
"Sekarang kau telah serius dengan menampakkan wujud aslimu...!" Komandan Jordi berbicara dengan senyum yang terlihat menahan rasa sakit.
"MATI...!!!" Teriak Komandan Jordi dengan meraih pistol yang terdapat pada pinggang kirinya dengan tangan kanan.
Dhar...!! Pistol yang meletus di pinggang Komandan Jordi tanpa di tarik dari tempatnya, tapi peluru laser dapat menjangkau di tempat Pie Jiru berada karena Jendral Jordi menciptakan lubang hitam di ujung pistolnya.
Beruntung Pie Jiru masih dapat menghindarinya sesaat sebelum Komandan Jordi menarik pelatuk pistol, dengan cara Pie Jiru melepaskan tangan Komandan Jordi dan menghindar mundur beberapa langkah.
"Beruntung, tapi tak akan beruntung untuk ke dua kali...!" Ucap Komandan Jordi lalu tangan kanan Komandan Jordi yang tetap menggenggam pistol yang tetap berada di pinggangnya, kini menutup gerakan jarinya dengan tangan kiri yang telah mengeluarkan darah karena cengkraman Pie Jiru, dengan maksud agar Pie Jiru mendapat serangan mendadak dan tidak bisa menghindar lagi karena tidak dapat melihat pergerakan jarinya.
Mereka berdua saling berpandangan dengan rencana dalam fikiran masing masing.
**Di sisi lain**
"Jendral Jika kita biarkan, mereka akan saling bunuh," ucap Husgar Vize yang sekarang memperhatikan Pie Jiru dan Komandan Jordi yang mulai saling berpandangan.
"Ini waktunya kau beraksi Husgar atau Pie pertamamu akan tertembak oleh Komandan Jordi..."
"KO...." Dengan sigap Jendral Mozi menutup mulut Husgar Vize. lalu berkata kepada Husgar Vize. "Jangan berteriak, gunakan kekuatan istimewamu...!"
"Apakah benar aku memiliki kekuatan istimewa?" Batin Husgar Vize yang kini tidak dapat mengeluarkan suara karena mulutnya di tutup oleh Jendral Mozi.
**Di sisi lain**
"Bagai mana caraku mendekat padanya, sekali aku bergerak, dia pasti menarik pelatuk pistolnya, dan aku tidak tau di sisi mana dia akan mengeluarkan pelurunya." Pie Jiru berfikir keras dengan tindakan apa yang harus dia lakukan.
Jarak keduanya yang tidak terlampau dua puluh meter, sebenarnya dapat di jangkau dengan singkat oleh kecepatan Pie Jiru, tapi lubang hitam yang dapat muncul di mana saja dan dapat mengeluarkan serangan dari Komandan Jordi secara mendadak, itu yang sangat berbahaya.
"Apakah aku harus membunuhnya agar aku bisa lolos darinya, tapi dia bukan musuhku... Jika aku tidak membunuhnya, aku yang akan terbunuh, karena yang dia tau, aku adalah musuh yang menyusup..." Fikiran Pie Jiru di penuhi keraguan sehingga ragu pula untuk menentukan serangan.
Tiba-tiba Pie Jiru melihat raut wajah panik di wajah Komandan Jordi.
"Sekarang...!! Batin Pie Jiru dan bergerak tanpa berfikir dan keraguan lagi.
Gleepp... Dengan singkat pukulan Pie Jiru mengarah pada perut Komandan Jordi dan langsung merobohkan Komandan Jordi.
"A-a-apa yang terjadi...!! Ba-bagai mana mungkin...!!" Komandan Jordi berbicara dalam hatinya dengan penuh keheranan sebelum tiba tiba pandangannya gelap karena pingsan.
**Di sisi lain**
Jendral Mozi yang melihat Pie Jiru merobohkan Komandan Jordi, benar-benar di buat terkejut dan langsung menghampiri Pie Jiru dan Komandan Jordi yang pingsan.
Sisa prajurit yang menyaksikan juga sangat terkejut hingga salah satu mulai bisa mengendalikan keterkejutannya dan mulai melakukan pergerakan mengangkat senjatanya kembali mengarah kepada Pie Jiru.
Saat prajurit tersebut akan menembak Pie Jiru, Jendral Mozi datang ke samping Pie Jiru.
"Hentikan semua..." Suara Jendral Mozi, seketika menghentikan semua prajurit di sana.
"Dia adalah Pie Jiru asli, dia memang tidak mengetahui hal-hal tentang Segiova dan Gulgara, karena dia tidak besar dan baru saja menjadi Pie dari Husgar yang juga tidak mengerti silsilahnya..."
Seluruh prajurit di lokasi tersebut terkejut dengan penjelasan Jendral Mozi, terlebih lagi prajurit Robert benar benar di buat terkejut oleh penjelasan Jendral mozi.
"Matilah aku sekarang, bagaimana aku menjelaskan kepada Jendral, karena tindakan gegabahku dan juga Prajurit Salwi." Prajurit Robert membatin dengan ketakutan, tetapi tidak dengan Prajurit Salwi, karena dia telah roboh dan pingsan.
"Prajurit, cepat bereskan kekacauan ini dan jelaskan pada penduduk dan prajurit lain yang sedang menuju kemari, bahwa semua ini telah teratasi." Teriak Jendral Mozi yang berlalu pergi dari tempat itu serta mengajak Husgar Vize dan Pie Jiru ke kediamannya.
Beberapa meter saat Jendral Mozi meninggalkan lokasi, dia menoleh ke arah prajurit yang masih bugar.
"Cepat sadarkan Komandan Jordi dan semua prajurit yang terlibat, bawa mereka semua ke kediamanku..." Setelah berucap, Jendral Mozi langsung pergi meninggalkan lokasi yang menjadi tempat pertempuran antara Pie Jiru dan Komandan Jordi.
"Pie Jiru, apakah kamu baik baik saja?" Tanya Husgar Vize, sedangkan Jendral Mozi yang mendengarkan pertanyaan Husgar Vize hanya melirik dan terus melaju dengan papan fox.
"Apakah kekalahan Komandan Jordi karena Pie Jiru dapat bantuan dari Husgar Vize dengan keistimewaan pengendalian Husgar Vize...? Aku akan menanyakannya setelah duduk santai di rumah." Jendral Mozi terus melaju menuju kediamannya yang langsung di ikuti oleh Husgar Vize yang juga menaiki papan Fox, sedangkan Pie Jiru mengikuti Jendral Mozi dan Husgar Vize yang terbang di atas dengan berlari menggunakan kecepatannya.
Sampailah mereka bertiga di depan kediaman Jendral Mozi.
"Husgar, Pie mari masuk..." Jendral Mozi berlalu dan mempersilahkan Husgar Vize dan Pie Jiru memasuki rumahnya.
Serekang mereka bertiga tiba di ruangan yang cukup besar di dalam rumah Jendral Mozi.
"Mari silahk? Jendral Mozi duduk dan di ikuti Husgar Vize dan Pie Jiru di kursi yang telah tΒΏ ersedia.
"Haaaaahhh..." Akhirnya aku bisa duduk santai...
Dengan menghela nafas, Pie Jiru meregangkan ototnya yang merasa capek karena telah bertarung.
"Jendral..."
"Ya kemarilah..." Beberapa pelayanan memasuki ruangan dan membawa berbagai hidangan.
"Husgar, Pie... Silahkan nikmati Hidangannya..."
"Wah sepertinya ini nikmat, sudah lama aku tidak makan makanan sungguhan, sejak Perang di Planet Tin-go, aku hanya konsumsi suplemen," ucap Husgar Vize, yang langsung menyantap Hidangan di meja.
Satu kali minum suplemen planet Tin-go, bisa untuk memenuhi energi sampai satu bulan (waktu planet Tin-go).
"Jwemdral... Inyi mnganang apa...? Ngikmak sekangi..." Husgar Vize berbicara dengan mulut penuh makanan.
.......?
Pie Jiru yang mendengar perkataan Husgar Vize, langsung membuka mata yang sebelumnya dia pejamkan dan melirik ke arah Husgar Vize.
Thaaakkk....
"Aaaauuuuu... Sakiit...!" Pie Jiru langsung memukul kepala Husgar Vize seketika ketika selepas membuka mata.
Kamu makan dengan berbicara, tidak sopan sama sekali di depan Jendral Mozi.
Gleeek... Suara makanan tertelan dengan paksa.
Husgar Vize langsung menelan makanan di mulutnya.
"Maaf Jendral, aku benar benar lupa diri setelah melihat makanan ini..."
Thaaaakkk...
"Ka... Pie... Sakiiit...!!" Husgar Vize berbicara dengan mengusap kepalanya.
"Aku bukan kakakmu, aku Pie pelindung Husgar, jangan memanggilku kakak."
"Aku tidak memanggilmu kakak..."
"Iya... Tapi hampir memanggilku kakak..."
Jendral Mozi yang melihat tingkah mereka berdua hanya tersenyum dan keheranan.
"Baru pertama kali ini aku melihat Pie memukul kepala Husgarnya." Jendral Mozi membatin melihat hal unik di depannya.
"Sudah-sudah mari kita makan bersama," ucapan Jendral Mozi menghentikan adu mulut mereka berdua dan dengan seketika mereka berdua makan dengan rakus setelah di persilahkan oleh Jendral Mozi.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ