Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Menjadi Pertempuran Besar


Dahsyatnya pertempuran Husgar Vize, sampai mengguncang Dimensi Semesta. 3 bersaudara Penjaga inti api yang kini Arga hadapi adalah penjaga inti api terkuat di Dimensi Semesta. Benturan yang di akibatkan oleh pukulan yang di lesakkan oleh Elba, Gaba dan Huba ke tubuh Husgar vize. Sampai berdampak kepada Planet yang berada di dekat pertempuran antara Husgar vize dan 3 roh bersaudara.


Roh-roh suci sampai terusik karena pertempuran tersebut. Sebab Roh Suci yang merupakan Roh terkuat di Dimensi Semesta sesungguhnya tidak ingin ikut campur dalam urusan pertempuran para Roh yang lain.


Roh Suci telah lama tidur dan hanya menunggu saatnya dia di bangunkan oleh pertempuran besar seperti yang sudah di ramalkan. Pertempuran antara Telekinesis dengan Segiova dan Gulgara.


"Apakah ini sudah waktunya?" satu di antara 4 Roh Suci bertanya kepada yang lainnya.


"Entahlah, tetapi guncangan ini seakan memang sebuah panggilan dari aura yang di miliki seorang Telekinesis."


"Ya, aku juga merasa demikian."


"Sebaiknya kita memastikannya terlebih dahulu sebelum bertindak."


"Baiklah jika kita sudah sepakat. Mari kita pergi." Percakapan dari ke empat Roh Suci telah menemui kesepakatan. Dengan demikian, dalam milyaran tahun Dimensi Semesta. Baru kali ini ke empat Roh Suci meninggalkan tempatnya menuju pertempuran.


****


Begitu pula dengan Roh putih, Roh hitam dan Roh merah. Dengan adanya guncangan tersebut. menandakan ini sebuah panggilan di ramalan bahwa akan terjadi pertempuran terbesar di Dimensi Semesta. tidak ingin Roh hitam menguasai Dimensi Semesta. Semua Roh putih, Roh merah yang tetap tunduk kepada takdirnya. Bergegas menuju pusat pertempuran yang membuat Dimensi Semesta terguncang.


Mereka semua pergi untuk membantu pertempuran. Begitu juga dengan Roh hitam dan Roh merah yang berafiliasi dengan Roh hitam. dengan segera mereka menuju ke pusat pertempuran. Semua teknologi yang di miliki Planet mereka, Mereka gunakan. Segala kekuatan mereka kerahkan karena mereka yakin jika pertempuran ini yang akan menentukan nasib Dimensi Semesta yang sudah kacau jutaan tahun yang lalu.


Para Roh penjaga inti api juga menuju ke pusat pertempuran. Bahkan ketika mereka bertemu lawan mereka ketika dalam perjalanan. Tanpa memberi aba-aba mereka saling menyerang dan menghancurkan.


Kini di manapun terjadi pertempuran. Tetapi Roh penjaga inti api selalu menghindari pertempuran kecuali mereka berperang di tempat munculnya getaran yang mereka yakini adalah akhir penentuan Dimensi Semesta.


****


Bahkan kini Jinayta merasa terbantu oleh getaran-getaran yang menjadi tanda kemunculan Telekinesis. Sebab, Jinayta tidak perlu repot-repot untuk mencari bala bantuan untuk peperangan yang kini dilalui oleh Husgar vize yang merupakan calon Telekinesis.


Setelah memastikan banyak planet yang mengirim pasukannya ke arah Husgar vize berperang. Jinayta juga pergi menuju pusat peperangan untuk membantu Husgar vize.


****


"Apakah kamu hanya bisa mundur? Mana kesombonganmu tadi? Ha... Ha... Ha..." Huba berbicara dengan terus menyerang Husgar vize.


"Begitu banyak serangan yang mendarat ke tubuhnya. Tapi Mengapa dia seolah tidak merasakan apapun?" Huba membatin saat melihat Husgar Vize sedang baik-baik saja.


****


Kini pasukan pelindung Galaksi Api Kembar yang di pimpin oleh Mustofa, semakin terdesak karena mereka memang memiliki jumlah yang sangat jauh berbeda.


Menjadi bulan-bulanan serangan dari Roh hitam dan Roh merah yang mereka hadapi. Menjadikan formasi mereka kacau dan semakin mudah tertembus.


Pertempuran besar seakan benar-benar terjadi. Kini Bantuan dari kedua belah pihak sudah semakin banyak berdatangan. Terlebih, pasukan yang berasal planet-planet dari Galaksi Api kembar. Mereka terus berdatangan dalam pertempuran yang sudah berlangsung berhari-hari tersebut.


Jinayta kini juga telah membantu Mustofa dengan yang lainnya. Sedangkan Husgar Vize tatap menjadi bulan-bulanan dan hanya sesekali membalas serangan 3 bersaudara.


Para Roh penjaga inti api sebenarnya juga sudah mulai berdatangan dan membantu Mustofa dan lainnya. Begitu juga dengan pasukan Bantuan Roh hitam dan Roh merah sudah mulai datang dan bertempur. Pesawat-pesawat dari berbagai jenis dan ukuran juga saling menyerang.


Sedangkan pertempuran dahsyat Husgar Vize dengan 3 Roh penjaga inti api yang berkekuatan dahayat, tidak terganggu sama sekali karena tidak ada yang berani membantu Husgar Vize ataupun 3 penjaga inti api yang sedang bertarung dengan Husgar Vize.


Mendapatkan Kesulitan menghadapi Husgar Vize yang tak kunjung cidera. 3 bersaudara yang kini telah bisa mengontrol kekuatannya dengan baik. Akan tetapi, ketika mereka membuka segel mereka secara sendiri-sendiri, kekuatan tersebut memiliki batas waktu dan akan tersegel kembali ketika waktu sudah habis. Ketika mereka ingin membuka segel kembali, mereka harus menunggu waktu segel tertutup dengan sempurna terlebih dahulu, baru mereka dapat membuka segel kembali.


Karena mereka memiliki titik lemah saat batas waktu penggunaan kekuatan liar habis dan tersegel kembali. Mereka bertiga kini menciptakan sebuah kode-kode untuk membuka segel di dalam tubuh mereka. Pembukaan segel secara bersama dengan kode-kode kekuatan, maka Kekuatan liar akan terus bisa mereka gunakan sampai mereka sendiri yang akan menyegelnya.


Segel tersebut selalu menyegel kekuatan Liar dari Elga, Gaba dan Huba. Tetapi dalam situasi ini, mereka bertiga membuka segel supaya mereka menjadi lebih kuat dan dapat mengalahkan Husgar Vize dengan mudah. Husgar Vize yang tidak ingin memberi kesempatan kepada ketiganya untuk menjadi lebih kuat. Berusaha menyerang segel yang semakin lama semakin bergerak untuk terbuka.


Mendapatkan hal Tersebut, Husgar Vize kini mengeluarkan 5 elemen kekuatan istimewa yang dia miliki. Logam, api, angin, air dan petir, meski pengendalian kekuatan istimewa air, angin dan petir masih dalam tahap awal. Tetapi dengan munculnya tanda tersebut. Cukup menandakan jika Husgar Vize merupakan seorang Telekinesis yang memiliki kekuatan yang tidak dapat diremehkan meski belum sempurna.


3 bersaudara kini mengetahui jika musuh yang mereka hadapi adalah seorang Telekinesis. Sehingga mereka mempercepat pembukaan segel yang mengunci kekuatan liar mereka bertiga.


"Sial, ternyata musuh yang kita hadapi adalah seorang Telekinesis. Kita harus mempercepat pembukaan segel ini." pernyataan Gaba kepada ke dua saudara yang lain dan di tanggapi dengan anggukan.


Roh-roh yang sedang dalam perjalanan untuk ikut berperang. Melihat tanda Telekinesis di angkasa. Sehingga membuat Roh hitam dan Roh merah sedikit khawatir. sedangkan Roh putih yang mengetahui kemunculan tanda Telekinesis sangat bersemangat untuk segera sampai pada pusat pertempuran.


Roh-roh penjaga inti api kini mulai berdatangan. Dengan segera mereka membantu Mustofa yang seakan babak belur karena memang kalah jumlah dalam jumlah selisih yang sangat jauh.