Terjebak Perang Semesta

Terjebak Perang Semesta
Tempat Asal Komandan Jordi


Pernyataan komandan Jordi mengejutkan husgar Vize dan Pie Jiru.


"Membunuh dari ras sendiri...? Bukankah planet matahari termasuk planet paling maju di semesta ini...? Bagaimana mungkin mereka berprilaku seperti planet tertinggal...?" penuh keheranan Husgar Vize bertanya.


Julukan planet tertinggal, selain karena masih menggunakan teknologi yang masih rendah juga dapat di golongkan juga karena planet tersebut belum di pimpin oleh satu penguasa dan masih terbelah ke berbagai penguasa yang memiliki kepentingan dan daerah kekuasaan masing masing yang sewaktu waktu bisa terjadi perang di planet tersebut bahkan kehancuran planet karena perang.


"Ketika terjadinya kudeta di Planet Matahari aku belum lahir, tapi semua tercatat dan selalu di ceritakan secara turun temurun oleh orang tua kami di planet songsi."


"Ketika itu, jendral pasukan angkasa yang memiliki basis pasukan terbanyak dan terkuat, melakukan kudeta kepada pemimpin planet Matahari yang sebenarnya mencintai kedamaian, tapi karena ketamakan jendral pasukan angkasa yang ternyata mendapat dukungan dari mulva, mereka menggulingkan penguasa planet Matahari saat itu."


"Pasukan yang setia kepada penguasa ternyata telah di grogoti oleh jendral pasukan angkasa dan banyak yang mendukung jendral pasukan angkasa untuk lebih banyak menguasai planet dan galaksi."


"Perang antara penguasa Planet Matahari dan Jendral pasukan angkasa Planet Matahari tidak berlangsung lama karena perbedaan kekuatan yang jauh, karena di angkasa ternyata jendral pasukan angkasa telah menyiapkan semua puluhan tahun sebelum kudeta dengan menciptakan berbagai senjata mematikan hingga terciptalah gencatan senjata agar tidak semakin banyak korban, karena adanya perjanjian kesepakatan."


"Penguasa planet Matahari saat itu dan semua orang yang masih setia, harus meninggalkan Planet Matahari."


"Terciptalah sejarah baru saat itu, sembilan juta orang yang masih setia, meninggalkan Planet Matahari hanya dengan tujuh pesawat induk yang sebenarnya kapasitas maksimum tiap pesawat induk tujuh ratus ribu penumpang."


"Setelah tujuh pesawat induk pergi meninggalkan Planet Matahari dan mencari planet baru, barulah setelah perjalanan enam puluh tahun mencari, akhirnya mereka menemukan Planet songsi."


"Dari tujuh pesawat induk hanya empat pesawat induk yang dapat selamat dari perjalanan panjang dengan berbagai masalah yang mereka hadapi."


"Planet songsi tanpa penghuni lalu berkembang dengan pesat karena sisa penduduk pelarian Planet Matahari telah memiliki berbagai pengetahuan teknologi maju dan sumber daya Planet yang tidak kalah dari Planet Matahari."


"Delapan ratus tahun semua aman aman saja, hingga suatu saat ketika aku berumur dua puluh enam tahun dan menjadi seorang prajurit Planet songsi, datanglah pasukan Planet Matahari yang memang selalu menginvasi Planet Planet lain, awal kedatangan mereka membawa damai dan juga terkejut karena pasukan kecil tersebut baru tau ada Planet yang memiliki ras yang sama dengan mereka."


"Tapi karena memang sudah memiliki sifat keturunan tamak dan memang tugas mereka untuk mencari informasi awal, secara diam diam mereka mengirim informasi kepada komando pusat mereka tanpa kami ketahui. Tiga tahun kemudian..." Komandan jordi menjeda ceritanya dengan mata meneteskan air mata tapi dengan raut wajah amarah sangat tinggi.


Sedangkan Husgar Vize dan Pie jiru menyimak dengan antusias cerita Komandan Jordi yang ternyata empat prajurit lainnya juga menyimak cerita Komandan Jordi dari awal.


"Komandan, mohon ijin...?" prajurit miura tiba tiba menjeda komandan Jordi yang sebelumnya akan melanjutkan ceritanya.


"Ada apa prajurit...!!" Komandan Jordi menjawab dengan nada sedikit mengungkapkan amarah karena terbawa oleh ceritanya.


"Ijin menggunakan auto pilot. Saya juga ingin mendengarkan cerita Komandan Jordi seperti yang lain." ucap prajurit miura yang tiba tiba menyadarkan Komandan Jordi jika ceritanya bukan hanya di dengar oleh Husgar Vize dan Pie Jiru tapi juga para prajuritnya.


Ucapan prajurit miura dan keadaan yang ternyata semua mendengar dan menyimak cerita Komandan Jordi, membuat Komandan Jordi tertawa dan di ikuti yang lain.


"Ha. Ha. Ha. Ha. Ha... Semua mendengarkan dan menyimak tapi hanya kamu yang tidak dapat menyimak karena tugasmu! Baiklah, gunakan auto pilot dan silahkan duduk di sini dan ikut mendengarkan." ucap Komandan Jordi.


"Jika demikian, aku akan buatkan minuman agar kita bisa lebih santai dan nyaman mendengarkan lanjutan cerita Komandan Jordi." ucap prajurit dongba dengan berlalu untuk menyiapkan semua minuman.


**Beberapa saat kemudian**


Minuman dan makanan ringan tiba...


"Cepat sekali kau menyiapkan..."


"Tentu saja... Dongbaaaa..." dengan penuh kebanggaan Dongba berucap.


"Komandan, lanjutkan lagi ceritanya..." Pie Jiru berucap seolah sudah tidak sabar mendengar kelanjutan cerita Komandan Jordi.


"baiklah..." Komandan Jordi menjawab dengan singkat lalu melanjutkan ceritanya.


("Dem... Dhuar...")


"Dari kejauhan aku berada, ledakan saling bersahut sahutan di sertai suara sirine perang yang belum pernah aku dengar selain saat latihan."


"Ribuan pesawat datang dari luar atmosfer menghujani apapun dengan peluru peluru mereka."


"Saat itu jantungku berdetak begitu kencang, dan tubuhku benar benar bergetar ketakutan."


"Itulah perang pertama kali yang aku rasakan dan bahkan perang pertama kali planet songsi setelah leluhur kami tiba delapan ratus tahun lalu."


"Meski kami tidak pernah berperang, tapi kami selalu belajar dari kesalahan, kami membangun pertahanan dan militer yang kuat dengan teknologi yang selalu di kembangkan."


"malam itu..." Komandan Jordi berucap dengan pandangan lebih jauh, masuk kedalam ingatannya.


("Nyalakan sistem pertahanan di seluruh penjuru planet...")


(Teriak Jendral melgi saat itu memberi perintah melalui komunikasi sonar.)


"Perang ras planet untuk yang ke dua kali tidak dapat di hindarkan, mereka menginginkan planet songsi dan budak untuk kerja paksa." Komandan Jordi bercerita dengan duduk dengan pandangan menerawang jauh.


("Prajurit Jordi, hilangkan ketakutanmu... Cepat terbang dan jatuhkan mereka semua...")


("Siap komandan")


"Meski waktu itu aku menjawab dengan lantang, aku tetap sangat takut, hingga terasa lemas untuk melangkahkan kaki."


("Dhar..." kepala Komandan yang baru saja memberi semangat kepada prajurit Jordi pecah dengan otak berserakan.)


"Saat aku melihat komandan ku tewas dengan kepala pecah tertembus peluru yang cukup besar, nyaliku benar benar hilang, tubuhku sangat lemas waktu itu."


("Ayo berdiri Jordi, lari... Ayo lari...Terbangkan pesawatmu...Aku akan persiapkan landasan.")


(Seorang marshaller menarik lengan Jordi untuk berlari.)


(Dengan kode kode yang di berikan marshaller, prajurit Jordi sukses menerbangkan pesawatnya di landasan yang mulai rusak.)


("Dhem... Dhhuuaarr..." baru dua puluh detik prajurit Jordi mengudara, pangkalan tersebut meledak dengan dhasyat.)


("Oh tiiidaaak... Senjata nuklir..." dengan pikiran kacau balau, prajurit Jordi terus mengudara dan mulai menembak pesawat musuh yang terlihat olehnya.)


("120km timur markas darat terdeteksi ratusan pesawat musuh, pesawat yang telah mengudara pergi ke arah tersebut.")


(Perintah dari markas kendali Planet songsi terdengar oleh semua pilot tempur planet songsi termasuk prajurit Jordi.)


(Kurang dari dua ratus pesawat planet songsi pergi mengarah ke titik yang di sebutkan markas kendali.)


πŸ€”**yang berada di dalam kurung menandakan kejadian dalam cerita Komandan Jordi**πŸ€”


πŸ™πŸ™ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan FavoritπŸ˜πŸ’• πŸ™πŸ™