
Tanpa banyak berfikir, Husgar Vize bergerak dengan kecepatan penuh yang di ikuti oleh Mustofa. Husgar Vize tetap berharap apa yang dia rasakan adalah hal yang salah. Semakin Husgar Vize mendekat ke arah pertempuran, Husgar Vize Semakin yakin jika yang dia rasakan sejak awal bukanlah hal yang salah. Meski Husgar Vize semakin yakin, Husgar Vize kini lebih memilih untuk tidak membahasnya dengan Mustofa sebelum Mustofa melihat sendiri kebenarannya.
Beberapa jam kemudian, mereka berdua dapat melihat area pertempuran yang cukup luas. Bukan hanya menggunakan kekuatan roh yang menjadi ciri khas makhluk roh Dimensi Semesta. Teknologi canggih juga saling beradu antara roh putih penghuni Galaksi Api kembar yang di bantu sebagian toh merah dengan roh hitam yang di bantu sebagian besar roh merah. Terutama dengan penghuni Galaksi Api Gal yang pinggiran Galaksinya di pergunakan untuk tempat bertempur antara roh putih yang dibantu roh merah penghuni Galaksi Api Gal dengan roh hitam ataupun roh merah.
Terlihat sangat jelas, kekuatan kedua kubu berimbang, sehingga hal tersebut membingungkan Mustofa yang selama ini menganggap dari kubu roh putih sangat dalam kondisi kalah ataupun terdesak. Meski dalam kenyataannya memang titik pengamanan tersisa hanya titik terakhir. Setelah semakin dekat dengan pertempuran, Mustofa menganggap apa yang di katakan Husgar Vize sebelum-sebelumnya, di karenakan rasa cemas dan mungkin juga takut yang berlebihan.
Mustofa yang tidak ingin menyinggung Husgar Vize yang merupakan seorang calon Telekimesis hanya mencerna apa yang dia pikirkan sendiri tanpa ingin membuat keduanya menjadi canggung. Sebab dalam situasi perang, selain fisik yang kuat, mental juga sangat berperan besar dalam sebuah kemenangan. Karena dalam perang, bukan karena sisa pasukan yang selamat yang menentukan sebuah kemenangan perang, melainkan yang tetap bertahan dan berdiri tegak untuk mengangkat kedua tanganlah yang akan menjadi pemenang.
Setelah sekian lama Husgar Vize dan Mustofa tidak melakukan peperangan, Husgar Vize dan Mustofa langsung datang menyerang ketika terdapat sebuah gerombolan musuh. Pengendalian logam Husgar Vize yang semakin baik dapat melukai ribuan bahkan dapat membunuh ratusan roh hitam maupun roh merah. Pesawat-pesawat yang di pergunakan oleh kasta roh hitam dan roh merah bagaikan bumerang bagi mereka sendiri saat menghadapi pemuncak pengendali logam.
Logam-logam pesawat lebih mudah di kendalikan oleh Husgar Vize, sehingga Husgar Vize lebih leluasa untuk menghempaskan pesawat-pesawat yang di kendarai oleh roh hitam ataupun roh merah. Kini ratusan pesawat menjadi senjata baru dari Husgar Vize untuk memukul, menyayat ataupun menghancurkan pasukan dari clan roh hitam dan roh merah yang datang menyerang. Dengan datangnya Husgar Vize dan Mustofa, pertempuran sekarang telah sepenuhnya berada pada kendali pasukan pertahanan Galaksi Api Gal.
Melihat cara bertarung Husgar Vize yang sangat brutal dan tidak ingin menyia-nyiakan tenaga, seolah memang Husgar Vize memiliki prediksi yang lain dan seolah hal yang lebih berat akan datang kepada mereka semua. Meski Mustofa tidak mengetahui pasti tentang apa yang di pikirkan oleh Husgar Vize, tetapi Mustofa tetap merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan oleh Husgar Vize sebelumnya.
Meski saat ini Mustofa lebih meningkatkan kewaspadaan karena telah melihat kentutalan gaya pertempuran dari Husgar Vize. Pasukan pertahanan Galaksi Api Gal seolah mendapatkan tenaga baru untuk lebih lincah mengangkat senjata mereka dan menggunakan kemampuan mereka untuk lebih banyak membunuh pihak lawan. Terlihat elemen-elemen tubuh yang terlepas dari roh mereka berserakan di seluruh angkasa sekitar peperangan.
Sedangkan roh yang sudah tidak memiliki elemen sebagai wadah dari roh mereka, dengan cepat pergi untuk menyelamatkan diri dari kematian yang sesungguhnya. Sebab roh tanpa elemen yang menutupinya akan mudah tersegel lalu di musnahkan untuk selamanya. Mustofa dan pasukan pertahanan Galaksi Api Gal membiarkan roh-roh hitam dan roh merah melayang pergi, karena menganggap mereka bukanlah sebuah ancaman lagi. Sebab mereka beranggapan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat membentuk elemen baru yang dapat singkron dengan roh mereka yang sudah pernah kehilangan elemen tubuhnya.
Dalam situasi unggul, Husgar Vize mencari kesempatan untuk mendekat ke arah Mustofa dan menanyakan perihal tentang roh yang di biarkan pergi ketika mereka sudah tidak memiliki elemen tubuh. Mustofa menjawab pertanyaan Husgar Vize secara terperinci. Husgar Vize cukup terkejut dengan jawaban dari Mustofa dan yang lainnya yang menganggap remeh hal tersebut. Sebab, meski terasa sangat lama di Dimensi Semesta hingga milyaran tahun. Tetapi akan sangat cepat ketika mereka sudah berpindah ke Alam Semesta.
1 milyar tahun Dimensi Semesta hanya 69,4 hari di Alam Semesta. Sehingga hal itu dapat menciptakan peluang baru agar musuh dapat bangkit kembali tanpa harus mereka berkurang sedikitpun. Mendengar perkataan Husgar Vize, Mustofa dan para pasukan penjaga Galaksi Gal benar-benar terkejut. Hal itu di karenakan, selama ini roh putih ataupun roh merah yang masih setia menganggap milyaran tahun tetap menjadi angka yang lama karena mereka hanya berpatokan pada Dimensi Semesta.
Sedangkan roh hitam seolah menyerang dengan gagah berani tanpa takut kehilangan elemen yang menyelimuti roh karena target mereka adalah Alam Semesta, yang menganggap milyaran tahun Dimensi Semesta adalah waktu yang singkat. Pasukan penjaga Galaksi Api Gal juga menyampaikan, dalam beberapa kesempatan, roh hitam juga terlihat menyegel dan melenyapkan roh putih ataupun roh merah yang masih setia.
Mendengar perkataan beberapa pasukan penjaga Galaksi Api Gal, Husgar Vize semakin yakin jika roh hitam memang berniat untuk mengurangi jumlah dari roh putih maupun roh merah yang masih setia. Saat ini pasukan penjaga Galaksi Api Gal sudah berkumpul semua karena pasukan roh hitam yang tersisa telah mundur dan lari kalang kabut. Tetapi Husgar Vize tetap merasakan pasukan yang lebih banyak dan lebih kuat masih tetap berada pada posisi awal dan tidak bergerak ke titik yang lain.
Husgar Vize sangat yakin jika tidak akan lama lagi akan ada serangan yang lebih besar akan datang. Sedangkan Husgar Vize tidak yakin mereka akan mudah menjalani pertempuran seperti sebelumnya. Dengan pengetahuan dan aura kekuatan roh yang kuat, yang di miliki Husgar Vize. Pasukan penjaga Galaksi Api Gal yang di pimpin oleh seorang komandan dari golongan Jendral roh merah, dengan sangat yakin tanpa syarat mengikuti apa yang di katakan oleh Husgar Vize.
Mustofa yang melihat empat puluhan ribu pasukan tersisa begitu mengikuti arahan yang di berikan oleh Husgar Vize yaitu untuk mundur secara bertahap dengan cara melebarkan barisan lalu menyempitkan barisan kembali agar lebih dekat dengan Galaksi Api Gal. Dalam keadaan mundur secara perlahan, Husgar Vize menyampaikan strateginya untuk menghadapi kemungkinan kekuatan yang akan datang lebih kuat lagi.
Tetapi Husgar Vize tidak menyebutkan perkiraan kekuatan musuh yang telah bersiap untuk menyerang ke arah Galaksi Api Gal. Sebab Husgar Vize tidak ingin pasukan tersebut akan mengalami kemunduran mental sebelum bertempur. Mempertahankan mental di saat nyawa sudah dalam kondisi berbahaya akan lebih mudah dari pada mempertahankan mental di saat nyawa masih akan berada pada kondisi berbahaya.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ