengan apa yang akan aku lakukan, dengan cara memunculkan lingkaran hitammu di depan laras pistol mikro. Jelas kamu yang salah dalam hal ini." Dengan ekspresi melempar kesalahan pada orang lain dan menunjuk pada Kie Jordi.


"Aku?" Kie Jordi bertanya kepada Pie Jiru dengan menunjukkan pada dirinya sendiri dan menoleh kepada semua, dengan maksud bertanya kepada yang lain.


"Tentu saja kamu yang salah dalam hal ini." Pie Jiru menjawab untuk mempertegas pernyataannya tadi.


Kapten Joseph dan kru lain yang tidak khawatir akan peluru tersebut karena tidak mungkin mengenai mereka karena mereka bukan sasaran yang di targetkan kini memfokuskan diri pada benda yang berada di depan Huna 67X n tidak memperdulikan perdebatan antara Kie dan Pie.


Sedangkan Volvo Emie yang dari awal berada di samping Husgar Vize sejak sebelum pingsan hingga saat Husgar Vize pingsan dan langsung membawa Husgar Vize dengan kekuatan istimewanya yang memiliki tangan tambahan sangat besar ke kamar Husgar Vize untuk beristirahat bersamaan ketika Kapten Joseph beranjak untuk kembali mengendalikan kendali Huna 67X.


Volvo Emie yang tidak mengetahui jika Pie Jiru dan Kie Jordi sedang berdebat di ruang kendali, di kejutkan dengan peluru pistol mikro yang bergerak tidak beraturan ke semua ruangan saat akan kembali menuju ruang kendali setelah membawa Husgar Vize ke kamar untuk beristirahat.


Bugh... Bugh... Suara pukulan mendarat pada perut Pie Jiru dan Kie Jordi.


Braak... Braak... Suara Pie Jiru dan Kie Jordi yang terjatuh akibat pukulan tersebut.


Tanpa basa basi Volvo Emie melayangkan pukulan dengan kekuatan istimewanya ketika sampai di ruang kendali kepada Pie Jiru dan Kie Jordi yang sedang berdebat.


Semua kru pesawat Huna 67X sempat terkejut ketika mendengar suara pukulan, tapi ketika melihat Pie Jiru dan Kie Jordi terjatuh dan ada Volvo Emie di dekat mereka, semua kru kembali tidak mempedulikan.


Volvo Emie tanpa berbicara melewati Kie Jordi dan Pie Jiru menuju Kapten Joseph yang masih terus berusaha mengendalikan kembali Huna 67X yang sedang bergerak sendiri.


"Ada apa kapten...?" dengan wajah serius tapi tetap menggemaskan Volvo Emie bertanya kepada Kapten Joseph.


Kapten Joseph yang mendapat pertanyaan dari Volvo Emie, langsung menjawab secara terprinci sejak dirinya mencoba mengendalikan Huna 67X hingga adu mulut antara Pie Jiru dengan Kie Jordi karena Pie Jiru menembakkan pistol mikro ciptaan Husgar Vize.


Mendengar penjelasan dari Kapten Joseph, pandangan Volvo Emie langsung tertuju kepada Kie Jordi. Pandangan yang sangat di takuti oleh Kie Jordi karena teringat saat dirinya pertama bertemu Volvo Emie.


"Dalam situasi seperti i..." Belum selesai Volvo Emie berucap, Kie Jordi langsung mengeluarkan lingkaran hitam di sekitar peluru pistol mikro yang sedang bergerak liar.


Beberapa saat kemudian, peluru tersebut masuk ke salah satu lingkaran hitam dan keluar dari lingkaran hitam lainnya yang berada di luar Huna 67X.


Melihat Kie Jordi mengeluarkan lingkaran hitam, Pie Jiru berucap. "Memang seharusnya da..." Pie Jiru tidak melanjutkan kata-katanya karena pandangan Volvo Emie sekarang tertuju pada Pie Jiru.


Deenggg. Suara benturan antara peluru dengan dinding saat menembus dinding bola besar.


**Di dalam pesawat berbentuk bola**


Deeennggg. "Suara apa itu?" bersamaan dengan suara bentuaran, udara didalam pesawat terasa tersedot keluar.


Salah satu kru pesawat dengan sigap menutup lubang di dinding pesawat.


Peluru yang telah menembus bola terjatuh dan tergeletak di lantai dalam bola tersebut yang ternyata adalah sebuah pesawat.


"Ini peluru yang menembus pesawat kita Jendral." Salah satu prajurit berucap dan memberikan peluru pistol mikro pada Jendralnya.


****


Pie Jiru yang mengetahui peluru pistol mikro berada di dalam bola, Pie Jiru langsung menekan tombol no 2 di dalam remot.


Seketika, peluru yang berada pada tangan Jendral pasukan musuh, langsung bergetar dan mengeluarkan duri tajam di sekeliling peluru lalu mulai berputar untuk memblender semua yang berada di dalam pesawat berbentuk bola tersebut.


Seorang Jendral yang terkejut dengan pergerakan peluru tersebut lalu melemparnya dan mengunci peluru tersebut, sehingga peluru tidak dapat berserak.


**Di dalam Huna 67X**


"Kita terus mendekat ke Planet Kapten," ucap Miura yang terus melaporkan situasi terkini lengkap dengan jarak antara Huna 67X dengan Planet.


"Biarkan, jangan melawan, hal itu akan sia sia. Sepertinya kita terkunci dengan medan magnet yang berasal dali bola raksasa yang berada di depan kita." Volvo Emie memberi pandangannya yang masih belum mengetahui jika bola raksasa yang ada di depan Huna 67X adalah sebuah pesawat.


**Beberapa menit kemudian.**


Kaca depan Huna 67X tiba tiba tertutup oleh besi, begitu juga dengan jendela jendela yang mengarah keluar, semua tertutup oleh besi, sehingga mereka tidak dapat melihat keadaan di luar Huna 67X.


"Apa yang terjadi?" Pertanyaan yang hampir serupa di benak masing masing orang di dalam Huna 67X.


"Pergerakan kita melambat, dengan kecepatan lambat ini, 8 detik lagi kita akan sampai pada permukaan planet." Laporan dari Miura yang membaca pergerakan Huna 67X dari monitor kendali yang secara otomatis adalah alat satu satunya yang dapat menunjukkan posisi Huna 67X karena selain kaca depan dan jendela, seluruh kamera di luar Huna 67X juga tertutup oleh sesuatu yang mereka juga tidak tahu.


"Kita sampai pada permukaan Pla..." Prajurit Miura menghentikan laporannya yang belum selesai dengan terheran menatap layar monitor.


"Ada apa Miura?" Volvo Emie bertanya karena merasa janggal dengan ekspresi wajah Prajurit Miura.


"Kita masuk kedalam Volvo."


"Apa maksudmu kita masuk ke dalam?" Volvo Emie memperjelas pertanyaannya meski Volvo Emie sudah mulai menerka dengan apa yang terjadi atas jawaban Prajurit Miura.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™