
"Itulah asal mula Kasta di Dimensi Semesta. Awal pembentukan Dimensi Semesta, semua adalah roh putih yang patuh terhadap Sang Pencipta. Hingga Sang Pencipta menciptakan Alam Semesta dengan Segiova dan Gulgara sebagai pelindungnya. Terjadilah iri yang lebih besar dari roh yang sebelumnya sudah memiliki hati iri bersamaan dengan roh putih yang telah menjadi Segiova dan Gulgara."
"Hingga Sang Pencipta kembali murka dengan kemurkaan yang lebih besar, sehingga di buatlah kasta roh sesuai dari warna auranya. Roh hitam dengan hati penuh kebencian dan iri, roh merah dengan hati yang masih memiliki rasa bersyukur meski telah memiliki hati iri dan roh putih yang tidak melenceng sama sekali dari perintah Sang Pencipta." Mustofa menjelaskan kepada Husgar Vize.
"Lalu mengapa Sang Pencipta membiarkan Segiova dan Gulgara yang sekarang melakukan aturannya sendiri tanpa menghiraukan tugas sebenarnya dari Sang Pencipta?" Husgar Vize bertanya kepada Mustofa setelah menyerap dan memahami cerita dari Mustofa.
"Hanya Sang Pencipta yang tau alasannya, yang pasti Sang Pencipta sudah mentakdirkan seorang Telekinesis untuk dapat mengalahkan Segiova dan Gulgara. Juga telah mentakdirkan Omnipotence untuk memperbaiki kerusakannya. Aku juga berharap kamu bisa benar-benar berhasil menjadi Telekinesis dan mengalahkan Segiova dan Gulgara lalu menjadi Omnipotence." Mustofa menjawab pertanyaan Husgar Vize, serta menyampaikan harapannya.
Kini Mustofa lebih banyak berharap kepada Husgar Vize setelah melihat sedikit kemampuan calon Telekinesis yang menurutnya sangat kuat dan menakutkan. Sedangkan Husgar Vize yang kini lebih memahami dengan takdirnya, semakin terpelecut untuk segera menjadi Telekinesis. Sebab secara tidak langsung, kehancuran Planet Tin-go di sebabkan oleh ulah Segiova dan Gulgara yang telah menyimpang dari tugas sebenarnya.
Mereka berdua berkomunikasi dengan energi roh. Sebab, saat berkomunikasi mereka berdua tidak mengurangi kecepatannya dan tetap melaju dengan kecepatan 10 tahun cahaya. Dengan terus bergerak menuju Galaksi yang memiliki bintang yang menyimpan inti api, Husgar Vize dan Mustofa terus bercerita satu sama lain.
Kepercayaan mereka berdua semakin terasah dengan seiringnya perjalanan yang terus bersama untuk saling melindungi. Perjalanan mereka bukan tanpa halangan, tetapi sudah ratusan halangan-halangan kecil mereka lewati. Jalur yang di pilih Mustofa yang menjauh dari wilayah-wilayah yang di kuasai oleh kelompok-kelompok roh hitam atau roh putih, benar-benar sangat aman. Sehingga dalam 1 thun perjalanan mereka seakan tanpa ada halangan sama sekali.
Dimensi Semesta sangat luas. Sehingga jarak antar Galaksi sangat teramat jauh, meski sebenarnya juga karena jumlah Galaksi di Dimensi Semesta tidak sebanyak di Alam Semeata. Husgar Vize kini merasakan suatu planet di kejauhan. Tetapi Husgar Vize tidak melihat adanya suatu bintang atau Tata Surya.
Husgat Vize yang merupakan pengendali logam tingkat puncak, sangat bisa merasakan keberadaan logam di kejauhan. Terlebih lagi logam tersebut sangat teramat besar.
"Mustofa, aku merasakan unsur logam yang sangat besar hingga sebesar suatu planet. Tetapi aku tidak dapat melihat suatu Tata Surya ataupun Galaksi di kejauhan. Seharusnya kita sudah dapat melihat suatu Tata Surya atau Galaksi. Bahkan sebelum aku merasakan unsur logam sebesar ini." Husgar Vize menceritakan kepada Mustofa tentang apa yang sedang dia rasakan. Sedangkan Mustofa yang mendengarkan ucapan Husgar Vize, tidak memperlihatkan suatu ekspresi wajah yang terkejut.
Mustofa yang mendapati cerita Husgar Vize, kini bertanya kepada Husgar Vize tentang seberapa jauh lagi mereka akan sampai di Planet yang Husgar Vize maksud. Husgar Vize yang terheran dengan pertanyaan Mustofa, menaruh rasa penasaran dari pertanyaan tersebut.
Husgar Vize yang semakin penasaran akhirnya tidak dapat menahan untuk bertanya tentang sebab Mustofa yang menunjukkan ekspresi senang di wajahnya. Mustofa tersenyum dengan pertanyaan Husgar Vize dan menjawab, bahwa kini mereka sudah semakin dekat dan tidak salah mengambil arah. Sebab logam berukuran besar yang di rasakan Husgar Vize adalah Planet mati yang sudah tidak memiliki Tata Surya dan sudah keluar dari suatu Galaksi.
"Telekinesis, tiga hari lagi kita akan beristirahat di Planet tersebut. Sebelum kita akan melanjutkan perjalanan estafet." Mustofa memberi jawaban yang semakin membuat Husgar Vize bertanya-tanya. Memang dari awal Mustofa mengajaknya untuk beristirahat di suatu Planet terdekat, tetapi dalam perjalanan 1 tahun terakhir. Baru kali ini mereka dapat merasakan suatu Planet.
Tetapi dengan kata-kata Mustofa yang akan beristirahat sebelum melakukan perjalanan estafet, tidak ada dalam pembahasan sebelumnya. Dengan menahan rasa penasarannya, Husgar Vize terus melaju mengikuti Mustofa tanpa bertanya. Sebab, Husgar Vize tidak ingin mendapat label pria cerewet karena terlalu banyak bertanya.
Planet mati dulunya adalah sebuah medan pertempuran antara roh putih melawan roh hitam yang di bantu oleh roh merah. Pertempuran tersebut berlangsung sangat lama. Sebab roh hitam yang di bantu oleh roh merah ingin menguasai Galaksi Api Kembar. Dimana di Galaksi tersebut terdapat banyak Tata Surya yang memiliki inti api. Dimana roh hitam yang dapat membuka celah dimensi dengan memanfaatkan pola inti api yang di bentuk sedemikian rupa dengan kemampuan khusus yang di miliki oleh roh hitam dengan cara menggabungkan kekuatan mereka.
Pertempuran besar tersebut sampai menghancurkan beberapa planet dan membuat Planet mati keluar dari sistem Tata Suryanya. Pertempuran yang dapat di bilang sebagai pertempuran terbesar yang terjadi di Dimensi Semesta. Sebab pertempuran tersebut telah membunuh banyak sekali roh.
Hingga saat pertempuran telah memasuki belasan tahun, roh merah terpecah menjadi dua kubu. Dimana roh merah yang sejak awal tidak membantu pertempuran, di paksa oleh salah satu Jendral terkuatnya untuk membantu dalam pertempuran agar mereka dapat memenangkan pertempuran. Kelompok-kelompok kecil roh merah dari berbagai penjuru Dimensi semesta di kumpulkan untuk menuju Planet mati yang masih terus melangsungkan Pertempuran.
Roh putih yang dalam posisi bertahan lebih di untungkan oleh situasi yang ada, sebab roh putih dapat memanfaatkan berbagai sistem pertahanan. Sedangkan roh hitam yang di bantu roh merah, benar-benar bertempur habis-habisan untuk merebut Galaksi Api kembar. Hingga saat kelompok-kelompok kecil roh merah yang telah di kumpulkan menjadi kelompok yang besar.
Kelompok besar roh merah tersebut melakukan perjalanan menuju Planet mati, tempat berlangsungnya pertempuran antar ketiga kasta. Tetapi ketika mereka sampai di area pertempuran, kelompok besar yang terbentuk dari kelompok-kelompok kecil roh merah, malah mendukung roh putih untuk melakukan pertahanan di Planet mati. Hingga terjadilah perpecahan di antara kasta roh merah hingga saat ini. sebagian besar mendukung roh hitam dengan Jendral-jendral kuatnya dan sebagian lebih kecil mendukung roh putih yang hanya bersama dengan beberapa Jendral.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ