
Demi menjaga mental Husgar Vize, Udirdagch mengajaknya untuk keluar dan mengunjungi kota yang baru di bangun oleh penghuni Planet Mesimet'i. Mereka berdua terbang ke arah kota dengan kecepatan maksimal Husgar Vize, hal itu di lakukan untuk mengetahui apakah kemampuan Husgar Vize benar-benar berada di tingkat 12.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka berdua sampai di kota baru Planet Mesimet'i. Pemandangan yang lama tidak terlihat di mata Udirdagch, bangunan tinggi, jalan yang di penuhi oleh banyak orang hal yang benar-benar membuat rindu di benak Udirdagch.
"Apakah aku sudah sekian lama berada di dalam Goa? Padahal aku merasa tidak sampai puluhan tahun. Apakah setiap aku pingsan selalu memakan waktu bertahun-tahun?" Husgar Vize berbicara dalam hati.
Dalam pemikiran Husgar Vize, meyakini mereka sudah puluhan tahun berada di dalam Goa karena melihat bangunan kota yang sudah cukup megah. Dalam pengetahuan Husgar Vize, membangun kota seperti ini membutuhkan waktu puluhan tahun.
Beberapa saat kemudian terlihat bangunan pertama yang mereka bangun sebelum Husgar Vize dan Udirdagch memasuki goa. Mereka pun turun untuk memberikan kejutan kepada semua penghuni bangunan tersebut dan memang sejak awal mereka terbang cukup tinggi agar tidak banyak yang menyadari jika Udirdagch dan Husgar Vize datang ke kota.
Baru menginjakkan kakinya, Udirdagch dan Husgar Vize mendapatkan penyambutan cukup meriah dan hangat. Sampai-sampai mereka berdua terkejut dan melakukan gerakan waspada.
"Bagaimana kalian bisa tau kami akan datang?" Udirdagch cukup terkejut dengan sambutan yang cukup meriah.
"Atas perintah Jendral Ganzorig, mulut goa selalu di awasi oleh CCTV dan di jaga 1 hari full di depan monitor. Jadi ketika Udirdagch dan Husgar Vize keluar goa, kami langsung tau. Secepat mungkin kami mengumpulkan semua. Para Jendral masih dalam perjalanan kemari, begitu pula dengan Pie Jiru, Pie Emie dan Jordi." Salah satu Komandan menjawab pertanyaan Udirdagch.
"Kami hanya berkunjung untuk beberapa hari. menghilangkan kebosanan." Udirdagch berbicara dengan senyum di wajahnya.
Udirdagch dan Husgar Vize di persilahkan untuk masuk dan menunggu yang lain karena masih dalam perjalanan. Saat Udirdagch dan Husgar Vize memasuki ruangan yang masih kosong, tiba-tiba Pie Emie sudah duduk di salah satu kursi, beberapa saat kemudian muncul lingkaran hitam dan Jordi keluar dari lingkaran hitam tersebut. Belum sampai Pie Emie dan Jordi mengucapkan kata-kata untuk menyambut Udirdagch dan Husgar Vize, datang Pie Jiru.
"Kalian tiba-tiba datang dan duduk, mendahului kami yang mengawali masuk ruangan." Husgar Vize dengan cepat menyapa ketiga saudaranya.
Taak... Suara kepala Husgar Vize terkena getokan oleh Pie Jiru.
"Aaaauuuu...!" rintihan Husgar Vize dan mengelus kepanyanya.
"Salah sendiri tidak bisa menghindar. Kenapa lama sekali tidak memberi kabar? Sekarang mau tiba-tiba datang tanpa ingin di ketahui orang dengan terbang tinggi." Tanpa rasa bersalah setelah memukul kepala Husgar Vize, Pie Jiru membrondong Husgar Vize dengan pertanyaan cepat.
"Bagai mana perkembangan Husgar Vize...?" Pie Emie tanpa basa-basi dengan cepat mengajukan pertanyaan yang lain. Sedangkan Jordi seperti biasa, lebih banyak diam dan memperhatikan.
"Aku tidak memberi kabar karena Udirdagch tidak mengijinkanku keluar sama sekali dan aku masih berada di tingkat 12." Husgar Vize berbicara dengan raut wajah penuh senyuman karena merasa bahagia dapat bertemu dengan orang-orang yang selalu mendukung mereka.
"Apa...!! Tingkat 12?" Jendral Dzhambul tiba-tiba bersuara dari arah belakang karena baru 2 tahun berlatih, tapi Husgar Vize sudah sampai di tingkat 12. Hal yang begitu luar biasa menurut Jendral Dzhambul.
"Apakah harus sampai seperti itu kamu terkejut, Jendral? Apakah latihanku sangat lama ya?" Husgar Vize yang masih mengira dirinya berada di goa selama puluhan tahun mulai menghilangkan senyum di wajahnya karena suara Jendral Dzhambul yang sangat terkejut.
"2 tahun sudah berada di tingkat 12... I-itu hal yang benar-benar mengejutkan. Belum pernah ada yang seperti itu." Jendral Dzhambul memberikan penjelasannya.
"Iya, memang kenapa dengan batas 2 tahun?" Jendral Dzhambul berbicara dengan nada keheranan atas keterkejutan Husgar Vize yang di nilai berlebihan.
"Aku mengira aku sudah puluhan tahun di goa." Husgar Vize memberikan alasannya.
Semua terheran dengan Jawaban Husgar Vize yang merasa dirinya sudah puluhan tahun berada di dalam goa. Tapi mereka tidak terlalu mempermasalahkan dengan hal itu, bahkan mereka mulai bersenda gurau dengan bermacam hidangan.
Beberapa saat kemudian saat mereka bergurau, datang Jendral Ganzorig dan dua Jendral lainnya. Mereka bertiga langsung bergabung dengan Udirdagch dan lainnya untuk bercengkrama. Mereka juga saling menceritakan kejadian selama 2 tahun kebelakang.
Mendengar cerita Udirdagch, semua yang berada di sana sangat terkejut dengan kemampuan Husgar Vize untuk mencerna dan memahami semua pelatihan. Begitu pula dengan Husgar Vize yang cukup terkejut, melihat perkembangan kekuatan Pie Jiru dan lainnya.
Pie Jiru yang saat ini dapat melayang bahkan terbang sungguh membuat Husgar Vize bangga. Husgar Vize juga merasa ada yang berbeda dengan sepatu Pie Jiru dan Husgar Vize sering memperhatikan sepatu tersebut.
Mereka terus bercengkrama dengan berbagai hidangan sampai tidak terasa sudah larut, sehingga mereka kembali pada ruang istirahat mereka masing-masing.
****
Dalam malam, Udirdagch memanggil Pie Emie untuk membicarakan hal yang dapat menjadi serius jika di biarkan.
Udirdagch mulai bercerita tentang kebosanan dan mengecilnya nyali Husgar Vize. Sebab rasa sakit yang teramat akan selalu di rasakan ketika naik tingkat. Udirdagch bermaksud agar Pie Emie dan lainnya dapat memberikan semangat kepada Husgar Vize. Sebab itulah Udirdagch mengajak Husgar Vize ke luar goa.
Mendengar cerita dari Udirdagch, Pie Emie nampak berfikir dan menganggukkan kepalanya sesekali mendengar cerita Udirdagch.
"Tenang saja Udirdagch, akan aku pastikan beberapa hari kedepan, semangat Husgar Vize kembali seperti awal." Pie Emie meyakinkan Udirdagch agar tidak terlalu memikirkannya.
**Di tengah malam**
Husgar Vize terbangun dari tidurnya karena tiba-tiba dia merasa ada yang menjanggal hatinya. Untuk memejamkan mata lagi, Husgar Vize sampai melakukan berbagai macam cara, tetapi Husgar Vize tetap saja tidak tertidur.
Dalam gelap, Husgar Vize berjalan ke sebuah tanah kosong di belakan kediaman Udirdagch untuk berlatih ringan. Bermaksud setelah berlatih ringan, dapat memejamkan matanya dan tertidur. Husgar Vize duduk dia antara pohon dan mencoba untuk memahami situasi.
"Ternyata baru 2 tahun...? Tapi kenapa aku merasa sangat lama berada di goa dan kota ini memiliki pembangunan yang sangat cepat." Husgar Vize melamun sendiri karena tidak dapat memejamkan matanya walau sudah di paksa.
ππ mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa jadikan Favoritππ ππ