
"Tidak perlu Gulgara." ucap Segiova.
"Tidak mungkin aku membiarkan Planet tertinggal Tin-go tenang setelah membunuhmu Segiova, apa lagi kau terbunuh karena kondisimu sedang terluka sangat parah walaupun kamu tidak benar benar mati." ucap Gulgara yang masih sangat emosi.
"Planet Tin-go telah lenyap, di musnahkan oleh Planet Matahari, bukankah begitu Jiru, Vize...?" ucap Segiova yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Jiru dan Vize.
"Apa maksudmu Segiova...?" Gulgara menanyakan dengan suara mulai mereda karena emosi yang sebelumnya seakan terpuaskan.
"Vize, Jiru..." ucap Segiova yang langsung di pahami oleh Vize dan Jiru lalu mereka menceritakan secara rinci kepada Gulgara dan Jendral Mozi yang mendengarkan secara antusias mulai dari pengakuan Planet Matahari yang mengaku sebagai pemilik cakram Sinmi dan menginginkannya.
Sampai sampai mereka mengirim utusan yang lalu di bunuh oleh pimpinan Planet Tin-go hingga penyerangan dari Planet Matahari sampai Vize dan Jiru sampai di Galaksi Birkus dan Planet Galgic yang akhirnya di pahami oleh Gulgara dan Jendral Mozi.
"errgh..." Gulgara mendesah penuh emosi setelah mendengarkan cerita Vize dan Jiru.
"Planet Matahari, kediaman Mulva Vings, Mulva terkuat bahkan terkuat dari golongan kita, tidak mengherankan jika Planet Tin-go hancur dengan sekali tembakan ketika mereka telah mengetahui di Planet Tin-go tidak ada barang yang mereka inginkan." Ucap Gulgara penuh dengan rasa ingin berperang.
"Waktuku sudah akan berakhir, tolong kau dampingi Husgar Vize dan Pie Jiru." Segiova memotong pembicaraan dengan mengalihkan pembicaraan ke fokus utama Segiova dengan mengubah panggilannya kepada Vize dan Jiru.
"Pie Jiru...?" tanya Vize kepada segiova lalu di jawab oleh Jendral Mozi.
"Pie adalah sebutan untuk pelindung Husgar, nanti aku jelaskan lebih rinci setelah kita sampai di Planet Vugada di Galaksi Sixza..." tiba tiba ruangan yang tercipta dari cakram sinmi bergetar, menandakan waktu dari cahaya Segiova akan berakhir.
"Waktuku akan habis, Husgar Vize, Pie Jiru kalian ikuti arahan Jendral Mozi dan serahkan cakram berkode sinmi kepada Gulgara, karena Gulgara tau cara membangkitkan aku lagi." lalu ruangan itu lenyap beserta cahaya Segiova dan menyisakan cakram sinmi seperti semula yang di naiki oleh Jiru dan Vize.
Vize dan Jiru yang masih tidak mengerti dengan maksud semua perkataan Segiova hanya melamun karena bingung harus menanggapi seperti apa dengan kejadian yang baru saja mereka alami yang menurut mereka sangat jauh dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya.
"Untuk sementara, kalian gunakan baju pasukan Planet Galgic agar kalian dapat bertahan di luar angkasa." suara Jendral Mozi memecah lamunan mereka berdua, tanpa membantah Vize dan Jiru menerima baju pasukan Planet Galgic yang di sodorkan oleh Jendral Mozi dan langsung mengenakannya.
"Sekarang kalian berpindah lah ke papan ini." Jendral Mozi juga memberikan papan mirip papan seluncur yang di gunakan oleh Hendis dan prajurit patroli ke enam sebelumnya.
Tanpa membantah, mereka hanya menganggukkan kepala dan mulai menaiki papan itu, ketika Vize dan Jiru meletakkan kedua kakinya ke papan mereka masing masing, secara otomatis dan cepat papan itu langsung mengunci kaki Vize juga Jiru dan menggeser kaki mereka ke tempat paling pas di papan itu, tetapi karena baru pertama kali, Vize dan Jiru langsung berputar putar tidak beraturan karena tidak bisa mengendalikan papan itu sampai mereka berhenti berputar tapi dengan posisi papan di atas dengan kaki mereka dan kepala di bawah.
"Ha... Ha... Ha... Ha... Ha... Ha.." kalian seperti anak anak Planet Galgic saat menaiki papan fox.
Jendral Mozi tertawa dan senyuman dari Gulgara, sedangkan Hendis dan tujuh prajurit lainnya hanya menahan tawa karena takut menyinggung yang akan berujung kesialan pada mereka meski yang mereka lihat benar benar lucu.
"Hei, bagaimana mengendalikan papan ini...?" Vize dan Jiru yang mulai pusing karena terus berputar putar ketika mereka ingin mengendalikan papan fox, semakin mereka berusaha dengan keras, semakin keras juga mereka berputar putar.
"Tenangkan diri kalian, dan berfikirlah untuk berada pada posisi yang benar dan jika akan maju atau mundur atau ke atas dan bawah, berfikir seperti apa yang kalian inginkan tapi berfikir dengan tenang." Jendral Mozi memberikan arahan kepada Jiru dan Vize.
Setelah mendapat penjelasan, Vize mulai dapat mengendalikan papan Fox tapi belum dengan Jiru.
"Kakak, cepatlah kendalikan papan itu, kenapa kamu lama sekali, apakah kamu begitu bodoh untuk mencerna penjelasan Jendral Mozi...?" Vize mulai mengejek pie Jiru karena tidak kunjung dapat mengendalikan papan Fox"
"Adik tengil, sekarang mulai berani mengejekku ya..."
"Benar benar Husgar, mengendalikan papan Fox dengan sangat mudah hanya dengan penjelasan sederhana." batin Hendis.
"Husgar Vize, sesuai permintaan Segiova, aku akan membawa cakram berkode sinmi dan akan menyelesaikan urusanku terlebih dahulu." lalu di balas anggukan oleh Husgar Vize.
Dengan anggukan tersebut, Gulgara langsung membawa cakram berkode sinmi dan pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Jiru tidak kunjung bisa mengendalikan papan Fox. Pie Jiru mengendalikan papan Fox, dengan menerima bantuan dari prajurit meski harus menanggung malu.
"Husgar Vize, mari ikuti saya, dan kalian dampingi pie Jiru sampai di kediamanku." lalu Husgar Vize yang sudah bisa mengendalikan Fox, langsung mengikuti Jendral Jiru meninggalkan lokasi tersebut dan di ikuti para prajurit yang membantu Pie Jiru mengendalikan papan Fox.
"Husgar Vize, apakah kamu sudah mulai terbiasa...?"
"Aku rasa demikian Jendral..."
"Jika begitu ikuti saya Husgar..." Jendral Mozi semakin meningkatkan kecepatannya dengan bergerak zig zag, berputar, dan melakukan manuver ke sana kemari dengan niat melatih hHusgar Vize secara tidak langsung.
Setelah setengah Jam mereka melakukan perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman Jendral Mozi.
Dan ketika sampai di halaman depan Jendral Mozi, Jendral Mozi langsung turun dan langsung membuka kotak kecil dari perunggu yang tiba tiba papan Fox langsung mengecil dan terbang ke dalam kotak tersebut lalu Jendral Mozi menutup kotak menyimpannya.
"Wow... Papan ini sangat luar biasa."
"Mana kotak papan ini...?" tanya Husgar Vize saat menunjukkan papan Fox yang ada di tangannya yang hanya di jawab senyuman oleh Jendral Mozi.
"Hanya papan Jendral dan Komandan yang dapat mengecil dan membesar. karena Husgar Vize hanya sementara saja menggunakan papan Fox, maka aku hanya memberikan papan prajurit biasa, jadi tidak dapat mengecil dan membesar.
"Lalu bagaimana cara aku menyimpan papan ini." Husgar Vize berbicara dengan menunjukkan papan Fox yang di pegangnya.
"Lepaskan saja papan itu Husgar, dia akan tau di mana dia harus berada."
Husgar Vize langsung melepaskan papan Fox dari tangannya, dan benar saja, saat papan Fox di lepaskan dia jalan sendiri menuju tempat penyimpanan papan Fox yang berada di sekitar kediaman Jendral Mozi.
"Wooow... Teknologi apa ini... Kenapa bisa seperti itu...?"
"Itu adalah Teknologi gravitasi yang kami ciptakan dengan rumus rumus molekul yang dapat menciptakan berat gravitasi yang dapat di tentukan kepada benda benda tanpa menggunakan daya eksternal, jadi itu semua murni hanya karena gaya gravitasi yang di rekayasa." jawab Jendral Mozi.
"Wah, sepertinya akan banyak ilmu baru yang dapat aku pelajari di Planet Galgic."
Husgar Vize yang selalu haus akan pengetahuan baru sangat bersemangat dengan teknologi teknologi yang dia lihat di Planet Galgic yang hampir semua yang dia lihat adalah hal baru.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ