
"DI MANA PIE JIRU SEKARANG!!" Jendral Mozi bertanya kepada prajurit yang sudah tidak berdaya tersebut dengan penuh amarah.
Belum sempat prajurit tersebut menjawab, terdengar lagi suara tembakan yang langsung memancing perhatian Jendral Mozi.
**Di sisi lain**
Husgar Vize yang telah keluar dari kediamannya, terus berlari mencari pusat tembakan. Saat Husgar Vize berlari, dia melihat ada papan fox di depan sebuah rumah.
"Ada papan fox..." Husgar Vize berlari menuju rumah yang ada papan fox dengan merentangkan tangan ke depan, fikiran liar Husgar Vize agar dapat langsung membuka pintu pagar rumah tersebut.
Ternyata tanpa husgar Vize sadari, saat dia merentangkan tangan ke depan dengan fikiran liar dari otaknya.
"jika saja pagar itu terbuka dan papan Fox langsung berada di tanganku." Dengan fikiran husgar Vize itu, dalam sekejap gerbang terbuka walau tangan husgar Vize belum menyentuh pagar dan papan fox terbang menuju dirinya.
"Hah...?" Husgar Vize terkejut saat gerbang terbuka sendiri dan papan fox terbang padanya sendiri, tanpa banyak berfikir lagi, Husgar Vize langsung menaiki papan Fox tersebut dan terbang menuju sumber sumber tembakan.
Baru saja Husgar Vize terbang, dari arah belakang ada yang memanggil.
"Husgar Vize..." Teriak Jendral Mozi dan langsung menghentikan pergerakan Husgar Vize dengan menoleh ke arah sumber suara.
"Jendral, apa kamu tau apa yang terjadi...?"
"Ada salah paham, Pie Jiru di kira penyusup oleh prajurit. Ikuti aku Husgar..." Dengan singkat dan tergesa Jendral Mozi menjelaskan kepada Husgar Vize.
Tanpa banyak berfikir lagi karena melihat raut wajah Jendral Mozi yang penuh kekhawatiran dan amarah, Husgar Vize langsung mengikuti Jendral Mozi.
**Di sisi lain**
Setelah Pie Jiru merobohkan salah satu kelompok, Pie Jiru langsung menuju kelompok yang lain.
Empat prajurit yang mengetahui Pie Jiru mengarah padanya, ke empat prajurit tersebut langsung menembaki Pie Jiru dengan membabi buta, karena ketakutan setelah melihat kecepatan Pie Jiru.
"Matilah kita sekarang," salah satu prajurit berucap dengan terus menembak, tapi dengan mudah di hindari oleh Pie Jiru.
"Kalian lambat, tapi kalian tidak akan mati," ucap Pie Jiru dengan melumpuhkan empat prajurit tersebut.
Saat Pie Jiru akan berpindah ke kelompok prajurit berikutnya yang berada di jalan yang lain, Komandan Jordi langsung mengeluarkan besi dari lingkaran hitam yang tiba tiba muncul di jalur Pie Jiru berlari.
"Sialan," bruk... Pie Jiru langsung terlempar karena kakinya terjegal besi yang di pegang Komandan Jordi di sisi lubang yang lain untuk menghentikan pergerakan Pie Jiru.
"Prajurit! Kalian bersantailah, aku ingin bermain dengan penyusup ini," ucap Komandan Jordi yang langsung menghentikan prajurit tersisa yang ingin menembak Pie Jiru saat telah terjatuh.
Tanpa aba-aba, Komandan Jordi langsung memukul Pie Jiru dengan besi di tangannya, yang lagi-lagi keluar dari lingkaran hitam yang menelan sebagian besi itu dan sebagian besi yang hilang oleh lingkaran hitam lalu keluar dari lingkaran hitam yang lain di atas punggung Pie Jiru dan langsung mengenainya.
"Sialan!!" Tanpa ingin merasakan pukulan lagi, Pie Jiru langsung melesat ke arah Komandan Jordi dengan sangat cepat seperti kedipan cahaya.
"Hemh..." Hembusan nafas Kie Jordi.
Hal itu di tanggapi dengan santai oleh Komandan Jordi yang seketika Komandan Jordi seperti tertelan lubang hitam dan keluar di lain tempat.
**Di sisi lain**
Jendral Mozi yang terbang dengan fox dan di ikuti oleh Husgar Vize, dapat melihat cara Pie Jiru melumpuhkan prajurit hanya dengan pukulan yang hanya untuk melumpuhkan. Berlanjut pada pertarungan Pie Jiru dengan Komandan Jordi dari kejauhan setelah Pie Jiru melumpuhkan prajurit kelompok kedua yang mengepungnya.
Saat Jendral Mozi semakin dekat, Jendral Mozi dapat melihat pertarungan Pie Jiru yang telah berhasil membangunkan kekuatan istimewanya yaitu kecepatan yg luar biasa.
"Keistimewaan kecepatan cahaya melawan kekuatan teleportasi lingkaran hitam." Jendral Mozi membatin dan juga langsung berhenti dan juga menghentikan Husgar Vize.
"Ada apa Jendral, kita harus menghentikan pertarungan mereka sebelum salah satu dari mereka terbunuh," ucap Husgar Vize yang merasa khawatir.
"Apakah kamu tidak melihat perbedaan Pie Jiru Husgar...?"
"Perbedaan...? Haah... Cepat sekali..." Husgar Vize terkejut saat melihat pergerakan Pie Jiru yang hanya nampak seperti seklibatan bayangan.
Keheranan Husgar Vize, dikarenakan dari awal mengikuti Jendral Mozi, dia tidak memperhatikan Pie Jiru dan hanya melamun karena heran dengan kejadian sebelumnya, yaitu pagar yang terbuka sendiri dan papan fox yang tiba-tiba menghampirinya sama persis dengan apa yang dia fikirkan.
"Jendral, kenapa tiba-tiba Pie Jiru memiliki kecepatan seperti itu, dan siapa lawan pie Jiru itu, dia dapat berpindah kemana mana sesuka hati tanpa ada bayangan seperti Pie Jiru..." Tanya Husgar Vize.
"Itu karena darah Segiova yang telah mengalir di jiwanya setelah melakukan pengikatan Jiwa dengan Husgar Vize."
"Apakah Husgar Vize juga telah menemukan atau membangkitkan kekuatan istimewa Husgar Vize...?"
"Kekuatan istimewa...?" Husgar Vize bertanya dengan kebingungan.
"Setiap Husgar dan Pie, akan memiliki kekuatan istimewa, dan seorang Husgar akan memiliki dua kekuatan istimewa tapi kekuatan istimewa ke dua akan terbentuk setelah seorang Husgar memiliki lima Pie." Jendral Mozi menjelaskan.
"Entahlah, tapi..." Dengan menjeda kata katanya.
"Tadi pintu gerbang dapat membuka sendiri dan papan Fox menghampiri ku, sesuai dengan apa yang aku fikirkan." Husgar Vize melanjutkan kata-katanya.
"Apa...?" Jendral Mozi terkejut atas pernyataan Husgar Vize.
"Kekuatan legendaris... Apakah mungkin bocah ini memiliki kekuatan legendaris itu, sang pengendali...? Tapi tidak mungkin seorang Husgar memiliki kekuatan legendaris itu..." Jendral Mozi membatin dengan keterkejutannya.
"Coba tunjukkan padaku kekuatan itu Husgar."
**Di sisi lain**
Pie Jiru belum berhasil mendaratkan pukulannya terhadap Komandan Jordi, sedangkan Komandan Jordi sudah beberapa kali memberi pukulan terhadap Pie Jiru.
"Lambat dan lemah, itu lah kata kata yang pantas untukmu penyusup. Membosankan... Aku kira aku akan berkeringat di sini..." Komandan Jordi menghina Pie Jiru.
"Sialan..." Pie Jiru mengusap darah yang ada pada pipinya.
Saat Pie Jiru akan melesat lagi dengan kecepatannya, tiba tiba tangan Komandan Jordi mencengkram leher Pie Jiru dan mengangkatnya setinggi tiga meter dengan cara lubang hitam yang semakin meninggi setinggi tiga meter setelah mencengkram leher Pie Jiru.
"Kecepatanmu tidak berarti untukku, kau hanya memiliki kecepatan di atas rata rata, tapi kekuatanmu hanya setara prajuritku..." Kie Jordi berbicara dengan merendahkan Pie Jiru.
Terlihat saat Pie Jiru di angkat ke atas, Pie Jiru berusaha melepaskan cengkraman dari Komandan Jordi dengan berbagai cara, tapi tidak berhasil.
"Ha... Ha... Ha... Pukulanmu dan cengkramanmu pada tanganku, seperti pukulan dan cengkraman seorang anak anak." Komandan Jordi tertawa dengan lantang dan terus menghina Pie Jiru.
Saat Komandan Jordi akan melempar Pie Jiru. Teriakan Komandan Jordi kesakitan. "Aaarrrrggghhh..."
"Apakah sekarang aku lemah, apakah ini cengkraman anak kecil...?" Pie Jiru mencengkram erat tangan Komandan Jordi.
Pie Jiru dapat mencengkram tangan Komandan Jordi hingga kesakitan karena telah berubah pada wujud aslinya yang setinggi enam meter dengan tubuh besar berotot.
Pie Jiru dan Husgar Vize sebelumnya di beri gelang perubahan wujud oleh Jendral Mozi sebelum mereka menuju planet galgic agar mudah beradaptasi dengan keadaan planet galgic yang rata rata berbadan setinggi dua meter, tapi setelah Husgar Vize dan Pie Jiru berubah dengan hanya tinggi dua meter, kekuatan fisik mereka juga menurun menyesuaikan.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ