Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Masa Gelap


Husgar Vize memang belum mengetahui waktu siang dan malam di Planet Galgic karena saat Husgar Vize datang ke Planet Galgic, dia datang saat gelap menandakan waktu masih malam.


Karena telah tiba di kamar yang nyaman dan tempat tidur yang nyaman pula, Husgar Vize tidak terlalu mempermasalahkan hal itu dan langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang empuk dengan melepaskan semua penat dan tegang di tubuh karena perjalanan menembus waktu di lorong waktu sangat menguras tenaga.


Meski dengan waktu yang relatif singkat dapat mencapai lokasi yang tidak masuk akal, tapi tekanan yang di berikan ke tubuh sangatlah besar tanpa di sadari.


**Puluhan jam kemudian**


Pie Jiru telah terjaga dari tidurnya karena memang sudah terbiasa istirahat tidak terlalu panjang atau bahkan dapat tanpa istirahat berminggu minggu (waktu Planet Tin-go).


Selesai membersihkan badan, Pie jiru langsung mengganti pakaian yang sudah tersedia di lemari.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Pie Jiru yang bingung dengan kondisi saat ini hanya mondar mandir di ruang kamar lalu dia buka jendela, ternyata di luar masih gelap yang menandakan masih malam, keadaan tersebut semakin membuat Pie Jiru bingung.


"Di luar masih gelap, itu berarti semua orang masih beristirahat, meski d luar aku melihat beberapa orang, mungkin itu penjaga. Aku harus bagaimana sekarang, tidur lagi juga sudah tidak bisa." Karena merasa bosan di kamar setelah beberapa jam bangun dan menunggu pagi yang tidak kunjung datang, akhirnya Pie Jiru memutuskan keluar kamar.


"Salam hormat Pie Jiru," ucap beberapa penjaga yang berada di depan kamar Pie Jiru.


"Siapa kalian? Kenapa kalian berada di depan kamarku...?" Pie Jiru bertanya dengan keheranan.


"Emm... Perkenalkan saya Salwi dan ini Robert, kami penjaga kamar kehormatan dan memang bertugas jaga di depan kamar tamu kehormatan Pie." Penjaga tersebut menjelaskan secara rinci, dimana setiap kamar kehormatan selalu di jaga bergantian dua belas jam sekali untuk memberi kenyamanan kepada tamu kehormatan.


Pie Jiru yang telah mengerti dengan maksud keberadaan penjaga tersebut meras bersyukur, karena ada seseorang yang bisa dia tanya.


"Penjaga, kapan pagi tiba...?"


Dua penjaga tersebut keheranan dengan pertanyaan Pie Jiru, saling menoleh dan berpandangan antar sesama penjaga.


"Izh... Kalian ini... Aku bertanya harus kalian jawab, bukan malah saling berpandangan." Teguran Pie Jiru, yang membuat mereka tidak enak hati dan malu kepada Pie Jiru.


"Apakah Pie Jiru benar benar tidak tau...?


"Jika aku tau, kenapa aku bertanya pada kalian. Bagai mana juga aku tau, aku datang ke Planet Galgic memang sudah kondisi malam, lalu aku melakukan beberapa hal, setelah itu beristirahat, yang aku rasa..." Dengan berfikir sejenak.


"Hampir tiga puluh jam aku beristirahat, setelah aku bangun, hari masih gelap. Apakah aku melewatkan siang hari...?" Kedua prajurit itu sekarang mengerti dengan maksud Pie Jiru, yang memang benar-benar tidak tahu.


"Memang sekarang Planet Galgic mengalami malam hari, yang kami sebut masa gelap, masa gelap Planet Galgic adalah empat puluh tiga ribu dua ratus jam, jika di hitung dengan masa hari ideal yaitu satu hari satu malam dua puluh empat jam dan dalam satu tahun ada tiga ratus enam puluh lima hari, maka masa gelap Planet Galgic adalah lima tahun."


"Masa gelap, lima tahun jika di hitung dengan wasa ideal..?" Pie Jiru sampai mengulang kata kata penjaga tersebut karena benar benar tidak menyangka.


"Bagaimana bisa demikian...?" Pertanyaan Pie Jiru semakin membingungkan kedua penjaga tersebut dan salah satu penjaga berbisik kepada penjaga di sebelahnya.


"Salwi, apakah dia benar benar seorang Pie...? tapi kenapa dia sepeti tidak mengerti dengan hal mendasar di Planet Galgic, bahkan sepertinya dia tidak mengerti hal dasar planet tempat Segiova dan Gulgara..."


"Benar, apakah dia seorang penyusup dan telah membunuh Pie Jiru yang asli...? Tapi wajahnya sama dengan wajah yang telah di informasikan kepada kita..." Robert menjawab pernyataan salwi dengan berbisik juga.


"Mungkinkah dia menyamar setelah membunuh Pie Jiru...?"


Setelah bisikan terakhir Salwi, kedua penjaga itu saling berpandangan, sedangkan Pie Jiru kebingungan dengan tingkah kedua penjaga tersebut yang saling berbisik, tapi tidak merasa curiga sedikitpun.


"Kita tidak mungkin bisa menghadapi orang ini berdua, dia telah membunuh seorang Pie tanpa menimbulkan suara, pasti dia sosok yang hebat, cepat panggil prajurit yang lain." Salwi berbicara kepada Robert


"Siapa kamu sebenarnya...? di mana Pie Jiru...?" Secara tiba-tiba Salwi bertanya dengan suara keras kepada Pie Jiru, yang secara spontan langsung Pie Jiru mengeluarkan sikap siaga yang membuat penjaga tersebut bertambah yakin jika sosok yang berada di depannya adalah penyusup karena sikap siaganya, sedangkan robert yang melihat hal tersebut langsung menghubungi prajurit lain melalui komunikasi yang di tanamkan di telinga setiap prajurit.


"Penyusup... Penyusup... Penyusup... Ada penyusup di bangunan tamu kehormatan." Teriak robert melalui alat komunikasi yang dia siarkan kepada seluruh prajurit dan langsung di dengar oleh semua prajurit yang mengaktifkan komunikasinya yang ada di radius dua Kilo meter dari tepat pengirim telfon.


Prajurit yang mendengar hal tersebut melalui komunikasi, langsung menuju lokasi Robert dan Salwi berada.


"Apa!!! Penyusup di bangunan tamu kehormatan! Di sana ada tamu kehormatan Jendral Mozi, ayo!! Kita harus cepat ke sana," ucap seorang prajurit yang berada di dalam jangkauan komunikasi dan mendengar panggilan robert.


Sedangkan Pie Jiru yang di buat bingung oleh teriakan Robert yang menyebutnya penyusup, dengan tidak mengurangi sikap siaganya. Setelah belasan prajurit datang dengan satu komandan juga datang berada di sana.


"Di mana penyusupnya...?" Ucap Komandan jordi, yang hanya melihat Salwi, Robert dan Pie Jiru yang dia kenali melalui vidio informasi yang memang sebelumnya telah di sebar kepada seluruh prajurit Planet Galgic dan Prajurit yang berada di semua bulan Planet Galgic.


Prajurit Robert dan Prajurit Salwi langsung menunjuk Pie Jiru yang semakin siaga dengan kedatangan belasan prajurit yang menganggapnya penyusup.


Sketika raut wajah Komandan Jordi terlihat penuh tanda tanya, karena merasa orang di depannya adalah Pie Jiru, begitu juga Prajurit yang berada di lokasi tersebut yang semakin bertambah banyak, Salwi dan Robert langsung menjelaskan kepada Komandan Jordi yang juga di dengar oleh beberapa prajurit yang ada di dekat Komandan Jordi dengan kecurigaan mereka tentang pertanyaan pertanyaan Pie Jiru.


Pie Jiru yang tidak mendengar dengan percakapan Prajurit Salwi dan Komandan Jordi hanya terdiam dengan sikap siaga.


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™