
"Kita tidak berhenti di permukaan Planet, tapi kita terus masuk ke bawah permukaan Planet, entah kita masuk ke dalam laut atau tempat lain yang berada di bawah permukaan..." Prajurit Miura menjelaskan kepada Volvo Emie dan juga yang lain yang ikut mendengarkan.
"Emm... Volvo..." Dengan ragu dan rasa malu atas kejadian tadi, Pie Jiru memberanikan diri memanggil Volvo Emie.
Volvo Emie tidak menjawab dan hanya menoleh dengan mata indahnya dan menatap Pie Jiru dengan tatapan dingin.
Pie Jiru yang mendapatkan tatapan dingin, bertambah ragu untuk meneruskan kata katanya, tetapi karena merasa ini hal yang sangat penting dan harus di sampaikan pada Volvo Emie dan semua orang yang berada di sana.
Pie Jiru menjulurkan kedua tangannya beriringan dan menunjukkan dua gumpalan besi tidak beraturan seperti sebuah benda lunak yang di remas dengan tangan.
"Apa maksudmu dan itu apa di kedua tanganmu?" Volvo Emie bertanya dengan ketus.
"I-ini adalah pistol mikro dan remot peluru pistol mikro." Ragu dan terpaksa terdengar dari suara yang di keluarkan oleh Pie Jiru. Semua orang di ruangan tersebut sangat kaget atas pernyataan yang di ucapkan oleh Pie Jiru.
"Tiba-tiba saja pistol dan remote ini tidak berbentuk." Pie Jiru melanjutkan perkataannya.
Semua orang dalam pesawat Huna 67X mulai berfikir memang mustahil jika itu perbuatan di sengaja oleh Pie Jiru, karena di lihat dari bentuknya seperti adonan kue yang di gumpalkan begitu mudah.
Satu-satunya orang yang ada dalam benak mereka adalah Husgar Vize dengan kekuatan pengendali logam pasti akan sangat mudah melakukan hal itu.
"Reis, periksa keadaan Husgar Vize," perintah Kapten Joseph.
Belum sempat Prajurit Reis meninggalkan ruangan. Huna 67X terasa berhenti dari pergerakannya dan di pertegas oleh pernyataan Prajurit Miura bahwa Huna 67X benar benar berhenti.
Hal itu sangat mengagetkan semuanya, begitu juga Prajurit Reis sampai menghentikan langkahnya karena terkejut.
Belum selesai dengan keterkejutan mereka, beberapa detik kemudian mereka di kejutkan lagi dengan suara dengkingan besi.
Suara yang sangat mengusik telinga yang membuat semua orang ternganga. Yaitu sumber suara yang ternyata berasal dari terbukanya atap Huna 67X secara perlahan seperti terbukanya kaleng sarden. Dengan di barengi suara letupan-letupan kecil berasal dari percikan listrik kabel yang terputus.
Ketika atap Huna 67X terbuka cukup lebar, terlihat ratusan orang melayang di atas Huna 67X dengan kedua tangan di rentangkan ke arah Huna 67X.
"Semua diam tanpa ada perlawanan," ucap Volvo Emie mengarahkan pada semua orang di dalam Huna 67X.
Setelah setengah atap Huna 67X terbuka barulah suara dengkingan besi berhenti, menandakan atap telah berhenti terbuka dan salah seorang maju mendekati Huna 67X.
"Siapa kalian...?" seorang yang maju mendekati Huna 67X bertanya dengan suara lantang dan kasar.
"Bahasa kuno Galaksi Tungsten." Volvo Emie membatin. Bahasa yang tidak mereka kenali kecuali Volvo Emie karena sudah hidup lebih dari seribu tahun, sehingga memiliki pengetahuan yang tidak di miliki oleh lainnya di pesawat Huna 67X.
"Kami membawa seorang Husgar, dan aku salah satu Pie dari tiga Pie Husgar Vize. Namaku Pie Emie." Volvo Emie menjawab dengan mengaku bahwa dirinya adalah seorang Pie dari Husgar Vize.
Tidak mungkin Volvo Emie mengaku bahwa dirinya seorang Volvo, karena seorang Volvo identik dengan cara melumpuhkan siapapun yang tidak tunduk pada Mulva. Sangat berbahaya mengaku seorang Volvo di hadapan kelompok yang dari awal terlihat kuat.
"Mereka pasti tidak akan senang dengan kedatangan sorang Volvo, karena bahasa mereka adalah bahasa kuno Galaksi Tungsten dan mereka tidak tunduk pada Mulva." Volvo Emie menjawab pertanyaan Kie Jordi melalui telepati.
"Bahasa kuno Galaksi Tungsten...!!" batin Kie Jordi setelah mendapat penjelasan dari Volvo Emie.
Meski mereka dapat mengetahui arti dari perkataan orang-orang Galaksi Tungsten karena pil penerjemah yang pernah meteka konsumsi, tapi mereka tidak dapat mengetahui asal bahasa mana yang mereka dengar jika memang tidak memiliki pengetahuan.
"Bahasa luar, sudah ku duga. Apakah kalian memiliki teknologi pil penerjemah?" ucap orang tersebut.
"Ya, kami memiliki. Apakah anda membutuhkan? Balas Volvo Emie.
"Aku tidak, tetapi yang lain membutuhkan agar dapat memahami penjelasan kalian berikutnya." Orang tersebut menjawab pertanyaan Volvo Emie.
Tanpa berlama lama, dengan kode yang diberikan Volvo Emie. Kapten Joseph dan lainnya yang memiliki pil penerjemah pada persediaan mereka, langsung di kumpulkan oleh Kapten Joseph dan memberikannya pada orang tersebut.
Pil penerjemah yang berjumlah ratusan, langsung di bagikan pada pasukan yang sedang melayang di atas Huna 67X.
Setelah mendapatkan pil penerjemah, orang tersebut menggerakkan tangannya seperti menghempaskan sesuatu. Bersamaan dengan itu, semua orang di pesawat Huna 67X kecuali Husgar Vize langsung terikat dengan besi di tangan dan kaki mereka tenggelam sampai mata kaki ke dalam lantai.
Husgar Vize tidak terikat karena tidak terlihat oleh pasukan itu, karena atap tidak terbuka sampai tempat Husgar Vize beristirahat.
"Pengendali logam..." Batin semua orang penghuni Huna 67X yang sedang terikat.
"Perkenalkan namaku Komandan Batbayar. Jika kamu seorang Pie... Lalu di mana Husgar Vize yang kamu sebutkan dan mengapa kalian memasuki wilayah Galaksi Tungsten?" Suara yang telah berubah menjadi lebih ramah dan bersahabat tetapi tetap dengan suara keras dan lantang yang menunjukkan dominasi.
**Di sisi lain**
Husgar Vize yang telah sadar karena suara lengkingan besi yang merobek atap Huna 67X mencoba untuk sadar sepenuhnya. Saat Husgar Vize telah mendapatkan kesadarannya secara utuh, Husgar Vize mendengar suara Komandan Batbayar yang sedang memperkenalkan diri dan bertanya tentang Husgar Vize yang menurut pendengaran Husgar Vize, suara tersebut sangat kasar dan mendominasi. Suara yang menandakan penindasan.
Husgar Vize yang menganggap hal tersebut tidak bersahabat mencoba mencari tau dengan mengendap menuju tempat Volvo Emie. Saat Husgar Vize dapat melihat Kie Jordi dan Pie Jiru yang berada paling belakang sedang terikat oleh besi.
Husgar Vize semakin perlahan dan hati-hati untuk lebih melihat situasi. Husgar Vize hanya dapat melihat Komandan Batbayar dan beberapa pasukan yang tidak sampai sepuluh orang dari tempat Husgar Vize berada.
Merasa dapat menangani hal itu, Husgar Vize langsung mengarahkan serangan dengan mengarahkan berbagai benda yang terbuat dari besi kepada Komandan Batbayar dan pasukannya.
Mendapatkan serangan dari berbagai benda yang tiba-tiba melayang ke arahnya dan pasukannya, dengan seketika lantai Huna 67X yang berada di depan Komandan Batbayar langsung meleleh dan membentuk tameng yang berdiri kokoh di depan Komandan Batbayar dan pasukannya.
"Ini dia..." batin Komandan Batbayar dengan senyuman lebar.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ